
Sore harinya, Ecca dan Amel sudah duduk manis di kafe yang tidak jauh dari kantor firma Quiero.
"Mel, trik pertama udah tuh. Dan gagal plus aku malu banget nih gara-gara ikutin usul dari kamu," gerutu Ecca sambil menyesap green tea pesanannya.
"Sampe Mas Belva mau beliin aku piyama yang panjang lagi,"
"Udah gitu, trik yang kedua bikin Kak Nuna jadi curiga sama aku,"
Ecca menceritakan apa yang terjadi di kantor tadi dengan sahabatnya. Sedangkan Amel mendengarkan cerita Ecca sambil menyimpulkan sikap Belva kepadanya saat ini.
"Trus kamu mau nyerah gituh aja?" tanya Amel setelah Ecca selesai menceritakan semuanya.
Kali ini Ecca hanya mengedikkan bahunya sambil kembali menikmati minumannya.
"Hear to me, Ecca!"
"Berdasarkan dari cerita kamu, aku yakin banget kalo Mas Belva pasti punya perasaan khusus sama kamu,"
"Buktinya tadi dia minta kamu buat nemenin dia menikmati kopi. Udah gitu, dia juga sengaja kan minta tolong sama kamu buat bersihin bekas Cream di bibirnya," jelas Amel memberi penilaian tentang sikap Belva.
"Dih, itu hal biasa kali Mel." sanggah Ecca meski dalam hati kecilnya berbicara yang lain.
'Emmh, bener gak ya kata Amel tadi?' tanya Ecca dalam hati.
'Mas Belva juga kelihatan makin hangat sih gak sedingin biasanya. Yah, meskipun tadi juga sempat acuh juga,' gumam Ecca dalam hati.
"Biasa gimana sih, Ca." tukas Amel sambil membuang nafasnya kasar.
"Intinya gini deh, setiap usaha itu pasti akan membuahkan hasil. Nah, kamu kan baru mulai usaha, jadi hasilnya belum langsung terlihat,"
"Tapi, saat kamu semakin gigih dalam berusaha, maka hasilnya akan makin cepat terlihat. Percaya deh Ca sama aku," jelas Amel panjang lebar.
Sedangkan Ecca kali ini hanya memutar bola matanya malas.
"Ck, usaha apa? Jadi pelakor maksud kamu?" timpal Ecca dengan menampakkan wajah kesal nya.
"Dimana-mana namanya pelakor itu banyak yang benci, Mel. Eh, ini malah sahabatnya sendiri di dukung buat jadi pelakor," gerutu Ecca.
"Kamu seneng ya, kalo aku dibenci banyak orang?"
Kali ini Amel langsung terkekeh mendengar kekesalan Ecca.
"Udah ya, aku pulang dulu. Gerah, pingin cepet mandi," tukas Ecca kemudian sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Eitz, tunggu dulu, Ca!" cegah Amel.
"Aku akan kasih Trik yang ketiga deh, gimana?"
Ecca langsung menggelengkan kepalanya. "No, Amel! The game is over. Aku gak mau lanjutin ide gila kamu lagi," jawab Ecca.
"Aku mau fokus skripsi aja dan mendingan kamu cariin aku cowok deh, biar aku bisa ngelupain Mas Belva,"
Permintaan Ecca barusan membuat Amel langsung mengerutkan dahinya.
"Are you seriously, Ca?" tanya Amel terkejut.
"Yap, atur aja kencan butanya buat aku. Kalo aku cocok, aku akan jalan sama dia," jelas Ecca.
__ADS_1
Setelah keduanya sepakat, Ecca pun langsung kembali pulang ke rumah Belva.
☘️☘️☘️
Sedangkan di sisi lain, Belva dan Nuna kini sudah tiba di rumah terlebih dahulu daripada Ecca.
"Sayang," panggil Nuna saat Belva hendak masuk ke dalam kamarnya.
"Aku ingin mengakhiri pernikahan kontrak kita," ucap Nuna dengan tegas saat Belva sudah berbalik dan kini menatap ke arahnya.
"Maksudnya?" tanya Belva yang belum paham dengan perkataan Nuna barusan.
"Pernikahan kontrak kita berakhir, dan aku hanya menginginkan pernikahan yang sungguhan, Mas," jelas Nuna.
"Aku akan belajar menjadi istri yang baik untukmu,"
Belva hanya berdecih pelan mendengar penjelasan dari Nuna barusan.
"Sayangnya pernikahan kontrak kita terjadi dengan perjanjian di bawah hukum yang kuat, Nuna. Aku harap kau tidak melupakan semua itu karena kau bisa dituntut karena melanggar perjanjian," jelas Belva yang sama sekali tidak setuju dengan permintaan Nuna.
Mendengar jawaban dari Belva membuat Nuna mengepalkan tangannya geram.
"Oke, tapi saat ini Status ku adalah sebagai istrimu, Mas!"
"Bisakah kita bersikap selayaknya suami dan istri sebagaimana mestinya?" tanya Nuna kemudian.
"Tentu saja bisa," jawab Belva santai.
"Di depan orang tua kita dan juga semua orang, aku akan memperlakukan dirimu sebagai istri," lanjutnya lagi sambil masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya dengan sedikit kencang.
Nuna pun tersenyum menyeringai mendengar ucapan Belva barusan.
☘️☘️☘️
Malam harinya, Bik Surti sudah menyiapkan makan malam dan sedikit banyak dari biasanya.
Ecca yang baru turun dari kamarnya pun langsung bertanya melihat Bik Surti menyajikan makanan di atas meja makan.
"Kok makan malemnya banyak banget, bik. Emang mau ada tamu ya?" tanya Ecca.
"Iya, Neng. Kata Nyonya Nuna, orang tua dan juga mertuanya akan datang ke rumah malam ini. Jadi bik Surti siapkan makan malam yang lumayan banyak," jelas bik Surti.
"Hah?! Emang ada acara apaan bik?" tanya Ecca lagi.
"Wah kalo itu saya tidak tahu non," jawab Bik Surti.
Tak lama kemudian, bel rumah Belva terdengar. Ecca pun bergegas untuk membukakan pintu dan melihat siapa yang datang.
"Om Dion, Tante Dea," sapa Ecca saat mengetahui mertua kakaknya sudah tiba di depan rumah.
Ecca pun langsung menyalami tangan mertua kakaknya sekaligus sahabat dari ayahnya itu.
"Hai Ecca, apa kabar sayang?" tanya Dea, mama Belva yang memeluk Ecca dengan hangat.
"Baik, tante. Tante sama Om apa kabar?" tanya Ecca dan kini matanya tertuju pada koper yang dibawa oleh Dion, papanya Belva.
"Baik, sayang,"
__ADS_1
"Oh iya, kami diminta untuk menginap malam ini di sini. Dengar-denger kakak kamu lagi ngidam ya?" tanya Mama Dea.
"Emmh, iya tante," Ecca menjawab dengan singkat dan ala kadarnya.
"Nah, kali ini dia ngidam minta kita menginap di sini," jelas Mama Dea membuat Ecca sedikit menggerutu kesal.
Tak lama kemudian nampak Nuna menuruni anak tangga dan menyapa kedua mertuanya.
"Terima kasih ya pa, ma, udah mau datang memenuhi panggilan Nuna," ucap Nuna sambil menyalami mertuanya.
"Sama-sama, Nuna sayang. Oh iya, bagaimana keadaan kandungan kamu?" tanya Mama Dea.
"Janinnya sehat kan?"
"Jangan lupa susu hamil dan juga vitaminnya rutin untuk di minum."
"Mendingan kamu resign aja, Nuna. Dari pada kecapekan. Gak baik loh buat perkembangan janin kamu,"
Perhatian mama Dea membuat Ecca merasa tidak di anggap oleh keluarga Belva.
Akhirnya Ecca pun memutuskan untuk ke pantry membantu bik Surti mempersiapkan makan malam.
Dari arah pantry, sayup-sayup terdengar suara Belva yang menyapa kedua orang tuanya.
"Kenapa tidak bilang kalo papa sama mau datang sih?" tanya Belva.
"Iya, nak. Tadi tiba-tiba Nuna telfon dan mengatakan pada kami bahwa dia saat ini sedang ngidam untuk bersama dengan kami,"
"Jadi mama dan papa akan menginap sekitar dua minggu di sini," Jelas mama Dea.
"Apa?!" pekik Belva terkejut dan langsung menatap ke arah Nuna.
Nuna pun membalas tatapan Belva dengan mengedipkan matanya.
'Apa yang sebenarnya kamu rencanakan, Nuna?' batin Belva geram.
Tak lama kemudian bel rumah Belva berbunyi, dan kini papi Mario dan juga Mami Aleya pun tiba di rumah Belva dengan membawa koper di tangan mereka.
"Wah, sepertinya selama 2 minggu ini akan menjadi hal yang berkesan bagi kita semua, ya?" ucap Dion yang langsung menyambut kedatangan Mario, sahabatnya.
Sedangkan Belva langsung mengamit lengan Nuna dan membawanya menjauh dari kedua orang tua mereka.
☘️☘️☘️
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Like 👍
Comment 💬
Favorit ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya
__ADS_1
Terima kasih