
Keesokan harinya,
Ecca bangun lebih pagi dan langsung menyiapkan sarapan. Kali ini ia dibantu oleh Bik Surti, asisten rumah tangga yang baru.
Usia Bik Surti sekitar 40 tahun, suaminya sudah meninggal satu tahun yang lalu dan anaknya baru saja lulus SMA.
"Neng Ecca sudah cantik, pintar memasak lagi. Bibi salut loh sama neng," puji Surti yang sedari tadi melihat kepiawaian Ecca meracik bumbu masakan.
"Bik Surti bisa aja ni," balas Ecca.
"Oh iya, bik. Kayaknya pagi ini Ecca langsung berangkat ke kantor dan gak ikut sarapan. Nanti minta tolong buatkan susu jahe untuk Mas Belva dan susu hamil buat kak Nuna ya," pinta Ecca.
"Siap Non!" jawab Bik Surti yang kemudian mulai membereskan dapur dan meja makan.
☘️☘️☘️
Nuna yang baru saja keluar dari kamarnya, kini langsung masuk ke kamar Ecca. Kali ini Ecca terlihat sedang merapikan penampilannya di depan meja rias.
"Ecca mau kemana pagi ini?" tanya Nuna mengernyitkan dahinya melihat adiknya sudah siap berangkat ke kantor.
"Aku mau ke firma lah kak, kan tugas aku buat masakin kak Nuna udah selesai," jawab Ecca sambil mengambil tasnya dan bersiap untuk pergi.
"Eits, tunggu dulu Ca," tahan Nuna.
"Kamu emang udah masakin apaan sih?"
"Bubur ayam," jawab Ecca singkat.
"Tapi pagi ini kakak gak pingin makan bubur ayam, kakak pingin makan pecel nih dek." ucap Nuna.
"Orang hamil kan bagus banget kalo makan sayur,"
Permintaan Nuna pagi ini membuat Echa memutar bola matanya malas.
"Trus kakak juga pingin bumbu pecelnya Ecca yang halusin pake tangan, gak boleh di blender atau yang siap saji. Gituh kan?" balas Ecca geram.
"Nah, Itu kamu tahu, Ca. Buruan gih buatin buat kakak!" pinta Nuna sambil meninggalkan kamar Ecca.
Ecca membuang nafasnya kasar melihat tingkah kakaknya yang membuatnya sangat kesal.
"Besok ya kak, aku buatin nasi pecel khas Madiun buat kakak. Plus ama rempeyeknya juga." balas Ecca sedikit berteriak membuat langkah Nuna berhenti di pintu kamar Ecca dan kemudian berbalik.
"Aku maunya sekarang, Ecca!"
"Aku gak bisa kak Nuna!"
Ecca bergegas meninggalkan kakaknya begitu saja tanpa mengindahkan permintaannya pagi ini.
"Buatkan sekarang, atau aku bongkar semua rahasia kamu yang ada di dalam buku ini!" ancam Nuna sambil memperlihatkan buku diary Ecca yang kemarin ia cari.
Deg!
__ADS_1
Ecca terbelalak saat melihat buku diary yang ia cari kini ada di tangan Nuna. Bahkan kini bukunya dalam keadaan terbuka, bermakna Nuna sudah membaca apa yang ia tuliskan di dalamnya.
'Sial! Ternyata buku itu ada di tangan kak Nuna' batin Ecca kesal.
Ecca berbalik dan berusaha merebut buku diary miliknya dari tangan Nuna.
"Balikin buku aku, Kak!" pinta Ecca geram.
"Gak akan sebelum kamu ikuti kemauan kakak!" balas Nuna menyimpan buku Ecca ke dalam tasnya.
"Arrrggghh!" pekik Ecca geram. "Apa sih mau kakak sebenarnya!"
Nuna terkekeh melihat Ecca yang tampak sangat kesal pagi ini. Ia berhasil mengacau mood Ecca dan membuat adiknya harus menuruti semua kemauannya.
"Buatkan sekarang, atau aku sebar isi diarymu!" ancam Nuna yang langsung keluar dari kamar Ecca dan kembali masuk ke dalam kamarnya.
Dengan kesal Ecca menghentakkan kakinya menuruni anak tangga.
Sedangkan Belva yang melihat keributan pagi ini antara Ecca dan kakaknya dari balkon kamar hanya diam saja.
'Sebenarnya apa yang ada di dalam buku kecil itu? Kenapa Ecca sangat takut saat diancam Nuna dengan buku itu?' gumam Belva dalam hati.
☘️☘️☘️
Setelah membuatkan sarapan untuk yang kedua kalinya, Ecca langsung meninggalkan rumah tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Nuna.
Sedangkan Nuna hanya tersenyum penuh kemenangan karena berhasil mengerjai adiknya pagi ini.
"Dendam? Gak ada tuh, lagi seneng aja ngerjain Ecca," balas Nuna sambil menikmati nasi pecel buatan Ecca.
"Trus, hari ini kamu kerja pake baju kayak gini?" tanya Belva mendapati Nuna yang masih memakai daster.
"Oh iya, hari ini aku libur. Jadi hari kerja aku satu minggu cuma 4 hari aja dan itu terserah aku mau masuk di hari apa aja." jawab Nuna dengan santainya.
"Siang nanti aku ke kantor kamu ya,"
Permintaan Nuna kali ini membuat Belva malas menanggapi.
"Mau apa ke kantorku?" tanya Belva.
"Tentu saja mau mengantar makan siang untuk suamiku tersayang." jawab Nuna yang langsung dijawab dengan decihan oleh Belva.
"Cih, lebih baik kau mengantar makan siang untuk ayah dari bayi mu itu. Lagi pula siang ini aku ada janji dengan client," balas Belva sambil meninggalkan meja makan.
'Belva ternyata masih mengacuhkan ku dan tidak menganggap sebagai istri sama sekali. Awalnya aku memang tidak tertarik dengan Belva. Tapi melihat tubuhnya kemarin membuat aku ingin mendapatkannya,' gumam Nuna dalam hati sambil mengingat postur tubuh Belva yang terus saja menari-nari dalam benaknya.
Di saat ia sedang membayangkan tubuh Belva, Bik Surti datang dan memberikan susu kehamilan untuk Nuna.
"Ini susunya, Nyonya," ucap Bik Surti membuyarkan lamunan Nuna.
Nuna terdiam dan melirik ke arah Bik Surti sekilas. Kemudian ia menikmati susu hamilnya tanpa mengucapkan terima kasih sedikit pun.
__ADS_1
☘️☘️☘️
Belva yang baru sampai di kantornya, langsung memanggil Ecca untuk datang ke ruangannya.
"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Ecca dengan raut wajah yang sudah tampak lelah meskipun masih pagi.
"Hari ini kamu bisa fokus mengerjakan skripsi di ruanganku, karena buku-buku di sini sangat lengkap," jelas Belva membuat mata Ecca berbinar.
"Terima kasih, Pak. Tapi saya masih mengerjakan laporan bulanan dengan Bu Ollyta," jawab Ecca yang merasa tidak enak jika ia tidak membantu rekan kerjanya.
"Nanti pekerjaan Ollyta akan dibantu dengan karyawan yang lain. Kamu bisa ambil laptop dan mulai mengerjakan di sana," tunjuk Belva ke ujung ruangannya yang terdapat rak buku dan juga kerpet tebal yang nyaman.
"Baik, pak. Terima kasih banyak," ucap Ecca yang langsung kembali ke ruangannya untuk mengambil laptop miliknya.
Sebelum ke ruangan Belva, Ecca pun mengirim pesan untuk Amel.
💌 Ecca
[Hari ini aku diminta untuk fokus mengerjakan skripsi di ruangan Mas Belva.]
💌 Amel
[Bagus, Ca. Kamu harus coba trik kedua. Beri si doi perhatian khusus seperti membuatkan minuman dan juga kudapan. Jangan lupa untuk tidak jaga jarak dengan si doi, biar misi cepat berhasil.]
💌 Ecca
[Kalo gak jaga jarak, nanti malah aku yang baper, Mel. Gimana dong?]
💌 Amel
[Udah jangan protes 😠 Fokus skripsi dan fokus misi jadi pelakor yang baik hati 😂]
💌 Ecca
[Kamu bener-bener soulmate yang menyesatkan 😔]
☘️☘️☘️
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Like 👍
Comment 💬
Favorit ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya
__ADS_1
Terima kasih