
"Aku bukan Mbakmu!" gertak Nuna kesal. Nafasnya mulai na ik tu run karena luapan emosi yang dibuatnya sendiri.
Lagi-lagi Dirga menelan ludahnya kasar melihat gun dukan di da da Nuna benar-benar begitu menantang. Besar, padat, dan u jung nya juga meruncing tegak.
Sedangkan Nuna yang menyadari pegawai Belva yang ada di depannya seperti tertegun melihat penampilannya pun tiba-tiba tersenyum smirk.
"Masuklah!" perintah Nuna yang akhirnya mempersilahkan Dirga untuk masuk ke dalam apartemen Belva.
Dirga pun akhirnya masuk ke apartemen Belva dan dipersilahkan untuk duduk terlebih dahulu di sofa.
Kemudian Nuna sengaja duduk di depan Dirga sambil menaikkan satu kakinya dan menumpangkan di atas kaki yang satunya lagi.
"Siapa namamu tadi?" tanya Nuna dengan suara se ksi yang dibuat-buat.
"Dirga!"
"Sudah lama bekerja dengan suamiku, Belva Quiero?"
"Lumayan!"
"Trus, berapa gajimu setiap bulannya?" tanya Nuna lagi membuat Dirga mulai enggan menanggapi pertanyaan Nuna kali ini.
"Yang jelas di atas UMR."
"Sudah punya istri?" tanya Nuna lagi dan Dirga pun menggelengkan kepalanya.
"Kalau pacar?"
Lagi-lagi Dirga menggelengkan kepalanya membuat Nuna tersenyum.
'Kalau di lihat-lihat, Dirga ini Macho dan keren juga sih. Nilainya 7 lah dari 10,' batin Nuna sambil memperhatikan Dirga dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.
"Maaf, apa saya bisa segera bertemu dengan Pak Belva?" tanya Dirga yang sudah mulai tidak tenang.
'Huft, duduk bersama dengan istri Pak Belva membuatku seperti di go da seorang p€£@©u®,' gumam Dirga dalam hati.
"Aku akan memanggilkan suamiku setelah ku menjawab pertanyaan terakhirku, Dirga."
"Apa menurutmu aku cantik dan $€k$i?" tanya Nuna sambil membu sungkan da danya.
"Ya, sangat cantik dan juga..."
"Oke cukup! Sekarang kau bisa langsung mengetuk pintu kamar Belva yang ada di sana!" ucap Nuna sambil menunjukkan ke arah pintu kamar Belva.
Dirga pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan mengetuk pintu kamar Belva.
Belva pun segera membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan nya masuk.
"Kita berbincang di balkon ya. Kamu tidak ada acara kan malam ini?" tanya Belva.
"Sebenarnya tadi saya mau jalan-jalan sama Bisma keliling Jogja pak. Tapi tidak jadi karena tadi Ecca minta diantar Bisma untuk membeli sesuatu," jelas Dirga sambil mengikuti langkah Belva yang mengajaknya menuju balkon kamar.
"Apa?! Jadi Ecca pergi sama Bisma malam ini?"
__ADS_1
"Benar, pak. Apa sebelumnya ada masalah di sini?" tanya Dirga memberanikan diri.
"Saya lihat tadi istri Bapak memakai pakaian yang Wow!"
"Apa mungkin Ecca merasa cemburu karena kebersamaan bapak dengan istri, sampai dia memutuskan untuk pergi?"
Pertanyaan Dirga yang panjang lebar itu sama sekali tidak digubris oleh Belva, karena saat ia melihat ke bawah, tampak Ecca melenggang pergi bersama dengan Bisma.
Hatinya yang kini mulai terbakar api cemburu melihat wanitanya pergi bersama dengan lelaki yang juga menyimpan perasaan terhadap Ecca.
"Kenapa tadi kamu biarkan Ecca pergi?" tanya Belva sambil mengusap wajahnya kasar.
"Harusnya kan tadi kamu cegah dia. Cuma kamu looh, Dirga yang saya beri tahu tentang bagaimana perasaan saya dengan Ecca."
"Kenapa kamu malah dukung Ecca pergi sama laki-laki lain sih?" tanya Belva kesal.
"Maaf, pak. Tapi kan saya sama sekali tidak berhak melarang Ecca. Lagi pula Kenapa tadi bapak tidak melarang Ecca untuk pergi?"
Belva langsung membelalakkan matanya saat mendengarkan ucapan Dirga.
"Jadi kamu sekarang udah berani ya salahin saya? Kamu pikir kamu tuh siapa?" tanya Belva geram.
'Huft, serba salah dah aku nih di sini!' batin Dirga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
☘️☘️☘️
Sedangkan Ecca saat ini sedang dibawa Bisma menuju ke toko jamu terlengkap di Jogja.
"Mas Bisma nunggu di sini aja ya. Aku bentar kok," ucap Ecca sambil turun dari motor sport Bisma.
Ecca pun langsung menuju ke penjual jamu untuk membeli obat penghilang rasa lelah yang Ecca butuhkan.
"Mas, saya mau beli serbuk yang buat ngilangin capek, ada kan?" tanya Ecca kepada mas yang sedang Stand By menunggu barang dagangannya.
"Yang bentuknya kayak obat kuat bukan neng?"
"Nah, iya bener banget Mas."
"Mau beli satu box atau berapa pcs, neng?"
Ecca kali ini mengingat ingat saat ia membuka ponsel Nuna sambil mengamati isi dalam etalase yang memperlihatkan berbagai macam jamu dan obat pe nam bah gai rah.
'Ini kayaknya obat yang tadi kak Nuna pesen deh,' batin Ecca.
"Kalo yang ini apa ya Mas?" tanya Ecca menunjuk ke obat yang tadi Nuna pesan via online.
"Oh, kalo itu mah obat kuat Neng, biar lama kalo lagi berhubungan di atas ka sur. Tapi yang ini khusus untuk laki-laki. Udah gitu dosisnya paling tinggi. Jadi semalam bisa ku at sampe 5 ®0nd€," jelas penjual tadi membuat Ecca langsung menelan ludahnya kasar.
'Whatttt?! up to 5 ®0nd€?' pekik Ecca dalam hati.
'Gila nih. Kak Ecca bener-bener udah gila emang!' umpat Ecca.
"Beli 2 box ya, Mas!" pinta Ecca saat mengingat kakaknya juga memesan 2 box via online.
__ADS_1
"Jangan sampe ketuker loh mas, soalnya itu buat kakak cewek aku!"
"Iya Neng, tenang aja!" ucap pedagang tadi yang langsung mengambil 2 box obat yang diminta Ecca dan segera membungkusnya ke dalam plastik.
Setelah mendapat barang yang Ecca cari, ia pun memutuskan untuk mencari makan bersama dengan Bisma karena ia sudah menahan rasa laparnya sejak tadi.
"Kita cari makan dulu ya, Mas. Kali ini aku yang traktir deh!" ajak Nuna.
"Aku aja yang traktir, Ca. Pantang deh cowok di traktir ama cewek," balas Bisma.
Bisma pun menjalankan motornya menuju ke kedai seafood yang tidak jauh dari apartemen Belva. Sambil menunggu pesanan mereka siap, Bisma pun mengajak Ecca mengobrol.
"Ca, Mas Bisma boleh tanya sesuatu gak sama kamu?"
Ecca pun langsung menganggukkan kepalanya menimpali pertanyaan dai Bisma.
"Seandainya cowok yang Ecca suka benar-benar tidak mungkin di gapai, apa yang akan Ecca lakukan?"
"Emmm, dari awal aku udah mencoba untuk move on dan melupakan cowok yang aku suka, Mas."
"Tapi saat ini, cowok itu justru terang-terangan menyatakan cintanya sama aku, Trus aku harus gimana dong?"
"Udah gitu dia juga menceritakan semua masalah yang membuatnya menikah kontrak. Dan satu lagi, perjanjian pernikahan kontrak itu habis sekitar 5 bulan yang akan datang!" jelas Ecca panjang lebar membuat Bisma semakin ciut nyali untuk terus memperjuangkan perasaannya terhadap Ecca.
"Tapi bagaimana jika dalam 5 bulan ini, cowok yang Ecca suka itu justru mencintai istri kontraknya dan setelah perjanjian itu selesai, mereka justru memulai pernikahan sungguhan yang baru?" tanya Bisma membuat Ecca kini seketika membisu.
'Aku benar-benar tidak terfikir sampai di situ. Dugaan Mas Bisma bener juga sih. Apalagi tadi aku lihat King Bee hanya diam saja saat Kak Nuna terang-terangan meng go da nya,' batin Ecca berkecamuk.
"Ca, lebih baik makan dlu deh. Keburu dingin, nanti," ucap Bisma membuyarkan lamunan Ecca.
"Oh, iya Mas," balas Ecca mulai menikmati makan malamnya dan memikirkan dugaan Bisma barusan.
☘️☘️☘️
Hari ini cukup sampai disini dulu ya. Besok insya Allah akan up 3 bab lagi.
Sambil nunggu bab selanjutnya, mampir yuk ke Novel bestie aku. Dijamin ceritanya menarik dan seru banget loh.
Judul Novel : NANDITHA
Karya : Nia sumania
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Like 👍
Comment 💬
Favorit ❤️
Vote 💞
__ADS_1
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya