Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Akting Nuna


__ADS_3

"Darah tersebut memang bukan keluar dari rahim pasien, melainkan sengaja dibuat untuk mengelabui seseorang."


"Pihak Unit Gawat Darurat juga sudah memastikan dengan baik jika darah tersebut sengaja dipesan oleh Nuna dari PMI."


"Pihak dokter juga sudah menginterogasi pasien dan pasien juga mengakui kebohoongannya. Namun kemudian pasien menjelaskan jika semua ini dilakukan agar dia mendapat perhatian anda, Pak Belva sebagai suaminya."


Penjelasan Dokter Joy yang sangat panjang tersebut membuat Belva tersenyum simpul.


"Yang dilakukan oleh pasien, bisa terjerat dalam pasal hukum yang berlaku di dalam rumah sakit. Selain berbuat kebohongan, dia juga menggunakan darah untuk hal yang tidak penting. Padahal banyak sekali pasien yang ada di luaran sana yang membutuhkan transfusi darah."


"Jadi saran saya, berikan hukuman yang tepat untuk Nuna agar membuatnya jera dan tidak mengulanginya lagi. Dan tolong Rahasia kan ini. Aku tidak ingin Nuna tahu jika aku sudah mengetahui motifnya di balik kejadian ini!" jelas Belva.


"Baik Pak Belva. Terima kasih banyak sudah memberikan perubahan yang baik di rumah sakit ini!"


Setelah selesai menemui Dokter, Belva pun segera kembali menuju ke ruangan dimana Nuna di rawat.


Belva tidak langsung masuk ke dalam, melainkan duduk di kursi yang di sediakan sebagai ruang tunggu pasien.


☘️☘️☘️


Beberapa jam yang lalu,


Nuna yang sengaja menyimpan darah yang sebelumnya ia beli di PMI sebelum tiba di apartemen pun kini hendak meluncurkan aksinya yang pura-pura seperti pendarahan demi mendapatkan perhatian dari Belva.


Darah yang selama ini ia simpan di dalam tas yang tahan dingin pun akhirnya mulai dikeluarkan dan langsung di tuangkan ke sela-sela kakinya agar seolah-olah Nuna pendarahan.


'Aku sudah tidak sabar untuk kau gendong ala bridal style, Belva.' batin Nuna yang berharap penuh Belva akan sangat panik melihat kondisinya dan tentunya khawatir dengannya.


Saat Ecca menemukan dirinya yang tergeletak tidak sadarkan diri, sebenarnya hatinya sedang bersorak ria.


'Akhirnya usahaku kali ini tidak akan sia-sia. Tidak lama lagi aku akan mendapat perhatian darimu, Belva Quiero.'


Kepanikan Ecca membuatnya semakin mendalami aktingnya kali ini. Terlebih saat Belva menyentuh pergelangan tangannya untuk mengecek denyut nadi nya.


"Ini belum terlalu kritis, Ca. Kita tunggu saja petugas rumah sakit datang," jelas Belva.


"Ganti dulu pakaianmu yang sudah terkena darah dan ganjal dulu saja kepala Nuna dengan bantal!" perintah Belva yang terdengar begitu jelas di telinga Nuna.


'Sial! Belva memang laki-laki yang tidak punya hati! Bisa-bisanya dia membiarkan aku terkapar begitu saja tanpa memberi pertolongan sedikit pun!' umpat Nuna dalam hati.


'Tenang Nuna, aku yakin Belva hanya berpura-pura untuk tidak panik. Padahal jauh di relung hatinya yang paling dalam, dia pasti sangat mengkhawatirkan aku.'


'Jika kali ini Belva belum peka juga, maka aku akan menjatuhkan harga diriku di depan dokter agar dokter merasa iba dan membantu aku untuk melunakkan hati Belva yang mungkin lebih keras dari batu.'


Nuna yang sampai di rumah sakit lebih dahulu langsung diperiksa oleh Dokter jaga di Unit Gawat Darurat. Betapa terkejutnya dokter tersebut saat mendapati beberapa keganjilan yang mereka temukan.


Akhirnya para dokter jaga segera melaporkan keganjilan tersebut kepada Dokter Joy. Nuna yang mendengar para dokter melaporkan tentang keadaannya pun langsung membuka matanya.


Akting selanjutnya adalah membuat Dokter Joy merasa iba dengan apa yang sedang di alaminya, dimana ia sama sekali tidak mendapat perhatian dari suaminya sendiri dari awal kehamilan.

__ADS_1


"Lebih baik saya bunuh diri saja, Dokter dari pada harus menanggung perih seperti ini dan terus saja diacuhkan dengan suami," isak Nuna.


"Jangan berfikiran seperti itu nyonya! Tenanglah, saya nanti akan mencoba berbicara secara baik-baik dengan suami anda dan memintanya untuk memperhatikan anda secara intens." ucap Dokter Joy membuat mata Nuna berbinar.


"Benarkah, Dokter?" tanya Nuna sambil mengusap air matanya.


"Iya, Nyonya. Sekarang anda Bisa beristirahat," balas Dokter Joy.


Nuna pun langsung diantar menuju ke ruang inap sambil menunggu kedatangan suaminya.


☘️☘️☘️


Belva yang duduk di depan ruang inap Nuna pun langsung mengirimkan pesan kepada Ecca.


📩 Belva


Sayang, kita pulang yuk. Aku sudah menunggumu di luar ruangan.


Ecca yang membaca pesan dari Belva langsung menghela nafasnya pelan.


'Kenapa setega itu sih Bee sama kak Nuna? Padahal kakak hampir saja meregang nyawa.' batin Ecca menahan rasa geram di dalam hatinya.


📩 Ecca


Bee kalau mau pulang dulu, silahkan. Aku mau nunggu kak Nuna di sini.


📩 Belva


📩 Ecca


Aku bisa tidur sambil duduk dan menyandarkan kepalaku, Bee. Aku akan baik-baik saja. Pulanglah, Bee. Kau perlu istirahat.


📩 Belva


Oke, aku ingin menjelaskan sesuatu denganmu tapi tidak di sini, sayang. Aku minta keluarlah sebentar dan kita berbincang di tempat yang agak jauh dari sini.


📩 Ecca


Aku tidak ingin meninggalkan kak Nuna sendiri, Bee.


📩 Belva


Keluar sekarang, atau aku gendong paksa dan aku cium di depan Nuna!


Akhirnya Ecca pun mengalah dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Nuna.


Belva pun langsung menarik tangan Ecca dan mengajaknya di taman rumah sakit yang sudah sangat sepi karena saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.


"Nuna sudah membohongi kita, sayang. Darah itu bukan darah yang keluar dari rahimnya, melainkan darah yang sengaja ia beli di PMI untuk mengelabui kita. Dan tentunya agar ia bisa mendapat perhatian dariku." jelas Belva.

__ADS_1


Sayangnya Ecca tidak langsung percaya begitu saja. "Dari mana Bee tahu?"


"Tentu saja dari dokter, bahkan Nuna hampir saja membodohi dokter untuk berpihak padanya kali ini."


"Sekarang coba kamu fikir dengan logika. Jika kecelakaan Nuna terjadi secara mendadak, tentunya saat ia Nuna tidak mengenakan dress nya, melainkan masih mengenakan li nge rie tanpa 🅱️®🅰️," jelas Belva membuat Ecca kali ini mulai membenarkan ucapan King Bee nya.


"Benar juga Bee, kenapa aku tidak terpikirkan kesitu ya? Pantas saja kau sejak awal tidak tampak panik sama sekali."


Belva tersenyum sambil mengusap kepala Ecca, "Terima kasih sudah mempercayai aku, sayang."


"Yang kedua, jika darah itu memang keluar dari rahim Nuna, sudah pasti saat ini ia masih dalam penanganan dokter. Tidak mungkin secepat itu masuk dalam ruangan rawat inap dan Nuna bisa tidur pulas, bukan?"


Lagi-lagi Ecca menganggukkan kepalanya menyetujui apa yang Belva ucapkan.


"Bee, aku sangat kagum denganmu. Sepertinya aku masih perlu banyak belajar denganmu, Bee," ucap Ecca sambil menangkupkan kedua tangannya di rahang Belva.


"Bagaimana jika kita sekarang belajar di apartemen, sayang?" tawar Belva.


"Malam ini?" tanya Ecca yang langsung diangguki kepala oleh Belva.


"Belajar apa Bee malam-malam begini?"


"Belajar menjadi istri yang baik," bisik Belva tepat di telinga Ecca dan seketika membuat Ecca meremang.


Blush!


Wajah Ecca langsung merona dan membuat Belva semakin gemas.


Cup!


Belva mendaratkan kecupan nya di pipi Ecca dan kemudian menarik tangan Ecca untuk masuk ke dalam.


"Aku akan menitipkan Nuna dulu kepada suster jaga," ucap Belva.


Setelah menitipkan Nuna kepada suster jaga, Belva dan Ecca pun segera meninggalkan rumah sakit dan kembali ke apartemen.


☘️☘️☘️


Terima kasih banyak udah mau mampir dan mengikuti cerita Belva dan Ecca.


Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Like 👍


Comment 💬


Favorit ❤️


Vote 💞

__ADS_1


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya


__ADS_2