Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Di usir!!!


__ADS_3

Ecca menganggukkan kepalanya, "Kak Nuna memang kakak kandung aku Nay. Aku juga kecewa dengan apa yang diperbuat oleh kakakku," jelas Ecca.


Duaarrr! Jawaban Ecca kali ini membuat Naya seperti dijatuhi Bom Atom. Hatinya melegak tidak karuan.


Naya benar-benar tidak percaya dengan kenyataan yang baru saja ia dengar. Terlebih dengan Papa dan Mama Naya yang sudah menyayangi Ecca seperti Putrinya sendiri.


"Cih, sok kecewa!" decih Wita.


"Bukannya kamu selama ini sepertinya ikut menikmati harta Mas Hendy yang terus mengalir di rekening Nuna?!" gertak Wita dan Ecca hanya menggelengkan kepalanya.


"Maaf Kak Wita, kali ini aku benar-benar tidak terima dengan tuduhan yang kakak lontarkan kepadaku!" sanggah Ecca mulai membela dirinya.


"Aku benar-benar tidak tahu menahu tentang hubungan Kak Nuna dengan Mas Hendy selama ini. Aku juga hanya 3 kali memergoki mereka jalan berdua selama aku kembali di rumah," jelas Ecca.


"Dan sekali lagi, aku minta maaf Kak Wita. Ecca juga minta maaf dengan om dan tante atas kesalahan Kak Nuna,"


"Dan Naya, aku juga minta maaf telah membuatmu kecewa. Sebenarnya aku tidak ada hubungannya dengan masalah ini, karena aku benar-benar tidak tahu apa-apa,"


Keberanian Ecca membela dirinya kali ini membuat Wita semakin geram. Ia pun menarik rambut Ecca dan menjambaknya. Sedangkan Ecca berusaha berkelit dari serangan Wita.


"Lepaskan Wita! Ecca tidak bersalah kali ini dan kau tidak boleh melampiaskan amarahmu kepada Ecca!" Teriak Papa Naya.


Naya, mama dan juga papanya berusaha melerai keduanya.


"Aku tidak sudi wanita rendahan seperti dia masih ada di rumah ini. Cepat angkat kaki sekarang juga!" usir Wita yang sudah enggan melihat Ecca.


"Gak bisa gituh dong kak, ini udah malem. Ecca mau tidur dimana?" sanggah Naya.


"Bener kata Naya, kamu gak bisa asal usir Ecca gitu aja kak. Toh, selama ini bukan Ecca kan yang salah," Mama Naya menimpali ucapan Naya.


"Kalo gitu, biar aku sama anak-anak yang pergi dari sini. Bela terus aja cewek pelakor kayak dia!" Wita langsung berbalik dan menuju ke kamarnya.


"Ecca aja yang pergi, tante. Kebetulan ada saudara yang sekarang lagi stay di Jogja," ucap Ecca menengahi keadaan rungsing ini.


"Maaf ya Ca, tante bener-bener gak tau harus gimana!" Mama Naya benar-benar kalut menghadapi keadaan ini. Baginya semua kabar yang baru saja ia terima sangat membuatnya shock.


Mulai dari kedatangan Putrinya yang membawa kabar perselingkuhan suaminya, sampai kabar yang baru ia ketahui jika ternyata wanita selingkuhan menantunya adalah kakak dari sahabat Naya.


"Kamu beneran ada saudara yang lagi di Jogja, Ca?" tanya Naya dengan nada tidak percaya.


"Iya Nay, ada kok. Kamu tenang aja," jawab Ecca yang mulai mengemas barang-barangnya.


"Aku akan menghubungi Mas Bisma untuk mengantarmu ke tempat saudaramu Ca," balas Naya yang langsung mengambil ponselnya.

__ADS_1


"Gak usah Nay, aku akan telfon saudara aku aja. Aku gak mau ngerepotin Mas Bisma," tolak Ecca.


Setelah selesai membereskan barang-barangnya, Ecca pun berpamitan kepada semua keluarga Naya. Terutama dengan Wita, meski Wita masih tampak mengacuhkan Ecca.


Tanpa sepengetahuan Ecca, Naya tetap menghubungi Bisma untuk memastikan sahabatnya baik baik saja.


...๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’...


Sedangkan di sisi lain, Hendy kini terpaksa menemui Belva untuk membantunya agar tidak bercerai dengan Wita. Hendy sangat paham jika Belva merupakan advokat handal yang sangat terkenal.


"Suatu keberuntungan bagiku menemukan mu di kota ini Belva," Hendy menyambut kedatangan Belva di sebuah restoran yang sudah ia reservasi.


Sebelumnya ia memang menghubungi Belva dan menginginkan pertemuan mendadak malam ini.


"Apa kau mau meminta bantuan, setelah kau berhasil membuatku menikahi selingkuhan mu yang kini tengah mengandung anakmu?!" tanya Belva dengan nada sinis.


"Ayolah Belva, aku tahu aku salah. Tapi aku mohon, kali ini bantu aku untuk mediasi besok dengan istriku," pinta Hendy dengan sungguh-sungguh.


"Ck, Sudahlah! Lebih baik kau ceraikan saja istrimu dan nikahi Nuna. Dengan begitu masalahmu selesai bukan?" tukas Belva yang tampak enggan membantu kliennya saat ini.


"Aku sama sekali tidak ingin bercerai dengan Wita, bagaimana nasib anak-anakku yang masih balita?"


"Dih, penyesalan yang sangat terlambat! Bahkan karena ulah mu yang membobol gawang lain, banyak pihak yang kau rugikan termasuk aku," gerutu Belva kesal.


Setelah melewati perdebatan panjang, akhirnya Hendy pun mengajukan penawaran yang membuat Belva mulai memperhitungkan tawaran dari Hendy.


"Bahkan aku siap menuliskannya di atas surat perjanjian dan kau bisa menuntutku kapan saja kau mau jika aku melanggar perjanjian itu," lanjutnya lagi demi mendapat pembelaan dari Belva.


Belva menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Kemudian ia pun memberi kode kepada Dirga yang kebetulan ikut serta dalam meeting untuk mengetik sebuah perjanjian.


Setelah di ketik, Dirga pun memperlihatkan permintaan Belva yang harus dipenuhi oleh Hendy.


"Hemm, ini cukup berat bagiku, Belva." gumam Hendy.


"Baiklah, kalau begitu silahkan mencari bantuan advokat lainnya," balas Belva yang siap untuk meninggalkan tempat.


"Jangan pergi dulu!" cegah Hendy. "Baik, aku akan menyetujui semua permintaanmu kali ini," lanjut Hendy yang langsung membubuhkan tanda tangannya di atas materai.


Setelah semuanya dianggap cukup Belva pun undur diri lebih dahulu dan kembali ke apartemennya.


"Saya baru tahu jika pernikahan Pak Belva saat ini hanyalah pernikahan kontrak. Pantas saja acara sakral anda tidak dihadiri banyak orang," celetuk Dirga sambil mengemudikan mobil Belva.


"Tidak ada acara sakral untuk dua orang yang tidak saling mencintai," jawab Belva ketus.

__ADS_1


"Benar pak Belva," jawab Dirga.


"Sebenarnya dari sini kau bisa belajar banyak hal Dirga. Jangan sampai kau terjebak dengan permasalahan sepertiku!"


Dirga hanya menganggukkan kepalanya saat mendengar nasihat dari atasannya itu.


'Aku sama sekali tidak pernah menyangka jika Pak Belva memiliki masalah serumit ini,' batin Dirga sambil mencuri pandang ke arah atasannya itu lewat kaca spion.


"Oh iya pak, apa saya boleh bertanya sesuatu?" tanya Dirga kemudian.


"Ck, bukannya saat ini kau tengah bertanya padaku?"


Pertanyaan Belva kali dibalas oleh kekehan Dirga.


"Apa di firma kita diperbolehkan karyawan menikah juga dengan karyawan?" tanya Dirga.


Belva mengernyitkan dahinya setelah mendengar pertanyaan dari Dirga. "Kenapa Memangnya? Apa kau sedang menyukai teman sekantormu?" Bukan menjawab, Belva justru balik bertanya.


"Iya pak," jawab Dirga sedikit malu-malu.


"Tidak masalah, agar kau tetap bisa bekerja secara profesional,"


"Memangnya siapa yaang sedang kau taksir saat ini?" tanya Belva kemudian.


"Ecca pak," jawab Dirga dengan mantap.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Kira-kira bagaimana yaa tanggapan Belva saat mengetahui Dirga diam-diam mencintai Ecca?


Kelanjutannya akan Author up nanti malam yaa. ๐Ÿ™


Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Like ๐Ÿ‘


Comment ๐Ÿ’ฌ


Favorit โค๏ธ


Vote ๐Ÿ’ž


Gift ๐ŸŒนโ˜•๐Ÿ’บ

__ADS_1


Dan Tonton iklannya ๐Ÿ“น๐Ÿ“ฝ๏ธ juga ya


Terima kasih


__ADS_2