
Keesokan harinya, setelah meminta izin dengan Papi dan Maminya, Ecca langsung tancap gas menemui Amel yang sebelumnya sudah membuat janji untuk bertemu dalam acara Car Free Day (CFD).
"Eccaaa!" teriak Amel sambil melambaikan tangannya saat melihat Ecca memarkirkan motornya di tempat biasa langganan mereka.
Karena teriakan Amel barusan, membuat Ecca jadi bahan perhatian orang - orang yang ada di sana.
'Duh, ni anak malu-maluin banget sih pake acara teriak di tempat umum begini!' gerutu Ecca dalam hati.
Setelah melepas helm dan turun dari motornya, Ecca pun mendekat ke arah Amel sambil memukul lengan sahabatnya itu.
Plak!
"Malu-maluin banget sih Mel teriak-teriak gitu. Kek di hutan aja!" gerutu Ecca.
"Sorry deh Ca. Abisnya kangen banget tau sama kamu."
"Sibuk banget ya di sana sampe gak kasih kabar ke aku. Udah gitu chat setumpuk dari aku juga gak kamu balas!" protes Amel sambil memanyunkan mulutnya.
Kali ini Ecca hanya terkekeh santai. "Tahu gak, Mel. Ternyata kemarin waktu aku berangkat ke Jogja, Aku tuh satu travel ama King Bee," bisik Ecca.
"Whaaaaatt?! Serius?!" lagi-lagi Amel berteriak sampai mereka berdua saat ini menjadi bahan perhatian orang yang berlalu lalang di sana.
"Amel! Kamu nih kayak lagi di hutan tau gak?"
Ecca menyenggol lengan sahabatnya sambil mendengus kesal.
"Kalo gitu, kita harus ngobrol di taman kota. Ayoo, Ca!" ajak Amel sambil menarik tangan Ecca.
Suasana taman kota di akhir pekan begini memang sangat ramai. Tapi Ecca dan Amel selalu memiliki tempat dimana mereka biasa mengobrol dan menghabiskan waktu bersama.
"Sekarang, cepet kamu ceritain semuanya! Aku kepo banget nih, Ca!" pinta Amel tidak sabar.
Kali ini Ecca langsung bercerita panjang lebar dengan sahabatnya tanpa ada yang ditutup-tutupi sedikit pun. Sedangkan Amel benar-benar mendengarkan cerita Ecca dan sesekali menimpalinya.
Saking asyiknya mereka berdua bercerita, mereka sampai tidak sadar sudah melewatkan jam sarapan.
"Laper nih, Mel. Kita cari makan yuk!" ajak Ecca.
Belum sempat Amel menjawab tawaran Ecca, tiba-tiba dari belakang terdengar suara laki-laki yang kemudian mendekat ke arah mereka.
"Mau makan dimana? Biar aku yang traktir!"
Ecca dan Amel langsung saling melemparkan pandangan sambil mengerutkan dahi dan mengedikkan bahu mereka.
Amel pun akhirnya menoleh ke belakang dan langsung mendelik sambil menutup mulutnya setelah mengetahui siapa lelaki yang kini ada di depannya.
"Kenapa sih, Mel? Kayak ngeliat setan aja!" tepuk Ecca sambil ikut melihat siapa lelaki yang tiba-tiba nimbrung.
Setelah melihat siapa yang ada di depannya, Ecca pun sontak ikut terkejut.
Tampak Belva menggunakan kaos olahraga dan celana Training berdiri di antara kedua orang sahabat yang sedari tadi membicarakannya. Pagi ini Belva terlihat sangat tampan dengan topi pet yang ia kenakan.
__ADS_1
"Kenapa sih kalian ini?" tanya Belva saat melihat Ecca dan Amel sama-sama bengong.
"Oh iya, Ca. Aku lupa tadi mau nemuin Riki di sana. Dia ngajakin sarapan tadi. Aku kesana dulu yaa!" ucap Amel menunjuk ke arah pacarnya yang sedang duduk dengan teman basket nya.
"Eh, jangan tinggalin aku dong Mel!" pinta Ecca yang sudah salah tingkah.
"Kan udah ada Mas Belva. Ya udah aku ke sana dulu ya. Daaah Ecca!" balas Amel sambil melambaikan tangannya ke arah Ecca dan bergerak meninggalkan Ecca.
Kini Ecca benar-benar sangat kikuk mendapati dirinya hanya berdua dengan Belva.
"Ehemm!" Belva berdehem sambil terus memandang Ecca yang salah tingkah.
"Mau makan dimana sayang?" tanya Belva membuat Ecca merasakan gelenyar aneh di dalam hatinya.
"Emm, dimana aja boleh," jawab Ecca sambil mengalihkan pandangannya dari Belva.
Dengan cepat Belva menggenggam tangan Ecca dan segera mengajaknya menuju ke rumah makan yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Genggaman tangan Belva kali ini membuat Ecca merasa sangat nyaman.
"Bee, sejak kapan ada di sini?" tanya Ecca yang mulai berani membuka suara.
"Sejak Amel teriak manggil nama kamu tadi," jawab Belva santai.
"Hah?! Jadi Bee dari tadi ikutin aku?" tanya Ecca terkejut.
"Emmmh, gak papa kan ikutin calon istri sendiri?" tanya Belva kemudian.
"Gak perlu malu, sayang. Kayak sama siapa aja sih kamu ini," tukas Belva saat sudah duduk di rumah makan seolah mengerti apa yang ada dalam benak pikiran Ecca.
"### Aku justru seperti terbang di atas langit loh dengerin cerita kamu sama Amel tadi. Emang Queen Ca hatinya sering berdesir ya kalo lagi berduaan sama Bee?" tanya Belva.
Seketika Ecca mengingat saat ia menceritakan tentang Belva dengan sangat menggebu-gebu.
"Trus kalian udah pernah ciuman belum, Ca?" tanya Amel yang diliputi rasa penasarannya.
"Ciuman yang di bibir sih belum, tapi kalo di pipi udah, Mel!" jawab Ecca sambil menggigit bibir bawahnya.
"Gimana rasanya, Ca? Enak kan? Bikin hati berdesir gimana gituh."
Ucapan Amel kali ini langsung diangguki kepala oleh Ecca.
"Bener banget, Mel. Udah gitu rasanya pingin berduaan terus sama King Bee. Orang kalo dia pegang tangan akau aja udah bikin aku meleleh," balas Ecca.
"### Ya Ampun, Ca. Aku seneng banget tau dengernya. Akhirnya perasaan cinta kamu dari dulu bisa terbalaskan seindah ini," tukas Amel.
Cup!
Tiba-tiba punggung tangan Ecca dikecup mesra dengan Belva. Gemuruh di dalam dada Ecca makin terasa tidak karuan.
"Kalo aku cium begini tangannya rasanya gimana sayang?" goda Belva.
__ADS_1
Blush!
Rona wajah Ecca kali ini benar-benar sangat terlihat seperti mengenakan blash on tebal.
Cepat - cepat Ecca menarik tangannya dari genggaman Belva. Namun sayangnya Belva justru main mengeratkan nya lagi.
"Bee! Lepas dong!" pinta Ecca tanpa memandang ke arah Belva.
Bagaimana ia bisa memandang Belva jika kali ini perasaannya sangat tidak karuan. Terlebih pipinya juga terasa sangat panas dan Ecca sangat yakin jika mukanya saat ini sudah seperti kepiting rebus.
"Jangan dong, sayang! Masa di lepas gitu aja sih sayang. Kecuali kalo kita lagi berdua di kamar."
Belva semakin gencar menggoda wanitanya yang semakin tampak menggemaskan.
"Bee!" panggil Ecca kesal namun bagi Belva suara Ecca kali ini terdengar begitu se ksi.
Untung saja pesanan mereka langsung datang, jika tidak sudah bisa dipastikan kalau Belva pasti kan menggoda Ecca lagi.
"Ternyata aku tidak salah ya untuk menghabiskan waktu di sini karena akhirnya aku bisa melihat rona merah di wajahmu," ucap Belva.
"Gak cuma itu, aku bahkan sangat beruntung sudah mendengarkan sendiri pengakuan luar biasa dari seorang wanita yang sangat aku cintai, meski pengakuan cintanya tidak langsung diucapkan di depanku!"
"Ck, apaan sih!" gerutu Ecca kesal.
"Yaudah, sekarang kita sarapan dulu setelah itu aku akan bawa kamu ke suatu tempat!" Belva menyendokkan makanan dan menyuapkan ke arah mulut Ecca.
"Emang mau kemana?" tanya Ecca sambil membuka mulutnya.
๐๐๐
Hayooo kira-kira mereka maau kemana ya setelah makan?
Sambil nunggu ceritanya, mampir yuk ke Novel bestie aku. Dijamin ceritanya keren dan seru.
Judul Novel : Pernikahan Salsa
Author : Zaenab Usman
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Like ๐
Comment ๐ฌ
Favorit โค๏ธ
Vote ๐
Gift ๐นโ๐บ
__ADS_1
Dan Tonton iklannya ๐น๐ฝ๏ธ juga ya