
“Teknik Pedang Keluarga Zu! Teknik Pertama, Membelah Angin!”
ZHINGGGGGG!
CLANG!
Ayunan pedang horizontal yang dilayangkan Zu Liang dengan mudah di tangkis oleh Yi Yizue menggunakan tangannya. Melihat pemandangan itu, Zu Liang sontak melompat beberapa kali ke belakang.
“Sihir apa yang kau gunakan? bagaimana kau bisa menangkis seranganku?” tanya Zu Liang kebingungan.
“Untuk apa aku menjawabmu? majulah dasar—”
BAAAM!
Sebelum Yi Yizue menyelesaikan ucapannya, Ji Zhan telah berada di belakang dan melayangkan satu pukulan kepada Yi Yizue. Setelah berhasil melayangkan satu pukulan, Ji Zhan melayangkan pukulan berikutnya hingga bertubi-tubi.
BAM! BAM! BAM! BAM! BAM! BAM! BAM! BAM!
Wushhhhh!
Dirasa sudah cukup melayangkan pukulan kepada Yi Yizue, Ji Zhan langsung mundur beberapa meter ke belakang.
‘Harusnya seranganku meninggalkan luka walaupun kecil.” Pikir Ji Zhan.
“Dasar pengecut! lagi-lagi menyerangku saat sedang berbicara. Hal ini terjadi lebih dari satu kali, sudah dipastikan kalian adalah pria lemah sekaligus pengecut!” Yi Yizue membalas serangan Ji Zhan dengan ucapan yang kejam.
“Ti—tidak mungkin!” Ji Zhan terkejut melihat Yi Yizue baik-baik saja tanpa satupun luka.
“Bagaimana bisa kau tidak terluka?” imbuh Ji Zhan, dia melihat Yi Yizue dengan tatapan tidak percaya.
“Bagaimana bisa? bagaimana bisa? apakah kelompok kalian selalu terkejut ketika musuh kalian lebih kuat?” sindir Yi Yizue.
‘Kyaaa, bersikap tangguh seperti ini membuatku malu! Kai Zen tidak melihatnya, kan? ah masa bodohlah, lagi pula Kai Zen sudah tahu tentang hal ini.’
‘Dengan menggunakan aura yang Kitsune ajarkan. Aku dapat membuat pelindung tubuh super kuat serta meningkatkan kekuatan fisik dan kapasitas manaku. Aura itu juga dapat mengontrol sihir pesona yang aku latih. Saat ini, aku bisa mengalahkan penyihir yang tingkatannya di bawah Penyihir Tingkat Ahli.’
‘Lawan-lawanku memiliki tingkatan di bawah tingkat ahli, aku dapat mengalahkan mereka dengan mudah!’ batin Yi Yizue seraya tersenyum.
“Majulah secara bersamaan, lawan aku dengan semua kekuatan yang kalian miliki!” ucap Yi Yizue sangat mendominasi.
“Sombong! matilah!” Ji Zhan melesat cepat. Bersamaan dengan itu, Zu Liang juga melesat.
Wushh! Wushh!
Dalam beberapa detik, kedua orang itu telah sampai di dekat Yi Yizue. Mereka bersiap melayangkan satu pukulan dengan seluruh kekuatan yang di miliki, all in.
BOOOOM!
ZHINGGG!
__ADS_1
Serangan dengan seluruh kekuatan yang di miliki Ji Zhan dan Zu Liang menghasilkan dampak yang sangat besar, gelombang angin yang dihasilkan hingga bermeter-meter jauhnya.
‘Apakah perempuan ini sudah kalah?’ batin Ji Zhan.
DUARRR!
Seakan pertanyaan Ji Zhan adalah kutukan, kembali muncul ledakan yang menghempaskan mereka berdua.
BRUK!
Ji Zhan dan Zu Liang terjatuh sangat keras. Ketika Ji Zhan mencoba berdiri, tiba-tiba Zu Liang berteriak kepadanya.
“AWAS!”
BUKK!
Bersamaan dengan teriakan Zu Liang, perut Ji Zhan di pukul oleh seseorang, dia adalah Yi Yizue.
Bruk!
Ji Zhan terlempar beberapa meter ke belakang. Ketika Ji Zhan tersungkur di tanah, dia menoleh ke depan dan melihat Yi Yizue telah berdiri di depannya lagi.
“Kali ini biarkan aku yang menindasmu!” ucap Yi Yizue seraya tersenyum.
CLING!
Ji Zhan tidak sengaja melihat manifestasi seekor Rubah Ekor Sembilan ketika memandang Yi Yizue yang tersenyum di depannya. Ji Zhan ketakutan melihat rubah itu. Tanpa Ji Zhan sadari dia bergumam, “Kau monster!”
WARGHHH!
Ji Zhan yang semula melihat manifestasi saja kini manifestasi itu mengaum ke arahnya, auman itu terdengar sangat menakutkan.
‘Wanita itu...dia tidak bilang bahwa perempuan ini adalah seorang monster! bersikap polos di luar, tetapi memiliki monster di dalam!’ batin Ji Zhan ketakutan. Dia sudah tidak bisa berkata apapun, suaranya seakan telah menghilang.
Buk! Buk! Buk! Buk!
Yi Yizue memukul Ji Zhan yang tersungkur di tanah bertubi-tubi, dia tidak membiarkan Ji Zhan bernapas sedikitpun.
Bug! Bug! Bug! Bug!
Semakin lama, semakin kuat pukulan yang diberikan Yi Yizue. Dia seakan tidak membiarkan Ji Zhan pingsan begitu saja.
“Berhenti!” teriak Zu Liang dari belakang.
‘Sialan kau Zu Liang. Sedikit lagi aku akan pingsan, mengapa kau menyuruh monster ini berhenti?’ batin Ji Zhan dengan kesal.
‘Berharap menang melawan monster ini? itu hanya mimpi. Menyerah saja Zu Liang.’ Pikir Ji Zhan dalam hati, dia trauma melihat manifestasi Rubah Ekor Sembilan sebelumnya.
DUARRRR!
__ADS_1
Yi Yizue mengakhiri Ji Zhan dengan tendangan yang sangat keras. Ji Zhan pun pingsan karena tendangan itu. ‘Akhirnya aku pingsan.’
“Ji Zhan!” teriak Zu Liang khawatir.
“Tenang saja, dia hanya pingsan.” Yi Yizue menoleh ke belakang dengan santai.
“Kau adalah perempuan paling kejam yang pernah aku temui!”
“Aku setuju. Aku memang kejam untuk beberapa orang.” Yi Yizue mengangguk setuju.
“Huh...hah...sia-sia aku berbicara dengamu!” Zu Liang menancapkan pedang ke tanah.
“Untuk mengalahkan monster berwujud perempuan. Aku juga harus berubah menjadi monster!” Zu Liang menatap Yi Yizue marah.
“Monster ya...lagi-lagi...kata itu terdengar...” Yi Yizue menunduk, dia terlihat memikirkan kata 'Monster' yang selalu ia dengar.
“Baiklah, jika orang-orang berkata bahwa aku adalah monster. Aku dengan senang hati menerimanya.” Yi Yizue berkata lirih sembari tersenyum.
“Lagi pula perkataan mereka tidak sepenuhnya salah...” Yi Yizue melihat Zu Liang yang tengah memejamkan mata.
“Sekarang, majulah!” teriak Yi Yizue.
BOOOOOM!
Zu Liang mengeluarkan ledakan aura, dia diselimuti oleh aura hitam dan merah. Perlahan-lahan rambut hitam Zu Liang berubah warna menjadi biru tua dan memanjang. Badannya bertambah besar sedikit, baju yang dia pakai mulai robek karena badannya bertambah besar hingga menyisakan celana saja. Muncul tato hitam yang membentuk simbol aneh di badannya.
“Perubahan awal selesai!” ucap Zu Liang dengan tegas.
‘Perubahan itu...dia memiliki roh sihir!' batin Yi Yizue, dia menjadi lebih waspada.
Setelah Zu Liang selesai berubah, dia mengambil kembali pedang yang sebelumnya dia tancapkan. Lalu dia berkata, “Kekejaman, tunjukkan wujud aslimu!”
Sheshhhh!
Seketika pedang di tangan Zu Liang berubah bentuk menjadi lebih panjang dan elegan, pedang itu juga memunculkan api hitam di bilahnya.
“Kali ini kau sudah tamat!”
“Hanya bertambah sedikit lebih kuat, jangan berbangga diri.” Yi Yizue menggeleng kepala seraya tersenyum merendahkan.
“Sosokmu yang sekarang...sudah seperti bocah laki-laki itu! sangat sombong!” ucap Zu Liang dengan jengkel.
‘Dia tidak salah, aku mengikuti gaya bicara Kai Zen hehehe...’ batin Yi Yizue dalam hati.
“Lalu, kau mau apa?” ucap Yi Yizue dingin.
Wushhh!
“Aku akan menghajarmu hingga bocah laki-laki itu tidak mengenalimu!”
__ADS_1
Bersambung