
Di Kediaman Dion Quiero,
"Papaaa?!" panggil Mama Dea yang berlari lari kecil ke arah suaminya dengan senyumnya yang merekah lebar.
Papa Dion yang baru saja menerima panggilan dari putranya langsung menyimpan ponselnya ke dalam saku dan menyambut kedatangan istrinya.
Mama Dea langsung memeluk suaminya dengan erat dan rona kebahagiaan begitu terpancar dari wajahnya.
'Duh, Apa yang sebenarnya membuat istriku tampak sangat gembira kali ini?' tanya Dion dalam hati.
Pikirannya mulai gusar karena sebentar lagi Belva akan datang dan memberikan kabar buruk untuk istrinya tentang mereka yang menjadi kuasa hukum Madam Lui.
Ia takut kabar yang akan disampaikan Belva tadi justru membuat istrinya sangat drop karena saat ini ia terlihat sangat gembira.
'Bagaimana jika Dea yang sedang bergembira hari ini justru akan semakin drop karena shock mendengar kabar yang akan disampaikan Belva nanti?'
"Aku sangat gembira sekali hari ini pa, kau tau kenapa?" tanya Mama Dea yang baru saja keluar dengan teman-temannya.
"Tentu saja aku tidak tahu, sayang jika kau belum memberi tahuku," balas Papa Dion sambil memegang pipi istrinya yang sedang merona bahagia.
Mama Dea langsung tersenyum lebar membuat Papa Dion semakin tidak ingin memberi tahu istrinya tentang kebenaran yang selama ini ia sembunyikan.
"Aku sangat senang mendengar kabar..."
Belum selesai Mama Dea menceritakan hal apa yang membuatnya senang kali ini, suara Nuna sudah terdengar di pintu rumah memanggil nama mereka berdua.
"Spadaaaa...!"
"Papaaa, Mamaaaa, aku datang lagi!" teriak Nuna membuat Mama Dea langsung melepaskan pelukannya.
"Huft, kenapa anak itu selalu saja mengganggu kebahagiaanku!" gerutu Mama Dea kesal.
Deg!
Ucapan istrinya barusan membuat Dion semakin tertohok keras. Rasa was-was semakin menyelimuti Dion, terlebih saat Dea langsung berbalik dan berjalan menemui Nuna.
"Ada apa lagi Nuna?" tanya Mama Dea dengar raut wajah yang tidak suka.
"Apa Mama Dea tidak suka dengan kedatangan menantunya sendiri?" tanya Nuna yang sengaja membuat Mama Dea sedikit emosi.
'Jika aku berhasil membuat Mama Dea emosi tingkat tinggi, sudah pasti kabar yang aku bawa kali ini akan membuatnya jatuh terkapar. Dan aku tentunya juga akan mendapatkan uang yang banyak dari Madam Lui!' gumam Nuna dalam hati yang sudah terbayang-bayang dirinya yang berenang dalam lautan uang.
"Jaga ucapanmu, Nuna!" gertak Papa Dion yang sangat tidak ingin Nuna membongkar semuanya di depan istrinya.
"Ada apa denganmu, Papa Mertua? Kenapa kau justru membentak menantu mu sendiri?" tanya Nuna dengan nada yang ia buat-buat.
__ADS_1
Nuna berjalan ke arah Dion sambil mengusap bahu mertuanya itu.
"Apa kau sudah tidak takut lagi jika rahasia yang kau sembunyikan selama ini dari Mama Dea terbongkar?" bisik Nuna dengan suara yang sedikit dikeraskan agar Mama Dea mendengarnya.
Benar saja, Mama Dea yang mendengarnya langsung seketika memegang dada kirinya karena jantungnya mulai berdegub tidak menentu.
"Rahasia apa yang papa sembunyikan dari Mama?" tanya Mama Dea yang kakinya seketika terasa sangat lemah.
Untungnya Papa Dion langsung sigap merengkuh tubuh istrinya agar tidak terjatuh.
"Jangan bicarakan hal gila Nuna!" gertak Papa Dion yang makin gusar, terlebih saat melihat istrinya mulai melemas.
"Ow! Aku hanya ingin bicara hal yang sebenarnya di sini, bukan HAL GILA, papa Mertua!" balas Nuna menekan kalimatnya.
"Biarkan Nuna berbicara, pa. Aku mohon," pinta Mama Dea sambil terus memegangi dada kirinya.
"Waah, aku sangat salut dengan mama mertuaku yang sudah sangat penasaran dengan berita yang akan aku sampaikan."
"Andai saja putramu memperlakukan aku dengan baik saat menjadi suami kontrakku. Tentu saja aku akan terus menutupi kebohongan terbesarmu Papa Mertua!" ucap Nuna membuat Dea semakin penasaran.
Namun, Mama Dea terlihat sangat berusaha untuk tetap kuat demi mendengar apa yang ingin Nuna sampaikan.
"Apa Mama Dea mengenal Madam Lui?" tanya Nuna membuat tangan Papa Dion mengepal kuat.
"Nuna!" gertak Papa Dion. Jika tidak mengingat Nuna adalah anak perempuan sahabatnya, sudah pasti dia akan melayangkan bogem mentah ke wajah perempuan yang saat ini berusaha menghancurkan keluarganya.
"Papa Mertua dan suami kontrakku adalah orang yang ada di belakang kemenangan tender Madam Lui. Diam-diam mereka berdua menjadi kuasa hukum Madam Lui, rival Mama Dea dan juga mantan kekasih Papa Dion!" jelas Nuna dengan seringai licik.
'Selamat datang di kehancuran keluargamu Dion Quiero, sebentar lagi istrimu aku pastikan akan terkapar tidak sadarkan diri di rumah sakit. Dan dalam hitungan hari kau akan menjadi duda incaran Madam Lui,' gumam Nuna dalam hati.
"Aku memang datang ke sini untuk menghancurkan keluarga kalian!" lanjut Nuna lagi.
Plak!
Tamparan Belva yang baru saja tiba langsung mendarat mulus di pipi Nuna sampai meninggalkan bekas tangan di wajah Nuna. Belva sangat tidak terima dengan ucapan Nuna yang terakhir ia dengar saat tiba di pintu rumahnya.
"Awh!" Nuna meringis menahan rasa perih akibat tamparan Belva barusan.
Tangannya langsung mengusap wajahnya yang memerah sambil tersenyum smirk ke arahnya.
"Kau datang sangat terlambat, suamiku sayang. Aku sudah mengatakan semua kebenarannya di depan Mama Mertuaku," ucap Nuna.
Belva langsung berbalik melihat kondisi Mamanya yang ada dalam rengkuhan Papa Dion.
"Mamaaa!" panggil Belva dengan raut wajah yang sangat khawatir dengan kondisi mamanya.
__ADS_1
Mama Dea tersenyum, "Bisa tolong ambilkan mama minum?" pinta Mama Dea dan Belva langsung berlari ke pantry untuk mengambilkan air mineral untuk mamanya.
"Oke, sekarang tujuan kedatanganku sudah selesai. Dari pada Mama Dea mati di rumah ini, lebih baik segera dibawa ke rumah sakit agar segera di beri penanganan."
"Ha ha ha, maklum, Mama mertuaku kan orangnya penyakitan!" ucap Nuna pedas saat Belva memberikan air mineral untuk mamanya.
"Ups! Aku masih ingin melihat peperangan seru di keluarga ini." Nuna yang tadinya sudah berdiri, kini kembali duduk lagi untuk menyaksikan apa yang akan terjadi kemudian.
"Kau salah besar Nuna jika memiliki keinginan untuk menghancurkan keluargaku yang sangat harmonis ini," tukas Mama Dea yang saat ini justru tidak terlihat selemah tadi.
"Aku justru berterima kasih dengan suami dan putraku ini yang sudah membantu Lui memenangkan tender saat melawan bisnisku," lanjutnya lagi membuat Nuna langsung mengernyitkan dahinya.
"Hah? Apa aku tidak salah dengar?" tanya Nuna.
"Sekuat apapun Mama Dea berusaha untuk baik-baik saja, tetap saja hatimu sangat rapuh mendengarkan kebenaran ini semua bukan?" lanjut Nuna yang mengira Mama Dea sedang menenangkan dirinya sendiri.
"Aku kali ini sangat bersyukur telah kalah dalam tender melawan Lui. Karena jika aku kemarin memenangkannya, sudah pasti saat ini aku akan mengalami kerugian yang besar," balas Mama Dea yang memang sebelumnya baru saja menerima kabar jika tanah yang di perebutan dengan Lui adalah tanah sengketa negara.
Kali ini Lui sedang dalam masalah besar dan meraup kerugian yang besar.
"Aku tidak paham dengan ucapan Mama. Papa Dion dan Belva sudah mengelabui dan membantu rival bisnis Mama. Apa hal itu tidak membuatmu shock?" tanya Nuna yang kali ini justru balik merasa sangat gusar.
๐๐๐
Maaf semalem belum sempat di up ya. Terima kasih sudah mau mampir di karya recehku ini.
Sambil nunggu kelanjutannya, mampir dulu yuk ke karya bestie aku. Dijamin karyanya keren dan menarik loh.
Judulnya : SAGA Antara Cinta dan Ego
Karya : Eveliniq
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Like ๐
Comment ๐ฌ
Subscribe โค๏ธ
Vote ๐
Gift ๐นโ๐บ
__ADS_1
Dan Tonton iklannya ๐น๐ฝ๏ธ juga ya