Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Soulmate Sesat


__ADS_3

Sedangkan Ecca mulai lelah karena tidak menemukan sesuatu yang ia cari meski sedari tadi menggeledah rak bukunya.


"Dimana ya diary kecil aku?" tanya Ecca dalam hati.


"Mami dan bibi gak mungkin ambil barang-barang aku yang ada di kamar. Buku dan pakaian aku juga semua masih utuh," gumam Ecca.


Tak lama kemudian Mami Aleya masuk ke dalam kamar Ecca dan sedikit terkejut melihat tumpukan buku Ecca di atas meja dan terlihat sedikit berantakan.


"Nyari apa sih, Ca?" tanya Mami. "Sampe berantakan gini?"


"Buku kecil Ecca, Mi. Penting banget," jawab Ecca.


"Buku Diary ya?" tanya Mami dan Ecca pun langsung menganggukkan kepalanya.


"Iya, buku diary Ecca waktu masih SMA. Yang ada gemboknya itu loh Mi," balas Ecca.


"Kunci gemboknya sih masih ada di laci, tapi bukunya gak ada," tukas Ecca lagi.


Mami hanya tersenyum dan mengusap kepala Ecca, "Nanti Mami bantu cari ya, sekarang makan dulu yuk!" ajak Mami. "Papi udah nungguin tuh di meja makan,"


Ecca pun mengangguk dan mengikuti maminya ke ruang makan. Makan malam kali ini Ecca hanya bercerita kegiatan barunya di kantor Belva.


...☘️☘️☘️...


Keesokan harinya, Ecca sudah siap di atas motornya dengan mengenakan kaos panjang dan celana jeans nya.


Ia sudah izin dengan papi maminya untuk mengikuti kuliah online di taman kota. Setelah kuliah Onlinenya selesai, ia sudah memutuskan untuk berjalan jalan di Mall yang dekat dengan taman kota.


Sebelumnya Ecca memang sudah janjian dengan sahabat SMAnya untuk bertemu di Mall kota.


Setelah kuliah onlinenya selesai, Ecca langsung menjalankan motornya ke Mall yang jaraknya tidak begitu jauh. Namun, saat ia berhenti di lampu merah tanpa sengaja ia melihat kakaknya sedang bersama dengan seorang lelaki.


'Itukan cowok yang kak Nuna panggil 'bos sayang', mereka mau kemana ya?' tanya Ecca dalam hati.


Entah kenapa kali ini Ecca justru mengikuti mobil Nuna hingga mobil mereka berhenti di sebuah rumah sakit ibu dan anak.


Setelah memarkirkan motornya, Ecca segera mengikuti kakaknya yang menuju ke ruangan dokter kandungan.


Ecca pun kemudian mengikat rambutnya dan memakai masker agar tidak dikenali oleh kakaknya. Karena pasien yang hendak mengecek kandungannya cukup ramai, Nuna terlihat duduk bersama lelaki tadi sambil menunggu antrian.


Sedangkan Ecca diam-diam mengambil majalah dan duduk tidak jauh dari kakaknya.


"Gak nyangka ya, anak kita udah 4 bulan aja," ucap laki-laki di samping Nuna sambil mengusap perut Nuna.


"Iya sayang, aku yakin dia akan tumbuh sehat di dalam sini," balas Nuna.


"Sepertinya anak kita nanti perempuan, soalnya kamu makin cantik aja pas hamil," puji laki-laki tersebut.


"Mas Hendy bisa aja sih," balas Nuna tersipu.


Sedangkan Ecca sendiri merasakan sesak dalam dadanya mendengarkan pembicaraan kakaknya dengan lelaki yang bernama Hendy itu.


'Bukannya usia kandungan Kak Nuna baru menginjak tujuh minggu, kenapa ini dibilang sudah 4 bulan?' gumam Ecca dalam hati.


'Trus kenapa lelaki itu bilang anak kita? Sebenarnya apa hubungan kak Nuna dengan Hendy?'


'Kak Nuna bermain dengan lelaki lain di belakang Mas Belva, ini gak bisa dibiarkan!'

__ADS_1


Ecca mulai geram mendengar pembicaraan Nuna dengan Hendy kali ini. Terlebih melihat kemesraan mereka yang layaknya suami istri.


'Kak Nuna memang tidak berubah! bisa-bisanya sih dia malah nikah sama mas Belva,' batin Ecca kesal.


Ecca pun memberanikan dirinya untuk mendekati kakaknya dan menanyakan apa yang sudah ia dengar.


Sayangnya langkahnya harus tertunda karena Nuna dan juga Hendy sudah mendapat giliran untuk masuk ke ruang dokter kandungan.


Dengan sabar Ecca menunggu kakaknya keluar dari ruang dokter kandungan, namun tiba-tiba ponselnya pun berdering.


"Halo Mel,"


"..."


"Oh kamu udah di sana ya? Aku sebentar lagi langsung ke sana Mel,"


"..."


Ecca pun menutup panggilan dari Amel yang sudah menunggunya di Mall. Ia pun segera meninggalkan rumah sakit dan segera menjalankan motornya menuju ke Mall.


Sesampainya di Mall, Ecca langsung menuju kedai Ice Cream tempat favorit Ecca dengan Amel semasa SMA.


"Ecca!" teriak Amel sambil melambaikan tangannya.


Ecca pun langsung mendekat ke arah tempat duduk Amel, "Udah nunggu lama ya?" tanya Ecca yang kemudian memesan Ice cream untuknya.


"Lumayan lah, kamu dari mana sih. Bukannya udah bilang OTW dari satu jam yang lalu ya?" tanya Amel yang hampir menghabiskan satu cup ice Cream nya.


Ecca membuang nafasnya pelan dan kemudian menceritakan kepada Amel apa yang baru saja ia lihat.


"Jangan-jangan laki-laki yang kamu maksud itu pemilik Hotel Carl, tadi namanya siapa?" tanya Amel setelah mendengar cerita dari Ecca.


Amel dan Ecca pun kemudian mencari tahu pemilik Hotel Carl melalui internet. Dan benar saja, mereka berdua pun menemukan nama Hendy Carlson sebagai putra dari pemilik hotel tersebut.


"Aduh, Ca. Kalo saran aku lebih baik kamu jangan langsung gegabah untuk tanya atau bahkan menegur Kak Nuna," ucap Amel.


"Kamu gak inget dulu selalu di ancam sama Kak Nuna gara-gara kamu ngeliat dia sama pacarnya di kamar?"


Amel paham betul bagaimana Ecca karena mereka sudah bersahabat sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Mereka bersahabat sudah layaknya saudara tanpa ada yang ditutupi dari mereka berdua.


"Bener juga ya kamu, lebih baik aku diam dan menyelidiki lebih lanjut. Thanks ya Mel, udah ingetin aku," ucap Ecca sambil memeluk sahabatnya.


"Sama-sama," balas Amel sambil beli memeluk Ecca.


"Oh iya, by the way kamu udah move on sama perasaan kamu yang dulu?" tanya Amel mengingat sedari dulu sahabatnya itu mencintai Belva yang saat ini menjadi kakak iparnya.


Ecca hanya mengedikkan bahunya sambil menikmati ice Cream nya.


"Aku gak tau Mel, apalagi sekarang aku malah lagi penelitian di Firma Mas Belva," jawab Ecca.


"Kamu tahu gak, Kak Nuna sendiri yang minta aku ajuin penelitian di sana, plus minta aku tinggal di rumah Mas Belva dengan alasan ngidam masakan aku. Gila gak tuh?" tukas Ecca lagi menggebu-gebu.


"Tapi kamu suka kan tiap hari ketemu dan ngeliat Mas Belva?" timpal Amel dengan nada meledek.


"Yang ada mah sakit hati ngeliat mereka berdua bermesraan di depan aku," gerutu Ecca kesal mengingat kebersamaan Belva dengan Nuna kemarin.


"Nah, sekarang kan kamu sedikit banyaknya udah tahu kalo Kak Nuna ternyata main sama cowok lain di belakang Mas Belva,"

__ADS_1


"Kenapa gak kamu goda aja Mas Belva biar tertarik sama kamu, Ca? Yaaah, kalo dari sudut pandang aku sih antara kamu dengan kak Nuna, udah jelas cantik kamu," timpal Amel membuat Ecca langsung tersedak.


Uhuk! Uhuk!


Ecca menepuk dadanya sendiri.


"Kamu udah gila ya Mel," umpat Ecca.


"Secara gak langsung kamu suruh aku jadi pelakor, tau! Dasar soulmate sesat!"


Umpatan Ecca kali ini justru membuat Amel terkekeh.


"Tapi coba kamu pikir lagi deh, emang kamu rela kalo lelaki yang kamu cintai justru jatuh di tangan wanita yang salah?" tanya Amel dan Ecca langsung menggelengkan kepalanya.


"Nah, gak rela kan? Jadi, saran aku, coba deh kamu berusaha untuk lebih deket lagi sama Mas Belva dan kasih dia perhatian," tambah Amel memberikan saran.


Ecca kini terdiam sambil mencerna usulan dari sahabatnya.


"Haduh, Mel. Ini bener-bener gila! Aku kayaknya gak bisa deh," tukas Ecca tidak setuju.


"Yaah, kalo kamu gak bisa, jangan nyesel kalo nanti ketika Mas Belva tau kelakuan asli istrinya, dia malah jadi benci sama kamu," balas Amel.


"Lah kok kamu malah ngomong gitu sih Mel, gak asik deh," gerutu Ecca sambil memanyunkan bibirnya.


"Sekarang kamu pikir pake logika. Kalo Mas Belva udah sakit hati sama kelakuan istrinya, sudah pasti ia tidak hanya membenci istrinya, tapi juga pasti kamu dan juga papi mami,"


"Jadi siap-siap aja untuk semakin sakit hati, Ca," jelas Amel panjang lebar.


Kali ini Ecca mulai membenarkan ucapan Amel. Dia benar-benar tidak mau jika nantinya ia semakin sakit hati.


"Trus, aku harus gimana dong?" tanya Ecca yang membuat Amel langsung menyunggingkan senyumannya.


Amel pun kemudian membisikkan sesuatu kepada Ecca tentang apa saja yang harus ia lakukan.


"Trus kalo Mas Belva ternyata malah gak suka sama aku dan jadi ilfeel gimana?" tanya Ecca gusar dengan beberapa saran Amel.


"Coba dulu, Ca. Yang penting harus mantap untuk melangkah," jawab Amel.


"Oke, deh, nanti aku coba," tukas Ecca.


Keduanya pun kembali bertukar cerita sampai sore tiba. Dan mereka kembali ke rumah mereka masing-masing.


...☘️☘️☘️...


Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Like ☑️


Comment 💬


Favorit ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2