
Yi Yizue menggenggam erat tangannya karena marah, dia melihat Yi Xie dengan penuh kebencian seraya berkata, “Aku akan membunuhmu!”
“Sihir Angin Tingkat Bumi Rendah: Kecepatan Angin!”
“Sihir Angin Tingkat Bumi Menengah: Tarian Angin!”
“Sihir Air Tingkat Bumi Rendah: Sarung Tangan Air!”
“Sihir Api Tingkat Bumi Rendah: Sarung Tangan Api!” Yi Yizue langsung mengaktifkan empat sihir tipe buff sekaligus untuk dirinya. Kemudian, dia berlari dengan sangat cepat ke arah Yi Xie.
“S-sihir Tanah Tingkat Bumi Menengah: Dinding Tak Ter-” Yi Xie yang gugup melihat Yi Yizue yang mengaktifkan empat sihir sekaligus mencoba mengaktifkan sihir pertahanan, namun sebelum sihir aktif Yi Yizue telah memukul Yi Xie dengan sangat keras.
“Aghhhh!” Yi Xie yang menerima pukulan itu mengerang kesakitan.
“Sihir Angin Tingkat Bumi Rendah: Tendangan Angin!” melihat Yi Xie mengerang kesakitan, Yi Yizue tetap tidak sedikitpun merasa kasihan. Sebaliknya, dia mengaktifkan sihir yang mendukung tendangannya untuk menyerang Yi Xie. Dengan bantuan sihir angin, tendangan Yi Yizue menjadi sangat cepat.
Bukkkk!
Yi Yizue menendang perut Yi Xie hingga menghasilkan suara yang sangat keras, Yi Xie yang menerima tendangan itu berpindah tempat beberapa meter dari tempat sebelumnya. Penonton yang melihat kejadian itu menjadi merinding, bulu kuduk mereka berdiri. Perempuan yang tadinya pemalu menjadi ganas dalam waktu singkat karena orang tuanya direndahkan.
“Sihir Cahaya Tingkat Bumi Rendah: Penyembuhan!” tanpa diduga Yi Yizue melepaskan sihir penyembuhan kepada Yi Xie setelah dia menendangnya. Para penonton menjadi terkejut melihat tindakannya.
‘Apa yang dia lakukan? mengapa dia menyembuhkannya?‘ itulah yang dipikirkan para penonton. Mereka tidak tahu bahwa tujuan Yi Yizue menyembuhkan Yi Xie adalah untuk menyiksanya lebih lama.
“Bangunlah!” Yi Yizue memerintahkan Yi Xie yang telah sembuh sedikit.
“A-apa sebenarnya yang kau inginkan?” Yi Xie tidak menunjukkan sedikitpun ketakutan walaupun Yi Yizue telah menghajarnya.
“Sihir Api Tingkat Bumi Rendah: Lingkaran Api!” Yi Yizue memberi batasan pada Yi Xie dengan sihir apinya.
“H-hanya ini? Sihir Angin Tingkat Bumi Rendah: Lompatan!” Yi Xie melompat keluar dari sihir api yang diaktifkan Yi Yizue.
__ADS_1
“Kau terlalu meremehkanku, Yi Yizue!” Yi Xie terlihat senang karena berhasil keluar. Lalu, dengan cepat dia mengaktifkan sihir serangan.
“Sihir Angin Tingkat Bumi Tinggi: Pusaran Angin!” Yi Xie mengaktifkan sihir yang sama seperti tadi. Dia berpikir bahwa Yi Yizue akan terjebak dalam sihirnya.
“Satu sihir tidak akan cukup untukmu kan, Yi Yizue? Sihir Api Tingkat Bumi Tinggi: Kobaran Api Pembunuh!” Yi Xie mengaktifkan sihir keduanya. Sihir Pusaran Angin digabungkan dengan Sihir Kobaran Api Pembunuh, sihir itu cukup untuk membunuh penyihir yang selevel Yi Yizue.
“Hahahaha, Kali ini kau habis, Yi Yizue!” Yi Xie tertawa sangat girang. Para penonton dan host juga telah menyimpulkan bahwa Yi Xie berhasil menyingkirkan Yi Yizue. Namun, anggapan mereka langsung hilang saat melihat Yi Yizue melompat keluar dari sihir mematikan Yi Xie.
“B-bagaimana mungkin?” Yi Xie sangat terkejut melihat Yi Yizue yang berhasil selamat dari gabungan sihir mematikannya. Bukan hanya Yi Xie yang terkejut, penonton dan host juga terkejut melihatnya.
‘Bagaimana bisa perempuan itu selamat?’
‘Perempuan itu tidak kalah?’
‘Apakah murid baru tahun ini sangat berbakat semua?’
Itulah beberapa hal yang dipikirkan penonton saat melihat Yi Yizue yang berhasil selamat. Mereka tidak menduga kejadian ini akan terjadi. Sedangkan, Yi Yizue yang berhasil selamat berlari menuju arah Yi Xie dengan sangat cepat, dia bersiap untuk menyerang lagi.
“T-tunggu!” Yi Xie sangat ketakutan karena melihat Yi Yizue yang berhasil selamat dari sihir gabungannya, dia mencoba menghentikan Yi Yizue. Tetapi, Yi Yizue tidak menanggapinya dan tetap berlari ke arahnya.
“Tinjuan kedua karena kau dan kakakmu terlalu menyebalkan!” Yi Yizue mendekati Yi Xie dan memukulnya sebelum dia jatuh ke tanah.
“Tinjuan ketiga karena kau menghina orang tuaku!” sebelum jatuh ke tanah, Yi Yizue memukul Yi Xie lagi. Kemudian, Yi Xie terpental beberapa meter ke belakang. Dia tersungkur tidak berdaya di tanah.
“A-aku me-” Yi Xie yang mentalnya telah hancur ingin menyerah, tetapi Yi Yizue menghentikan Yi Xie sebelum kalimatnya selesai diucapkan. Yi Yizue melayangkan pukulan keempat ke wajahnya seraya berkata.
“Tinjuan keempat karena kau menghina orang tuaku!” alasan yang sama seperti sebelumnya. Kemudian, Yi Yizue memukul wajah Yi Xie hingga beberapa kali sambil meneriakkan alasan yang sama seperti sebelumnya.
“T-tinjuan ketiga pu-” ketika Yi Yizue ingin melayangkan pukulannya yang ketiga puluh, dia dihentikan oleh seseorang yang dia kenal. Kai Zen lah yang menghentikan Yi Yizue.
“Sudahlah, dia sudah pingsan.” ucap Kai Zen menenangkan Yi Yizue dengan nada lembut.
__ADS_1
“Lihatlah lingkungan sekitarmu, tidak ada yang mengerti apa yang kau perjuangkan.“ Kai Zen melihat lingkungan disekitarnya, diikuti Yi Yizue.
“Wanita itu sangat kejam!”
“Perempuan yang mengerikan!”
“Jangan dekat-dekat dengannya!”
Satu per satu penonton mulai menghujat Yi Yizue. Ada yang takut, merendahkan, dan sikap negatif lainnya. Mereka hanya melakukan penilaian sepihak, tidak pernah mencoba memahami posisi yang dihujat.
“A-apa yang kulakukan?” tiba-tiba Yi Yizue bertanya kepada Kai Zen. Dia telah kembali seperti Yi Yizue yang sebelumnya.
“Kau menghajar Yi Xie hingga babak belur.” Kai Zen menunjuk Yi Xie yang babak belur.
“Ah, a-aku sedikit ingat.” Yi Yizue memegang kepalanya. Dia seperti sedang mencoba mengingat sesuatu.
“A-aku sudah ingat. Jadi, aku...” Yi Yizue mulai menjelaskan secara singkat kepada Kai Zen apa yang dia ingat. Kai Zen hanya mengangguk mendengarnya.
“Benar, akhirnya kau ingat. Karena kau sudah ingat, kau tidak akan menghajarnya lagi, kan?” Kai Zen menunjuk Yi Xie.
“Ti-tidak, kasihan dia sudah babak belur.” Yi Yizue memakai kacamatanya lagi.
Kai Zen tersenyum mendengar jawaban Yi Yizue, lalu dia meneriaki host untuk menentukan pemenangnya, “Apakah sudah bisa diumumkan siapa pemenangnya?”
Host Arena yang tertegun melihat keganasan Yi Yizue mulai sadar saat mendengar teriakan Kai Zen. Dia segera mengumumkan pemenangnya kepada seluruh penonton.
“Dikarenakan dua kontestan pingsan dan tidak bisa melanjutkan pertandingan. Pemenangnya adalah pasangan Yi Yizue dan Kai Zen. Selamat kepada keduanya karena berhasil memenangkan pertandingan ini!” Host mengumumkan kemenangan Yi Yizue dan Kai Zen dengan sangat meriah.
Walaupun para penonton enggan memberi mereka tepuk tangan, tetapi karena mereka menang. Mau tidak mau mereka harus mengakui bahwa Yi Yizue dan Kai Zen lebih kuat dari lawannya dan patut diberi penghargaan ataupun pengakuan. Apalagi saat melawan murid yang levelnya lebih tinggi dari mereka.
“Me-mengapa mereka bertepuk tangan? bu-bukankah tadi mereka merendahkanku?” tanya Yi Yizue dengan polos.
__ADS_1
“Karena kita menang!” Kai Zen tersenyum seraya membalas pertanyaan Yi Yizue.
Bersambung