
Belva mencoba sabar untuk mengikuti permainan Nuna kali ini. Meskipun begitu, ia terus menunggu kabar dari Ecca. Sayangnya sampai malam tiba, Ecca juga belum bisa dihubungi.
Akhirnya saat Nuna sudah terlelap, Belva pun mencoba berbincang dengan Mami Aleya yang masih turut menjaga Nuna di rumah sakit.
"Emm, maaf tante. Kita bisa bicara sebentar di luar?" tanya Belva yang langsung diangguki oleh Mami Aleya.
"Apalagi ulah Nuna yang membuatmu bertahan menjaganya sampai malam Belva?" tanya Mami Aleya to the point.
Meskipun selama 3 bulan ini Nuna bersikap baik, tetap saja Mami Aleya selalu waspada mengingat Nuna berkali-kali berhasil menipunya.
"Dia memintaku untuk menunggunya sepanjang hari dan menggunakan bayi yang baru lahir itu sebagai bahan untuk mengancamku, tante."
"Bahkan dia benar-benar membiarkan bayinya menangis kehausan dan tidak mau menyusuinya sama sekali jika aku keluar dari ruangannya," jawab Belva yang sudah mulai tampak frustasi.
"Bahkan dari tadi pagi sampai sekarang aku kesulitan untuk menghubungi ponsel Ecca."
Mami Aleya membuang nafasnya kasar. "Ck, anak itu benar-benar menyusahkan!" gerutu Mami Aleya yang sangat geram dengan tingkah Nuna.
"Jangan khawatir, Belva!" tukas Mami Aleya menenangkan hati Belva yang sejak tadi gundah gulana.
"Wanita yang melahirkan dengan proses normal bisa pulang ke rumah lebih cepat. Dan tante pastikan besok pagi dia sudah diperbolehkan untuk pulang."
"Lagi pula keadaan ibu dan juga bayinya sehat. Setelah Nuna dan bayinya kembali ke rumah, kau bisa langsung menyusul Ecca ke Jogja."
Mendengar kekasih hatinya sudah sampai Jogja membuat Belva sangat terkejut.
"Ecca Sudah sampai jogja, tante?" tanya Belva yang langsung diangguki kepala oleh Mami Aleya.
"Lalu bagaimana jika Nuna tidak mau menyusui bayinya?" tanya Belva yang sedari tadi hanya mengkhawatirkan nasib bayi tidak berdosa yang dijadikan bahan ancaman oleh Nuna.
"Itu bukan masalah besar, Belva. Di rumah sakit ini memang ibu yang baru saja melahirkan harus langsung menyusi anaknya."
"Tapi jika sampai di rumah nanti, Nuna tetap bersikeras tidak ingin menyusui bayinya. Tante akan memberikan anak itu susu formula."
"Bahkan tante juga sudah menyiapkan baby sitter jika memang Nuna tidak mau mengurus anaknya sendiri. Dengan begitu, dia tidak bisa lagi mengancam kita!"
Penjelasan Mami Aleya barusan membuat Belva mengusap wajahnya kasar.
"Ya Ampun, bener juga loh kata-kata tante Aleya ini. Kenapa aku gak kefikiran dari tadi ya?" tukas Belva yang sedari tadi sudah tidak bisa berfikir dengan baik mengingat Ecca pergi begitu saja meninggalkannya.
"Yaa, tante juga pernah muda, Belva. Jadikalo ngeliat ceweknya marah, otaknya pasti udah buntu gak bisa berfikir apa-apa," tukas Mami Aleya yang dibenarkan oleh Belva.
"Betul, tante. Apalagi waktu Nuna bilang kalau bayi itu anak kandung aku dan dia mulai mengarang cerita yang membuat Ecca langsung marah," balas Belva sambil menyandarkan tubuhnya di dinding tembok rumah sakit.
☘️☘️☘️
__ADS_1
Sedangkan di sisi yang lain, saat ini Ecca sedang menikmati malamnya di Jogja bersama dengan Bisma dan juga Naya.
"Guys, kalian punya kenalan yang bisa ngecek foto itu asli atau editan gak?" tanya Ecca kepada dua orang temannya itu.
"Ngapain cari orang lain? Bisma kan bisa, Ca!" tukas Naya menunjuk ke arah Bisma.
"Serius bisa?" tanya Ecca yang mulai membuka ponselnya dan mulai menscroll beberapa gambar yang dikirimkan oleh Nuna tadi siang.
"Gampang itu mah, bahkan kalo Ecca tau nomor ponsel sama email si empunya HP, aku bisa lacak dia edit dimana foto itu," balas Bisma yang saat ini sedang belajar menjadi peretas handal.
"Oh, udah jadi Hacker nih ceritanya," timpal Ecca. "Keren dong!"
Nuna pun langsung mengirimkan foto yang ada di ponselnya ke ponsel Bisma.
Bisma pun langsung mengecek foto yang baru saja dikirim oleh Ecca, sedangkan Ecca kini mengobrol dengan Naya sambil menunggu Bisam selesai mengecek.
"Kakak kamu itu gila banget ternyata ya, Ca. Lama-lama dia bisa jadi psikopat loh," ucap Naya yang sangat tidak suka dengan karakter Nuna yang diceritakan oleh Ecca.
"Gak tau deh, Nay. Padahal tuh 3 bulan kemarin tuh dia bener-bener berubah. Aku pikir sekarang bener-bener udah baik, ternyata cuma kedok doang," balas Ecca kesal.
"Orang kayak gituh, bagusnya dikerjain aja Ca. Gedeg banget deh dengernya. Apalagi rumah tangga kakak aku udah jadi korbannya."
"Dikerjain kayak apapun udah gak mempan, Nay. Ampun deh pokoknya. Aku tuh gak faham deh Kak Nuna tuh maunya apa?"
Ucapan Naya barusan pun langsung diangguki oleh Ecca.
"Fake photos, Ca. Itu semua gak asli. Dia bayar editor foto lumayan mahal dimana foto Mas Belva yang tidur sama dia itu sebenarnya guling." jelas Bisma membuat Ecca langsung merasa tenang.
"Waaah, pacar aku emang juara banget deh!" puji Naya sambil memperlihatkan dua jempolnya.
"Loh, kalian ternyata pacaran ya?!" tanya Ecca sedikit shock.
"Ups! Kelepasan!" Naya langsung menutup mulutnya. Sedangkan Bisma pun langsung mengakui hubungannya dengan Naya.
"Iya Ca, baru jadian sebulan yang lalu. Abis Naya kek mengharap banget jadi pacar aku," tukas Bisma yang langsung mendapatkan pukulan dari Naya di lengannya.
"Diiih, pinter banget bohongnya. Bukannya kamu duluan yang pingin banget jadi pacar aku?" balas Naya geram.
"Masa' sih?"
"Aku lupa tuh," goda Bisma.
Melihat kedua sahabatnya yang baru saja jadian itu tampak mesra meski saling cekcok membuat Ecca diam-diam merindukan Belva.
'Duh, King Bee lagi apa ya? Dari tadi pesannya sama sekali gak aku balas.'
__ADS_1
'Enaknya balas sekarang atau besok ya?' tanya Ecca dalam hati sambil menimbang nimang ponselnya.
'Besok aja deh, mungkin sekarang dia udah tidur.'
Waktu kini menunjukkan waktu 11 malam. Ecca pun kembali ke rumah sederhana yang ia kontrak selama satu bulan ini menggunakan taksi online.
Sesampainya di rumah kontrakan, Ecca langsung mencuci mukanya dan merebahkan tubuhnya yang sudah sangat lelah hari ini.
'Bee, kangen,' rintih Ecca dalam hati.
'Aku bener-bener shock tadi denger kak Nuna bilang kalo bayi tu anak kamu. Hati aku kerasa perih banget, meski aku yakin yang aku dengar belum tentu benar.'
'Tapi aku bener-bener gak kua ngebayainnya, apalagi waktu kak Nuna kirimin foto itu ke aku tadi siang.'
'Ternyata ujian orang mau nikah itu kayak gini ya.'
Lama-kelamaan Ecca pun tertidur sambil memendam rasa rindunya kepada Belva.
☘️☘️☘️
Untuk hari ini sampai disini dulu ya.
Sambil nunggu bab selanjutnya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku. Dijamin ceritanya keren banget loh
Nama Pena : As Cempreng
Judul Karya : Pewaris Untuk Musuh
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Rate 5 bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya
__ADS_1