Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Duel Dengan Si Kejam Berakhir! Menepati Permintaan Long Wang!


__ADS_3

“Selesai, teknik pedang ketiga tidak hanya terfokus dalam kekuatan, tapi juga dalam tipu muslihat.” Kai Zen tersenyum kecil menatap Si Kejam yang terjatuh ke tanah.


“Sialan, kau pasti sudah merencanakan semua ini, nak!” Si Kejam segera berdiri menoleh Kai Zen, dia memasang wajah jengkel.


“Tentu saja semua tindakan perlu rencana. Aku bukanlah orang bodoh yang bertindak tanpa rencana.” Kai Zen yang semula tersenyum kecil kini menjadi tersenyum lebar.


“Sudahlah, terima saja kekalahanmu.” Imbuh Kai Zen.


“Huff ... kali ini aku mengaku kalah. Karena duel ini telah selesai, aku akan per—” sebelum Si Kejam menyelesaikan ucapannya, Kai Zen berpindah tepat di depan Si Kejam.


WUSH!


“A—apa?” Si Kejam melihat Kai Zen dengan bingung.


“Maaf, tapi ini permintaan Long Wang.” Kai Zen tidak berbicara dengan pasti kepada Si Kejam.


“Hah? A—”


BUK! Kai Zen memukul Si Kejam dengan keras.


“Ini hanya sebentar, sabarlah.” Kai Zen memandang Si Kejam dengan dingin.


BUK! BUG! BUK! BUG!


Kai Zen memukul Si Kejam bertubi-tubi, entah berapa pukulan yang dia berikan kepadanya. Setelah Si Kejam babak belur, Kai Zen menghentikan pukulannya.


“Segini sudah cukup, kan?” gumam Kai Zen.


‘Hahahaha, baiklah. Aku puas!’ seru Long Wang dengan gembira.


“Huff ... syukurlah.” Kai Zen menghembuskan napas lega.


“Uhuk, uhuk ... kau kejam. Mengapa kau memukulku?” ucap Si Kejam lirih, dia masih terbaring di tanah karena pukulan Kai Zen.


“Apa kau tidak mendengarku sebelumnya? itu permintaan Long Wang.” Kai Zen menjawab pertanyaan Si Kejam seraya menghilangkan seluruh sihir yang dia pakai sebelumnya.


“Long Wang?” ulang Si Kejam, dia terlihat setengah bingung.


“Roh sihirku, dia bernama Long Wang.”


“Dia punya nama?” Si Kejam terkejut mendengar ucapan Kai Zen.


“Tidak perlu terkejut, bukankah kau juga punya nama?”

__ADS_1


“Apakah dia juga roh sihir Warisan?” tanya Si Kejam balik.


Kai Zen terdiam, dia bingung untuk menjawab pertanyaan Si Kejam. Kai Zen takut salah ucap, jadi dia diam berpikir.


“Kau tidak perlu tahu, apa kau pikir dirimu layak?”


Long Wang tiba-tiba membuka mulut di tengah kebingungan Kai Zen. Dia berkata kepada Si Kejam dengan penuh penekanan.


“Sa—saya mengerti.” Si Kejam yang ditekan Long Wang hanya bisa terdiam menunduk, dia tidak berani membantah sosok mengerikan tersebut.


‘Terima kasih, Long Wang.’


‘Tidak perlu dipikirkan, nak.’


Akhirnya permasalahan yang dihadapi Kai Zen selesai, kini dia mulai berbicara menenangkan Si Kejam yang masih ketakutan.


“Tenanglah, dia tidak akan muncul lagi ketika kau tidak membahasnya.”


“A—aku mengerti.” Jawab Si Kejam sembari menatap Kai Zen, tubuhnya masih gemetaran mengingat perkataan Long Wang.


“Bukankah kau ingin pergi? segeralah pergi. Jika tidak aku akan kerepotan.” Kai Zen menatap ke arah tertentu, lebih tepatnya arah dimana dia dan Yi Yizue datang sebelumnya.


“Hanya aku yang pergi, Zu Liang masih di sini.” Si Kejam mencoba memberi Kai Zen penjelasan.


“Terima kasih, nak. Bertarung denganmu membuat diriku sadar dan menjadi lebih baik. Membuat diriku kembali ke tujuan awalku.” Si Kejam perlahan-lahan mulai menghilang, tubuh Zu Liang mulai kembali seperti semula.


Weshhh! angin bertiup ringan, Si Kejam telah sepenuhnya pergi dari tubuh Zu Liang.


Kai Zen yang menyadari hal tersebut hanya tersenyum, dia menatap tiga sosok bayangan yang mendekat ke arahnya. Mereka tidak lain adalah Yi Yizue, Guo Yan, dan Zhuo Fang.


“Ka—kai!” Yi Yizue segera berlari setelah melihat sosok Kai Zen dengan jelas.


Pluk! Yi Yizue memeluk Kai Zen.


‘Apa yang perlu ku lakukan? haruskah aku melepas pelukan Yizue?’ batin Kai Zen, tangannya terangkat ke atas seakan menghindari sekaligus mempersilakan pelukan Yi Yizue.


‘Apa yang kau pikirkan, nak. Peluk balik istrimu itu!’ teriak Long Wang seraya menggoda Kai Zen.


‘Long Wang sialan!’ cetus Kai Zen.


Pada Akhirnya Kai Zen membalas pelukan Yi Yizue, mereka saling memeluk satu sama lain seperti telah berpisah ratusan tahun.


“Yoo, apa kami mengganggu kalian?” Guo Yan datang dengan senyum penuh arti.

__ADS_1


“Jika kau bisa diam maka kau tidak akan menggangu mereka.” Zhuo Fang menatap Guo Yan dengan malas, dia mengerti apa yang sedang Guo Yan pikirkan.


“Tch, diamlah!” Guo Yan malah marah kepada Zhuo Fang, lalu dia mengalihkan pandangan menatap Kai Zen dan Yi Yizue yang tengah berpelukan.


“Ka—kami tidak apa.” Yi Yizue segera melepas pelukan Kai Zen, Kai Zen juga melakukan hal yang sama.


“Jadi, musuh yang melawan kalian telah kalah?” Kai Zen segera membuka topik, dia tidak ingin dirinya dan Yi Yizue yang berpelukan menjadi topik pembicaraan.


“Tentu saja sudah! mereka sedikit sulit dikalahkan.” Guo Yan berkata penuh semangat.


“Jika aku tidak bersama Guo Yan sudah pasti aku kalah, kali ini Guo Yan berjasa lagi bagi pertarungan kami.” Zhuo Fang memuji Guo Yan dengan tulus.


“Tetapi ... di pihak kami kerusakannya tidak sama seperti milik kalian.” Imbuh Zhuo Fang seraya melihat area pertempuran bekas Kai Zen dan Yi Yizue sebelumnya.


“Ahem, itu wajar. Musuh kami ada yang spesial, bukan begitu Yizue?” Kai Zen menatap Yi Yizue seakan meminta persetujuan.


“Be—benar, ada kasus spesial di salah satu lawan kami.” Yi Yizue mengangguk setuju.


“Hoo ... kasus seperti apa?” tanya Guo Yan penasaran.


“Salah satu dari mereka memiliki roh sihir Warisan. Dan itu roh sihir yang sangat kejam dan ganas. Roh Sihir itu juga psikopat masokis!” Kai Zen menambah bumbu pada setiap ucapannya agar terdengar mengerikan.


‘Bocah ini sungguh keterlaluan. Bahkan melebihiku.’ Long Wang menanggapi ucapan Kai Zen, tapi Kai Zen hanya diam saja.


Yi Yizue yang mendengar ucapan Kai Zen sedikit melebarkan mata, dia tidak memahami beberapa kata yang di ucapkan Kai Zen sekaligus sadar bahwa ucapan Kai Zen hanya dilebih-lebihkan.


“Kau serius?” Guo Yan mencoba memastikan.


“Tanya saja Yizue!” Kai Zen tersenyum kepada Yi Yizue seakan memberi kode kepadanya.


Yi Yizue sedikit mengangguk yang berarti menyetujui isyarat Kai Zen. “Ka—kai Zen benar, salah satu dari mereka memang memiliki roh sihir.”


Untuk mencari aman, Yi Yizue mengatakan fakta yang mirip di ingatannya tentang sosok itu serta mencoba menyamakan ucapannya dengan ucapan Kai Zen.


“Psikopat masokis? jika ingin berbohong tolong jangan berlebihan, Kai.” Zhuo Fang menatap Kai Zen dengan serius. Dia menyadari ada kebohongan di balik ucapan Kai Zen.


“Aku hanya bercanda. Orang itu memiliki roh sihir yang kejam dan ganas. Itu saja.” Kai Zen membenarkan perkataannya, dia menatap Zhuo Fang dengan santai.


“Nah, lebih baik kau jujur dari tadi. Ingat, waktu adalah uang. Jangan terlalu banyak bercanda!”


“Tenanglah, Zhuo Fang. Mengapa kau menjadi serius? hahahaha!”


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2