Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Make Adonan


__ADS_3

Belva mulai menyendokkan nasi ke dalam piringnya sambil menunggu Ecca mengenakan pakaiannya.


"Bee...! Lihatlah...! Ini sangat terbuka untukku!" rengek Ecca manja membuat Belva menelan ludahnya kasar.


"Huh!" Belva menghela nafasnya panjang dan meletakkan piringnya di atas meja.


Kemudian ia mengambil kemejanya dan memakaikan kepada istri kecilnya yang setiap detik berhasil memporak-porandakan perasaannya saat ini.


"Pakai ini dulu ya sayang, jika tidak aku takut nanti kita justru melewatkan makan malam kita," tukas Belva sambil berbalik ke sofa.


Pertahanannya hampir saja runtuh, untung ia mengingat jika Ecca butuh asupan agar bisa melanjutkan season berikutnya sepanjang malam.


Ecca pun mengikuti langkah Belva dan duduk di sampingnya.


"Mau aku suapi?" tawar Belba yang langsung Ecca tolak dengan gelengan kepalanya.


"Tidak, Bee... Aku makan sendiri saja," balas Ecca.


Belva pun menyodorkan piring yang sudah ia isi dengan nasi beserta lauknya. "Kita makan sepiring berdua ya?" tawar Belva yang kini diangguki oleh Ecca.


"Besok pagi ada klien penting yang ingin bertemu di Resto bawah, tidak masalah kan jika cuti kita sedikit terganggu dengan pekerjaan?" tanya Belva dengan hati-hati.


"Tidak masalah, Bee. Lagi pula aku juga sangat menyukai pekerjaanku," timpal Ecca dengan santai.


"Memangnya siapa kliennya?"


"Mr. Reinhard, CEO perusahaan tambang batu bara dan tambang emas."


Jawaban Belva kali ini membuat Ecca membelikan matanya.


"Mr. Rein? Most Wanted Man in recent years?" tanya Ecca sedikit shock akan bertemu dengan CEO tampan yang sangat ramai dibicarakan oleh kalangan mahasiswa.


"Kamu kenal?" tanya Belva dan Ecca langsung menggelengkan kepalanya.


"Kalo kenal tentunya aku gak jadi nikah sama kamu dong, Bee..." goda Ecca membuat Belva melotot kesal.


"Ngomong apa kamu?" Belva langsung meletakkan piringnya ke atas meja dan langsung mengikis jarak dengan Ecca.


"Ampuun, Bee. Aku kan cuma bercanda. Ck, gitu aja marah," balas Ecca dengan memanyunkan bibirnya.


"Mana mungkin aku berpaling dari pria lain? Kan kamu tahu sendiri kalo aku dari dulu cintanya cuma sama kamu," tukas Ecca membuat Belva memutar bola matanya malas.


"Massaaaa'?" tanya Belva dengan nada yang tidak percaya.


Cup!


Ecca langsung mendaratkan bibinya tepat di bibir suaminya sekilas dan kembali mengambil piring mereka dan melanjutkan makan malamnya.


Kecupan singkat Ecca barusan membuat Belva sedikit salah tingkah. Ia sangat tidak mengira jika Ecca ternyata sudah berani memulai terlebih dahulu.

__ADS_1


Baru satu hari menjadi pasangan suami istri, membuat hidup Belva tampak sangat berwarna. Saat makanan mereka sudah habis tidak bersisa, Belva langsung merapikan bekas makanannya dan mendorongnya keluar dari kamar hotel agar bisa diambil oleh bellboy.


Saat Belva kembali ke sofa, tampak Ecca sedang menyandarkan tubuhnya di sofa sambil menonton televisi. Perlahan Belva mendekati istrinya dan memposisikan tubuh Ecca agar bersandar di dada bidang miliknya.


"Bagaimana perasaanmu sekarang, Queen Ca?" tanya Belva sambil mengusap kepala Ecca dengan sangat lembut.


Bukannya menjawab pertanyaan Belva, Ecca justru melingkar kan tangannya memeluk Belva yang kini sudah menjadi suaminya.


"Perasaanku saat ini sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata," balas Ecca yang merasa sangat bahagia telah menjadi milik Belva seutuhnya.


"Apa kau bahagia?" tanya Belva dan dengan mantap Ecca menganggukkan kepalanya.


"Apa kau sangat mencintaiku, Queen Ca?" tanya Belva lagi.


"Tentu saja, Bee. Jangan ditanya lagi kalau tentang itu," balas Ecca santai.


"Lalu apa yang tadi masih sangat sakit, sayang?" tanya Belva yang langsung Ecca jawab dengan gelengan kepalanya.


"Mau lagi tidak?" tawar Belva membuat Ecca langsung memandang ke arah Belva sambil mengerutkan dahinya.


"Mau apa, Bee?" tanya Ecca sambil sedikit menjauhkan tubuhnya dari Belva.


Belva pun terkekeh dan langsung merengkuh tubuh istrinya dan membawanya ke atas tempat tidur ala bridal style.


"Mau bikin anak lagi," bisik Belva.


Akhirnya keduanya pun larut dalam permainan pana5 mereka.


Dan dilanjutkan sesi ke empat...


"Lagi sayang," pinta Belva yang seolah tak merasakan lelah.


"Cukup, Bee... Besok kita harus bertemu dengan klien bukan?" balas Ecca yang sudah tidak sanggup membuka matanya.


"Baiklah, kita lanjutkan besok saja," tukas Belva yang langsung memeluk guling barunya.


☘️☘️☘️


Keesokan harinya, Ecca bangun lebih dulu dari Belva. Ia pun bergegas membersihkan dirinya dan berendam di air hangat mengingat semalaman Belva hampir tidak memberikan jeda untuk beristirahat.


Sedangkan Belva yang mulai mer4b4 sampingnya sudah kosong langsung membuka matanya.


"Queen Caa!" panggil Belva dengan suara seraknya yang khas bangun tidur.


Tidak ada sahutan dari Ecca sama sekali, hanya terdengar gemericik air di kamar mandi membuat Belva menyibakkan selimutnya dan menyusul istrinya masuk ke dalam kamar mandi.


Nampak Ecca begitu menikmati rendaman air hangat di bathtub sambil memejamkan matanya sampai tidak sadar jika Belva sudah ada di sampingnya.


Perlahan Belva ikut masuk ke dalam bathtub dan membuat Ecca sedikit terkejut.

__ADS_1


"Kau sudah bangun, Bee?" tanya Ecca yang sudah siap-siap beranjak dari bathtub dan siap untuk membilas tubuhnya dengan shower.


"Mau kemana sayang?" tanya Belva yang langsung memeluk istrinya saat tahu Ecca akan berpindah dari bathtub.


"Aku mau membilas di bawah shower, Bee. Aku tidak mau berlama-lama di dekatmu," rengek Ecca yang sudah menduga lebih dulu apa yang akan terjadi jika mereka berdua sama-sama di dalam bathtub.


"Memangnya kenapa?" tanya Belva yang sudah mulai nakal.


"Bee, kita akan ada meeting pagi ini. Dan aku tidak mau semuanya buyar hanya karenamu," jawab Ecca.


"Memangnya Aku kenapa?" tanya Belva yang semakin menggoda istrinya.


"Ayolah Bee, aku sangat tahu kau pasti akan mengajakku membuat adonan lagi kan?" tukas Ecca membuat Belva terkekeh pelan.


"Kita belum mencobanya di sini sayang, sepertinya adonannya akan terasa lebih lembut dan kalis."


"Lagi pula ini juga masih jam 6, aku janji tidak akan lama," tukas Belva yang mulai membuat Ecca meruntuhkan pertahanannya.


Hingga tepat jam tujuh pagi keduanya baru selesai membuat adonan di dalam kamar mandi.


Sambil bersungut-sungut, Ecca pun segera mengganti bajunya dengan jas putih yang sudah disiapkan Belva yang dipadukan dengan celana panjang.


Ia pun langsung mengeringkan rambutnya dan memoles sedikit wajahnya.



"Terima kasih untuk sarapan paginya ya sayang," bisik Belva yang sudah mengenakan jasnya.


"Ck, itu bukan sarapan, Bee. Mana ada sarapan yang membuat perut semakin lapar?" gerutu Ecca kesal.


Tak lama kemudian pintu kamar pun terdengar di ketuk dari luar dan Belva langsung bergegas membukakan pintunya untuk mempersilahkan bellboy mendorong sarapan mereka ke dalam.


Setelah menghabiskan sarapan, keduanya pun bersiap-siap untuk menunggu klien mereka di Resto bawah yang sudah di reservasi sebelumnya.


☘️☘️☘️


Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Rate 5 bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺

__ADS_1


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya


__ADS_2