Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Empat Melawan Sepuluh? Siapa Takut!


__ADS_3

“Aku tertawa karena kau menganggapku hanya berdua bersama Yizue. Apa kau masih belum menyadarinya?”


“Apa?”


Ji Zhan kebingungan mendengar ucapan Kai Zen, dia memandang Kai Zen penuh tanda tanya. Kemudian, Ji Zhan mengalihkan pandangan ke salah satu bawahan seakan meminta penjelasan darinya.


“Ji—jika tebakanku benar, kita telah dijebak, ketua!” bawahan yang dipandang Ji Zhan langsung menjawab.


“Dijebak?”


“Kita telah—”


“Keluarlah, sudah saatnya kalian muncul!”


Sebelum bawahan itu menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba Kai Zen berteriak seakan memberi peringatan untuk beberapa teman. Ji Zhan dan bawahannya segera menoleh ke arah Kai Zen dengan panik.


‘Siapa yang dia panggil?’


‘Di mana? di mana mereka akan muncul?’


‘Sialan, ini semua karena wanita j4l4ng itu!’


Beberapa bawahan Ji Zhan mulai membatin dalam hati, beberapa bawahan juga melihat ke sekitar karena penasaran dengan orang yang dipanggil Kai Zen.


“Rencanamu sangat mengagumkan, Kai!”


Tiba-tiba terdengar suara perempuan dari belakang Ji Zhan dan bawahannya. Ji Zhan yang mendengar suara tersebut segera berbalik badan untuk melihat sumber suara, para bawahan Ji Zhan juga melakukan hal yang sama.


“Pasangan Kematian!” teriak salah satu bawahan Ji Zhan.


“Pasangan Kematian? bukankah itu julukan untuk Kai Zen dan Yi Yizue, mengapa kau mengulanginya lagi?” tanggap Ji Zhan seraya melihat satu perempuan dan satu laki-laki yang muncul di belakangnya.


“Tidak, Ketua. Kau salah, walaupun arti 'maut' dan 'kematian' itu sama. Tetapi, untuk julukan di Akademi Satu kita itu berbeda. Julukan Pasangan Maut berbeda dengan Pasangan Kematian. Julukan Pasangan Kematian berbeda dengan Pasangan Maut!” bawahan itu menjelaskan dengan berbelit-belit karena dirinya panik.


“Hah, maksudnya?”


“Pasangan Maut dan Pasangan Kematian adalah pasangan yang berbeda!” pekik bawahan itu.


“Mereka hanya bocah tahun pertama, tidak perlu panik. Lagi pula jumlah mereka masihlah di bawah kita, kita pasti menang!” ucap Ji Zhan dengan percaya diri, dia mencoba memberi semangat kepada para bawahannya.

__ADS_1


“Tetapi—”


“Sudah, diam!” bentak Ji Zhan. Dia tidak ingin moral bawahan lainnya jatuh.


“Baik...” jawab bawahan itu dengan lirih.


Ji Zhan dan yang lainnya akhirnya terdiam, mereka melihat kedatangan pasangan itu dengan sunyi. Setelah pasangan itu berhenti, mereka menatap Ji Zhan dan bawahannya dengan remeh.


“Seperti yang Kai Zen katakan, kalian hanya sekumpulan ayam lemah!”


“Diamlah, Guo Yan. Tidak boleh meremehkan lawan!”


“Setelah pertandingan dengan Dai Ruo Ruo dan Shi Yongzhen, kamu menjadi sangat waspada, Zhuo Fang!”


“Pasangan Kematian, Guo Yan dan Zhuo Fang. Mereka mendapat gelar itu setelah mengalahkan nona muda dan tuan tuda dari Lima Keluarga Besar, yaitu Dai Ruo Ruo dari Keluarga Dai dan Shi Yongzhen dari Keluarga Shi.” Bawahan yang di bentak Ji Zhan menjelaskan sedikit tentang julukan Pasangan Kematian.


“Sudahlah, itu hanya julukan. Belum tentu orang yang diberi julukan itu hebat.” Elak Ji Zhan, dia tidak ingin membahas topik ini lagi karena bisa menghancurkan moral para bawahan.


‘Sialan kau ketua! jika tidak hebat mana mungkin kau bisa babak belur melawan Kai Zen si pemegang julukan Pasangan Maut!’


Suasana di antara Ji Zhan dan bawahannya semakin panas, mereka bingung antara menyerah atau menyerang. Kesunyian berlangsung karena mereka sedang memikirkan keputusan yang akan di ambil.


“Kualitas mengalahkan kuantitas, apakah ketua pernah mendengar kalimat tersebut?” sindir salah satu bawahan ketika mendengar usulan Ji Zhan.


“Kuantitas mengalahkan kualitas, apakah kau pernah mendengar kalimat itu?” Ji Zhan malah memutarbalikan ucapan bawahannya.


“Huh, aku mengikuti keputusan kalian saja, ketua.” Bawahan itu pasrah mendengar jawaban bodoh Ji Zhan.


Ketika mereka tengah berunding, Kai Zen melambaikan tangan kepada Yi Yizue. Kemarilah, itulah yang Kai Zen sampaikan kepada Yi Yizue dengan lambaian tangan.


Yi Yizue yang melihat lambaian Kai Zen segera mendekatinya, dia berlari pendek menuju ke arah Kai Zen. Setelah Yi Yizue sampai di samping Kai Zen, dia membisikkan sesuatu kepadanya.


“A—apakah kita akan memulai rencana selanjutnya?”


“Sebentar, Yizue.” Kai Zen menoleh ke arah Guo Yan dan Zhuo Fang.


Guo Yan dan Zhuo Fang hanya mengangguk melihat tatapan Kai Zen.


“Mari kita mulai!” ucap Kai Zen memberitahu Yi Yizue.

__ADS_1


”Emmm...” Yi Yizue mengangguk mengerti.


“Hei, apa kalian sudah selesai berunding?” teriak Kai Zen.


Mendengar teriakan Kai Zen, Ji Zhan dan bawahannya segera memasang formasi, sepertinya mereka telah mengambil sebuah keputusan.


“Sepuluh lawan empat, jangan menangis jika kalian kalah!” ujar Ji Zhan dengan sombong.


“Woah, sombongnya! aku jadi penasaran bagaimana ekspresi kalian ketika kalah.” Kai Zen meringis menatap mereka.


“Seperti yang telah kita diskusikan, setiap lima orang melawan dua orang dari kelompok mereka. Timku akan melawan Kai Zen dan Yi Yizue, apa kalian paham?” Ji Zhan menghiraukan ucapan Kai Zen, dia fokus mengkoordinasikan para bawahannya.


“Kami paham!” jawab para bawahan Ji Zhan secara serentak.


“Kita mulai!”


Wushhh! Wushhh!


Sepuluh orang yang dibagi menjadi dua tim berisikan lima orang dalam setiap tim mulai bergerak. Tim pertama yang di pimpin oleh Ji Zhan segera menuju ke arah Kai Zen dan Yi Yizue, mereka menjauhkan Kai Zen dan Yi Yizue dari tim kedua. Sedangkan, tim kedua juga melakukan hal yang sama kepada Guo Yan dan Zhuo Fang.


“Yizue, mundurlah di belakangku. Kita akan perlahan-lahan mundur ke belakang.” Kai Zen yang melihat rencana Ji Zhan dan bawahannya tidak berusaha melawan, justru menerima dengan senang hati.


Sementara Kai Zen dan Yi Yizue perlahan-lahan mundur ke belakang. Guo Yan dan Zhuo Fang juga melakukan hal yang sama, tetapi mereka mundur lebih cepat daripada Kai Zen dan Yi Yizue.


“Guo Yan, sesuai yang kita rencanakan!” seru Zhuo Fang.


“Okayy!” Guo Yan berlari berdampingan bersama Zhuo Fang dengn cepat. Mereka segera mundur ke belakang, menjauh dari area pertempuran Kai Zen dan Yi Yizue.


Ketika Kai Zen, Yi Yizue, Guo Yan, dan Zhuo Fang sedang sibuk melawan musuh yang mereka hadapi. Terdapat tiga sosok perempuan yang mengamati pertempuran mereka dari kejauhan.


“Pertempuran Kai Zen melawan orang itu sebelumnya sudah sangat sengit, bagaimana dia ketika melawan lima orang hanya bersama perempuan yang bernama Yi Yizue itu? aku tidak sabar untuk melihat hasilnya!”


“Aku malah lebih penasaran dengan pasangan yang baru saja datang. Bukankah mereka pasangan yang mengalahkan tuan muda Shi dan nona muda Dai sebelumnya? aku ingin melihat pertempuran mereka sekali lagi!”


“Bagaimana denganmu?” dua orang perempuan yang telah mengemukakan pendapat mencoba bertanya kepada satu orang perempuan yang sama sekali belum berbicara, perempuan itu terlihat fokus menatap Kai Zen.


“Aku tidak peduli dengan yang lain. Tujuanku kemari hanya untuk melihat dia!”


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2