
Tepat saat bayinya lahir, Ecca dan juga papi Mario tiba di rumah sakit. Kini semuanya bernafas lega saat mengetahui Nuna berhasil melahirkan bayinya.
Mereka pun masuk secara bergantian, Papi Mario masuk terlebih dahulu untuk memberi selamat kepada Nuna. Setelah itu gantian Ecca dengan Belva yang masuk ke dalam ruangan Nuna.
"Selamat, ya kak. Akhirnya sekarang kau menjadi ibu," tukas Ecca.
"Makasih ya," tukas Nuna yang saat ini sedang memangku bayinya.
"Selamat ya!" ucapan Belva kali ini hanya ditimpali Nuna dengan anggukan kepalanya.
Seketika ingatan Nuna kembali saat ia merasakan ketuban nya pecah di depan gerbang rumahnya dan dengan sigap Belva menolongnya.
Bibirnya pun langsung menarik senyumnya mengingat Belva yang tampak begitu panik saat itu. Jika beberapa waktu yang lalu ia selalu gagal untuk mendapatkan perhatian dari Belva, hari ini justru dengan sendirinya Belva datang untuk memberikan perhatian untuknya.
"Boleh aku melihat bayinya?" tanya Belva yang seketika membuat hati Nuna berbunga-bunga.
"Tentu saja," balas Nuna menyerahkan bayi yang kini ada di pangkuannya kepada Belva.
Tangan Belva pun terulur menggendong bayi yang baru saja dilahirkan oleh Nuna. Meskipun Belva seorang laki-laki yang belum pernah mengurus seorang bayi, tangannya tidak terlihat kaku saat menggendong bayi tersebut.
"Oh, ini ayah bayinya sudah datang ya," tukas perawat yang baru saja masuk ke dalam ruangan Nuna.
"Eh, bu..." belum sempat Belva mengelak tuduhan perawat tersebut, Nuna sudah memotong kalimat Belva.
"Benar suster, dia adalah ayahnya. Hanya saja saat ini kami sudah bercerai," balas Nuna membuat Belva langsung memandang ke arahnya dengan tatapan tidak suka.
"Wah, sayang sekali ya. Padahal nantinya bayi ini tentu membutuhkan kasih sayang orang tua yang lengkap," Sahut perawat tadi sambil mulai mengecek tekanan darah Nuna.
"Tidak masalah kok sus, saya juga bisa menjadi ibu dan ayah yang baik untuk anak saya sendiri."
Mendengar ucapan Nuna barusan membuat Belva dan Ecca saling melemparkan pandang. Sebenarnya mereka berdua sangat ingin membalas ucapan Nuna.
Tapi mengingat keadaannya sangat tidak memungkinkan membuat mereka akhirnya mengurungkan hal tersebut.
"Tapi kalau saya lihat-lihat, sepertinya kelahiran bayi ini akan kembali menyatukan pernikahan ayah dan ibunya yang sempat terputus," ucap perawat tadi membuat Nuna tersenyum lebar.
"Nah, Pak. Saran saya lebih baik bapak rujuk lagi dengan mantan istri bapak. Karena ini demi kebaikan pertumbuhan anak bapak kelak."
"Kalau begitu saya permisi dulu ya." perawat tadi pun undur diri dan Belva langsung meletakkan bayi yang saat ini ia gendong ke dalam box bayi.
Sayangnya bayi tersebut justru langsung menangis kencang seperti tidak mau lepas dari gendongan Belva. Akhirnya mau tidak mau Belva kembali menggendong bayi tersebut, dan ajaibnya tangisannya pun langsung mereda.
"Kalian lihat kan, betapa bayi itu sangat membutuhkan sosok ayahnya. Padahal dia baru saja lahir."
"Aku bukan ayahnya Nuna!" ucap Belva dengan tegas.
__ADS_1
"Kamu ayahnya Belva, anak itu bukanlah anak Hendy karena aku sudah keguguran sebelum menikah denganmu. Apa kamu sudah lupa saat malam pertama berkali-kali kau men99a9ahi aku?"
Ucapan Nuna kali ini membuat Ecca sangat terkejut. Ia langsung menatap Belva dengan tajam.
"Queen Ca, jangan percaya dengan Nuna. Dia berbohong!" jelas Belva.
"Mana mungkin aku berbohong? Bahkan aku masih memiliki bukti karena setelah malam pana5 itu aku sempat mengambil gambar kita berdua!"
"Yah, cuma kalo kalian tetap mau nikah gak masalah. Cuma takutnya nanti Belva jadi ngebandingin lagi lebih enak sama kakaknya atau adiknya," ucap Nuna membuat Ecca langsung keluar dari ruangan Nuna saat itu juga.
Melihat Ecca keluar tanpa mengucapkan apa-apa membuat hati Nuna bersorak gembira, 'Akhirnya, perjuangan ku selama 3 bulan ini untuk kembali menyakiti Ecca tidak sia-sia!'
"Ternyata kamu memang tidak pernah berubah Nuna!" ucap Belva kesal dan langsung mengembalikan bayi yang masih ia gendong ke pangkuan Nuna.
Lagi-lagi bayi itu menangis dengan kencang, sayangnya kali ini Belva tidak mau ambil pusing dengan tangisan bayi itu. Ia tetap berbalik untuk mengejar Ecca.
Namun bukan Nuna namanya jika ia tidak memiliki akal bulus.
"Jika kau tetap melangkahkan kakimu keluar dari ruangan ini, maka aku tidak akan menyu5ui bayiku dan akan aku biarkan dia mati kelaparan!" ancam Nuna membuat Belva langsung mengepalkan tangannya.
"Jangan bawa bayi tidak berdosa itu dalam masalahmu, Nuna! Kamu benar-benar sudah gila!" umpat Belva.
"Aku memang benar-benar sudah gila karena telah mencintaimu, Belva! Dan aku memang akan menggunakan bayiku sendiri untuk menjerat mu masuk dalam perangkap ku!"
"Dan aku tidak akan masuk dalam perangkap mu, Nuna!" ucap Belva yang tetap nekat melangkahkan kakinya ke luar ruangan Nuna.
Bayi itu terus saja menangis karena Nuna tidak kunjung menyu5uinya, dan ini membuat hati kecil Belva tidak tega. Akhirnya ia pun mengalah untuk menemani Nuna.
"Oke, aku akan tinggal di sini dan jangan biarkan bayi itu menangis lama." ucap Belva yang fikirannya sudah kemana-mana.
Nuna pun tersenyum smirk dan mulai menyusui bayinya tanpa menutupi dadanya karena ia sengaja membuat Belva ter9iur dengannya.
Sedangkan Belva sama sekali tidak memandang ke arah Nuna karena saat ini dia fokus mengirim pesan kepada Ecca.
✉️ Belva
Queen Ca, please jangan percaya dengan ucapan Nuna. Dia lagi bikin jebakan untuk kita. Aku mohon, percayalah denganku agar kita tidak masuk ke dalam perangkap nya.
✉️ Belva
Aku berani sumpah, Queen Ca kalau aku sama sekali tidak pernah tidur dengan Nuna sama sekali. Menyentuhnya saja aku enggan apalagi meniduri nya.
Dua pesan yang Belva kirim ternyata hanya centang 1 membuat Belva langsung menelfon Ecca.
Sayangnya panggilannya sama sekali tidak terhubung.
__ADS_1
Belva sangat ingin keluar dari ruangan itu, tetapi ancaman Nuna kali ini membuat langkahnya terasa sangat berat. Mengingat saat ini mereka berada di rumah sakit, dimana dalam hukum pasien sangat diutamakan.
Tapi Belva tidak kehabisan akal, ia pun langsung menelfon orang tua Ecca untuk menanyakan keberadaan Ecca saat ini.
"Halo Om, Ecca sekarang ada sama om gak? Dari tadi Belva hubungi kok gak tersambung ya?" tanya Belva saat panggilannya mulai tersambung.
"Ponsel Ecca tadi kehabisan daya, makanya dia langsung pulang naik taksi online. Kebetulan om juga harus langsung ke kantor karena ada meeting," jawab Papi Mario.
"Oke, makasih banyak informasinya ya Om," balas Belva yang langsung mematikan panggilannya.
Belva pun tidak putus asa, ia terus saja mencoba menghubungi ponsel Ecca. Melihat dirinya kembali diacuhkan Belva membuat Nuna kembali melancarkan aksinya.
"Bee, bisa tolong ga pindahin baby kita ke dalam box bayi?" pinta Nuna membuat Belva langsung berdecih.
"Cih, Hanya Ecca yang bisa memanggilku dengan sebutan itu!"
"Mas Belva, bisa tolong pindahin bayi kita ke dalam box bayi kan?"
Permintaan Nuna yang semakin menjadi-jadi pun membuat Belva membuang nafasnya kasar. Namun ia tetap berdiri untuk menolong Nuna memindahkan bayinya.
☘️☘️☘️
Ternyata Nuna memang berubah ya, enaknya orang kayak Nuna ini diapain yaaa?
BTW, cerita ini aku ambil dari kisah tetangga aku 😅
Sambil nunggu kelanjutannya, mampir dulu yuk ke karya bestie aku.
Nama Pena : Nurmay
Judul Karya : Gadis Kesayangan Tuan Agra
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Rate 5 bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
__ADS_1
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya