
Pikiran Mami Aleya mulai berkecamuk. Tendangan bayi yang ada di dalam perut putri sulungnya benar-benar sangat terasa di tangannya.
Terlebih 2 kali mengandung Putrinya, Mami Aleya faham betul kapan usia kandungan seorang wanita mulai terasa gerakan bayi yang ada di dalam perutnya.
'Bukankan gerakan bayi di dalam perut akan mulai terasa saat usia kandungan menginjak 4 bulan lebih. Itupun tidak begitu terasa seperti saat aku mengusap perut Nuna tadi.'
'Tendangan bayi di perut Nuna benar-benar sangat keras. Jika dilihat dari perutnya ang tampak membuncit, aku perkirakan seperti kehamilan yang menginjak 5 bulan.'
'Tapi usia kandungan Nuna sekarang baru masuk bulan kedua. Dan jika kemarin Nuna mengalami pendarahan, sudah pasti ia akan mengalami keguguran, atau saat ini asih di rawat di rumah sakit karena kandungannya lemah. Jangan-jangan ada yang Nuna sembunyikan.'
Mami Aleya memandang ke arah Belva sambil mengerutkan keningnya. Pernikahan Belva dan juga Nuna memang terbilang begitu singkat meski sebelumnya orang tua Belva memang sudah pernah membicarakan tentang perjodohan anak mereka.
Tapi Belva dan Nuna sama sekali belum pernah bertemu sebelumnya, terlebih Nuna sangat sibut bekerja,
"Belva!" panggil Mami Aleya.
"Oh, iya Mami. Ada yang bisa Belva bantu?"
"Apa kamu sebelum menikah sudah menjalin hubungan dengan Nuna?" tanya Mami Aleya.
Deg!
Pertanyaan ibu mertuanya kali ini membuat lidah Belva terasa sangat kelu untuk mengucapkan sesuatu. Belva pun hanya mampu menjawab dengan gelengan kepalanya saja.
__ADS_1
"Lalu, apa kamu sekarang sudah bisa mencintai Nuna, mengingat pernikahan kalian karena perjodohan orang tua dan waktu untuk saling mengenal sangat singkat sekali?"
Nuna yang baru saja keluar dari kamar mandi dan tanpa sengaja mendengar pertanyaan Mami Aleya yang ditujukan kepada Belva pun langsung ikut nimbrung begitu saja.
"Jika tidak ada cinta, mana mungkin ada bayi di dalam perut Nuna, Mam. Lagi pula lelaki mana yang tidak jatuh hati dengan anak perempuan Mami secantik aku?" tukas Nuna.
"Oh iya, Mami. Sepertinya Nuna harus segera pulang ke rumah. Soalnya Mas Belva udah capek banget dan harus segera istirahat."
Nuna yang tadinya ingin mampir di Mansion sedikit lama pun kini mengurungkan niatnya saat melihat kecurigaan mami Aleya terhadapnya. Akhirnya ia pun memutuskan untuk segera kembali ke rumah Belva.
"Belva kan bisa istirahat di kamar kamu, Nuna. Masa' mampir cuma sebentar aja sih?" tukas Mami Aleya yang sebenarnya ingin menanyakan sesuatu hal dengan Nuna.
"Kebetulan memang banyak yang harus saya kerjakan di rumah." kali ini Belva menimpali dan membuat Nuna bisa bernafas lega.
Akhirnya dengan berat hati Mami Aleya pun melepaskan kepergian Nuna dengan Belva meski dalam benaknya masih banyak hal yang ingin ia tanyakan.
"Ecca!" gumam Mami Aleya yang kemudian menaiki anak tangga dan berjalan menuju kamar Ecca.
"Ecca pasti sedikit banyaknya tahu tentang kehamilan Nuna kali ini." batin Mami Aleya dengan harapan penuh.
Sesampainya di kamar Ecca, Mami Aleya mengetuk pintu kamar Ecca. Sayangnya sama sekali tidak ada jawaban dari dalam membuat Mami Aleya akhirnya membuka pintu kamar Putrinya dan masuk.
Rasa kecewa langsung terlihat di raut wajah Mami Aleya saat mendapati Ecca ternyata sudah terlelap dalam mimpinya.
__ADS_1
"Yah, ternyata anak ini sudah langsung molor. Baru juga nempel bantal," gumam Mami sambil kembali menutup pintu kamar Ecca.
๐๐๐
Untuk hari ini cukup sampai di sini dulu yaa. Besok Author sambung lagi. Maaf kali bab yang ini singkat banget.
Sambil nunggu kelanjutannya. Mampir juga yuk ke Novel bestie aku yang dijamin ceritanya seru dan menarik banget.
Judul : Rahasia Menantu Culun
Author : Rizki Iki
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Like ๐
Comment ๐ฌ
Favorit โค๏ธ
Vote ๐
__ADS_1
Gift ๐นโ๐บ
Dan Tonton iklannya ๐น๐ฝ๏ธ juga ya