Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Apa Kau Masih Belum Menyadarinya?


__ADS_3

“Sihir Air Tingkat Bumi Rendah: Dinding Tak Kasatmata!”


Kai Zen tersenyum meremehkan memandang Ji Zhan yang sedang terkejut, tatapan Kai Zen seakan merendahkan Ji Zhan.


“Kau masih kurang pengalaman se—Ji Zhan. Aku menolak memanggilmu senior.”


“Hah, dasar sampah! ka—kau hanya beruntung, aku masih belum serius!” Ji Zhan berusaha menenangkan diri.


“Hanya sihir tingkat bumi rendah jangan mencoba berlagak di depanku!” Ji Zhan mulai melesat lagi, dia hendak melayangkan pukulan kepada Kai Zen.


“Huh, orang bodoh tetaplah orang bodoh.” Kai Zen menghela napas panjang. Dia bersiap merapalkan sihir selanjutnya.


“Hancurlah!”


BUM!


Dinding yang di buat Kai Zen hancur, Ji Zhan mulai melayangkan pukulan kedua untuk memukul Kai Zen. Namun, Kai Zen dengan mudah menghindar dengan cara melompat mundur ke atas.


“Sihir Angin Tingkat Bumi Rendah: Lompatan!”


Dalam sekejap Kai Zen sudah mundur beberapa meter ke belakang. Yi Yizue yang menyadari area pertempuran Kai Zen semakin melebar segera menjauh beberapa ratus meter.


‘Pemikiran yang bagus, Yizue!’ puji Kai Zen yang menyadari Yi Yizue menjauh dari area pertempuran.


“Lihat ke mana, kau?”


BAM!


“Untung saja masih bisa di tahan.” Kai Zen menahan pukulan Ji Zhan yang tiba-tiba berada di depannya, dia kembali fokus lagi.


“Uh, panas. Sihir Air Tingkat Bumi Rendah: Sarung Tangan Air!”


“Hahaha, telat bodoh!”


“Tidak ada kata terlambat!”


Buk!


Kai Zen melayangkan pukulan yang sangat cepat ke perut Ji Zhan menggunakan tangan yang satunya.


“Ughhhh!”


Ji Zhan terpental beberapa meter setelah menerima pukulan Kai Zen. Lalu, Ji Zhan segera bangun dan menstabilkan posisi. Dia menatap Kai Zen dengan tatapan tidak terima.


“Dasar licik!”


“Sialan, dari tadi kau mengataiaku merendahkan, penipu, dan sekarang licik? apa kau tidak punya cermin di rumahmu? pantas saja dirimu tidak menyadari kekurangan sendiri.” Kai Zen menatap Ji Zhan dengan jengkel, dia merasa tidak terima bila dikatai oleh seorang yang memiliki niat buruk kepadanya, Kai Zen malah seperti penjahat di sini.


“Hah, sepertinya kalau aku mengeluarkan sihir yang lain. Aku juga tetap akan kalah melawan penjahat penipu super licik sepertimu!” Ji Zhan menghiraukan perkataan Kai Zen, dia tetap merasa yang menjadi korban.


“Huh, bersabarlah Kai Zen, hiraukan ucapan sampah gila di depanmu. Tidak perlu membalas ucapannya.” Kai Zen mencoba menenangkan diri.


“Bersiaplah penjahat super licik!”


‘Mudah sekali dia terprovokasi!’ pikir Ji Zhan.


“Sejujurnya aku seperti bicara dengan tembok.” Kai Zen menggeleng-geleng kepala seakan pusing berbicara dengan Ji Zhan.


‘Dia pasti berpikir bahwa aku mudah terprovokasi, tapi sayangnya aku hanya menganggap ini sebagai hiburan.’ Batin Kai Zen.

__ADS_1


“Kemari, majulah!” teriak Ji Zhan.


Kai Zen hanya terdiam mendengar teriakan Ji Zhan, dia tahu bahwa itu hanya salah satu rencana untuk menjebak dirinya.


“Kau saja yang maju, mengapa menyuruhku?” jawab Kai Zen seraya tersenyum.


“Baiklah, aku akan maju!” Ji Zhan menatap Kai Zen penuh percaya diri, dia yakin bahwa dirinya akan menang kali ini.


‘Apa kau pikir aku tidak tahu apa yang sedang kau rencanakan?’ pikir Kai Zen saat melihat tatapan Ji Zhan yang penuh percaya diri.


Wush!


Ji Zhan melesat sangat cepat, lebih cepat dari sebelumnya. Dalam sekejap dia telah muncul di depan Kai Zen dan siap melancarkan beberapa pukulan.


‘Ini kemenanganku!’ batin Ji Zhan.


BAM! BAM! BAM!


Kai Zen masih berdiri kokoh menahan pukulan Ji Zhan. Kai Zen tidak bergerak sedikitpun dari tempat dia berdiri.


BAM! BAM! BAM!


Kai Zen seperti sebelumnya, berdiri kokoh tanpa bergerak sedikitpun.


BAM!


‘Mengapa?’


BAM!


‘Mengapa?’


BAM!


BAM!


‘AYOLAH!’


BAM! BAM! BAM!


Ji Zhan terus memukul Kai Zen secara membabi buta, wajahnya terlihat panik. Dia tidak menyangka bahwa Kai Zen dapat bertahan setelah menerima puluhan pukulan darinya.


“Hitungan ke-sepuluh aku akan mulai menyerang, Ji Zhan.” Kai Zen memberi peringatan kepada Ji Zhan dengan sombong.


“Satu!”


BAM! BAM!


“Dua!”


BAM! BAM! BAM!


“Tiga!”


Kai Zen terus menghitung, sementara Ji Zhan semakin panik ketika angka bertambah. Ji Zhan berusaha melayangkan pukulan sebanyak mungkin kepada Kai Zen. Tetapi, usaha Ji Zhan tetap sia-sia.


“Sepuluh, waktumu habis!”


DUAR!

__ADS_1


Seketika Kai Zen langsung melayangkan pukulan kepada Ji Zhan. Belum sampai tubuh Ji Zhan menyentuh tanah, Kai Zen telah mendekat dan melayangkan pukulan lagi.


“Apa kau pikir aku tidak tahu bahwa kau sedang mengaktifkan seluruh sihir tipe pendukung untuk dirimu sendiri?”


DUAR!


“Aku tahu, bodoh. Aku juga melakukannya!”


DUAR!


“Apa kau pikir diriku mudah terprovokasi?”


DUAR!


“Kau yang mudah diperdaya!”


DUAR!


Kai Zen selalu melayangkan pukulan beserta unek-unek yang dia miliki. Beberapa saat kemudian, Kai Zen berhenti memukul Ji Zhan. Setelah tubuh Ji Zhan menyentuh tanah, dia menendangnya menuju ke sembilan orang bawahan Ji Zhan.


“Aku kembalikan tubuh ketua kalian.”


Bruk!


Tubuh Ji Zhan sampai ke dekat bawahannya, lalu Ji Zhan segera disembuhkan oleh bawahan yang paling berbakat dalam penyembuhan.


“Aku sudah selesai menghajar ketua kalian, aku akan pergi.”


“Tunggu!” teriak salah satu bawahan Ji Zhan.


“Apalagi? mau di hajar?” Kai Zen melihat ke orang itu dengan sinis.


“Setelah kau menghajar ketua kami, kau ingin pergi begitu saja? itu tidak mungkin!” tegas orang itu tanpa rasa takut sedikitpun.


“Aku memang tidak kuat, tapi dengan delapan orang temanku. Kami pasti bisa mengalahkanmu walaupun itu tidak bersama ketua!” imbuh orang itu dengan sungguh-sungguh.


“Lemah tetaplah lemah.” jawab Kai Zen santai.


“Kami—”


“Berhenti, biarkan aku yang mengatakannya...cough...cough...” Ji Zhan telah sadar, dia segera menggantikan bawahannya yang berdebat dengan Kai Zen.


“Aku akui kau memang kuat dan cerdas. Tetapi, melawan kami semua kau bisa apa? aku sudah lebih baik, jadi aku akan ikut melawanmu. Sepuluh melawan satu, apa kau masih sesombong sebelumnya, Junior?”


“Lebih baik kau menyerah sebagai orang cerdas. Dengan begitu kau akan selamat dan tugas kami akan selesai.”


Ji Zhan memberi penjelaskan panjang lebar kepada Kai Zen, dia berharap Kai Zen dapat menyerah sehingga tugasnya dapat selesai walaupun ada sedikit penyimpangan.


“Aku menolak.” Jawab Kai Zen setelah mendengar penjelasan dari Ji Zhan.


“Kau...apa kau tidak menyadari posisimu? satu melawan sepuluh mana mungkin kau bisa menang? walaupun di tambah perempuanmu juga kau tetap kalah, Junior. Menyerah saja!” Ji Zhan masih mencoba membujuk Kai Zen untuk menyerah.


“Hahahahaha!”


“Mengapa kau tertawa, junior? apa kau sudah gila?” lagi-lagi Ji Zhan mengatai Kai Zen seraya tersenyum licik ala dirinya.


“Aku tertawa karena kau menganggapku hanya berdua bersama Yizue. Apa kau masih belum menyadarinya?”


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2