Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Tiba di Tempat Tujuan


__ADS_3

Setelah penolakan Ecca, keduanya terdiam sampai mobil travel kini memasuki kota Jogja.


"Caca mau terus diem kayak gini?" tanya Belva.


Ecca yang sudah mulai menguasai dirinya agar tidak terlalu terbawa perasaan pun kini tersenyum ke arah Belva.


"Gak lah! Kayak orang marahan aja diem-dieman," balas Ecca santai.


"Oh iya, sebenarnya Mas Belva ke Jogja ada acara apa sih?" tanya Ecca mencairkan suasana.


"Kan Mas Belva udah bilang dari tadi kalo Mas mau nemenin kamu," jawab Belva membuat Ecca terkekeh.


"Bisa ajah jawabnya. Tapi aku nginep di rumah sahabat aku loh mas. Gak mungkin kan mas Belva mau terus ngikutin aku?" tukas Ecca yang mulai terdengar santai.


"Kalau masalah nginep, Ecca yang harus ikut Mas Belva. Mas udah siapin kamar loh buat kamu," jelas Belva membuat Ecca langsung menggelengkan kepalanya.


"No!" jawab Ecca tegas.


"Kenapa?"


"Yang pertama, aku gak mau nginep bareng Mas Belva dan hanya berdua sama Mas Belva,"


"Yang kedua, Ecca juga dah janjian sama Naya mau nginep di rumahnya. Jadi kita gak bisa bareng selama di Jogja. Mas Belva fokus dengan urusan Mas Belva, dan aku akan fokus dengan skripsi aku," jelas Ecca.


Tak lama kemudian travel sampai tepat di rumah Naya, sahabat Ecca. Naya pun juga sudah terlihat menunggu Ecca di teras rumahnya.


"Eccaaa!" teriak Naya


Ia pun langsung menghampiri Ecca yang belum turun dari travel.


"Akhirnya kamu dateng juga, aku udah nungguin dari tadi loh. Ada banyak banget yang pingin aku ceritain sama kamu," celoteh Naya sambil membukakan pintu untuk Ecca.


"Dih, yang udah kangen sama aku. Padahal kita gak ketemu baru sebentar loh," tukas Ecca sambil keluar dari mobil travel.


Setelah menurunkan koper Ecca, sopir travel kembali menjalankan mobilnya meninggalkan rumah sahabat Ecca.


Kali ini travel menuju ke apartemen milik Belva yang terletak tidak jauh dari kampus Ecca.


Setelah turun dari travel dan memberikan tips untuk supirnya, Belva langsung disambut oleh Dirga.


"Bapak kan sebenarnya bisa beristirahat di mobil, karena kali ini saya yang membawa mobil bapak. Tapi kenapa bapak justru memilih untuk naik travel?" tanya Dirga, yang kali ini menemani Belva untuk mengurus permasalahan di Jogja.


Karena kinerja Dirga yang semakin baik setiap harinya, ia kali ini dipercaya untuk menemani Belva untuk pergi ke Jogja selama beberapa hari ke depan.


"Ada beberapa hal yang aku temukan di travel dalam perjalanan kali ini dan tentunya tidak akan aku temukan di mobil jika aku pergi bersama mu, Dirga," jawab Belva membuat Dirga hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


"Ayo, aku antarkan kau ke Firma milikku yang ada di sini. Kau nanti akan menginap di sana," jelas Belva yang langsung masuk ke dalam mobilnya.


"Baik, pak!" jawab Dirga yang langsung masuk ke dalam mobil Belva dan mengemudikan nya ke tempat yang ditunjukkan Belva.


'Aku fikir akan diajak menginap di apartemen pak Belva, ternyata tidak,' gumam Dirga dalam hati yang sebelumnya sudah membayangkan dirinya tinggal di apartemen mewah meski hanya sebentar.


"Kamu bisa saja datang ke apartemenku kapan pun kau mau, Dirga. Berenang di sana juga boleh," celetuk Belva tiba-tiba seolah mendengar gumaman Dirga di dalam hati.

__ADS_1


"Benarkah, pak?!" tanya Dirga antusias mendengar tawaran Belva.


"Tentu saja, apartemenku ada di lantai 7 nomor 17," lanjut Belva lagi.


"Terima kasih banyak tawarannya pak. Nanti saya akan mengabari bapak jika hendak berkunjung ke sana," balas Dirga.


Keduanya pun kini saling mengobrol membicarakan seputar pekerjaan mereka.


๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„


Di sisi lain, Ecca kini sedang menikmati makan siangnya bersama dengan orang tua Naya yang sudah sangat dekat dengan Ecca.


Bahkan karena kedekatan Ecca dengan Naya, membuat orang tua Naya sudah menganggap Ecca seperti anaknya sendiri.


Namun, tiba-tiba saja terdengar suara mobil berhenti di depan Mansion Naya dan tak lama kemudian masuklah seorang wanita dengan menangis.


Di belakangnya tampak dua orang asisten rumah tangganya yang masing masing membawa seorang anak balita.


"Wita?!" pekik orang tua Naya secara bersamaan saat melihat putri sulungnya masuk ke dalam rumah dengan menangis.


"Ada apa denganmu nak?" tanya Mama Naya yang langsung meninggalkan tempat duduknya dan memeluk anaknya yang tengah menangis.


Papa Naya pun ikut meninggalkan meja makan, begitu juga dengan Naya dan langsung mengelilingi Wita yang masih menangis di pelukan mamanya.


Suasana kali ini membuat Ecca canggung, tidak tahu harus berbuat apa. Ia pun akhirnya ikut meninggalkan meja makan dan mendekat ke arah balita yang masih digendong oleh asisten rumah tangga.


"Mas selingkuh, mamaa," ucap Wita yag masih terisak dalam pelukan mamanya.


"Bahkan selingkuhannya sampai hamil," lanjut Wita.


"Kurang ajar!" umpat papa Naya dengan wajah memerah memendam amarah.


"Aku akan buat perhitungan dengannya!" ujar Papa Naya yang langsung mengambil ponsel dan menghubungi menantunya.


Sedangkan Wita masih terisak-isak di pelukan mamanya.


Melihat keadaan seperti itu membuat Ecca merasa tidak enak berada di tengah keluarga Naya.


'Ck, kasihan sekali Kakaknya Naya. Suaminya selingkuh saat kedua anaknya masih balita,' gumam Ecca dalam hati sambil


Ecca seketika teringat dengan kakaknya yang sedang hamil akibat hubungannya dengan bosnya.


'Tunggu, Kak Nuna juga hamil dengan atasannya dan kini menikah dengan Mas Belva untuk menutupi kesalahannya. Berarti kak Nuna juga statusnya sebagai selingkuhan dong. Buktinya dia tidak menikah dengan lelaki yang telah membuatnya hamil,' batin Ecca.


"Ca, kok malah ngelamun sih!" Naya menepuk bahu Ecca dan membuat Ecca terkejut.


"Kita lanjutin makannya yuk," ajak Naya.


"Emmmh, aku udah kenyang Nay," jawab Ecca yang selera makannya kini hilang begitu saja.


"Aku mau main sama keponakan kamu aja deh," lanjut Ecca lagi yang kemudian menggendong salah satu anak Wita dan membawanya ke taman.


"Aku juga udah gak nafsu makan nih," timpal Naya.

__ADS_1


"Sini mbak, Adel biar sama aku aja," Naya mengambil anak kakaknya yang perempuan dari gendongan baby sitter.


"Mbak makan dulu deh, Adit sama Adel biar aku sama Ecca yang jaga," tukas Naya sambil mengikuti langkah Ecca ke taman samping Mansionnya.


Sesampainya di taman, Naya mulai bercerita dengan Ecca jika kakaknya udah gak pernah datang ke Jogja selama 6 bulan ini dengan alasan suaminya sangat sibuk dan tidak bisa mengantar istri dengan anak-anaknya.


"Emang Kak Wita tinggalnya dimana Nay?" tanya Ecca kemudian sambil mengajak main Adit, keponakan laki-laki Naya.


"Gak jauh kok dari kota asal kamu Ca, kalo gak salah di Kendal. Cuma suaminya kerjanya di Semarang," jawab Naya.


"Kasihan ih kakak aku, udah lama gak pulang, sekalinya pulang malah bawa kabar buruk begini. Udah anaknya masih kecil gini, eh suaminya malah selingkuh," lanjut Naya sambil mengajak main Adel.


Adit, anak pertama Wita usianya hampir menginjak 4 tahun sedangkan Adel, adiknya baru menginjak 2 tahun.


Jauh d dalam lubuk hati Ecca menyimpan rasa kesal terhadap kakak kandungnya sendiri saat mendengar ucapan Naya barusan.


'Kak Nuna juga jahat banget ya, udah jadi selingkuhan orang. Gimana coba perasaan istri atasannya setelah tahu kalau suaminya ternyata malah punya selingkuhan dan saat ini lagi hamil,' gumam Ecca dalam hati.


'Untung aja Kak Nuna cepat sadar dengan kesalahan yang udah dilakukannya. Semoga kak Nuna bisa berubah,' batin Ecca.


'Tapi kenapa masalahnya ampir mirip ya? Jangan-jangan . . .'


"Nay, emang kakak ipar kamu kerjanya dimana sih? Barangkali aku kenal," tanya Ecca kemudian.


Belum sempat menjawab pertanyaan dari Ecca, Naya sudah dipanggil oleh mamanya untuk membawa masuk cucunya.


"Nay!" teriak mama Naya. "Adit sama Adel dibawa masuk yuk, biar disuapin sama sayur sop," lanjut Mama Naya.


"Oke, Ma!" balas Naya.


"Masuk dulu yuk, Ca. Nanti dilanjutin lagi ngobrolnya," ajak Nay sambil menggandeng tangan kedua keponakannya.


Ecca pun mengikuti langkah Naya ke dalam. Wita tampak sudah menyeka air matanya dan duduk di kursi makan. Terlihat kakak dari sahabatnya itu memendam kesedihan yang begitu dalam.


"Nay, aku ke kamar kamu dulu ya. Udah pingin mandi banget nih," ucap Ecca yang merasa tidak enak jika harus berkumpul bersama keluarga Naya yang sedang ada dalam masalah.


"Oh iya, nanti aku nyusul ke kamar," balas Naya.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Like ๐Ÿ‘


Comment ๐Ÿ’ฌ


Favorit โค๏ธ


Vote ๐Ÿ’ž


Gift ๐ŸŒนโ˜•๐Ÿ’บ


Dan Tonton iklannya ๐Ÿ“น๐Ÿ“ฝ๏ธ juga ya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2