
"Ecca, kamu jadi ke apartemen kan setelah dari sini?" tanya Nuna sambil menikmati makan siangnya.
"Iya kak," jawab Ecca menutup laptopnya dan mendekat ke arah Nuna.
"Kamu nanti nginep di apartemen aja Ca, sekamar sama kakak!" pinta Nuna lagi membuat Ecca terdiam sejenak.
"Nanti aku bilang sama Mas Belva dulu yaa," balas Ecca yang mulai menikmati makan siangnya.
☘️☘️☘️
Akhirnya saat jam kantor usai, Belva sendiri yang memutuskan jika Ecca ikut dengannya pulang ke apartemen.
Dari sini Ecca paham jika pencarian kost kemarin untuk Ecca hanya untuk mengelabui Nuna semalam saja agar dia tidak mengetahui jika Ecca memang sudah tinggal di apartemennya sebelum ia datang k Jogja.
Sesampainya di apartemen, Nuna langsung masuk ke dalam kamar mandi lebih dahulu untuk membersihkan dirinya, sedangkan Ecca mulai berkutat di dapun untuk membuat makan malam.
Grab!!!
Tangan Belva langsung melingkar memeluk Ecca sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk le her Ecca.
"Ya Ampun, Bee! Kau membuatku terkejut!" pekik Ecca.
"Masa' sih?!" jawab Belva yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Bee, jangan seperti ini! Nanti kalau kak Nuna melihat bagaimana?" tanya Ecca.
"Biarkan saja! Aku tidak peduli!" jawab Belva sambil mendaratkan ciumannya sedikit lebih lama di pipi kanan Ecca.
Cup!
"Bee..." wajah Ecca merona mendapat kecupan dari Belva.
"Mau lagi?!" goda Belva dan
Cuppp!
Belva menempelkan bibirnya di pipi kiri Ecca. Dan Belva sengaja tidak langsung melepasnya sampai Ecca mendorong tubuhnya untuk menjauh darinya.
"Aku senang melihatmu merona seperti ini, sayang!" Belva mengusap pipi Ecca dengan kedua telapak tangannya.
"Membuatku tidak sabar ingin mencicipi mu di sini!" Belva mengusap bibir Ecca.
"Di sini!" tangan Belva turun dan mengusap leher Ecca sampai membuat Ecca sedikit me re mang.
"Di sini!" tangannya turun lagi dan hampir saja menyentuh gun du kan milik Ecca yang isinya membuat Belva sangat penasaran.
Untung saja Ecca cepat-cepat menepis tangan Belva yang sudah mulai berani macam-macam dengannya.
"Ck, jangan nakal deh Bee. Cepatlah mandi, nanti akan aku beri ciuman mesra untukmu!" tawar Ecca yang seketika membuat mata Belva langsung berbinar.
"Benarkah?!"
Ecca langsung menganggukkan kepalanya.
"Okey sayang, aku akan menagih janjimu!" balas Belva yang kemudian berbalik dan berjalan menuju ke kamarnya.
'Dasar bayi besar! Bisa-bisanya Bee percaya begitu saja dengan iming-iming yang aku katakan barusan!'
__ADS_1
'Padahal aku hanya ingin ia cepat masuk ke dalam kamar dan membersihkan badannya.' gumam Ecca dalam hati sambil melanjutkan meracik masakan.
Sedangkan Belva yang hendak masuk ke dalam kamarnya tanpa sengaja berpapasan dengan Nuna yang baru keluar dari kamarnya.
Bau harum tubuh Nuna kini langsung menusuk ke hidung Belva membuat Belva yang tadinya enggan memandang Nuna jadi mendongakkan kepalanya.
Nuna yang sengaja mengenakan li nge rie langsung memeluk Belva dan mengalungkan tangannya di leher Belva.
"Apa perlu ku siapkan air hangat untukmu, sayang?" tanya Nuna dengan nada bicara yang sengaja di buat-buat.
Belva langsung melepaskan tangan Nuna yang melingkar di lehernya tanpa menanggapi tawaran Nuna barusan. Kemudian Belva berlalu begitu saja dan masuk ke dalam kamarnya.
"Sial! Dia benar-benar tidak menganggapku ada!" gerutu Nuna sambil memegang kepalanya ang sedikit terasa sakit.
'Aku harus segera mencari cara untuk menjebak Belva jika begini caranya,' gumam Nuna dalam hati dan langsung masuk kembali ke dalam kamarnya.
Kali ini Nuna langsung membuka ponselnya untuk memesan beberapa barang yang ia butuhkan untuk menjebak Belva.
Satu jam berlalu,
Ecca yang sudah siap menyajikan makanan untuk makan malam kini bersiap masuk ke dalam kamar untuk membersihkan badannya.
Betapa terkejutnya Ecca saat melihat Nuna terlelap di atas ranjang dengan pakaian yang begitu terbuka dan ponsel yang masih menyala.
'Huh, Kak Nuna pasti sangat elah sampai tertidur dengan posisi seperti ini,' gumam Ecca dalam hati yang kemudian menyelimuti kakaknya dan mengambil ponsel Nuna yang masih menyala agar tidak tertimpa.
Namun, saat melihat layar ponsel Nuna, mata Ecca langsung membulat penuh.
'Buat apa Kak Nuna memesan obat pe nam bah gai rah sebanyak ini?' tanya Ecca dalam hati.
Penampilan Nuna yang seperti ini membuat Ecca langsung paham tujuan kakak kandungnya memesan obat tersebut secara online.
'Kak Nuna pasti ingin menjebak Bee, agar Bee terus bersama dengannya.'
'Ck, ini tidak bisa dibiarkan! Aku harus menggagalkan rencana Kak Nuna kali ini!' batin Ecca geram.
'Ternyata benar kata Bee, Kak Nuna tidak secepat itu bisa berubah! dia bahkan semakin membahayakan!'
Ecca langsung meletakkan ponsel Nuna di sampingnya dan bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Nuna masih terlelap saat Ecca sudah selesai membersihkan diri. Ecca pun memutuskan untuk makan lebih dulu karena perutnya sudah terasa sangat lapar.
Ia melangkah ke arah pintu kamarnya dan menutup pintu kamarnya perlahan. Namun saat Ecca berbalik, Belva langsung menarik Ecca masuk ke dalam kamarnya.
"Bee!" pekik Ecca saat tubuhnya terpojok di dinding dan tubuhnya terkunci dengan dua tangan Belva.
"Aku mau menagih janjimu, sayang!" ucap Belva sambil menyodorkan pipinya ke arah Ecca.
Cup!
Ecca mendaratkan kecupan nya sekilas dan membuat Belva mengerutkan dahinya.
"Kurang!"
Tangan Ecca terulur memegang pipi Belva dan kembali mendaratkan kecupan nya di pipi Belva yang satunya lagi.
Cuppp!
__ADS_1
Kali ini kecupan Ecca sedikit lebih lama membuat sesuatu milik Belva di bawah sana mulai terasa sesak.
"Okey, sudah cukup, Bee! sekarang aku makan!" ucap Ecca sambil mendorong tubuh Belva.
Kali ini Belva pun tidak menahan Ecca karena ia sendiri takut tidak dapat menahan dirinya sendiri saat sudah bersama dengan wanita yang satu ini.
Ecca berjalan menuju meja makan dan diikuti oleh Belva yang berjalan tepat di belakangnya.
"Kamu harum banget sih, Ca. pakai sabun apa emang?" tanya Belva yang begitu menikmati aroma tubuh Ecca.
"Kok wanginya beda sih sama punya Nuna," lanjut Belva lagi membuat Ecca menghentikan langkahnya dan berbalik.
Dug!
Kepala Ecca langsung terantuk di dada bidang Belva.
"Awh!" Ecca mengusap keningnya sendiri.
"Tuh, kan jadi nabrak! Kamu lagi pingin aku peluk ya?" goda Belva.
"Oooh, jadi kamu juga suka menghirup aroma tubuh kak Nuna, ya?!" tanya Ecca sambil berkaca pinggang.
"Siapa bilang?"
"Nah, buktinya kamu ngebandingin aku sama Kak Nuna," lanjut Ecca kesal.
"Kamu salah pa..."
Belum sempat menjawab pertanyaan Ecca, terdengar suara pintu kamar Ecca terbuka.
"Udahlah gak perlu dijelasin, Bee! kak Nuna udah bangun tuh," lanjut Ecca melenggang pergi tanpa mendengar penjelasan Belva.
"Belva," panggil Nuna.
"Kamu nungguin aku makan malam ya?" tanya Nuna lagi membuat Belva membuang nafasnya kasar.
"Hemm," jawab Belva singkat yang kemudian Nuna langsung berlari kecil dan mengamit lengan Belva.
🍄🍄🍄
Maaf ya baru sempat up. Insya Allah nanti pulang kerja Author bakal up lagi 2 bab yaaa.
☘️☘️☘️
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Like 👍
Comment 💬
Favorit ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya
__ADS_1