Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Dikerjain Nuna


__ADS_3

Ponsel Ecca terus saja berdering hingga akhirnya Belva memperbolehkan Ecca menerima panggilan dari Nuna.


"Ada apa kak?"


"..."


"Aku lagi main di luar."


"..."


"Jemput kakak? Emang kakak mau kemana?"


"..."


"Tapi gak bisa sekarang dong kak, agak sorean ya."


"..."


"Ya udah iya. Tunggu aja di sana."


Ecca langsung menutup ponselnya dengan wajah kesal.


"Kenapa sayang?" tanya Belva saat melihat muka Ecca yang cemberut kesal.


"Kak Nuna minta dianter belanja. Katanya mau nyiapin makanan spesial buat Mas Belva," jawab Ecca sambil memutar bola matanya malas.


"Kayak gak ada ojek online atau taksi online. Kenapa juga harus sama aku? Alasannya sekarang lagi gak pegang duit, tapi mau belanja" celoteh Ecca kesal.


"Kalo memang capek, gak usah dituruti, Queen Ca. Lagi pula aku juga gak akan makan masakan dia," jelas Belva.


Ecca membuang nafasnya kasar. Meski ia juga sangat tidak suka dengan sikap kakaknya yang bossy, tapi kali ini Nuna sedang membutuhkan bantuannya.


"Gak papa deh, nanti abis anterin kak Nuna langsung balik," ucap Ecca.


Akhirnya mereka berdua pulang ke rumah Belva. Namun, Belva memutuskan untuk turun di gang masuk dan membiarkan Ecca tiba di rumahnya terlebih dahulu.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


"Kamu habis dari mana sih, Ca? Lama banget," gerutu Nuna kesal.


Ecca yang sudah bele-belain dirinya datang untuk memenuhi panggilan Nuna mulai merasa kesal.


"Kakak sendiri tahu kan, hari ini aku ada janji sama temen aku. Itu pun aku tetep bela-belain ke sini menuhin panggilan kakak," jawab Ecca yang mulai terbakar emosi.


"Ayo buruan kalo mau pergi!" ajak Ecca yang sudah tidak mau bertele-tele lagi.


Tak lama kemudian Belva pun datang masuk ke dalam gerbang rumahnya. Senyum Nuna langsung tercetak jelas melihat kedatangan suaminya.


Nuna langsung menyambut kedatangan Belva dan mengacuhkan Ecca.


"Sayang, akhirnya kamu pulang juga ke rumah. Aku udah nungguin loh dari tadi," ucap Nuna.


"Ngapain nungguin aku?" tanya Belva ketus.

__ADS_1


"Mau ngajakin belanja," jawab Nuna membuat Ecca mengerutkan dahinya.


"Trus Kak Nuna nyuruh aku ke sini buat apa?! sarkas Ecca geram.


Melihat Ecca kesal, Nuna pun tertawa dalam hati. 'Tentu aja ngerjain kamu Ecca. Dasar ogeb! Lagi pula mana bisa aku panas-panasan naik motor sama kamu,' batin Nuna yang bersorak gembira.


"Ya, kakak pikir tadi mas Belva pulangnya lama, makanya kakak telfon kamu," balas Nuna tanpa Merasa bersalah sedikit pun.


"Gak mungkin juga kan kakak belanja naik motor sama kamu, Ca. Yang ada nanti kontraksi lagi di jalan. Udah gitu belanjaan nya mau di taruh mana?" lanjut Nuna membuat Ecca kali ini mulai naik pitam.


"Ngeselin banget sih Kak Nuna nih," gerutu Ecca kesal.


"Udah lah Mas, istri kayak gini gak patut untuk dipertahankan! Ceraikan aja secepatnya!"


Ecca benar-benar dibuat marah sama Nuna, kali ini Ecca tidak bisa mengontrol emosinya. Ia pun langsung berbalik dan tancap gas meninggalkan rumah Belva.


Sedangkan Belva langsung menatap Nuna dengan tajam.


"Jadi ini maksud kamu manggil Ecca ke sini?" tanya Belva dengan sorot matanya yang tajam.


"Mau kamu apa sih sebenernya? Apa gak kasihan liat adik kandung kamu jauh-jauh dateng kesini dan langsung pulang gitu aja hanya karena kamu kerjain, Nuna?!" gertak Belva.


"Aku gak bakal kerjain dia sampai kayak gini kalo dia cerita sama kau siapa cowok yang lagi deket sama dia," balas Nuna.


"Itu privasi dia dan tidak ada hubungannya denganmu! Percuma deh ngomong sama kamu, kayak ngomong sama batu!" ucap Belva sambil meninggalkan Nuna yang masih berdiri di teras.


Sedangkan Nuna hanya mengedikkan bahunya sambil kembali duduk di depan teras rumah Belva.


"Huuh, pu as banget aku ngeliat Ecca marah kayak gituh," gumam Nuna sambil mengusap perutnya.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Sedangkan di sisi lain, Ecca terus saja menggerutu sepanjang jalan sampai tiba di Mansionnya. Bahkan Ecca sampai lupa mengucapkan salam dan menyapa papi dan Maminya yang sedang duduk di ruang tamu.


"Ecca!" panggil Papi dan Mami Ecca bersamaan.


"Dateng-dateng bukannya ngucapin salam atau nyapa papi maminya, ini malah jalan melenggang gitu ajah," protes Papi Mario.


"Eh, Papi... Mami..." Ecca menghentikan langkahnya dan berbalik menyalami kedua orang tuanya.


"Maaf, tadi Ecca gak lihat," tukas Ecca membuat papinya langsung geleng-geleng kepala.


"Kamu pikir papi sama mami ini hantu ya sampe gak kelihatan?" tanya papi Mario membuat Ecca terkekeh pelan.


"I'm so Sorry papi," Ecca langsung duduk di tengah papi dan Maminya sambil memeluk maminya erat.


"Kamu kenapa sih Ca, baru pulang main kok langsung cemberut gituh bukannya seneng?" tanya Mami Aleya.


Ecca tidak langsung menjawab pertanyaan Maminya, tetapi justru membenamkan wajahnya di bahu maminya dan menangis.


Melihat Putrinya menangis, Mami Aleya langsung memberi kode papi untuk meninggalkan mereka berdua.


"Oke deh, Papi masuk ke kamar aja biar Ecca ceritanya bisa leluasa sama mami," tukas Papi Mario yang mulai meninggalkan ruang tamu.

__ADS_1


"Ada yang mau diceritain gak sama mami?"


Pertanyaan Mami Aleya langsung diangguki kepala oleh Ecca.


"Kak Nuna jahat banget sama Ecca, Mi."


Ecca pun kemudian menceritakan kekesalannya yang sudah dikerjain oleh Nuna.


"Kamu tahu kan kalo kak Nuna emang suka iseng begitu," tukas Mami Aleya.


"Tapi ini udah melampaui batas Mami," gerutu Ecca kesal.


"Waktu di Jogja juga gituh lo Mi, Kak Nuna malah ngerjain banyak orang dengan dalih pendarahan," celetuk Ecca yang memang belum sempat menceritakan pendarahan yang di alami Nuna.


"Dia sengaja beli satu kantong darah di PMI dan bikin dirinya sendiri seolah-olah pendarahan karena digempur berkali-kali sama Mas Belva."


"Padahal udah jelas loh Mi kalau darah itu gak keluar dari rahim Kak Nuna. Bahkan kak Nuna bisa dikasuskan karena udah ngeprank dokter sama tenaga medis di rumah sakit," jelas Ecca yang kali ini benar-benar meluahkan kekesalannya.


"Iya sayang, Mami juga sudah tahu kalau kakak kamu itu gak pendarahan. Terlebih di usia kandungan yang menginjak 5 bulan, jika terjadi pendarahan sudah tentu diharuskan bed rest total dan tentunya sekarang masih harus dirawat di rumah sakit," tukas Mami Aleya.


Sedangkan Papi Mario yang sengaja mendengarkan pembicaraan Ecca dengan istrinya kini langsung mengerutkan dahinya.


"Kandungan siapa yang sudah menginjak usia 5 bulan?" tanya Papi Mario yang tiba-tiba keluar dari kamarnya.


'Aduh, gawat!' gumam Mami Aleya dalam hati. Ia tahu betul jika suaminya sangat tidak suka jika ada berita yang dirahasiakan dengannya.


Sedangkan Ecca sontak terkejut dengan kedatangan papinya yang tiba-tiba. Ia langsung memandang ke arah maminya ang kini juga memandang ke arahnya.


"Apa sebenarnya yang sudah kalian Rahasia kan dari Papi?"


Pertanyaan papi Mario kali ini membuat suasana Mansion terasa begitu mencekam.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir, memberi semangat Author dan meninggalkan jejak kalian di akhir bab ini.


Nah sambil menunggu lanjutannya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku yan dijamin ceritanya keren banget dan juga seru.


Judul Novel : Anyelir


Author : Hilmiath



Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Like ๐Ÿ‘


Comment ๐Ÿ’ฌ


Subscribe โค๏ธ


Vote ๐Ÿ’ž

__ADS_1


Gift ๐ŸŒนโ˜•๐Ÿ’บ


Dan Tonton iklannya ๐Ÿ“น๐Ÿ“ฝ๏ธ juga ya


__ADS_2