
"Bee, tapi aku sudah menyiapkan air hangat untuk mu di kamar mandi," tukas Ecca yang belum siap membayangkan Belva akan memiliki dirinya seutuhnya.
Sayangnya Belva sama sekali tidak mengindahkan perkataan Ecca dan justru merebahkan tubuh Ecca dan kemudian mengungkungnya dari atas.
"I want you, Queen Ca!" ucapan Belva kali ini membuat wajah Ecca merona.
"Tapi Bee, ini masih sore," sanggah Ecca membuat Bee terkekeh pelan.
"Nanti malam akan ada season berikutnya."
Perlahan Belva mengusap wajah istrinya dengan sangat lembut dan memainkan rambut Ecca yang masih sedikit basah.
"Kau sangat cantik istriku sayang," puji Belva untuk kesekian kalinya. "Dan juga 5ek5i," bisik Belva membuat Ecca kembali meremang.
Terlebih saat Belva mulai membuka tali bathrobe Ecca sambil mulai mengabsen +ubuh Ecca mulai dari leher dan meninggalkan jejak kepemilikan disana.
"Bee...!" panggil Ecca dengan nada yang terdengar begitu manja setiap Belva melukis +ubuh Ecca dengan bibirnya.
Kini Belva makin berani turun ke bahu Ecca sambil melepaskan bathrobe istrinya perlahan dan mulai memainkan titik 5en5itif yang ada di da-da Ecca.
"3mmmh, Bee..." d354h4n Ecca membuat Belva semakin bersemangat membuat Ecca semakin kelimpungan.
Kali ini bibir Belva mulai bermain-main di titik sensitif Ecca dan langsung menikmatinya seperti anak bayi yang sangat kehausan.
Gelenyar aneh yang sedari tadi Ecca rasakan saat Belva mulai menyen+uhnya justru membuat Ecca tidak ingin lepas dari Belva dan menginginkan Belva melakukan yang lebih dari itu.
Tangan Ecca pun langsung me®em@s rambut suaminya dan menekan ke d4d4nya, membuat Belva semakin berani melakukan hal yang lebih.
Tangannya kali ini mulai bermain di bawah dan membuat Ecca semakin tidak karuan. Setelah Belva rasa cukup melakukan pemana5an, Ia pun berhasil memiliki Ecca sepenuhnya.
Awalnya Ecca sempat menitikkan ar matanya karena merasakan sakit yang luar biasa. Namun selanjutnya hanya irama pana5 saja yang terdengar memenuhi kamar pengantin mereka berdua.
"Terima kasih sayang, kau sangat luar biasa," puji Belva saat melihat bercak merah di atas tempat tidur mereka.
Ecca yang masih sangat malu mengingat apa yang mereka lakukan barusan pun langsung menyembunyikan wajahnya dibalik selimut.
Melihat istrinya tersipu malu membuat Belva semakin gemas. Ia pun ikut masuk ke dalam selimut Ecca dan langsung memeluk tubuh istrinya.
Sayangnya karena keduanya kini tidak mengenakan apa-apa, tangan Belva yang menyentuh kulit Ecca secara langsung membuat sesuatu miliknya kembali meminta haknya.
"Aku masih ingin lagi, sayang!" pinta Belva.
Diamnya Ecca kali ini membuat ia menyimpulkan jika istrinya setuju untuk kembali melayani suaminya dan mereka pun kembali mereguk kenikmatan.
Dua sesi pun terlewati. Ecca langsung memejamkan matanya yang sudah mulai KO akibat ulah Belva.
Sedangkan Belva pun tampak tersenyum lebar mendapati Ecca yang kini telah menjadi miliknya seutuhnya.
"Aku sangat bahagia hari ini, sayang," tukas Belva sambil mengusap kepala istrinya dengan sangat lembut.
__ADS_1
Belva pun kemudian menyelimuti tubuh Ecca dan kemudian memakai boxernya sambil memesan makanan untuk makan malam mereka by phone.
Melihat raut wajah Ecca yang sangat kelelahan itu membuat Belva memeluknya dari balik selimut yang menutupi tubuh Ecca.
Tak lama kemudian bel di kamar Belva pun berbunyi. Belva pun bergegas mengenakan kaosnya dan membukakan pintu untuk bellboy hotel agar bisa masuk sambil mendorong makanan yang sudah ia pesan.
Setelah bellboy tersebut keluar dari kamar, Belva pun langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Ecca yang tampak sangat kelelahan tampak masih meringkuk tanpa busana di dalam selimut saat Belva sudah selesai mandi.
Belva pun membangunkan Ecca dengan sangat lembut dan mengajaknya untuk makan malam.
"Sayang, bangun yuk, kita makan dulu!" Belva mengusap pipi Ecca.
"Ecca masih ngantuk Mami!" tukas Ecca yang belum sadarkan diri dengan mata yang masih terpejam.
"Kenapa istriku ini makin mengemaskan saja?" gumam Belva pelan yang kemudian kembali mendaratkan bibirnya di bibir Ecca.
Cup!
Kecupan sekilas Belva membuat Ecca hanya men99eliat pelan tanpa membuka matanya.
"Mau bangun sekarang atau kita lanjutkan season berikutnya sayang?" tanya Belva dengan berbisik.
"Season apa sih Mami? Ecca masih ngantuk." Ecca perlahan mulai mengerjapkan matanya.
Namun saat matanya sudah terbuka sempurna, betapa terkejutnya Ecca saat melihat Bee yang hanya menggunakan boxer sudah ada di hadapannya.
"Tentu saja bisa istriku sayang," timpal Belva membuat Ecca seketika teringat dengan apa yang baru mereka lalui barusan.
Dengan sangat malu, Ecca pun langsung menyembunyikan mukanya di baik selimut. 'Ya Ampuuuun, aku malu banget. Ini kenapa aku tidur gak pake apa-apa kayak gini sih?' rutuk Ecca dalam hati.
Perlahan Belva menyibakkan selimut yang menutupi Ecca, namun dengan kuat Ecca mempertahankan selimutnya agar tidak tersibak oleh tangan suaminya.
"Jangan Bee...! Aku malu," tukas Ecca.
"Untuk apa malu sayang? Bukan kah kau juga sudah menjadi milikku seutuhnya?" balas Belva.
"Tapi, Bee... Aku sekarang tidak pakai baju.."
"Tidak masalah sayang, aku bahkan sudah melihat bagian belakang bukan saat kita belum menikah?" tukas Belva mengingatkan hal yang pernah terjadi saat mereka di rumah kontrakan yang ada di Jogja.
"Jam makan malam sudah hampir lewat Queen Ca sayang, aku juga sudah lapar."
"Makan duluan saja tidak masalah, Bee..!"
"Mana bisa begitu?" protes Belva yang tidak beranjak sedikit pun dari sisi Ecca. "Kau juga harus makan denganku."
"Bisa tolong ambilkan aku baju tidak? Tidak mungkin aku makan tanpa baju seperti ini, yang ada nanti kau malah menrekamku lagi," tukas Ecca di balik selimut membuat Belva semakin gemas dengan sikap manja istrinya.
__ADS_1
Belva pun beranjak dari tempat tidur dan mulai membuka lemari pakaian.
"Mau yang warna hitam, merah, pink atau warna yang salem?" tanya Belva.
"Yang warna salem aja, Bee."
"Tapi aku suka yang warna merah, sangat menantang," balas Belva yang kemudian mengambil yang warna merah dan memberikannya kepada Ecca yang sudah mengeluarkan tangannya dari balik selimut.
"Ini pakaian apa Bee?!" tanya Ecca yang kemudian menyembu|kan kepalanya dari balik selimut.
Belva pun langsung memperlihatkan isi lemarinya kepada Ecca yang semuanya hanya ada |inger!e dengan berbagai warna.
"Adanya cuma itu sayang!" jawab Belva sambil mengedipkan matanya nakal.
"Tidak masalah! Kenakan saja dan kita segera makan malam. Aku akan menunggumu di sofa," tukas Belva sambil menutup kembali lemarinya dan menuju ke sofa kamarnya.
Mau tidak mau Ecca pun mengenakan |inger!e merah pilihan Belva dari balik selimutnya.
Ribet?
Sudah pasti sangat ribet berganti pakaian di balik selimut. Tapi bagi Ecca ini lebih baik dari pada harus menggantinya dengan terang-terangan di depan suaminya.
☘️☘️☘️
Maafkan Author yang baru up pagi ini yaaa. Semalam sudah ngetik separoh, cuma karena udah ngantuk jadinya gak dilanjutin lagi.
Terima kasih banyak buat yang udah dukung karya remahan aku ini. Makasih juga yang udah kondangan buat Belva dan Ecca.
Ikutin terus keseruan perjalanan cinta mereka berdua yaa. Yang kangen sama Nuna, nanti Author kasih setelah honey moon 😂
Sambil menunggu kelanjutan ceritanya, mampir dulu yuk ke karya bestie aku. Novelnya seru dan menarik banget.
Nama Pena : AYi
Judul Karya : I Love You, Ibu Guru
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Rate 5 bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
__ADS_1
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya