Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Surprise Nuna Gagal


__ADS_3

Nuna yang tertidur di sofa Belva kini terbangun dari tidurnya saat merasakan perutnya lapar. Matanya tertuju pada jam yang menunjukkan pukul 3 sore.


"Sebentar lagi Belva pasti akan pulang," gumam Nuna sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Aku akan memasak untuk menyambut suamiku pulang ke rumah."


Nuna pun beranjak dari sofa dan mendorong kopernya menuju ke kamar Belva.


"Sial! Kamarnya ternyata dikunci," umpat Nuna dan berbalik menuju kamar satunya lagi.


Senyum Nuna langsung merekah saat melihat dekorasi kamar yang ia masuki sangat feminim.


"Wow, aku tidak menyangka jika Belva menyiapkan kamar yang indah untukku."


Nuna mendorong kopernya masuk dan mulai membuka lemari untuk menata bajunya.


"Ternyata diam-diam dia juga memperhatikan aku," gumam Nuna berbunga-bunga.


Setelah menata pakaiannya di lemari, Nuna pun bergegas menuju ke dapur untuk memasak.


Karena ia hampir tidak pernah menyibukkan dirinya di dapur, Nuna pun mencari video memasak di ponselnya.


Kali ini Nuna memilih untuk memasak capcay dengan lauk udang goreng karena memang hanya itu yang ada di dalam kulkas.


Nuna benar-benar berjuang membuatkan makan malam spesial untuk Belva dan ini adalah pertama kalinya setelah mereka menikah hampir 3 bulan yang lalu.


Perlahan tapi pasti, makanan buatan Nuna pun kini sudah tersaji di atas meja makan. Ia pun mengalah untuk mengganjal perutnya dengan roti sobek terlebih dahulu demi makan malam bersama Belva.


Setelah rasa laparnya terobati, Nuna langsung membersihkan dirinya dan kali ini ia sengaja mengenakan pakaian yang sangat terbuka setelah mandi.


Waktu terus berlalu, dan Nuna tetap sabar menunggu kepulangan Belva dengan menonton televisi di ruang tengah.


☘️☘️☘️


Sedangkan di sisi lain, Belva sedang menikmati kebersamaannya dengan Ecca di ruang kerjanya sendiri.


"Sayang, kita cari makan di luar yuk!" ajak Belva sambil memeluk Ecca yang masih sibuk mengerjakan skripsinya dari belakang.


"Tapi aku masih kenyang, Bee. Aku masih harus meneliti data-data klien untuk menyelesaikan bab 4."


Ecca sama sekali tidak bergeming dengan ajakan Belva dan tetap fokus dengan skripsinya.


Melihat Ecca yang sangat serius mengerjakan skripsi, Belva pun mendaratkan kecupan nya di pipi kiri Ecca.


Cup!


Kecupan Belva kali ini berhasil membuyarkan konsentrasi Ecca dan membuat Ecca memandang ke arahnya.


"Bee, kau mengganggu!"


Belva hanya tersenyum sambil membereskan berkas yang ada di meja Ecca dan menggeser laptop Ecca sedikit menjauh darinya.


"Aku tidak suka kau melewatkan jam makan malam mu, sayang. Kita makan sekarang!" ajak Belva sambil menggenggam tangan Ecca.


"Huft, baiklah!"

__ADS_1


Mau tidak mau Ecca menurut dan mengikuti langkah Belva. Hatinya merasa sangat senang saat Belva terus menggenggam tangannya tanpa dilepas sedikit pun.


"Queen Ca, berapa usiamu sekarang?" tanya Belva saat keduanya sudah berada di dalam lift.


"20 tahun, Bee. Memangnya kenapa?"


"Tahun depan kita menikah ya," tawar Belva yang seketika membuat wajah Ecca langsung merona.


"Ke depannya aku masih belum tahu bagaimana dengan hubungan kita. Terlebih saat keponakanku lahir nanti." balas Ecca.


Belva menghela nafasnya pelan. Jauh di dalam lubuk hatinya juga membenarkan apa yang dikatakan oleh Ecca. Dia sendiri belum tahu apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang.


"Lebih baik kita jalani saja, tanpa harus pusing memikirkan hal yang tidak kita tahu nantinya. Yang jelas, aku sudah bertekad untuk berjuang bersamamu," jelas Ecca panjang lebar membuat Belva semakin kagum dengan wanita yang ada bersamanya saat ini.


Belva pun mengeratkan genggamannya dan mengecup punggung tangan Ecca berkali-kali.


"Aku benar-benar tidak salah telah melabuhkan cintaku padamu, Queen Ca. Terima kasih sudah membuatku makin semangat untuk sesegera mungkin mengubah statusmu menjadi Nyonya Belva."


Ting!


Pintu lift terbuka dan tampak Dirga berdiri tepat di depan pintu lift. Bahkan tanpa sengaja Dirga melihat Belva menggenggam tangan Ecca dengan sangat erat.


"Pak Belva!" Dirga terkejut sambil menutup mulutnya.


"Anda selingkuh?"


Pertanyaan Dirga saat ini membuat Belva langsung mengajak anak buahnya itu untuk pergi bersama dengannya dan Ecca.


"Ck, jangan banyak bicara dan ikutlah denganku! Aku akan menceritakannya denganmu, nanti."


Dirga pun mengangguk sambil mengikuti langkah Belva menuju ke tempat parkir mobil.


Kali ini Belva menceritakan masalahnya secara detail dengan Dirga mulai dari ancaman Nuna, sampai bagaimana tingkah laku Nuna sebelum menikah dengannya.


'Aku tidak menyangka jika masalah Pak Belva ternyata sangat pelik seperti ini. Dia hanya korban dari perbuatan kakak kandung Ecca yang saat ini menjadi istrinya,' batin Dirga saat mendengar cerita dari Belva.


"Saya sangat prihatin mendengar cerita dari anda Pak Belva. Tapi kedekatan anda dengan adik ipar anda ini..."


"Oh, kalau itu memang aku dan Ecca sama-sama saling mencintai. Dan aku harap kau bisa dipercaya untuk tidak membeberkan kedekatan kami berdua, Dirga!" jelas Belva memotong kalimat Dirga.


"Jangan khawatir untuk masalah itu, pak. Saya bisa menjaga rahasia Bapak dengan Ecca." jelas Dirga membuat Belva merasa lega.


Di saat Belva menikmati makan malam bersama dengan Ecca dan Dirga, Nuna yang sedari tadi menunggu kedatangan Belva mulai merasa jengah.


"Ini sudah jam 8 malam, kenapa Belva belum pulang juga sih?" tanya Nuna dengan gusar.


Ia terus saja mondar mandir sambil membawa ponselnya.


"Jika aku menghubungi Belva, surprisenya pasti gagal. Tapi jika aku tidak menghubunginya, aku tidak akan pernah tahu kapan Belva pulang."


Nuna terus saja diliputi kebimbangan antara menghubungi Belva atau tidak.


"Ck, aku tunggu sebentar lagi saja," gumam Nuna sambil kembali duduk bersandar di sofa sambil mengusap perutnya yang saat ini sudah menginjak memasuki usia 5 bulan.


Namun, sampai jarum jam menunjukkan pukul 9, Belva tidak juga pulang.

__ADS_1


Akhirnya Nuna pun memutuskan untuk menghubungi ponsel Belva.


"Halo, sayang. Kamu dimana? kok belum pulang sih." tanya Nuna.


"..."


"Lembur? Tidak pulang?"


"..."


"Memangnya kamu punya kantor di kota ini?" tanya Nuna yang memang tidak mengetahui tentang Belva sama sekali.


Bukan menjawab pertanyaan dari Nuna, Belva justru mematikan panggilannya secara sepihak dan membuat Nuna merasa sangat kesal.


"Aaaarrrrgghhh! Dasar laki-laki sialan!" umpat Nuna sambil melempar ponselnya ke sofa.


Nuna sudah berusaha memberikan surprise untuk Belva malam ini, sampai Nuna menyibukkan dirinya di dapur untuk memasak untuk Belva. Padahal sebelumnya Nuna sama sekali tidak pernah memasak.


Kini Belva justru tidak pulang ke apartemen dan membuat Nuna sangat kesal.


Karena sudah merasa sangat lapar, akhirnya Nuna pun menyantap makan malamnya sendiri.


Hueek!


Baru satu suapan yang masuk ke dalam mulut Nuna, ia langsung memuntahkan makanan yang dimasaknya sendiri.


"Rasanya sangat tidak enak!"


Nuna meletakkan kembali sendoknya dan langsung meneguk air mineral untuk menawarkan rasa tidak enak di lidahnya. Kemudian Nuna mencomot udang yang tadi sudah ia goreng.


"Ck, yang ini juga tidak enak!" gerutu Nuna.


"Huh! Aku ternyata memang payah berkutat di dapur."


"Tapi perutku sangat lapar," keluh Nuna.


Seketika Nuna teringat jika Ecca saat ini sedang di kota yang sama dengannya.


"Oh, iya. Ecca kan ada disini. Mending aku telfon dia aja deh buat anter makanan ke sini," gumam Nuna yang langsung mendial nomor ponsel Ecca.


🍄🍄🍄


Hai readers setia aku. Stay read ya karena hari ini Author akan up 2 bab lagi.


Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Like 👍


Comment 💬


Favorit ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺

__ADS_1


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya


Terima kasih


__ADS_2