
Setelah malam di HeHa Ocean View, Ecca terus menyibukkan dirinya mempersiapkan wisuda yang ditemani oleh Mama Dea karena Mami Aleya sangat kerepotan mengurus bayi Nuna.
Nuna sendiri sama sekali tidak mengurus bayinya dengan alasan Belva tidak datang. Ia juga hanya menyusui saat dadanya bengkak, dan selebihnya bayi Nuna mengkonsumsi susu formula.
Akhirnya dengan banyak pertimbangan, Mami Aleya dan juga Papi Mario pun memutuskan untuk tetap ke Jogja dengan membawa bayi Nuna demi menghadiri wisuda Ecca satu minggu yang akan datang.
"Papi sama Mami mau kemana?" tanya Nuna saat melihat orang tuanya berkemas dan mengemasi pakaian bayinya.
"Kemana kami pergi bukan urusanmu!" jawab Papi Mario dengan ketus.
"Ck, kalian pasti mau ke Jogja kan menghadiri wisuda Ecca?" sergah Nuna yang langsung menggendong bayinya.
"Kalo memang kalian pergi, bayiku tidak akan ikut dengan kalian. Kecuali kalau kalian mengajakku ikut serta dengan kalian!" ancam Nuna yang sudah bosan di Mansion.
Papi Mario dan Mami Aleya hanya diam tidak menimpali celotehan Nuna karena bagaimana pun juga bayi Nuna akan tetap ikut dengan mereka.
Merasa di acuh kan, Nuna pun membawa bayinya ke kamar dan mengunci pintu kamarnya.
"Huh, kali ini kau memang sangat bermanfaat di hidup mama. Mama akan menjadikanmu senjata agar Mama bisa hidup bahagia," ucap Nuna di depan bayi yang sampai ini belum sempat ia beri nama.
Nuna hanya mau menunggu Belva yang memberikan nama untuk bayinya. Tak lama kemudian pintu kamar Nuna di ketuk oleh maminya.
"Buka pintunya, Nuna! Kemasi pakaian mu dan berikan bayimu karena Mami akan segera memandikannya!" teriak Mami Aleya membuat Nuna tersenyum smirk.
"Berhasil!" gumam Nuna pelan dan segera membuka pintu kamarnya.
"Thanks Mami," ucap Nuna sambil menyerahkan bayinya kepada Mami Aleya.
Mami Aleya pun langsung membawa bayi Nuna ke dalam kamarnya dan siap untuk memandikannya.
"Gak usah dimandiin kali, sayang. Di lap aja di mobil, mumpung Nuna masih siap-siap dan mandi. Kita tinggal aja dia!" ucap papi Mario yang baru saja selesai memasukkan barang-barang ke dalam mobil.
Akhirnya Mami Aleya pun setuju dengan saran yang diucapkan suaminya dan mereka langsung pergi tepat saat Nuna baru keluar dari kamar mandi.
Suara deru mobil papi yang terdengar meninggalkan Mansion membuat Nuna berlari ke balkon kamarnya.
"Sial! Kali ini aku benar-benar tertipu!" umpat Nuna yang kembali masuk ke dalam kamarnya.
"Sepertinya kalian benar-benar siap untung berperang denganku!"
"Kita lihat saja, kali ini aku akan memenangkan peperangan ini!"
Nuna pun langsung mengganti pakaiannya dan berkemas. Setelah itu ia mulai memesan trafel yang bisa mengantarkannya menuju ke Jogja.
__ADS_1
Sedangkan Papi Mario dan Mami Aleya kini bisa bernafas lega karena terlepas dari Nuna.
"Akhirnya Mami bisa bernafas lega, Pi," tukas Mami Aleya sambil memangku bayi Nuna yang masih terlelap.
"Nuna memang sangat pintar menjadikan bayinya sebagai alat untuk mengancam kita. Papi yakin dia akan menyusul kita ke Jogja sesegera mungkin."
"Kira-kira papi punya solusi apa dengan masalah ini?" tanya Mami Aleya yang sudah lelah menghadapi sikap Nuna yang semakin menjadi-jadi.
"Mau tidak mau kita harus menitipkan bayi ini kepada orang yang bisa dipercaya untuk beberapa waktu ke depan. Setelah kita membereskan Nuna dari Mansion, kita tarik kembali bayi Nuna untuk di rawat karena bayi ini sama sekali tidak bersalah dan tidak patut untuk mengemban kesalahan yang dilakukan oleh mamanya," tukas Papi Mario memberikan solusi.
"Good idea, Papi. Tapi kita hanya punya waktu yang sangat singkat untuk mencari orang yang mau merawat anak ini sementara waktu." timpal Mami Aleya sambil memandangi wajah bayi Nuna yang sangat mirip dengan Hendy.
"Tidak perlu pusing, sayang. Lebih baik kita menghubungi Belva dan Ecca untuk mencarikan orang yang tepat untuk merawat bayi Nuna."
Usulan papi Mario kali ini langsung dijalankan oleh Mami Aleya. Ia pun langsung melakukan video conference dengan Belva, Ecca dan juga Mama Dea.
☘️☘️☘️
Setelah mendapatkan kabar dari Mami Aleya jika ia akan merapat ke Jogja dan meminta tolong untuk dicarikan orang yang mau merawat bayi Nuna sementara waktu, Papa Dion, Mama Dea, Belva dan juga Ecca pun langsung menyusun strategi untuk mencari orang yang tepat dan mau membantu mereka dengan sukarela.
"Papa dan Mama akan bertamu ke rumah adik mama yang kebetulan tinggal di Bantul. Semoga mereka mau membantu kita dalam masalah ini," tukas papa Dion.
"Belva dan Ecca akan mengumpulkan karyawan di firma dan menawarkan kepada mereka siapa yang berkenan untuk membantu," timpal Belva dan kemudian mereka pun mulai berpencar.
Satu jam berlalu,
Belva dan Ecca sama sekali tidak mendapatkan orang yang bisa merawat bayi Nuna. Namun untungnya papa Dion memberikan kabar baik jika saudara Mama Dea ada yang berkenan merawat bayi Nuna untuk sementara waktu.
Akhirnya Belva dan Ecca pun langsung menyusul ke Bantul, sedangkan Mami Aleya juga langsung menuju ke tempat tinggal saudara Mama Dea.
"Bee," panggil Ecca saat mereka mulai menuju ke Bantul.
"Kalau kita menikah nanti, kamu mau gak merawat bayi Kak Nuna sama aku?" tanya Ecca membuat Belva terdiam dan berfikir sejenak pertanyaan Ecca barusan.
"Merawat anak Nuna?" tanya Belva mengulangi pertanyaan Ecca.
"Iya, Bee. Buat latihan aku juga kalo nanti punya anak sama kamu," tukas Ecca membuat hati Belva mulai berdesir dan membayangkan hal yang tidak-tidak.
"Kita latihan buat anak aja belum, masa' mau latihan ngurus anak sih sayang?" protes Belva membuat Ecca langsung menepuk lengan Belva.
"Ngomongnya mulai ngaco deh!" gerutu Ecca kesal.
"Aku sih gak masalah, cuma aku sedikit keberatan jika nanti waktu kita mau buat anak, bayinya Nuna malah nangis lagi. Nanti yang ada anak kita gak jadi-jadi lagi," tukas Belva sambil manyun.
__ADS_1
"Yaah, kan tetep ada baby sitter, Bee. Ada Bik Surti juga kan. Jadi kita tetep bisa bikin anak," timpal Ecca sambil tersenyum malu-malu.
Mendengar Ecca yang mulai mengimbangi ucapan vulgar Belva, tangan Belva pun langsung menggenggam tangan Ecca dan mengecup nya dengan sangat lembut.
"Trus kira-kira kapan kita mau latihan buat anak?" tanya Belva yang sengaja menggoda Ecca.
"Dih, apaan sih!" gerutu Ecca sambil menarik tangannya.
"Makin ngelantur kemana-mana deh ngomongnya!" Ecca pun membuang wajahnya menatap ke luar jendela mobil sambil tersipu malu.
"Siapa yang ngelantur sih, sayang?"
"Oh iya, kalo bikin anak kan gak perlu latihan ya. Soalnya punya au juga udah pinter dari sananya," tukas Belva yang semakin menjadi-jadi menggoda Ecca.
"Dih, apaan sih!" timpal Ecca membuat Belva terkekeh gembira.
Untungnya mereka sampai di tempat yang mereka tuju, jika tidak Belva akan terus menggoda Ecca sepanjang hari.
☘️☘️☘️
Sampai di sini dulu ya. Terima kasih banyak sudah berkenan mampir ke karya receh aku.
Sambil nunggu kelanjutannya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku yang dijamin ceritanya seru dan menarik.
Nama Pena : Asma Khan
Judul Karya : Istri Siri Tuan Bryan
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Rate 5 bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
__ADS_1
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya