
“Tenanglah, Zhuo Fang. Mengapa kau menjadi serius? hahahaha!”
Guo Yan menatap Zhuo Fang seraya tertawa, dia mencoba menenangkan Zhuo Fang. Setelah selesai tertawa, Guo Yan bertanya kepada Kai Zen mengenai Roh Sihir tersebut.
“Ngomong-ngomong, siapa yang memiliki roh sihir? apakah orang itu?” Guo Yan menunjuk Ji Zhan yang tergeletak di tanah agak jauh dari mereka berempat berdiri.
“Tidak, bukan Ji Zhan. Tapi dia, Zu Liang.” Kai Zen menunjuk Zu Liang yang tergeletak didekatnya.
“Apa? orang ini memiliki roh sihir?” Guo Yan menatap laki-laki yang berbaring di tanah dekat Kai Zen yang tidak lain adalah Zu Liang.
“Heh, jangan meremehkan orang ini. Roh sihir yang dia miliki cukup hebat.” Kai Zen menoleh ke arah Zu Liang, dia tersenyum menatapnya.
“Cukup hebat? bukankah kata-katamu terlalu sombong, Kai?”
“Sombong? Kai Zen hanya berkata kebenaran, Guo Yan. Mungkin bagi Kai Zen roh sihir milik orang yang bernama Zu Liang itu memang cukup hebat. Tetapi, mungkin berbeda untuk kita.” Bukan Kai Zen yang menjawab pertanyaan Guo Yan, melainkan Zhuo Fang yang menjawabnya.
“Ngomong-ngomong, penilaian 'cukup hebat' dari Kai Zen saja sudah mengerikan bagiku.” Imbuh Zhuo Fang seraya melirik ke arah Kai Zen.
“Oh iya, bagaimana dengan musuh kalian. Apakah kalian kesulitan?” Kai Zen yang menyadari Zhuo Fang melirik ke arahnya mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Kebiasaan! apa kau berniat mengalihkan pembicaraan lagi?” Guo Yan menatap Kai Zen dengan geram.
“Te—tenanglah, Guo Yan.” Yi Yizue mencoba menenangkan Guo Yan.
“Hahaha, dia memang begitu. Sudahlah Kai Zen, jangan mencoba mengalihkan pembicaraan. Lebih baik kau ceritakan pada kami saja tentang pertarunganmu dengan roh sihir itu.” Zhuo Fang berjalan ke arah Kai Zen. Dia menepuk pundak Kai Zen seraya tersenyum padanya.
“Huh, baiklah. Namun, kalian harus menceritakan juga pada diriku dan Yizue tentang pertarungan kalian.” Kai Zen menghembuskan napas pasrah, dia hanya dapat menerima ucapan Zhuo Fang sembari memberi permintaan.
“Baiklah, aku setuju. Kau dulu yang bercerita baru kami!” Zhuo Fang menyetujui permintaan Kai Zen dengan semangat.
__ADS_1
Kai Zen mulai menceritakan pertarungan Yi Yizue sebelumnya, Yi Yizue hanya mendengar perkataan Kai Zen seraya mengoreksi ucapan Kai Zen. Lalu, setelah Kai Zen selesai bercerita tentang pertarungan Yi Yizue. Kai Zen beralih menceritakan pertarungannya. Dia sedikit menyembunyikan dan mengubah cerita agar yang lainnya tidak mengetahui rahasia Kai Zen.
Dengan kehati-hatian dan kecerdasan Kai Zen. Dia dapat membuat teman-temannya percaya akan cerita yang dia modifikasi. Kemudian, Setelah Kai Zen selesai bercerita. Zhuo Fang gantian bercerita tentang pertarungannya bersama Guo Yan.
Disaat yang sama ketika Kai Zen dan para teman-temannya asik berdiskusi. Tiga sosok perempuan yang mengamati pertarungan mereka berempat sebelumnya merasa tercengang, kecuali satu orang di antara mereka betiga.
“Apakah mereka beneran Kelas C? bukankah kekuatan mereka setidaknya berada di Kelas B? Ini sangat tidak masuk akal!” ucap seorang perempuan sembari memegang kepala dengan kedua tangannya.
“Kau benar. Kekuatan mereka sangat hebat. Apakah kita sendiri bisa menang jika melawan satu dari mereka?” Perempuan lain menanggapi perempuan sebelumnya.
“Tidak perlu terkejut, Fu Yue, Su Ling. Kelompok mereka memang tidak normal, apalagi Kai Zen.”
“Mengapa kau tidak merasa terkejut, Qian Qian?” Su Ling bertanya dengan heran.
Ternyata ketiga perempuan yang mengamati pertarungan Kai Zen dan yang lainnya adalah Qian Qian, Fu Yue, dan Su Ling. Mereka sudah mengikuti Kai Zen sejak keluar dari sekolah.
“Untuk apa aku terkejut? aku setidaknya sudah menebak hal ini akan terjadi walau tidak semua tebakanku benar.” Qian Qian membalas pertanyaan Su Ling sembari tersenyum menoleh ke arahnya.
“Jujur saja aku hanya menebak Kai Zen dan Zhuo Fang. Aku bahkan tidak menyangka bahwa perempuan Kelas E di samping mereka akan sekuat itu.” Qian Qian memandang Guo Yan dan Yi Yizue secara bergantian.
“Walaupun begitu kau masih tidak terkejut?”
“Tidak, lagi pula tebakanku setidaknya 50% benar. Jika ada yang di luar tebakan berarti diriku saja yang tidak memikirkannya.”
“Yah, alasanmu dapat diterima. Namun, aku masih saja terkejut dengan kekuatan Kai Zen. Kekuatannya sungguh tidak masuk akal!” Fu Yue menggeleng-geleng kepala seakan hal tersebut di luar imajinasi.
“Justru yang tidak masuk akal itu para perempuan di samping mereka. Bukankah begitu, Qian Qian?” Su Ling memiliki pendapat yang berbeda dengan Fu Yue, dia berusaha mendapat dukungan Qian Qian.
“Kali ini aku setuju dengan Su Ling. Walaupun kekuatan Kai Zen memang tidak masuk akal. Tetapi, kekuatan para perempuan itu lebih tidak masuk akal lagi. Murid Kelas E yang bekerjasama dengan Murid Kelas C tahun pertama dapat mengalahkan lima orang murid tahun kedua. Apalagi murid Kelas E justru yang berperan paling besar di pertarungan itu, sungguh tidak masuk akal.” Yang dimaksud Qian Qian adalah tindakan Guo Yan saat pertarungan sebelumnya. Dia tidak menyangka Murid Kelas E seperti Guo Yan memiliki peran lebih besar daripada Murid Kelas C seperti Zhuo Fang.
__ADS_1
“Dan untuk perempuan yang berada di samping Kai Zen ... dia bernama Yi Yizue, kan?” Qian Qian memandang Fu Yue untuk memastikan.
“Ya, dia bernama Yi Yizue. Murid Kelas E tahun pertama, dia seorang perempuan.” Fu Yue menjelaskan secara lengkap apa yang dia ketahui.
“Nah, perempuan itu bahkan lebih tidak masuk akal. Dia dapat mengalahkan empat orang dari mereka seorang diri, hanya menyisakan satu orang yang akhirnya dikalahkan oleh Kai Zen.” Qian Qian menoleh ke arah Yi Yizue, dia sedikit memiliki kebencian saat melihatnya.
‘Ada apa dengan kebencian ini? mengapa aku merasakan hal ini saat melihat perempuan itu?’ batin Qian Qian, dia selalu menahan kebencian yang dia rasakan karena Qian Qian belum tahu pasti tentang penyebab kebencian itu.
“Aku menyetujui alasan Qian Qian. Aku juga menghormati pendapat kalian. Tetapi, aku tetap beranggapan bahwa Kai Zen lah yang paling tidak masuk akal di sini.” Fu Yue menanggapi penjelasan Qian Qian, sebenarnya ada yang ingin dia ucapkan tapi tidak jadi karena hal itu belum menyakinkannya.
“Baiklah, aku setuju. Lagi pula kita memiliki alasan masing-masing untuk berpendapat.” Su Ling mengangguk setuju.
Mereka bertiga pun berlanjut mengobrol. Hingga pada akhirnya segerombolan laki-laki berseragam seperti Guo Yan datang naik motor ninja berwarna hitam. Segerombolan laki-laki itu menuju ke arah Kai Zen dan yang lainnya, setidaknya jumlah di antara mereka ada sepuluh.
“Woi, lihatlah! ada geng motor yang menuju ke arah Kai Zen!” pekik Su Ling yang melihat segerombolan laki-laki naik motor menghampiri Kai Zen.
“Diamlah bodoh! kami melihatnya juga!” Fu Yue melotot ke arah Su Ling, dia menekankan perkataannya pada Su Ling.
“Baik, baik. Aku mengerti, maaf!” ucap Su Ling dengan tulus.
“Kalian diamlah sebentar!” Qian Qian yang merasa terganggu karena temannya ribut mencoba menenangkan mereka dengan paksa. Dia melotot ke arah kedua temannya dengan seram.
“Ma—maaf.” Ucap mereka berdua dengan lirih.
“Kalian juga ikut menguping. Siapa tahu aku melewatkan beberapa informasi penting.” Qian Qian memberi perintah kepada kedua sahabatnya dengan halus, wajah seramnya kini mulai menghilang dengan cepat.
“Sesuai perintah!” ucap Fu Yue dan Su Ling secara bersamaan. Mereka segera melaksanakan perintah Qian Qian dengan sungguh-sungguh.
Kemudian, mereka bertiga lantas menguping pembicaraan segerombolan pria tadi dengan Kai Zen dan teman-temannya.
__ADS_1
Bersambung