
Kini Nuna sudah sampai di Jogja. Karena sebelumnya ia memang tidak tahu dimana alamat Ecca untuk sementara ini, akhirnya ia pun menuju ke apartemen Belva dan memutuskan untuk menunggu di sana.
Sayangnya saat ia memencet kode apartemen Belva, sandinya salah karena Belva sudah mengganti passwordnya saat ia sampai di apartemen.
"Aduuh! Sial banget sih! Udah tadi ditinggal sama papi, eh sekarang malah gak bisa masuk apartemen Belva!" gerutu Nuna sambil duduk di sofa yang ada di depan apartemen Belva.
Satu jam terlewati, Belva belum menampakkan dirinya kembali ke apartemen padahal jam di tangan Nuna sudah menunjukkan jam 5 sore.
Nuna sebenarnya sangat ingin menelfon maminya untuk menanyakan dimana keberadaan mereka sekarang. Namun ia enggan mengingat tadi dirinya sudah tertipu dan sengaja ditinggal pergi saat ia sedang mandi.
Dua jam berlalu, dan belum terlihat tanda-tanda Belva pulang ke apartemen sama sekali. Akhirnya Nuna pun terpaksa menghubungi Mami Aleya untuk menanyakan alamat kontrakan Ecca sementara.
Setelah mendapatkan alamat kontrakan Ecca sementara, Nuna pun bergegas meninggalkan apartemen Belva.
"Huft, jika tahu begini kan dari tadi nanya sama Mami!" gerutu Nuna merutuki kebodohannya.
☘️☘️☘️
Setelah memesan taksi online, kini Nuna sudah tiba di kontrakan sementara Ecca.
Tampak dua keluarga saling bercengkerama di ruang tengah sambil menikmati makanan ringan yang beraneka ragam.
Tanpa salam Nuna pun menyeruak masuk dan berteriak dengan sangat tidak sopan. "Dimana anak aku?!" tanya Nuna dengan nada membentak Mami Aleya sambil berkacak pinggang.
Melihat istri kesayangannya di bentak oleh Nuna, Papi Mario pun langsung mendekat dan melayangkan tangannya untuk menampar Nuna.
Plakk!
Tamparan keras dari Papi Mario pun mendarat di pipi Nuna sampai ujung bibir Nuna mengeluarkan darah.
__ADS_1
"Aku gak akan pernah rela melihat istri kesayanganku di bentak orang tidak waras sepertimu, Nuna!" gertak papi Mario yang sudah tidak bisa lagi meredam emosinya.
"Apa salahku, Papi? Aku hanya bertanya dimana anakku!" sarkas Nuna tanpa gentar sedikit pun melawan papinya.
"Mulai sekarang, aku bukanlah papimu dan kau juga bukan anakku lagi! Jadi silahkan angkat kaki dari sini!" usir Papi Mario.
"Kali ini aku akan pergi, tapi berikan anakku dulu!" ucap Nuna sambil membuka pintu kamar satu per satu.
Sayangnya ia tidak menemukan dimana bayinya disembunyikan.
"Anak kamu sudah dititipkan ke panti asuhan. Dia lebih baik tinggal di sana dari pada tinggal bersama ibu kandungnya yang gila!" tukas Mami Aleya membuat kaki Nuna mulai terasa emas untuk berpijak.
"Apa?!!" pekik Nuna terkejut.
Tanpa terasa air matanya pun mulai membasahi pipinya.
Sekarang tidak ada lagi yang bisa dibuatnya sebagai bahan ancaman. "Kalau begitu, lebih baik aku bunuh diri saja, dari pada harus hidup seperti ini" tukas Nuna membuat Mama Dea dan juga Papa Dion makin geram mendengar ucapan Nuna.
"Huuuh, bunuh diri saja Nuna! Tapi jangan disini! Takut nanti kontrakan ini jadi gak laku karena arwah kamu gentayangan di sini!" tukas mama Dea membuat Nuna semakin geram.
'Apa?! Mereka ternyata tetap tidak peduli saat aku ingin bunuh diri?' pekik Nuna dalam hati.
Dengan kesal, Nuna pun berbalik dan menarik kopernya untuk menjauh dari kontrakan sementara Ecca.
Melihat Nuna pergi begitu saja membuat Ecca mulai merasa iba.
"Apa kalian gak kasihan sama Kak Nuna, di biarin pergi begitu saja?" tanya Ecca yang langsung dijawab serentak oleh semua yang ada di sana.
"Gak!" kekompakan mereka yang menjawab pertanyaan pun membuat Ecca tertegun.
__ADS_1
"Kesabaran papi dan Mami sudah habis untuk meladeni Nuna, sayang," tukas Mami Aleya yang mulai bernafas lega dengan kepergian Nuna.
"Biarkan saja ia mau berbuat pa, yang jelas Papi dan juga Mami sudah tidak akan peduli." timpal Papi Mario.
☘️☘️☘️
Setelah mengurus segala macam urusan wisuda Ecca, kali ini tiba waktunya Ecca akan di wisuda menjadi seorang sarjana hukum.
Betapa bangganya Papi dan juga Mami Ecca yang saat ini mendapat undangan berpita dari anak kesayangannya itu yang lulus dengan predikat cumlaude dan menyandang gelar sebagai Mahasiswa Berprestasi.
Orang tua Belva pun turut bangga dengan prestasi yang diraih oleh calon menantunya. Mereka pun memesan kursi VIP di samping orang tua Ecca demi menyaksikan Ecca di wisuda.
Ecca kini sudah berdiri di deretan paling depan di antara barisan Mahasiswa yang akan di wisuda hari ini. Sedangkan Belva selaku dosen dan donatur terbesar di kampus Ecca pun sudah duduk di dalam jajaran para Dosen yang ada di atas panggung wisuda.
Prosesi wisuda pun dimulai, para wisudawan dan wisudawati mulai disambut dengan sangat meriah saat akan memasuki gedung diselenggrakan acara.
Ecca yang berjalan paling depan membuat semua perhatian tertuju padanya. Hampir semua orang yang melihatnya berdecak kagum dengan prestasi yang diraih Ecca, terlebih saat melihat paras cantik Ecca hari ini.
Setelah para wisudawan memasuki ruangan dan duduk di tempat yang sudah dipersiapkan, deretan acara pun dimulai. Mulai dari pembukaan dan juga sambutan Ketua Rektor dan Dekan, sampai acara inti menyematan gelar sarjana.
Nama Ecca yang dipanggil pertama kali pun langsung naik ke atas panggung untuk menerima ijazah dan juga pemindahan tali topi wisuda. Kesempatan kali ini tidak disia-siakan oleh Belva.
Khusus untuk Ecca, yang menyandang gelar mahasiswa terbaik di kampusnya. Ia diwisuda langsung oleh Belva, Dosen yang paling berkompeten di kampus Ecca.
"Selamat ya, sayang!" ucap Belva yang terdengar melalui pengeras suara dan membuat suasana langsung ramai menyoraki mereka.
Ecca yang sangat malu langsung menutup wajahnya sambil menerima ijazah yang di sodorkan Belva dan menundukkan kepalanya untuk diindahkan tali topinya dari kiri ke kanan.
Setelah Ecca turun dari panggung, MC pun tidak memanggil nama yang tertulis setelah Ecca, melainkan memberikan waktu untuk Belva berbicara di atas podium dan menahan Ecca agar tidak turun dari panggung terlebih dahulu.
__ADS_1