
‘Ini saatnya!’
Sesaat Yi Yizue menginjak tanah, dia berlari ke arah Ge Peng. ‘Kalahkan satu orang yang memegang kendali formasi agar aku bisa keluar dari area ini!’
Beberapa meter lagi Yi Yizue bisa melayangkan pukulan kepada Ge Peng. Tetapi, sihir cahaya yang dia keluarkan sudah menghilang, lawan menjadi sadar tentang rencana Yi Yizue dan mencoba menghentikannya.
“Sihir Tanah Tingkat Bumi Menengah: Dinding Tak Tertembus!”
“Sihir Tanah Tingkat Bumi Menengah: Badai Pasir”
Cuo Yi langsung memasang pertahanan di depan Ge Peng, dia juga memberi debuff kepada Yi Yizue. “Usaha yang sia-sia, gadis cantik. Selama aku masih di luar dan melihat semuanya, kau tidak bisa menyentuh Ge Peng dan Ge Veng.”
“Si—sihir Angin Tingkat Bumi Menengah: Tarian Angin!”
“Si—sihir Angin Tingkat Bumi Tinggi: Langkah Angin!”
WUSH!
Yi Yizue menyadari bahwa rencananya telah gagal, dia mengaktifkan sihir buff agar dapat melarikan diri dari Badai Pasir yang dikirim Cuo Yi.
“Uhuk...I—ini tidak mudah...” ucap Yi Yizue lirih.
“Kata siapa pertarungan ini mudah? matilah!” Ji Zhan dengan cepat telah muncul di depan Yi Yizue, dia berusaha memukulnya.
‘Gawat!’
BAAMMM!
Yi Yizue yang belum siap menerima serangan sontak menghadang pukulan Ji Zhan dengan kedua tangan. “Ka—kau...le—”
ZHING!
Zu Liang yang melihat Yi Yizue menghadang pukulan Ji Zhan lantas menyerang dengan cepat. Tanpa belas kasih, dia melayangkan satu tebasan ke perut Yi Yizue.
“Kau sudah selesai jika aku bersungguh-sungguh ingin membunuhmu. Sayangnya, aku tidak berniat begitu sehingga kau—”
“O—omong kosong!”
DUARRRRRR!
Tiba-tiba muncul ledakan dari tempat Yi Yizue. Ji Zhan dan Zu Liang yang sebelumnya berada di dekatnya kini terpental mundur.
“A—apa yang terjadi?” Ji Zhan melihat ledakan itu dengan bingung.
“Aku sudah yakin menebasnya, tapi tebasanku tidak mungkin menimbulkan ledakan. Jadi, dari mana ledakan ini berasal?” Zu Liang tengah berpikir sembari melihat ledakan itu.
__ADS_1
“Cuo Yi, fokuslah melindungi Ge Peng dan Ge Veng!” tiba-tiba Ji Zhan berteriak kepada Cuo Yi.
“Aku mengerti, ketua!” Cuo Yi mengangguk paham.
‘Aku memiliki firasat buruk tentang ledakan ini!’ batin Ji Zhan.
“Zu Liang, kau masih bisa bertarung, kan?”
“Masih bisa, ketua.” Zu Liang mengangguk melihat Ji Zhan.
“Apa kau bisa mengaktifkan sihir jarak jauh?” tanya Ji Zhan lagi.
“Kalau itu...tidak bisa, ketua. Manaku sudah habis untuk melapisi pedang ini.” Zu Liang memandang pedang di tangannya.
“Baiklah, sayangnya aku juga tidak bisa. Ge Peng dan Ge Veng juga tidak bisa karena mereka harus mempertahankan formasi dan sihir perangkap ini.” Ji Zhan menggeleng-geleng kepala seakan pasrah.
“Bagaimana dengan Cuo Yi?” usul Zu Liang.
“Aku juga berpikir begitu, tapi jika aku menyuruhnya menyerang maka—”
“Ketua, suruh Cuo Yi menyerang saja. Cepat!" tiba-tiba Zu Liang beteriak panik.
“Memang ada a—apa?”
Ji Zhan yang mengikuti arah pandang Zu Liang juga ikut terkejut. Dia tercengang melihat mana di sekitar mereka bekumpul dan berputar mengelilingi tempat Yi Yizue.
“Ba—baik, ketua!” Cuo Yi ikut panik ketika melihat wajah Ji Zhan. Dia segera mengaktifkan sihir untuk menyerang Yi Yizue.
“Sihir Air Tingkat Langit Menengah: Pusaran Hiu Pembunuh!”
Setelah Cuo Yi mengaktifkan sihir tersebut, muncul pusaran air disekitar Yi Yizue. Terlihat beberapa bayangan Hiu yang terbentuk dari air di pusaran. Mereka berputar mengikuti arus pusaran. Kemudian, mereka melompat seraya membuka mulut seakan siap melahap Yi Yizue.
BOM! BOM! BOM!
Setiap bayangan Hiu yang hampir menyentuh Yi Yizue langsung hancur ketika berhadapan dengan putaran mana Yi Yizue. Putaran mana itu seakan menjadi benteng tak tertembus.
“Cuo Yi, serang dia lagi!” pekik Ji Zhan panik.
“Ti—tidak kuat lagi, ketua. Ma—manaku habis!” Cuo Yi terengah-engah kecapean, dia tidak sanggup mengeluarkan sihir lagi.
“Dasar payah!” cetus Ji Zhan pelan.
“Ge Peng, Ge Veng, tinggalkan formasi dan sihir kalian. Fokus serang perempuan itu dengan serangan jarak jauh!” setelah beberapa saat berpikir, Ji Zhan mulai mengatakan pemikirannya.
“Tetapi, jika kami me—"
__ADS_1
“Aku mempunyai firasat buruk tentang perubahan ini. Aku merasa jika kita tidak menggagalkan perubahan perempuan itu, kita yang akan kalah!” sela Ji Zhan, dia tidak menerima penolakan dari bawahannya.
“Kali ini aku setuju dengan ketua. Ge Peng, Ge Veng, serang perempuan itu sekuat mungkin, tinggalkan formasi kalian!” Zu Liang mendukung perintah Ji Zhan, dia juga mendapat firasat buruk dari perubahan ini.
“Baiklah.” Ge Peng dan Ge Veng mengangguk pasrah mendengar perkataan Ji Zhan dan Zu Liang. Mereka mulai merapal sihir paling kuat untuk menyerang Yi Yizue.
“Sihir Cahaya Tingkat Langit Tinggi: Tombak Penghakiman!”
“Sihir Kegelapan Tingkat Langit Tinggi: Tombak Kematian!”
Ge Peng melempar Tombak Kematian yang terbentuk dari sihirnya, sedangkan Ge Veng melempar Tombak Penghakiman. Kedua tombak tersebut melesat cepat ke arah Yi Yizue, membelah pusaran air milik Cuo Yi.
DUAR!
Lagi-lagi ledakan muncul dari tempat Yi Yizue, tetapi kali ini penyebab ledakan sudah pasti karena serangan Ge Peng dan Ge Veng. Entah serangan mereka berhasil atau gagal, tinggal menunggu gumpalan asap disekitar Yi Yizue menghilang.
“Huh...hah...huh...hah...” Ge Peng dan Ge Veng terengah-engah kecapean layaknya Cuo Yi.
“Kerja bagus, sekarang istirahatlah.”
“Te—terima kasih, ketua.” Ge Peng dan Ge Veng segera duduk bersila, mereka beristirahat seraya mengisi kembali mana.
“Apakah serangan Ge bersaudara berhasil?” tanya Zu Liang dngan cemas.
“Pasti berhasil!” jawab Ji Zhan mencoba menghibur Zu Liang.
‘Entah serangan mereka berhasil atau tidak, jangan sampai menghancurkan moral bawahan!’ pikir Ji Zhan.
“Sayangnya, ucapan ketua salah. Serangan mereka gagal total!” Zu Liang tersenyum masam menjawab ucapan Ji Zhan. Dia memasang kuda-kuda siap menyerang menatap ke tengah gumpalan asap.
‘Jangan-jangan...’ Ji Zhan menoleh ke tengah gumpalan asap.
‘Sialan, dia berhasil bertahan!’
Ji Zhan menatap jengkel ke tengah gumpalan asap, dia melihat bayangan seorang perempuan di sana. Sudah jelas bayangan yang di lihat Ji Zhan dan Zu Liang adalah Yi Yizue.
“Zu Liang, tinggal kita yang masih berdiri. Tetap tenang dan jangan ber—”
WUSH!
Zu Liang lebih dulu bergerak sebelum mendengar ucapan Ji Zhan sampai selesai. Dengan kecepatan seperti kilat, tidak sampai lima detik Zu Liang tiba di depan Yi Yizue. Dia siap mengayunkan pedangnya membelah Yi Yizue.
“Teknik Pedang Keluarga Zu! Teknik Pertama, Membelah Angin!”
ZHINGGGGGG!
__ADS_1
Bersambung