
Teriakan Nuna barusan membuat Ecca menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan sebelum masuk ke dalam ruangan Nuna.
"Wish me luck!" gumam Ecca pelan menyemangati dirinya sendiri sebelum berjuang menghadapi kakaknya.
Tiba-tiba Belva sudah berdiri di belakang Ecca dan berbisik tepat di telinganya, "Good luck, honey!"
Ecca hanya mengangguk mendapat semangat dari Belva.
"Eccaaaaa!"
Teriakan Nuna kembali terdengar membuat Ecca langsung masuk ke dalam ruang inap kakaknya.
"Ada apa kak?" tanya Ecca yang datang dengan tergooh-gopoh. "Kok teriak-teriak kayak gituh sih?"
"Siapa dia?" tanya Nuna sambil menunjuk ke arah Pak Joko.
"Loh, itu kan Mas Joko, suami kak Nuna!" jelas Ecca membuat Nuna naik pitam.
"Dia bukan suami aku, Ecca!" balas Nuna dengan gusar tanpa mau melihat ke arah Pak Joko lagi.
"Oh, iya. Aku lupa belum kasih tau Mas Joko kalo kecelakaan kemarin membuat Kak Nuna mengalami gegar otak hingga ia kehilangan ingatannya."
"Makanya, Kak Nuna gak inget Mas Joko sama sekali," jelas Ecca pada Joko yang tambah terkejut saat Nuna tidak mengakuinya sebagai suami.
Penjelasan Ecca kali ini membuat Nuna tersadar jika kali ini ia sudah dibohongi oleh adiknya sendiri.
'Aaarrghhh! Kurang ajar banget ya Ecca! berani-beraninya dia bohongi aku!' umpat Nuna dalam hati.
'Ck, awas aja kamu ya! Kakak akan balas dendam dengan apa yang kamu lakukan sama kakak kali ini!' tekad Nuna dalam hati.
"Kak," Ecca mendekat ke arah Nuna sambil mengusap lengan kakaknya.
"Mas Joko ini suami yang sangat kakak cintai. Dulu kakak itu bucin banget loh sama Mas Joko, sampe kalian berdua selalu kelihatan mesra kalo lagi jalan berdua," tukas Ecca membuat Nuna semakin muak mendengarnya.
'Sial! Bisa-bisanya Ecca mengarang cerita tentang aku yang sama sekali tidak pernah ada hubungan dengan lelaki menjijikkan seperti ini!'
'Ayo Nuna, gunakan otak cerdasmu untuk menguak kebohongan Ecca kali ini!' batin Nuna yang sangat tidak terima dengan apa yang saat ini menimpanya.
"Masa sih dek, Kak Nuna bisa milih cowok buluk kayak gini jadi suami kakak?" tanya Nuna tidak percaya.
Pak Joko kali ini tidak tinggal diam. Ia pun turut meyakinkan Nuna dengan memperlihatkan foto kemesraan mereka berdua.
"Sayang, aku ada bukti foto kemesraan kita jika memang kamu tidak percaya," ucap Pak Joko yang kemudian memperlihatkan ponsel barunya kepada Nuna.
Adanya Joko menjadi suami gadungan Nuna tidak luput dari kerja sama Belva dengan Hendy. Dimana beberapa foto kemesraan Nuna dengan Hendy, akhirnya berhasil diedit dengan wajah Pak Joko.
__ADS_1
Hendy dengan suka rela membantu masalah ini, bahkan ia juga membelikan ponsel baru untuk Pak Joko agar rencana mengelabui Nuna berjalan dengan mulus.
Dengan kasar, Nuna merebut ponsel dari tangan Pak Joko dan melihat beberapa foto yang ada di ponsel tersebut.
Mata Nuna membeliak sempurna saat melihat dirinya benar-benar tampak mesra dengan lelaki yang kini menjadi suaminya itu.
'Loh, ini kan foto aku sama Mas Hendy?' batin Nuna terkejut.
Ia sangat mengenali foto yang saat ini ada diponsel Joko. Sayangnya hasil editan foto tersebut tampak seperti aslinya, dan kali ini Nuna tidak bisa menyanggah lagi.
'Ck, ternyata mereka semua sudah bersekongkol untuk mengelabui aku!
'Tunggu! Kenapa wajah Joko ini sangat tidak asing ya bagiku?' tanya Nuna dalam hati sambil melihat foto yang ada di dalam ponsel itu.
'Bukannya ini tukang kebun panggilan yang ada di komplek Belva ya?' batin Nuna mulai sadar siapa lelaki yang sudah dibayar untuk menjadi suaminya.
"Gimana? Sekarang kakak udah mulai inget sama Mas Joko kan?" tanya Ecca membuyarkan lamunan Nuna.
"Aku belum mengingatnya!" balas Nuna sambil menyerahkan ponsel milik Joko.
"Tidak masalah, sayang. Aku akan tetap setia berada di sampingmu sampai ingatan mu pulih kembali. Dan nantinya kita akan mengurus anak-anak kita bersama dan menjadi keluarga yang harmonis," ucap Pak Joko membuat Nuna merinding geli.
Sayangnya kali ini Nuna tidak bisa berbuat apa-apa termasuk protes dengan Ecca. Karena jika ia ketahuan berbohong dan sebenarnya tidak hilang ingatan, tentu saja kehidupannya akan di ujung tanduk.
"Terima kasih atas perhatianmu, Mas Joko," ucap Nuna membuat Ecca kali ini bernafas lega.
Nuna akhirnya mengalah untuk sementara mengikuti permainan dari Ecca dan keluarganya. Namun di dalam kepalanya, ia sudah mulai menyusun rencana untuk membalas semua yang Ecca lakukan kepadanya.
Tak lama kemudian Mami Aleya masuk ke dalam ruangan, saat Joko menyuapi potongan buah apel ke dalam mulut Nuna.
"Waaah, kalian itu so sweet banget yaa. Jadi inget waktu Mami sama papi masih muda. Papi selalu aja suapin Mami, bahkan sampai sekarang," celetuk Mami Aleya membuat hati Nuna kali ini terasa sangat perih.
'Bahkan Mami Aleya juga ikut berkelompok dengan Ecca yang sangat tidak tahu diri itu!' batin Nuna kecewa.
Nuna memaksakan bibirnya untuk tersenyum menimpali celotehan maminya itu.
"Nah, karena suami kamu udah pulang. Malam ini mama gak perlu nemenin kamu di sini kan, sayang?" tanya Mami Aleya yang sudah berdiri dengan menenteng tasnya.
"Gak perlu, kok Mami. Toh ada Mas Joko yang nemenin Nuna di sini," jawab Nuna dengan berat hati.
"Iya deh, yang rasanya kayak pengantin baru terus," ledek Ecca membuat hati Nuna semakin ingin memberontak.
"Kalo gitu, Ecca ikut pulang bareng sama Mami ya kak. Cepet sembuh, biar cepet pulang ke Mansion," tukas Ecca berpamitan dengan kakaknya.
"Makasih ya mi, Ecca, udah mau direpotin sama Nuna," tukas Nuna sambil melambaikan tangannya ke arah Mami dan juga Ecca.
__ADS_1
☘️☘️☘️
Sepeninggalan Mami Aleya dan juga Ecca, Nuna langsung mengacuhkan Joko dan membelakanginya. Pak Joko pun tidak mau ambil pusing dengan sikap Nuna karena ia juga ingin segera melihat keadaan istrinya.
"Kamu istirahat ya sayang, aku mau keluar dulu cari makan di kantin," pamit Joko yang sama sekali tidak dihiraukan oleh Nuna.
Pak Joko pun langsung keluar dari ruangan Nuna dan segera menuju ke ruangan dimana istrinya di rawat.
"Mas, kamu dari mana?" tanya Sri yang sudah mulai sadar dari pengaruh bius nya.
Penampilan Joko kali ini membuatnya tampak sangat gagah di mata istrinya.
"Aku sekarang mendapatkan pekerjaan yang gajinya lumayan. Aku berharap kamu mendukungnya ya," pinta Joko sambil menggenggam tangan istrinya.
"Tentu saja aku sangat mendukung jika pekerjaan yang saat ini membuat kehidupan kita lebih baik lagi," balas Sri.
☘️☘️☘️
Malam ini sampai di sini dulu yaa, lanjut besok saat Nuna sudah diperbolehkan pulang ke Mansion dan kita lihat apa yang akan terjadi.
Terima kasih banyak atas dukungan dan semangat dari kalian semua.
Sambil menunggu kelanjutannya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku yang dijamin ceritanya seru dan sangat menarik.
Judul Novel : Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Author : Oktavia Hamda Zakhia
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Rate 5 bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya
__ADS_1