Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku
Tukar Barang


__ADS_3

"Kamu tahu sendiri kan kalo kakak baru keluar uang 3 juta, Ecca. Ini belum ada satu jam di ruang VIP udah disuruh pulang. Gila gak menurut kamu?!" bentak Nuna yang sudah kehabisan stok kesabarannya.


"Kak, please deh! Jangan bikin aku malu hanya karena sikap kakak yang seperti ini. Uang 3 juta bukannya kecil bagi kakak? Bahkan kakak bisa terima uang satu hari 10 juta bukan?" timpal Ecca mengingatkan kakaknya yang terus saja membanggakan penghasilannya.


"Tapi kakak sekarang udah gak kerja, Ecca!"


"Mas Belva tetep kasih uang kan buat kakak?" tanya Ecca membuat Nuna terdiam.


'Duh, pertanyaan Ecca nih bikin aku kena skak mat. Belva kan ngasih cuma 5 juta, mana cukup buat ku?' batin Nuna.


"Kak, kok malah ngelamun sih?" Ecca menepuk bahu Nuna dan membuat Nuna terkejut.


"Huft, kakak sekilas inget aja sama Hendy yang bisa kasih kakak setiap bulan 100juta. Sedangkan Belva hanya mampu kasih kakak 50juta tiap bulan."


Jawaban Nuna kali ini membuat Ecca menjerit dalam hati.


'What?! Mas Belva kasih Kak Nuna sebanyak itu? Ini serius gak sih?!'


"Ya udahlah, kakak ikhlasin aja. Kehilangan 3 juta bukanlah apa-apa," balas Nuna membuat Ecca memutar bola matanya malas.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Setelah mengurus administrasi rumah sakit, Ecca dan Nuna pun pulang ke apartemen dengan menaiki taksi karena jadwal meeting Belva memang sangat padat.


Sesampainya di apartemen, Ecca pun langsung memasak untuk makan siang mereka, sedangkan Nuna memutuskan untuk beristirahat di kamar karena efek obat yang ia konsumsi membuatnya sangat mengantuk.


Tepat saat Ecca Sudah selesai memasak, bel apartemen Belva berbunyi.


"Siang Kak, paket atas nama Nunaya," ucap bang kurir saat Ecca membuka pintu apartemen.


"Oh iya, Mas. Udah dibayar kan?"


"Sudah kakak, boleh minta fotonya?" tanya Abang Kurir tadi dan Ecca hanya menganggukkan kepalanya.


'Ini pasti obat yang kemarin kak Nuna pesan untuk menjebak King Bee,' gumam Ecca dalam hati.


'Aku harus segera menukar isinya sebelum kak Nuna bangun.'


Ecca bergegas mengambil obat yang semalam ia beli untuk menukar isi pesanan Nuna. Perlahan Ecca membuka segel kotak agar tidak menimbulkan bekas sama sekali.


Setelah kotak tersebut terbuka, tampak 2 kotak obat pe nam bah gai rah khusus pria di dalam kotak tersebut. Cepat cepat Ecca tukar dengan 2 box obat lelah yang ia beli dan segera mensegel kembali kotak tersebut.


"Huft, kali ini aku bangga dengan kecerdikan diriku sendiri," gumam Ecca lega karena sudah berhasil menggagalkan rencana Nuna yang ingin menjebak Belva agar tidur dengannya.


Ecca pun segera masuk ke dalam kamarnya dan meletakkan pesanan Nuna di atas nakas. Setelah itu Ecca bergegas membersihkan dirinya dan engganti bajunya.

__ADS_1


Tak lupa Ecca memberikan catatan kecil untuk Nuna karena ia akan pergi ke perpustakaan untuk mencari beberapa referensi.


...๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–...


...Aku harus ke perpustakaan untuk mencari referensi. Ini ada paketan punya kakak. Jangan lupa makan siang, ya. Aku sudah buatkan Grilled Chicken kesukaan kakak....


...-Ecca-...


...๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–...


Setelah menuliskan memo untuk Nuna, Ecca segera menyambar tasnya dan meninggalkan apartemen Belva.


Grab!


Tiba-tiba ada yang memeluk Ecca dari belakang dan membalikkan tubuh Ecca.


"Bee!" panggil Ecca geram karena berkali kali Belva selalu datang tiba-tiba dan mengagetkan.


"Mau kemana sih cantik banget kayak gini?"


Pujian Belva kali ini membuat Ecca memutar bola matanya malas.


"Perpustakaan!" jawab Ecca sambil melepaskan pelukan Belva dan berlalu begitu saja.


"Ngapain ke perpustakaan? Buku di firma banyak loh yang sesuai dengan pembahasan skripsi kamu," balas Belva sambil mengikuti langkah Ecca.


"Emang kenapa, sayang? Jutek amat sih sama calon suami sendiri."


"Dasar gombal! Aku lagi kesel banget nih sama kamu!" gerutu Ecca sambil memasang wajah masamnya di depan Belva.


"Queen Ca sayang, kalo emang ada yang salah sama aku, tolong kita bicarakan sekarang ya!" ajak Belva dengan nada yang halus.


Sayangnya kepala Ecca masih dipenuhi cerita dari Nuna yang terus saja terngiang di kepalanya.


"Gak ada masalah apa-apa!" balas Ecca sambil mendorong tubuh Belva agar menjauh darinya.


Sayangnya tangan Belva tersangkut pada plastik yang saat ini dibawa oleh Ecca dan menyebabkan obat yang akan dibuang Ecca jatuh ke lantai.


'Oh My God!' pekik Ecca dalam hati yang bergegas mengulurkan tangannya untuk mengambil kotak yang jatuh dari plastik tadi.


Satu kotak sudah ada di genggaman Ecca, namun kotak yang satunya justru berada di tangan Belva.


"Pe nam bah gai rah?" Belva langsung mengernyitkan dahinya saat membaca keterangan yang ada pada kotak tersebut.


Ecca langsung merebut kotak yang ada di tangan Belva, sayangnya gerakan Ecca kalah cepat dari Belva yang langsung menyembunyikan kotak tersebut di balik punggungnya.

__ADS_1


Bugh!


Kepala Ecca kini menabrak dada bidang Belva dan kembali menjatuhkan kotak yang ia bawa.


Dengan cepat Belva mengambil kotak yang terjatuh tadi dan kini dua kotak obat pe nam bah gai rah sudah ada di tangan Belva.


"Tunda keinginanmu untuk ke perpustakaan dan jelaskan tentang 2 benda ini di firma!" Ucap Belva yang langsung memasukkan kotak tersebut ke dalam jasnya.


'Duh, aku harus jelaskan apa sama King Bee? Apa aku harus bilang jujur kalau itu sebenarnya pesanan Kak Nuna yang sengaja aku ganti karena aku tidak mau Bee terkena perangkap jahat kakakku sendiri?'


'Ck, tapi kan atu tadi barusan marahan sama King Bee gara-gara dia ternyata semalam udah begituan sama Kak Nuna. Ntar yang ada malah Bee jadi besar kepala lagi!'


Batin Nuna terus berkecamuk memikirkan apa yang harus ia jelaskan kepada Belva nanti setibanya di firma.


Ternyata bukan hanya Ecca yang dirundung rasa gusar, berbagai pertanyaan pun kini memenuhi kepala Belva.


'Sebenarnya Queen Ca mau ke perpustakaan atau kemana sih? Kenapa sampai membawa obat pe nam bah gai rah seperti ini? Gak mungkin kan kalo ini pesanan temennya? Apalagi obat ini di tujukan khusus untuk pria,' gumam Belva dalam hati.


Keduanya kini sama-sama terdiam di sepanjang perjalanan menuju firma. Bahkan Ecca sendiri enggan bersitatap dengan Belva dan terus saja membuang wajahnya keluar jendela.


'Fix, kali ini aku benar-benar merasakan dag dig dug nya orang yang akan menjalani sidang. Ayolah Ecca, berfikir lah dengan baik! Bukankah kamu tadi sudah membanggakan dirimu yang sangat cerdik itu.'


๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„


Sampai di sini dulu ya untuk hari ini. Besok Author akan up lagi ceritanya.


Sambil nunggu update selanjutnya, mampir yuk ke Novel bestie Author yang karyanya juga seru banget dan menarik.


Judul Novel : Cinta Kedua


Author : Nia Sumania



Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Like ๐Ÿ‘


Comment ๐Ÿ’ฌ


Favorit โค๏ธ


Vote ๐Ÿ’ž


Gift ๐ŸŒนโ˜•๐Ÿ’บ

__ADS_1


Dan Tonton iklannya ๐Ÿ“น๐Ÿ“ฝ๏ธ juga ya


__ADS_2