Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Kecelakaan Nuna


__ADS_3

Saat Ecca masih berusaha untuk fokus, tiba-tiba saja Belva keluar dari ruangannya dengan membawa setumpuk berkas di tangannya.


"Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya Ecca yang langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Oh, iya. Ini berkas yang sudah di tanda tangani tolong dicek ulang sebelum diambil oleh Dirga untuk di serahkan ke setiap divisi," pinta Belva sambil meletakkan berkas tersebut di meja kerja Ecca.


"Baik pak, seharusnya anda tidak perlu repot-repot begini. Anda bisa memanggil saya untuk mengambil berkas ini di ruangan bapak," balas Ecca.


Belva pun menghela nafasnya pelan dan kemudian tersenyum.


"Aku takut semakin tidak berkonsentrasi jika kamu masuk ke dalam, karena aku tentu saja tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja hanya untuk mengambil berkas," jawab Belva dengan jujur dan langsung berbalik untuk kembali ke ruangannya.


'Aduh, kenapa semakin hari semakin dag dig dug gini ya kalo ketemu King Bee!' gumam Ecca dalam hati sambil tersenyum.


Ia pun bergegas menjalankan apa yang diperintahkan oleh Belva dan kemudian memanggil Dirga untuk mengambil berkas yang sudah di teliti ulang.


☘️☘️☘️


Sedangkan di sisi lain, Mami Aleya yang sudah sampai di rumah sakit kini sedang duduk bersama dengan Wita, istri Hendy Carlson.


"Tante mamanya Ecca?" tanya Wita dengan sangat santun. Bukan menyebutkan nama Nuna, Wita justru menyebut nama Ecca.


"Iya, saya maminya Ecca," balas Mami Aleya.


"Kenalkan saya Wita, kakak dari Naya sahabatnya Ecca," ucap Wita sambil mengulurkan tangannya ke arah Mami Aleya.


Mami Aleya pun membalas uluran tangan Wita sambil tersenyum. 'Wita? Kakaknya Naya?' tanya Mami Aleya dalam hati.


'Jangan - jangan dia yang sudah disakiti oleh Nuna karena Nuna menggoda suaminya,' batin Mami Aleya.


"Saya minta maaf ya tante, sudah menampar dan mengusir Ecca dari rumah malam-malam," tukas Wita lagi dengar raut wajah yang penuh dengan penyesalan.


Kali ini Wita bukan meminta maaf sudah menabrak Nuna, melainkan justru membahas masalah yang lainnya.


Lagi-lagi Mami Aleya tersenyum menimpali ucapan Wita barusan.


"Tante sangat faham bagaimana perasaanmu, nak. Tidak perlu dimaafkan Karena Ecca juga sudah memaklumi semua ini."


"Justru tante yang minta maaf sama kamu, karena putri sulung tante sudah ikut campur dalam rumah tangga nak Wita," lanjut Mami Aleya dengan menahan rasa malu yang diperbuat oleh anaknya sendiri.


'Mama selembut dan sebaik ini sangat tidak pantas memiliki anak sebeja+ Nuna,' gumam Wita dalam hati.


Wita hanya mengangguk dan tersenyum simpul. Kali ini ia sama sekali tidak meminta maaf karena suaminya sudah menabrak Nuna.


"Tante, saya harus permisi dulu untuk mendampingi suami saya yang masih di kantor polisi. Tolong sampaikan salam saya untuk Ecca ya tante," pamit Wita sambil menyalami Mami Aleya.


"Nanti tante salam ini untuk Ecca ya, untuk urusan polisi, tante berjanji untuk membantu masalah ini," balas Mami Aleya.


Mendengar ucapan Mami Aleya, mata Wita mulai berkaca-kaca. "Tante, boleh aku peluk tante?" tanya Wita dan Mami Aleya pun langsung menganggukkan kepalanya.


Wita pun langsung memeluk Mami Aleya dengan sangat erat. "Makasih tante, aku udah sempet khawatir tadi saat melihat ternyata yang tertabrak adalah Nuna. Aku takut dia justru makin mempersulit urusan di kantor polisi dan memberi syarat yang diluar jangkauan kami untuk berdamai," ucap Wita yang sedari tadi mengkhawatirkan hal itu.

__ADS_1


Terlebih Nuna yang sedang dalam keadaan mengandung dan saat ini justru diduga mengalami gegar otak.


"Tante tidak akan diam jika Nuna mempersulit keadaan ini. Percayalah, meski Nuna adalah anak tante, tante tetap akan membantu wanita sebaik nak Wita." tukas Mami Aleya lagi membuat Wita semakin terharu.


Setelah Wita undur diri, Papi Mario yang baru saja datang dan sempat melihat istrinya berpelukan dengan Wita pun mempertanyakan tentang Wita.


"Siapa itu mi?" tanya Papi Mario.


Pertanyaan Papi pun langsung dijawab Mami dengan gamblang tanpa ada yang ditutup-tutupi.


"Jika Nuna memang benar-benar hilang ingatan, maka dia tidak akan bisa menuntut Wita dan suaminya untuk masalah polisi," balas Papi Mario yang baru saja dari ruang administrasi rumah sakit dan mendengar dugaan sementara pasien.


"Memangnya Nuna hilang ingatan pi?" tanya Mami Aleya yang memang belum sempat bertemu dan melihat keadaan Nuna yang saat ini sedang menjalani pengecekan di ruang CT SCAN kepala.


"Belum tau juga, kita lihat saja nanti," balas Papi Mario.


"Yang jelas papi rasa, anak itu semakin hari semakin menyusahkan saja," tukas nya lagi membuat Mami Aleya kini bungkam.


☘️☘️☘️


Sore harinya, Ecca diantar Belva untuk mengunjungi Nuna di rumah sakit. Secara kebetulan juga Papa dan Mama Belva juga sedang berkunjung di sana.


Kedatangan Belva dan juga Ecca membuat Mama Dea langsung tersenyum dengan lebar. Terlebih saat Ecca yang langsung menyalami tangannya setelah menyalami tangan kedua orang tuanya sendiri.


"Gimana kerjanya hari ini Ecca?" tanya Mama Dea sambil mengusap kepala Ecca.


"Alhamdulillah lancar tante," jawab Ecca.


Ecca pun langsung menggelengkan kepalanya. "Pak Belva baik kok tante, malah kadang saya yang kurang gesit bantu Pak Belva di firma."


"Ya gak papa, cantik. Namanya juga masih belajar. Tante yakin kok nantinya kamu akan jadi pengacara yang handal," ucap Mama Dea membuat mata Ecca berbinar.


"Aamiin, makasih doanya tante."


Nuna yang melihat perhatian Mama Dea kepada Ecca pun langsung memalingkan wajahnya.


'Ck, selalu aja Ecca yang disayang sama semua orang. Padahal yang sekarang lagi sakit itu aku. Sok sokan cari muka banget sih bocah ini!,' gerutu Nuna dalam hati.


"Ecca!" panggil Mami Aleya. "Sini sayang!"


Ecca yang dipanggil maminya langsung mendekat dan kemudian menyapa Nuna. "Hai kak, gimana keadaan kakak?"


Nuna tidak langsung menjawab dan hanya mengernyitkan dahinya. "Ini siapa mi?" tanya Nuna sambil menunjuk ke arah Ecca.


Pertanyaan Nuna barusan membuat Ecca langsung menatap maminya. "Kak Nuna kenapa Mi?" tanya Ecca.


"Emm, Nuna" Mami Aleya memegang pundak Ecca dan menghadapkannya ke arah Nuna.


"Ini adik kamu, namanya Ecca," ucap Mami Aleya lagi.


"Ecca!" panggil Nuna sambil merentangkan tangannya meminta untuk dipeluk oleh Ecca.

__ADS_1


Ecca yang masih dipenuhi banyak pertanyaan dalam benaknya pun mendekat dan memeluk kakaknya.


"Kakak seneng banget masih bisa ketemu kamu, meski kakak tidak mengingatmu sama sekali, tapi kakak merasa sangat bahagia bisa memelukmu sekarang," tukas Nuna.


'Kak Nuna hilang ingatan ya?' tanya Ecca dalam hati. 'Tapi kenapa kepalanya gak di perban sama sekali dan tidak ada bekas benturan sedikit pun di kepalanya?'


'Apa mungkin benturannya di tempurung belakang Kak Nuna?'


'Ck, kok aku jadi curiga ya?' batin Ecca yang terus saja berkecamuk.


Setelah memeluk adiknya, Nuna pun kini menanyakan keberadaan suaminya.


"Mami... Jika aku sekarang sedang mengandung, lalu dimana suami aku?"


Pertanyaan Nuna kali ini membuat Belva langsung keluar dari ruang rawat dan memilih untuk duduk di luar.


Sedangkan Mami Aleya kini tidak tahu harus menjawab apa, terlebih Belva sudah menjatuhkan talak untuknya.


"Mami kok diem sih," tukas Nuna yang kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Ecca.


"Ecca, kamu pasti tahu kan dimana suami kakak?" tanya Nuna lagi.


Ecca pun hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Nuna.


"Terus dimana suami kakak?"


"Suami kakak masih ada urusan di luar kota. Jika urusannya sudah selesai, pasti dia akan datang menjenguk kakak kemari," jelas Ecca.


'Sial ni bocah malah bohongi aku!' gerutu Nuna dalam hati sambil memutar bola matanya malas.


☘️☘️☘️


Terima kasih banyak udah mau mampir lagi di karya receh aku.


Naah, kebetulan banget nih, author punya novel baru yang baru rilis hari ini. Mampir juga yuk ke Novel baru aku biar ramai. Judulnya Kesalahan di Malam Reuni.



Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya

__ADS_1


__ADS_2