
Keluarga Song telah meninggalkan kediaman Keluarga Zhuo. Begitupun dengan Guo Yan, setelah Keluarga Song pergi, dia juga pamit pulang. Zhuo Fang menawarkan untuk menemani Guo Yan pulang, namun Guo Yan bersikeras untuk menolaknya. Akhirnya Guo Yan pulang sendiri, Zhuo Fang dan Patriarch Zhuo mengantar kepulangannya dari pintu.
“Perempuan yang bernama Guo Yan itu bagus, Xiao Fang!” ucap Patriarch Zhuo setelah Guo Yan menghilang dari pandangannya.
“Dari mana bagusnya, Patriarch?” tanya Zhuo Fang dengan penasaran.
“Ketenangan dan kebijaksanaan yang dia pancarkan tadi sangat hebat. Apakah kau tidak menyadarinya, Xiao Fang?” Patriarch Zhuo menatap Zhuo Fang penuh selidik.
“Entahlah, aku tidak menyadarinya.” Zhuo Fang menggeleng-geleng kepala.
“Bagaimana dengan Song Zili, Patriarch?” setelah berhenti menggeleng, Zhuo Fang bertanya tentang Song Zili menurut pandangan Patriarch Zhuo.
“Song Zili itu cukup baik. Sebagai nona muda Keluarga Besar wataknya lumayan bagus. Setidaknya tidak seperti perempuan itu.” Jawab Patriarch Zhuo.
“Perempuan itu?” tanya Zhuo Fang bingung.
“Heh, jangan berlagak bodoh, Xiao Fang. Kau pasti tau siapa perempuan itu.” Patriarch Zhuo menutup sebelah mata, mata yang masih terbuka melirik Zhuo Fang. Dia mengelus-elus janggutnya dengan pelan.
“Maksud Patriarch adalah Dai Ruo Ruo?” tebak Zhuo Fang.
“Benar.” Patriarch mengangguk sembari memejamkan kedua mata.
“Ngomong-ngomong, Guo Yan itu adalah partnermu saat melawan Dai Ruo Ruo dan Shi Yongzhen, kan?” tanya Patriarch Zhuo memastikan.
“Benar, dia adalah partnerku saat melawan mereka.” Zhuo Fang mengangguk mengkonfirmasi ucapan Patriarch Zhuo.
“Hmmm, baguslah.” Jawab Patriarch Zhuo singkat. Dia membalik badan bersiap masuk ke rumah.
“Patriarch, bagaimana dengan persaingan dua wanita tadi? siapa yang harus ku pilih sebagai pasangan?” tiba-tiba Zhuo Fang bertanya tanpa mengubah postur tubuh.
Mendengar pertanyaan Zhuo Fang, Patriarch Zhuo tidak jadi masuk ke rumah. Dia kembali ke posisi semula seraya melihat Zhuo Fang. Patriarch Zhuo menepuk pundak Zhuo Fang dengan pelan seraya berkata, ”Itu terserah padamu, Xiao Fang. Keluarga Zhuo tidak akan ikut campur. Kami akan menerima dengan senang hati apapun keputusanmu. Mau kau bersama Song Zili atau dengan Guo Yan. Carilah kebahagiaanmu sendiri.”
“Aku mengerti, Patriarch.” Zhuo Fang mengangguk mendengar jawaban Patriarch Zhuo.
“Baguslah, Xiao Fang.”
“Jadi, jika kebahagiaanku bersama dengan Guo Yan dan Song Zili. Apakah aku harus memilih mereka berdua sebagai pasangan?” lanjut Zhuo Fang.
__ADS_1
“UHUK... UHUK...” Patriarch Zhuo terbatuk saking terkejutnya mendengar perkataan Zhuo Fang.
“Xiao Fang, apa kau tahu arti dari perkataanmu itu?” Patriarch Zhuo menatap Zhuo Fang serius.
“Aku tahu!” jawab Zhuo Fang mantab.
“Haduh, aku tidak tahu bagaimana caramu berpikir, Xiao Fang. Sudahlah, mari akhiri pembicaraan kita di sini.” Patriarch Zhuo pergi meninggalkan Zhuo Fang sendiri.
‘Tentu saja aku hanya bercanda. Mengurus satu perempuan saja sudah membuatku pusing, apalagi dengan dua perempuan. Hari-hariku bisa menjadi menyeramkan hahahaha!’ batin Zhuo Fang dalam hati. Dia masih berdiri sendiri menatap bintang di langit.
Sementara itu, Guo Yan telah sampai di rumah yang dia tinggali di Kota Sky Blue. Dia membaringkan tubuh di kasur sembari memejamkan mata.
Wusshhhh!
Angin bertiup kencang selama beberapa saat. Jendela kamar Guo Yan yang masih terbuka membuat gorden di sekitarnya bergerak-gerak tertiup angin. Tiba-tiba dua sosok bayangan masuk ke kamar Guo Yan melalui jendela.
“Ada apa?” tanya Guo Yan yang menyadari kedatangan dua sosok bayangan itu. Guo Yan masih berbaring di atas kasur sembari memejamkan mata.
“Apa perempuan tadi perlu kami bunuh, nona?”
“Tidak perlu, kau tidak perlu membunuh perempuan itu, Guo Jing. Aku hanya bermain-main dengannya.”
“Ngomong-ngomong, untuk apa kalian kemari, Guo Hao?”
Ternyata dua sosok bayangan itu adalah Guo Jing dan Guo Hao. Guo Yan menjawab pertanyaan Guo Jing sekaligus bertanya mengenai tujuan kedatangan mereka.
“Kebenaran tentang insiden Zhuo Qing.”
Mendengar jawaban Guo Hao, Guo Yan segera menegakkan badan. Dia menatap Guo Hao dan Guo Jing dengan serius.
“Ceritakan padaku!”
“Baik, Nona. Jadi...”
Guo Hao segera menceritakan semuanya kepada Guo Yan. Cerita Guo Hao dengan cerita Zhuo Fang hampir sama, hanya berbeda sedikit. Cerita Zhuo Fang lebih lengkap daripada cerita Guo Hao. Setelah Guo Hao selesai bercerita, Guo Yan segera mengajukan beberapa pertanyaan.
“Informasi yang kalian peroleh cukup bagus. Hampir sama seperti yang temanku bilang. Sejak kapan kalian menemukan informasi ini? pasti sudah beberapa hari kemarin, hanya saja kalian melaporkannya padaku hari ini.” Guo Yan tersenyum menatap Guo Jing dan Guo Hao.
__ADS_1
“Penglihatan nona memang tajam. Kami memang sudah menemukan informasi ini dari kemarin. Kami baru melaporkan informasi ini sekarang karena mengkonfirmasi beberapa hal.” Guo Hao memuji sekaligus menjawab pertanyaan Guo Yan dengan serius.
“Ho? jadi, kalian berusaha mencari informasi lebih?”
“Benar, Nona. Kami merasa ada yang janggal dengan kasus ini. Setelah kami mencari informasi tambahan ternyata...” Guo Hao terlihat ragu melanjutkan ucapannya.
“Apa?” ucap Guo Yan penasaran, dia beralih menatap Guo Jing.
“Ter—ternyata insiden itu sudah direncanakan!” Guo Jing sontak menjawab setelah ditatap Guo Yan, dia terlihat ketakutan.
“Direncanakan? bagaimana bisa?” Guo Yan terkejut mendengar jawaban Guo Jing.
“Hah, sebenarnya kami menggunakan beberapa metode rahasia untuk mencari kebenaran dari beberapa orang yang terlibat.” Guo Hao menghembuskan napas, dia memberanikan diri untuk menjelaskan kepada Guo Yan.
“Apa kalian juga menggunakan Anggrek Kejujuran?”
“Benar, Nona. Kami juga...menggunakan metode lain.” Guo Hao merasa bersalah karena tidak bertanya dulu kepada Guo Yan tentang penyelidikan lebih jauh, dia siap menerima hukuman yang akan diberikan kepada Guo Yan kepadanya jika diperintahkan.
Guo Yan yang melihat raut wajah bersalah dari Guo Hao berkata, “Apa kau merasa bersalah, Guo Hao?”
“Bawahan ini jelas merasa bersalah, nona. Silahkan beri bawahan ini hukuman karena tidak meminta persetujuan nona untuk menyelidiki kasus itu lebih jauh.” Guo Hao menjatuhkan dirinya ke lantai, dia membungkuk ke arah Guo Yan.
“Hal ini tidak berkaitan dengan Guo Jing. Dia hanya mematuhi perintah saya. Jadi, tolong jangan hukum dia, sebagai gantinya hukumlah saya, nona.” Imbuh Guo Hao sembari membungkuk.
“Apa yang kau katakan? jelas aku juga harus ikut menanggung hukuman ini!” Guo Jing juga menjatuhkan dirinya ke lantai, dia ikut membungkuk ke arah Guo Yan.
“Bisakah kalian berdiri? padahal aku belum mengatakan bahwa kalian bersalah. Jadi, jangan asal menyalahkan kalian sendiri. Segera berdiri!” Guo Yan mengatakan hal tersebut dengan dingin sekaligus lembut.
“Baik, Nona.” Guo Jing dan Guo Hao segera berdiri lagi.
“Kalian sudah melakukan hal yang benar, tidak masalah jika kalian menggunakan Anggrek Kejujuran dan metode lainnya. Aku justru memuji kalian karena berinisiatif untuk melakukan penyelidikan lebih jauh. Kerja bagus!” Guo Yan tersenyum tulus kepada mereka. Dia juga memberikan apresiasi atas kerja keras yang Guo Jing dan Guo Hao lakukan.
“Nona muda...” Guo Jing dan Guo Hao menatap Guo Yan dengan terharu.
“Segera beritahu aku tentang informasi lain yang kalian dapat!”
Bersambung
__ADS_1