
Ecca kini tiba di rumah dan tampak mobil Belva sudah terparkir rapi di depan rumahnya. Setelah motornya terparkir di garasi rumah, Ecca masuk ke dalam rumah dengan mengendap-endap.
Ia tidak mau bertemu dengan kakak iparnya dulu kali ini. Sayangnya saat Ecca masuk dari pintu samping, ia justru berpapasan dengan Nuna yang baru keluar dari kamar mandi.
"Ecca!" panggil Nuna sambil mengusap mulutnya karena baru saja muntah.
Bibir Nuna terlihat sedikit pucat, tidak seperti tadi saat Ecca lihat di rumah sakit.
"Kenapa kak?" tanya Ecca sedikit ketus.
"Kak Nuna lagi mabok Ca, dari tadi muntah-munth terus di kamar mandi," jawab Mami sambil memberikan haduk kecil untuk Nuna.
"Oooh," jawab Ecca berlalu begitu saja melewati Nuna dan Maminya.
Ecca pun langsung naik ke atas dan masuk ke dalam kamarnya.
"Kamu kalo mabok begini mending resign aja Nuna, istirahat dulu di rumah," ucap Mami yang tidak tega dengan kondisi putri sulungnya.
"Aku kemarin baik-baik aja loh mi saat makan masakan Ecca, tapi sekarang jadi balik mabok berat karena dari kemarin belum maka masakan Ecca," balas Nuna sambil memperlihatkan wajah pucatny di depan Mami.
Mami Aleya kini bingung harus menjawab apa. Di sisi lain, Ecca kelelahan saat harus memasak untuk Nuna. Namun di sisi lain Nuna memang sedang ngidam masakan Ecca.
"Cukup untuk sarapan aja Mi, Ecca masak buat aku. Biar kalo pagi gak begitu mual," rengek Nuna.
"Nanti aku juga akan minta Mas Belva biar Ecca bisa ke kantor agak siang, jadi dia gak akan kecapekan Mami," jelas Nuna berharap Mami Aleya mau merayu Ecca agar kembali ke rumah Belva.
"Coba nanti Mami bujuk Ecca yaa. Sekarang kamu istirahat dulu aja gih," ucap Mami yang langsung diangguki kepala oleh Nuna.
☘️☘️☘️
Nuna pun naik ke kamarnya yang ada di samping kamar Ecca, sedangkan Mami Aleya kini masuk ke dalam kamar Ecca.
"Ecca sayang," panggil Mami Aleya dan langsung duduk di samping Ecca.
Ecca yang kini sedang menyibukkan dirinya menyusun skripsi langsung memutar bola matanya malas melihat kedatangan maminya.
"Mami mau bujuk Ecca buat tinggal lagi sama kak Nuna?" tanya Ecca.
"Trus Ecca tetap masak untuk sarapan kak Nuna dan berangkat ke firma agak siang agar tidak terlalu lelah?" lanjut Ecca lagi yang memang mendengar permintaan Nuna kepada maminya meski tidak begitu jelas.
Mami Aleya membuang nafasnya kasar dan mengangguk, "Iya, sayang. Kali ini Ecca ngaalah ya," pinta Mami Aleya.
"Kak Nuna sedang ngidam dan mabok parah, orang hamil memang seperti itu, Ca. Ngidamnya selalu aja aneh-aneh. Nanti Ecca pasti juga akan mengalami semua ini," jelas Mami Aleya.
"Hemm," jawab Ecca singkat. "Tapi Ecca mau bawa motor Ecca sendiri," pinta Ecca kemudian.
"As you wish, sayang. Terima kasih ya sudah mau mengalah kali ini," ucap Mami dan Ecca pun menganggukkan kepalanya dengan malas.
☘️☘️☘️
Malam ini setelah makan malam bersama, Ecca kembali pulang ke rumah Belva.
Belva meminta Ecca untuk satu mobil dengannya dan juga Nuna, tapi Ecca tetap bersikukuh untuk membawa motornya dari rumah.
Sesampainya di rumah Belva, Ecca pun memberi kabar pada sahabatnya jika malam ini ia sudah sampai di rumah kakak iparnya.
__ADS_1
💌 Amel
Jangan lupa untuk trik pertama ya, Ca. Malam ini kamu coba pake baju yang minim bahan. Kamu lihat dengan jeli, Mas Belva ada rasa tertarik atau tidak sama kamu.
Ecca hanya tersenyum saat membaca balasan pesan dari Amel.
'Untung aja tadi aku sempet mampir ke toko buat beli baju tidur yang minim bahan,' gumam Ecca dalam hati dan langsung masuk ke dalam rumah Belva.
"Kok baru sampe? Mampir kemana tadi?" tanya Nuna yang sudah berdiri di depan Ecca sambil melipat tangannya.
"Emang kenapa? Aku gak harus masak malam ini kan buat kakak?" balas Ecca yang justru balik bertanya pada Nuna.
Mendengar jawaban Ecca yang terdengar sedikit ketus membuat Nuna langsung naik pitam.
"Kamu gak bisa ya ngomong lebih sopan sama kakak?!" gertak Nuna kesal sambil mendorong tubuh Ecca.
Ecca membuang nafasnya kasar. Sungguh ia sangat ingin membalas mendorong kakaknya itu. Namun, melihat perut Nuna yang sudah mulai membuncit membuat Ecca mengurungkan niatnya.
"Ck, aku lagi gak mau ribut sama kakak," jawab Ecca yang langsung naik ke dalam kamarnya.
Melihat sikap Ecca yang begitu mengacuhkan nya, Nuna pun mengepalkan tangannya geram.
Sedangkan Ecca langsung mengunci pintu kamarnya dan membuka goodie bag yang berisikan baju tidur minim bahan yang baru ia beli.
Awalnya ia hampir saja membeli li-nge-rie, tapi baru melihat modelnya saja Ecca sudah bergidik ngeri.
Akhirnya ia memutuskan untuk membeli piyama satin berwarna merah menyala dengan celana sangat pendek.
Ecca pun langsung mengganti pakaiannya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Namun saat matanya hampir saja terpejam, tiba tiba terdengar suara treadmill dari balkon kamarnya.
Kali ini Ecca menelan ludahnya kasar saat melihat Belva yang tampak sangat cool dengan tetesan keringat yang membuat kaosnya mulai basah.
Sedangkan Belva sendiri hampir terjatuh saat mendapati Ecca yang keluar dari balkon kamarnya. Ecca yang tampak sangat cantik di bawah lampu temaram balkon kamar membuat hatinya berdesir kencang.
Terpaan angin malam yang menggerakkan rambut panjang Ecca membuat Belva benar-benar terpukau dengan wanita yang saat ini berstatus sebagai adik iparnya.
Tidak hanya itu, baju tidur yang dikenakan Ecca juga membuatnya terlihat begitu meng go da di mata Belva sampai Belva merasa begitu sesak di dalam dadanya.
Belva pun mematikan treadmill dan mengambil air mineral yang ada di dekatnya.
"Belum tidur, Ca?" tanya Belva sambil berjalan mendekat ke arah Ecca.
Balkon kamar Ecca dan kamar Belva memang jadi satu, karena kamar mereka berdua berdekatan. Sedangkan kamar Nuna yang ada di depan kamar Ecca memiliki balkon yang berbeda dengan mereka.
Ecca sedikit salah tingkah saat Belva mendekat ke arahnya.
"Emm, belum," jawab Ecca singkat sambil menteralkan debaran jantungnya yang sudah tidak karuan.
"Mas Belva kok belum tidur?" tanya Ecca balik saat Belva duduk di atas kursi yang ada di depan jendela kamar Ecca.
"Bukannya Mas pernah bilang ya sama kamu kalau tiap malam Mas harus olahraga biar tidurnya nyenyak," jawab Belva yang langsung diangguki kepala oleh Ecca.
'Oooh, jadi maksud mas Belva olahraga itu ini ya. Berarti bukan olahraga sama Kak Nuna di atas ranjang dong,' batin Ecca sambil tersenyum.
Belva kali ini mengernyitkan dahinya saat melihat Ecca tersenyum.
__ADS_1
"Kok malah senyam senyum gitu, Ca?" tanya Belva.
"Oh, gak pa pa kok Mas," jawab Ecca sambil bersandar di tiang balkon.
Melihat Ecca dari jarak yang lebih dekat membuat Belva mulai panas dingin. Kulit putih Ecca tampak seperti bersinar jika dipadukan dengan piyama merah menyala seperti itu.
Terlebih saat pandangan Belva terhenti di atas lutut Ecca membuat senjata miliknya menyeruak dan terasa sesak di dalam sana.
Tiba-tiba saja Belva berdiri dari tempat duduknya dan bersiap untuk menuju ke kamarnya.
"Caca! Mas Belva larang kamu pakai baju tidur kayak gini lagi ya!" ucap Belva dengan sedikit menggertak.
"Besok Mas Belva akan belikan baju tidur yang panjang buat kamu!" ucap Belva sebelum masuk ke dalam kamarnya.
Blam!
Ecca langsung merasa sangat malu dengan peringatan Belva barusan. Ia pun langsung masuk ke dalam kamarnya dan menelungkupkan wajahnya di atas bantal.
"Hiiiih! Amel nih bikin malu aja," gerutu Ecca yang langsung menghubungi sahabatnya.
"Ameeeel!" teriak Ecca kesal saat panggilannya sudah tersambung.
"..."
"Berhasil apanya?! Aku malu banget tauuuk!" gerutu Ecca.
"Bukannya tergoda, Mas Belva jadi ilfeel kan sama aku. Dasar sesat!"
"..."
"Enak banget bilang maaf! Trus besok aku harus gimana dong?"
"..."
"Oke deh, nanti aku coba. Kalo gagal, aku gak mau lagi dengerin saran dari kamu!" ucap Ecca sebelum mematikan panggilannya.
Ecca pun kemudian menyimpan ponselnya dan bersiap untuk memejamkan matanya.
Ia harus bersiap untuk menjalani trik kedua besok pagi.
☘️☘️☘️
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Like ☑️
Comment 💬
Favorit ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya
__ADS_1
Terima kasih