
Saat kami sudah sampai di aula, kami melihat banyak murid telah berkumpul. Sebagian besar tempat duduk telah di tempati. Aku dan Zhuo Fang berjalan-jalan mencari tempat duduk yang belum ditempati. Mataku yang melirik di sekitar tidak sengaja melihat Yizue yang sedang duduk berdua dengan seorang perempuan duduk di sampingnya. Sepertinya perempuan itu temannya Yizue karena mereka terlihat sangat akrab, aku tidak menyangka dia sudah mendapatkan teman. ‘Syukurlah dia mempunyai teman.’ Aku bersyukur melihat Yizue mempunyai teman. Tanpa kusadari, Yizue juga melihat ke arahku. Dia melambaikan tangannya padaku seakan mengajakku duduk di kursi sebelahnya yang belum ditempati. Karena masih ada dua kursi yang belum ditempati, aku mengangguk padanya. Akupun mengajak Zhuo Fang bersamaku.
“Ayo duduk di sana Zhuo Fang!” Aku menunjuk kursi yang belum ditempati.
“Disana? Baiklah.” Dia menyetujui ajakanku. Kamipun berjalan kesana.
Saat kami sudah dekat dengan tempat duduknya, Zhuo Fang berkata padaku sambil tertawa kecil, “Pantas saja kau mengajakku ke sini. Ternyata ada pa...maksudku temanmu.”
“Iya, lagipula kursi yang ada di sampingnya belum ditempati.” Aku membalas perkataannya. Zhuo Fang hanya cekikikan. Setelah kami sampai di kursi itu. Aku duduk di samping Yizue. Sedangkan Zhuo Fang duduk di sampingku, sisi yang berlawanan dari sisi Yizue. Akupun menyapa Yizue.
“Kukira kita akan bertemu lagi saat istirahat nanti, ternyata malah lebih cepat. Aku tidak tau kalau akan ada upacara pembukaan di aula.”
“K-kukira kau sudah tau, ja-jadi aku tidak memberitahumu. Ma-ma-maafkan aku Kai!” Yizue merasa sangat bersalah padaku.
“Tidak, ini bukan salahmu. Jangan merasa bersalah Yizue, aku jadi merasa tidak enak kalau kamu seperti itu.” Aku mencoba menghibur Yizue.
“Emmm, baiklah Kai.” Yizue menjawab seraya mengangguk.
“Ngomong-ngomong, aku boleh meminta nomormu? sebelumnya aku lupa memintanya.” Aku meminta nomor Yizue.
“Boleh, la-lagipula aku ingin meminta nomormu juga.” Yizue menyetujui permintaanku. Akupun memberikan HPku padanya. Yizue meraih HPku lalu mulai mengetik nomornya. Setelah selesai mengetik nomornya, dia mengembalikannya padaku. Aku meraih HPku lalu memberi nama kontaknya yaitu 'Yizue', tidak perlu yang aneh-aneh.
“Terima kasih.” Aku mengucapkan terimakasih kepada Yizue seraya tersenyum padanya.
“Te-te-terimakasih kembali.” Yizue tersenyum kembali padaku.
“Ehem, sepertinya aku di sini hanya menganggu.” Zhuo Fang mendengus sedih.
“Benar, benar. Aku juga merasa begitu!” perempuan yang berada di samping Yizue menyetujui apa yang dikatakan Zhuo Fang.
“A-apa yang kalian katakan?” Yizue menutupi wajahnya yang memerah menggunakan tangan.
“Biarkan saja mereka Yizue. Tdak perlu terlalu memikirkan apa yang mereka katakan.” Aku menenangkan Yizue.
“Benar, benar. Hiraukan saja kami.” Perempuan di samping Yizue langsung membalas perkataanku.
__ADS_1
“Ngomong-ngomong, siapa namamu?” Zhuo Fang menanyai perempuan itu.
“Aku Guo Yan dari kelas F. Teman sekelas Yizue. Siapa namamu?” Guo Yan memperkenalkan dirinya. Setelah itu, dia menanyai Zhuo Fang.
“Aku Zhuo Fang dari kelas C. Teman sekelas Kai Zen.” Zhuo Fang memperkenalkan dirinya.
“Apakah kamu juga dari kelas C?” Guo Yan bertanya padaku.
“Bukankah Zhuo Fang sudah bilang kalau dia teman sekelasku? kalau dia kelas C, berarti aku juga kelas C.” Aku menjawab pertanyaan konyolnya.
“Maaf, aku tidak memperhatikannya. Hehehehe... ” Guo Yan memukul pelan kepalanya.
“Ngomong-ngomong, Yizue memanggilmu Kai. Jadi siapa namamu?” Guo Yan lanjut bertanya.
“Namanya Kai Zen. Ngomong-ngomong siapa nama nona ini? Apakah nona pacar Kai Zen” Zhuo Fang menerobos menjawab pertanyaan Guo Yan yang diarahkan padaku serta mengajukan pertanyaan pada Yizue.
“Dia Yizue. Jadi apakah benar kamu berpacaran dengannya?” Guo Yan menunjuk diriku.
“Ti-tidak, kami belum berpacaran.” Yizue menyilang tangannya.
“Belum berpacaran, jadi cepat atau lambat akan berpacaran toh?” Zhuo Fang menjahili Yizue seraya tertawa pelan, Guo Yan juga ikut tertawa. Mereka berdua kompak menjahili Yizue.
“Kalian cukup! jangan menjahili Yizue lebih jauh!” Aku menyuruh mereka berhenti menjahili Yizue.
“Baik, baik, baik. Kami berhenti hahahaha.” Zhuo Fang menjawab dengan keadaan masih tertawa.
“Kami hanya bercanda, jangan marah. Nanti Yizue takut padamu~” Guo Yan beralih menjahiliku.
“Terserah kalian saja. Hiraukan mereka Yizue.” Aku menghela napas kesal.
“Ba-baik,” Yizue mengangguk padaku.
Aku dan Yizue diam mendengar ocehan mereka berdua. Setelah beberapa saat berlalu, mereka mulai diam karena suasana di sekitar kami mulai berubah sunyi. Akupun bertanya pada Zhuo Fang.
“Apakah akan di mulai?”
__ADS_1
Zhuo Fang melihat HPnya, lalu berkata, “Sepertinya begitu.”
“Baiklah.” Jawabku singkat. Tidak lama kemudian acara pembukaan di mulai. Aula menjadi sepi, hanya terdengar suara kepala akademi yang sedang berbicara, dilanjutkan perwakilan murid baru dan seterusnya. Kami mengikuti acara pembukaan dengan tenang hingga selesai.
< < > >
Upacara pembukaan sudah selesai, aku dan Zhuo Fang hendak pergi menuju kelas. Sebelum pergi, aku mengucapkan beberapa kata pada Yizue.
“Aku akan kembali ke kelas, kamu juga harus segera kembali. Istirahat nanti aku akan menghampirimu.”
“Baiklah, ha-hati-hati Kai.” Yizue mengangguk mengerti.
“Aku pergi.” Setelah aku mengucapkan perkataanku. Aku berbalik lalu pergi ke kelas di ikuti Zhuo Fang di sampingku. Yizue dan Guo Yan juga pergi kembali ke kelas mereka.
“Kalian seperti pasangan, aku iri!” Zhuo Fang mengeluh padaku.
“Sepertinya Guo Yan juga sama sepertimu. Kenapa kau tidak bersama dengannya?” Aku menjahili Zhuo Fang, membalas kejadian sebelumnya.
“Hahahaha, kalaupun aku mau, aku tidak bisa. Pernikahanku sudah ditentukan.” Zhuo Fang tersenyum pahit.
Dari kata-kata yang dia keluarkan, sepertinya Zhuo Fang sudah bertunangan. Pertunangan yang ditentukan oleh keluarga pastinya. Setelah melihat ekspresi Zhuo Fang, aku hanya diam.
“Lupakan saja.” Zhuo Fang tiba-tiba berbicara.
“Tidak perlu bersedih, lagipula tunanganmu pasti cantik.” Aku mencoba menghiburnya.
“Cantik tapi hatinya busuk. Lebih baik aku sendiri daripada terjebak dengan perempuan sepertinya.” Zhuo Fang berkata dengan nada kesal.
‘Sial, terkutuklah mulutku.’ Ucapku dalam hati. Niat menghibur Zhuo Fang, malah membuat suasana hatinya semakin buruk. “Maaf.” Ucapku pada Zhuo Fang.
“Tidak perlu dipikirkan.” Zhuo Fang menjawab singkat. Tanpa disadari kami sudah sampai di depan kelas. Kamipun masuk lalu duduk di bangku masing-masing. Zhuo Fang duduk di belakangku.
< < > >
Suasana kelas Kai Zen semakin lama semakin ramai. Satu per satu murid mulai masuk ke kelas. Suasana yang mulanya sepi menjadi lebih hidup. Beberapa murid mulai berkenalan satu sama lain, ada juga yang sudah mulai bersenda gurau. Kai Zen dan Zhuo Fang hanya diam di bangku masing-masing. Zhuo Fang asik bermain dengan Handphonenya, sedangkan Kai Zen hanya diam melihat ke luar jendela. Tanpa mereka sadari, seorang guru mulai masuk ke kelas C. Murid yang menyadari ada seorang guru yang masuk ke kelas mulai kembali ke bangku mereka, diikuti murid lain yang baru sadar akan kehadiran seorang guru. Ketika semua murid sudah kembali ke bangku mereka masing-masing, guru itu mulai berbicara.
__ADS_1
“Selamat pagi para murid sekalian!”
Bersambung