
Keesokan harinya, keadaan Nuna dinyatakan sudah lebih baik dan diperbolehkan pulang. Karena Papi dan Mami Ecca sang sibuk di kantor, akhirnya Nuna pulang bersama dengan Pak Joko menggunakan taksi online.
"Apa pekerjaanmu?"
"Ceritakan bagaimana aku bisa menikah denganmu yang tampak sangat tidak pantas bersanding denganku?"
"Bahkan kau terlihat sangat miskin dan payah karena harus pulang membawaku ke Mansion dengan mengendarai taksi online!"
Celotehan Nuna kali ini sama sekali tidak membuat Joko sakit hati karena ia sudah biasa mendapatkan hinaan seperti yang baru saja dilontarkan ole Nuna.
Terlebih pekerjaannya saat ini membuatnya meraup keuntungan yang besar, karena bukan dari pihak Belva saja yang menyokongnya. Pihak dari Hendy dan juga orang tua Nuna ikut andil besar memberikan tips diluar dugaannya.
'Gak papa lah dihina sama ondel-ondel kayak orang kayak gini, yang penting sekarang dompetku tebal,' gumam Joko dalam hati.
"Untuk pekerjaan, aku hanyalah buruh kantor biasa. Tapi dulu kau yang terus saja mengejar-ngejar aku dan memaksaku untuk jatuh cinta dan menikah denganmu," tukas Joko dengan berani membuat Nuna seketika bergidik ngeri.
"Apa kamu bilang?" hardik Nuna tidak terima.
"Dasar lelaki tidak tahu diri!" umpat nya lagi membuat supir taksi yang kini sedang mengemudi itu memandang ke arah Nuna dan Joko lewat kaca spion secara bergantian.
"Aku tidak mungkin memilih pria tidak jelas dan rendahkan sepertimu untuk menjadi suamiku! Apalagi mengejar dan mengemis cinta darimu!" gertak Nuna yang saat ini emosinya terasa begitu meluap-luap.
"Ck, tidak perlu marah-marah sayang. Nanti saat ingatan mu pulih, kau pasti akan tahu apa yang terjadi sebenarnya." balas Joko membuat Nuna semakin kesal.
'Apa kalian semua pikir aku ini orang bodoh yang dengan mudahnya kalian kelabui?'
Nuna menghembuskan nafasnya kasar dan membuang wajahnya ke luar jendela.
"Oh, ternyata istrinya lagi hilang ingatan ya pak?" tanya supir taksi yang tiba-tiba ikut nimbrung.
"Iya, kebetulan kecelakaan yang menimpanya kemarin membuat istri saya kehilangan memorinya," jawab Joko dengan sangat santun.
"Semoga kondisi istri bapak lekas pulih ya, agar kalian bisa mengarungi rumah tangga dengan baik," tukas supir taksi tadi yang langsung kena damprata oleh Nuna.
"Heh! Gak usah sok ikut campur deh kalo gak tau apa-apa! Dia itu bukan suami aku!" gertak Nuna tidak terima.
Sopir taksi itu langsung menutup mulutnya rapat-rapat dan fokus mengemudi. 'Duh, kasihan banget deh ibu ini. Mending diem deh dari pada ibunya nanti jadi gila!'
☘️☘️☘️
Sesampainya di Mansion, Nuna masuk terlebih dahulu dan meninggalkan Joko yang kini sedang membawa barang-barangnya yang dibawa ke rumah sakit.
__ADS_1
Saat melangkahkan kakinya ke dalam Mansion, betapa terkejutnya Nuna saat ia melihat foto pernikahannya dengan Belva sudah diedit total dan berubah menjadi wajah Joko.
Dengan kesal Nuna pun berbalik dan menarik Joko agar cepat masuk ke dalam Mansion.
"Kita harus bicara!"
Dengan kasar Nuna menggeret laki-laki yang saat ini mengaku menjadi suaminya masuk ke dalam kamarnya.
"Katakan berapa mereka membayarmu untuk menjadi suamiku?!" tanya Nuna dengan tatapan tajam nya.
"Apa maksud dari pembicaraanmu sayang?" tanya Joko sambil mengerutkan dahinya.
"Aaaarrrrgghhh!" Nuna mengusap wajahnya kasar dan menarik kerah baju Joko.
"Aku tahu, kau sangat membutuhkan uang bukan?" tanya Nuna dan Joko hanya diam tidak menjawab.
Baginya pemberian dari Belva, Hendy dan juga orang tua Nuna jauh dari kata cukup bahkan sangat berlebih untuknya.
"Aku akan Memberikan mu 50 juta jika kali ini kamu Bisa membantuku," pinta Nuna membuat mata Joko langsung membulat sempurna.
'Gila! Ini nominalnya sangat banyak untukku. Dengan uang ini tentunya aku bisa membayar down payment perumahan yang sudah aku inginkan dengan Sri di arah pegunungan,' gumam Joko dalam hati membayangkan uang yang Nuna janjikan untuknya.
'Tapi aku sudah bekerja sama dengan tiga orang yang sangat berkuasa di keluarga ini, bagaimana mungkin aku bisa berkhianat dengan mereka dan menyetujui iming-iming 50 juta dari Nuna?'
"Maaf sayang, aku benar-benar tidak paham dengan apa yang kau bicarakan," tukas Joko yang tampak enggan membantu Nuna kali ini.
"Bagaimana jika 100 juta?" tawar Nuna lagi.
Kali ini Joko tidak lagi berfikir untuk kedua kalinya krena tawaran Nuna semakin tinggi. "Apa yang harus aku bantu?" tanya Joko kemudian.
"Kau tahu kan siapa adik kandungmu?" tanya Nuna da Joko pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Aku hanya ingin kau meniduri nya malam ini dan jika bisa buat dia sampai mengandung anak dari mu!" pinta Nuna membuat Joko kini langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak!"
"Aku tidak mungkin meniduri adik iparku sendiri!" tolak Joko mentah - mentah.
'Wanita ini benar-benar sudah gila! Bisa-bisanya ia membayarku untuk meniduri adiknya sendiri!' gumam Joko dalam hati.
"Memangnya kamu gak tertarik sama Ecca?" tanya Nuna yang terus saja membuat suasana semakin panas.
__ADS_1
"Cantik, putih, dan tubuhnya begitu men99iurkan setiap pria. Terlebih segelnya masih sangat rapat. Aku yakin, itu akan menjadi suatu pengalaman yang begitu berharga untuk pria sepertimu," hasut Nuna membuat pikiran Joko langsung terbang melayang-layang membayangkan Ecca.
"Bahkan setelah kau puas meniduri nya, kau akan mendapatkan uang yang sangat besar. Tawaran ini tidak akan datang kepadamu untuk kedua kalinya, Joko!" Nuna terus saja mendesak Joko agar mengikuti kata katanya.
Sedangkan Joko pun akhirnya menyetujui permintaan Nuna kali ini.
"Lalu bagaimana caraku meniduri nya? Bagaimana jika papi dan Mami nanti marah besar denganku?" tanya Joko was-was.
"Tenang saja, aku akan memberikan obat tidur di minuman Ecca agar kau bisa bebas menidurinya. Untuk masalah papi dan Mami, jangan khawatir. Aku pasti akan mengurusnya dengan baik."
"Aku pastikan kau anak tetap aman jika mengikuti semua rencanaku!" tukas Nuna yang sudah mendapatkan lampu hijau dari Joko.
"Atur saja semuanya dengan baik. Sekarang aku harus pergi bekerja da aku akan segera pulang lebih awal," ucap Joko yang kini harus kembali ke rumah sakit untuk melihat kondisi istrinya.
Senyum kemenangan kini tercetak jelas di wajah Nuna. Setelah Joko meninggalkan kamarnya, ia pun langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Selamat datang di hari esok, dimana kehidupanmu yang hancur lebur akan dimulai, Ecca sayang!"
☘️☘️☘️
Terima kasih sudah mau mampir lagi ke karya receh aku. Sambil menunggu bab selanjutnya yang akan Author up hari ini juga, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku.
Dijamin ceritanya menarik dan sangat seru.
Judul Karya : Gerbang Perselingkuhan
Nama Pena : Aisy Arbia
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Rate 5 bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
__ADS_1
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya