Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Wisuda Ecca 2


__ADS_3

Pesona Belva di atas podium kali ini menyihir semua hadirin untuk terus memperhatikannya dan menunggu apa yang ia sampaikan.


Setelah menyampaikan salam pembuka dan beberapa prakata, kini Belva langsung menyampaikan maksud dari pembicaraannya kali ini.


"Semuanya pasti terkejut, saat saya memanggil mahasiswa terbaik kali ini dengan panggilan 'sayang'. Mungkin ada yang bertanya-tanya apa maksud dari panggilan tersebut sampai semua orang yang ada di sini riuh ramai."


"Perlu kalian ketahui, bahwa Rebecca Marley Swan ini adalah wanita yang sudah sangat saya cintai sejak saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Bayi cantik yang baru lahir itu sudah langsung membuat saya jatuh cinta pada pandangan pertama."


Ucapan Belva yang terdengar sangat berani ini membuat suasana kembali ramai. Namun, saat Belva hendak berbicara lagi, mereka langsung diam dan mendengarkan.


"Seiring berjalannya waktu, ia tumbuh semakin cantik dan membuat saya tidak bisa berpaling untuk melirik wanita lain selain dia. Kalian tentunya bisa menilai sendiri bukan, betapa cantiknya Queen Ca terlebih saat wajahnya merona."


Ecca yang sudah sangat malu, kini hanya mampu menundukkan kepalanya sambil menutupi wajahnya dengan ijazah yang sudah dipegangnya.


"Sayangnya mendapatkan cintanya ternyata bukanlah hal yang mudah, karena saya harus memantaskan diri agar bisa bersanding dengannya. Terlebih berbagai halang rintang terus saja menghadang untuk bisa memilikinya."


"Queen Ca!" panggil Belva dan suasana langsung hening menanti ucapan Belva selanjutnya.


"Mencintaimu adalah nafasku."


"Menyayangimu adalah kebutuhanku."


"Melindungimu adalah keharusan untukku."


"Membuatmu terus tersenyum bahagia adalah kekuatan bagiku."


"Dan bersanding denganmu adalah cita-citaku sedari dulu."


"Karena segala yang ada dalam diriku, hanya akan aku haturkan khusus untukmu."


Belva pun turun dari podium dan bertekuk lutut di depan Ecca.


"Maukah kau menjadi istriku, Queen Ca? Menjadi teman dalam hidupku, menemaniku setiap waktu dan menjadi ibu dari anak-anakku?" tanya Belva yang langsung membuat semua yang hadir menyuarakan dukungan mereka untuk hubungan dosen dan mahasiswa terbaik kali ini.


"Terima!"


"Terima!"


"Terima!"

__ADS_1


Dengan malu-malu Ecca pun menganggukkan kepalanya membuat semua yang ada di sana langsung bertepuk tangan dengan sangat ramai.


Belva pun memegang tangan Ecca dan menyematkan cincin yang sudah di bawanya di jari manis Ecca.


Setelah acara lamaran Belva yang sudah ia siapkan beberapa hari ini bersama dengan papanya, acara wisuda pun kembali dilanjutkan.


Setelah semua serangkaian acara wisuda selesai, kini semua teman mahasiswa Ecca langsung memberikan selamat untuk Ecca secara bergantian.


☘️☘️☘️


Sedangkan di sisi lain, Nuna yang melihat prosesi wisuda Ecca dari awal melewati TV kampus yang ada di kantin Universitas pun langsung mengepalkan tangannya geram.


"Ini benar-benar sangat tidak adil!" gerutu Nuna kesal.


"Jika saja ia tidak terlahir di dunia ini, sudah tentu hanya aku yang disayangi di keluarga Papi dan Mami!"


"Namun, saat ia terlahir ke dunia ini, Ecca langsung merampas semua kebahagiaan ku!"


Kali ini Nuna bisa mendengus kesal tanpa bisa melakukan apa-apa. Terlebih dirinya saat ini sudah diusir oleh keluarga Mario.


"Tidak! Kali ini aku tidak boleh diam saja!"


Ia pun mulai menghasut para wisudawan yang baru saja keluar dari gedung untuk berfoto dengan para keluarganya.


"Tolong aku! Ecca wisudawati terbaik itu telah merebut suamiku!"


"Ini sangat tidak adil bukan? Mengapa kalian semua justru berpihak kepada wanita yang sudah merusak rumah tangga orang lain?"


Hasuttan Nuna kali ini membuat beberapa gerombolan wisudawati tadi memandangi Nuna dari atas sampai bawah.


"Wah, ibu ini kayaknya udah gila deh! Mana mungkin Pak Belva punya istri buluk kayak gini!" tukas salah satu dari mereka membuat Nuna naik pitam.


"Kurang @jar kamu ya!" gertak Nuna.


"Aku ini memang istri dari Belva Quiero!" teriak Nuna yang langsung menjadi pusat perhatian.


"Aduh ibu, kalau mimpi jangan ketinggian ya? Jadinya kayak gini nih, bikin jatuh dan sarapnya tergeser!" tukas yang lain yang tentunya tidak akan termakan dengan ucapan Nuna.


"Woooy, aku itu gak bohong!" sarkas Nuna kesal.

__ADS_1


"Bahkan aku juga ada buktinya nih!" ucap Nuna yang langsung membuka tab-nya dan memperlihatkan foto pernikahannya.


Mereka pun satu persatu memandangi foto yang ditunjukkan Nuna dan sontak tertawa terbahak-bahak.


"Ternyata suaminya juga sama bulunya dengan ibu ini!"


"Iya nih orang aneh banget. Terlalu mengkahayal tinggi."


Nuna pun semakin geram dan menilik ke arah layar tab-nya. Betapa terkejutnya Nuna saat ia ternyata memperlihatkan foto pernikahannya dengan Joko yang di buat beberapa waktu yang lalu.


"Alamaaaak, pake salah nunjukin foto pula!" gumam Nuna sambil menepuk jidatnya.


Akhirnya Nuna pun meninggalkan area kampus saat ia mendengar orang tua murid yang akan membawanya ke rumah sakit jiwa.


☘️☘️☘️


Malam ini sampai sini dulu yaaa, besok Author lanjut lagi buat acara pernikahannya Belva dan Ecca.


Sambil nunggu kelanjutannya, mampir dulu yuk ke karya bestie aku, dijamin ceritanya keren dan seru banget.


Nama Pena : Alinatasya21


Judul Karya : Menjemput kembali hidayah yang terhempas



Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Rate 5 bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺

__ADS_1


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya


__ADS_2