Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Laporan Misi Hari Ini! Makan Malam Bertiga!


__ADS_3

Ting!


“Suara apa itu?”


“Notifikasi HPku, ini pasti dari ketua!”


Salah satu dari dua perempuan itu segera melihat HPnya. Dia terkejut sekaligus senang saat melihat pesan yang diterima.


“Apa yang membuatmu bahagia?”


“Lihatlah!” Perempuan tersebut memperlihatkan pesan yang diterima kepada temannya.


Temannya sontak terkejut sekaligus senang seperti dirinya. Mereka saling memandang, lalu segera pergi dari tempat tersebut.


“Horee! makan malam hidangan yang di buat ketua!” teman perempuan itu bergerak dengan sangat cepat.


“Green, pelan-pelan!” perempuan itu berteriak ke arah temannya.


“Kau sangat lambat, Purple! cepatlah!”


“Shadow Green! pelan-pelan! sajaaaaa!” teriak Purple karena temannya menolak untuk pelan-pelan.


“Hust! Jika kau berteriak sangat keras, kita akan dilihat orang lain, Nona Shadow Purple~” Shadow Green membalas Shadow Purple dengan santai tanpa menurunkan kecepatannya.


“Heh? jadi, kau tidak mau pelan-pelan? baiklah, sesuai keinginanmu!”


Wishhhh!


Shadow Purple menambah kecepatannya sehingga melampaui Shadow Green. Shadow Green yang melihat temannya bergerak sangat cepat berusaha mengejarnya.


‘Sial, aku lupa kalau Shadow Purple lebih cepat dariku!‘ batin Shadow Green dalam hati, dia masih tertinggal jauh dari Shadow Purple.


Kira-kira 15 menit setelah Shadow Green dan Shadow Purple bergerak pergi. Mereka berdua telah sampai di tempat tujuan, yaitu rumah Ketua mereka, Shadow White.


“Kau curang!” ucap Shadow Green tidak terima.


“Kalah ya kalah, jangan banyak alasan!” balas Shadow Purple.


“Tetapi, kau—”


“Salah sendiri kau tidak mau pelan-pelan!” Shadow Purple menyela Shadow Green.


Karena Shadow Green tidak terima kalah dari Shadow Purple, mereka terus berdebat di depan pintu. Beberapa saat kemudian, pintu terbuka.


“Jika sudah sampai, ketuklah pintu agar tuan rumah bisa tahu kalau ada tamu. Jangan bertengkar dan membuat tuan rumah tidak nyaman sehingga membukakan pintunya.” Ujar Kak Fex dari balik pintu. Dia menatap kedua bawahannya dengan heran.


“Maafkan kami, ketua!” Shadow Green dan Shadow Purple reflek menunduk ketika melihat Ketuanya, mereka terlihat bersalah ketika di nasihati.


“Lain kali jangan bertengkar atau membuat keributan di depan pintu, oke?”


“Baik, Ketua...”

__ADS_1


“Jika kalian masih membuat keributan—kalian paham, kan?” Kak Fex tersenyum dingin ke arah mereka, dia terlihat mengisyaratkan sesuatu kepada bawahannya.


“Baik, ketua!” jawab mereka berdua dengan tegas.


“Masuklah.” Kak Fex mempersilahkan mereka masuk.


“Terima kasih, ketua!”


Shadow Green dan Shadow Purple segera berjalan masuk, mereka mengikuti Kak Fex dari belakang. Setelah sampai di meja makan, Kak Fex menyuruh mereka berdua untuk duduk.


“Duduklah.” Suruh Kak Fex setelah dirinya sudah duduk.


“Baik, ketua!” Mereka berdua segera duduk di sisi yang berlawanan dengan Kak Fex.


“Jadi, bagaimana misi kalian hari ini?”


“Lancar ketua! tidak ada yang aneh dengan aktivitas adik anda. Dia berangkat ke akademi, kemudian ketika pulang adik anda segera menuju sebuah bukit di kota ini dan segera berlatih. Namun, dia mengajak seorang wanita untuk berlatih bersamanya.” Shadow Green membalas perkataan Kak Fex dengan tegas, sedangkan Shadow Purple mendengarkan dari samping seraya mengoreksi perkataan Shadow Green.


“Wanita? dia pasti Yi Yizue, temannya Kai Zen.” Kak Fex mengangguk paham.


“Ada lagi?” imbuh Kak Fex.


“Dia makan malam di rumah wanita itu, ketua.” Shadow Purple menjawab Kak Fex setelah melihat Shadow Green tidak bisa menjawab.


“Huh, ternyata di rumah teman perempuannya toh, pantas saja!”


“Kenapa, ketua?” Shadow Green yang merasa aneh dengn tingkah Ketuanya segera menanyakan alasannya.


“Berita—”


“Tutup mulutmu!” Shadow Purple segera menutup mulut Shadow Green dengn tangannya agar dia tidak meneruskan ucapannya.


“Apa ada yang ingin Ketua tanyakan lagi?” Shadow Purple menatap Kak Fex sembari menutup mulut Shadow Green dengan tangannya.


“Ada beberapa pertanyaan lagi.” Jawab Kak Fex.


“Silahkan tanyakan, ketua.”


“Puhhh...”


Shadow Green menatap Shadow Purple dengan sinis setelah mulutnya tidak di tutupi lagi. Sedangkan, Shadow Purple memasang sikap siap sedia sembari menatap Kak Fex dengan serius.


“Kalian tidak masuk ke Akademi Satu untuk mengawasi Kai Zen, kan?”


“Tidak, kami berdua menunggu di sekitar Akademi Satu.”


“Dimana mobilmu? aku tidak melihat mobilmu tadi.”


“Mobil saya telah saya amankan. Selama misi ini, saya dan Shadow Green akan mengikuti adik anda tanpa menggunakan kendaraan.”


“Bagus, pertanyaanku sudah cukup untuk hari ini.”

__ADS_1


Kak Fex menganggukkan kepala mendengar jawaban Shadow Purple yang memuaskan. Selepas itu, Kak Fex segera mempersilahkan mereka berdua untuk makan.


“Kalian belum makan, kan?”


“Belum, ketua!” Shadow Green menjawabnya dengan cepat.


“Sejak kapan kalian belum makan?”


“Sejak saya sarapan di rumah anda tadi pagi, ketua!” Shadow Green menjawab dengan jujur disertai ucapan yang tegas.


‘Apakah temanku yang satu ini tidak punya sedikitpun rasa malu? setidaknya...ah sudahlah! terserah dia!’ batin Shadow Purple seraya menepuk jidatnya.


Sementara Shadow Purple mempermasalahkan sikap Shadow Green yang blak-blakan. Kak Fex justru tidak mempermasalahkan sikap Shadow Green, dia justru senang karena Shadow Green berani mengungkapkan isi pikirannya.


‘Shadow Green memiliki sikap yang blak-blakan, tipe orang seperti dia sangatlah langka di dunia ini. Jarang-jarang aku bertemu dengan orang yang blak-blakan sepertinya.’ Batin Kak Fex sembari tersenyum kecil.


“Bagus, Shadow Green. Aku suka karaktermu ini, pertahankan!” Kak Fex memberikan apresiasi kepada Shadow Green dengan tulus.


“Terima kasih, ketua. Hmmm...apakah boleh aku mulai makan hidangan ini Ketua?” ucap Shadow Green seraya tersenyum kepada Kak Fex.


“Tentu saja boleh, tetapi tolong sisakan beberapa agar Kai Zen tidak curiga.” Pinta Kak Fex.


“Terima kasih, ketua!” Shadow Green segera mengambil alat makan serta hidangan yang tersedia di depannya.


Glukk!


Shadow Purple menelan ludah saat temannya mulai mengambil hidangan makanan di depannya. Dia tidak sabar untuk segera memakan hidangan itu juga.


“Ke—ketua, boleh a—”


“Segeralah makan Purple. Jangan mau kalah dengan Green!” sela Kak Fex. Dia sepertinya menyadari keadaan kedua bawahannya.


“Terima kasih, ketua!” dengan cepat Shadow Purple segera melakukan hal yang sama seperti Shadow Green.


Setelah Shadow Green dan Shadow Purple selesai mengambil makanan, Kak Fex segera mengambil makanan di depannya. Dia juga ikut makan malam bersama kedua bawahannya.


‘Ketua ikut makan bersama kami?’ pikir Shadow Green dan Shadow Purple secara bersamaan.


Ketika mereka bedua melamun memikirkan hal tersebut, Kak Fex berjalan menuju dapur. Lalu, kembali membawa tiga minum di tangan kanan dan kirinya.


“Ini minumnya.” Kak Fex menyodorkan dua minuman kepada mereka.


“Te—terima kasih, ketua.” Shadow Green dan Shadow Purple menjawab secara bersamaan. Mereka berdua segera sadar setelah Kak Fex memberi mereka minum.


“Selamat makan!” ucap Kak Fex setelah dirinya duduk.


“Selamat makan!” Shadow Green dan Shadow Purple segera menyusul selepas Kak Fex selesai mengucapkan.


Mereka bertiga pun segera memakan hidangan mereka. Shadow Green dan Shadow Purple yang sebelumnya makan tanpa aturan kini mulai memakan hidangan Kak Fex dengan tenang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2