Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Sesuai Rencana!


__ADS_3

Sepulang dari Akademi Satu, Kai Zen dan Yi Yizue berjalan berdua menuju ke suatu tempat. Mereka berjalan seperti biasa, mengobrol dengan normal seperti hari-hari sebelumnya. Tidak ada keanehan dari gerak-gerik mereka berdua.


“Apa dia yang bernama Kai Zen?”


“Ya, laki-laki itu bernama Kai Zen. Sedangkan, perempuan di sampingnya bernama Yi Yizue.”


“Dia target kami kali ini?”


“Benar, mereka target para senior kali ini. Aku berharap senior dapat membantu junior ini untuk membereskan mereka berdua hari ini.”


“Lalu, imbalan apa yang akan kau berikan?”


“Terserah senior~”


“Sepertinya tubuhmu bagus!”


“Benar, tubuh junior sepertinya sering di rawat. Sayang jika tidak ada yang menyentuhnya.”


“Ahahaha! senior bisa saja. Ngomong-ngomong, junior bisa menjanjikan hal itu apabila senior menyelesaikan tugas yang diberikan junior ini.”


“Serius?”


“Iyaaa~”


“Baiklah, kawan-kawan apa kalian mendengarnya? mari selesaikan tugas ini dengan cepat agar kita bisa segera menikmati 'makanan' lezat!”


Mendengar hadiah yang menggiurkan dari seorang perempuan, sepuluh orang pria segera mengendap-endap mengikuti Kai Zen dan Yi Yizue. Sementara itu, perempuan yang memberi permintaan kepada sepuluh orang sebelumnya tersenyum licik seraya memanggil teman-temannya.


“Keluarlah, para sampah itu sudah pergi.”


“Apa kau yakin memberi permintaan itu kepada mereka? mereka terlihat tidak bisa di andalkan.”


“Hadiah yang kau berikan kepada mereka, apakah itu tidak memalukan?”


Dua orang perempuan datang dari belakang perempuan tadi, mereka bertanya tentang keputusan si perempuan sembari menatap penuh tanda tanya.


“Tenang saja, ini hanya bagian awal dari rencanaku. Permainan sesungguhnya belum di mulai. Untuk hadiah yang ku janjikan kepada mereka, tentu saja itu hanyalah kebohongan.”


“Hadeh, terserah kau saja. Ayo pergi, kita memiliki janji untuk bertemu beberapa tuan muda.”


“Yah, aku hanya mengikuti saja.”


Ketiga perempuan itu segera meninggalkan tempat mereka berdiri. Mereka menuju arah yang berkebalikan dengan Kai Zen dan Yi Yizue serta sepuluh orang yang mengikuti, arah itu menuju ke pusat Kota Sky Blue.

__ADS_1


...----------------...


Pada akhirnya, Kai Zen dan Yi Yizue telah sampai di bukit pinggiran Kota Sky Blue. Area yang biasanya Kai Zen lewati ketika hendak menuju ke salah satu tempat latihan favoritnya. Suasana di area tersebut sekarang sedang sepi, sangat cocok untuk penyergapan.


“A—apakah mereka akan keluar sekarang, Kai?” bisik Guo Yan, dia memperlambat langkahnya.


“Seharusnya begitu.” Ucap Kai Zen sembari mengikuti kecepatan Yi Yizue.


“A—apa kita ha—”


“Satu.” Sela Kai Zen.


“Satu? apa mak—”


“Dua.” Sela Kai Zen lagi.


‘Sepertinya Kai Zen sedang memperingatkan sesuatu, aku akan diam mendengarkan saja.’ Pikir Yi Yizue.


"Tiga!" seru Kai Zen pelan.


“Yoo, siapa ini?” tiba-tiba terdengar suara pria dari belakang Kai Zen dan Yi Yizue.


‘Luar biasa, mereka datang dalam hitungan ketiga!’ batin Yi Yizue seraya berbalik ke belakang untuk melihat sumber suara.


“Pasangan Maut, Kai Zen dan Yi Yizue. Senang bertemu dengan kalian.” Pria paling depan menyapa Kai Zen dan Yi Yizue dengan tersenyum sinis.


“Akhirnya kalian datang. Tidak perlu basa-basi, kalian datang untuk melawanku, kan?” Kai Zen tersenyum menatap pria itu.


“Ah, bagaimana junior bisa tahu? apakah junior bisa melihat masa depan? sebelumnya perkenalkan senior ini adalah murid tahun kedua bernama Ji Zhan, sedangkan...” Pria yang bernama Ji Zhan itu mulai memperkenalkan sembilan orang lainnya.


“Cukup, aku tidak berminat mengingat nama para hama!” potong Kai Zen sebelum Ji Zhan selesai memperkenalkan sembilan orang lainnya.


“Dia—oh, sepertinya junior satu ini memandang rendah kami para senior.” Ji Zhan menatap Kai Zen dengan tajam, dia tidak menerima Kai Zen memotong ucapannya.


“Untuk apa aku menghargai orang yang akan mencelakaiku? apa otak kalian masih berfungsi?” sindir Kai Zen seraya tersenyum.


“Ah, sebenarnya senior ini ingin berbicara lebih banyak lagi. Tetapi, karena junior tidak sabar maka senior ini akan segera memulai.” Ji Zhan mengepalkan tangan, bersiap untuk melayangkan pukulan kepada Kai Zen.


“Kakak, kakak! perempuan di sampingnya bernama Yi Yizue, kan?” tiba-tiba seorang pria gendut di samping Ji Zhan menunjuk Yi Yizue dengan tatapan mesum.


“Iya, apa adik ingin menikmatinya?” Ji Zhan yang tahu pemikiran pria yang di anggap adiknya itu mencoba menawarkan Yi Yizue padanya.


“Tentu, kak. Aku ingin me—”

__ADS_1


DOR!


“Aghhhh!”


Sebelum pria gendut itu menyelesaikan perkataannya, sebuah peluru air melesat dengan sangat cepat hingga mengenai kaki pria gendut tersebut. Dia pun berteriak kesakitan sembari memegang kaki yang terkena peluru tadi.


“Junior Kai!” Ji Zhan melotot ke arah Kai Zen, dia tahu bahwa orang yang mengeluarkan serangan sebelumnya adalah Kai Zen.


“Apa? bukan aku yang menyerang pria gendut itu.” Sanggah Kai Zen dengan tatapan tidak bersalah.


“Kau! terlalu banyak menipu!” Ji Zhan berlari ke arah Kai Zen dengan mengepalkan tangan.


“Yizue, mundur!” teriak Kai Zen, dia memasang kuda-kuda bertahan. Sedangkan, Yi Yizue yang mendengar teriakan Kai Zen segera berlari mundur beberapa meter dari tempat sebelumnya.


BAM!


Ji Zhan melayangkan pukulan kepada Kai Zen, tetapi Kai Zen dengan mudah menghadangnya. Kemudian, Kai Zen segera melayangkan pukulan balik kepda Ji Zhan.


Zheett!


Ji Zhan dengan cepat melompat mundur, dia menatap Kai Zen dengan marah. “Tidak buruk juga, tapi kali ini aku akan serius!”


“Sihir Api Tingkat Bumi Rendah: Sarung Tangan Api!”


“Sihir Angin Tingkat Bumi Rendah: Kecepatan Angin!”


Ji Zhan mengaktifkan dua jenis sihir tipe pendukung secara bersamaan. Setelah kedua sihir aktif, dia segera melesat cepat ke arah Kai Zen.


“Hanya mengaktifkan dua sihir? tidak kusangka kau lebih lemah dari Shi Kuang.” Kai Zen menatap Ji Zhan yang melesat ke arahnya.


“Jangan bandingkan aku dengan dia, gaya pertempuran kami jelas berbeda!”


BAAAAM!


Pukulan yang dilancarkan Ji Zhan terdengar sangat keras. Asap dari pukulan itu beterbangan di sekitar Kai Zen dan Ji Zhan.


“Dalam pertempuran jarak dekat menghemat mana adalah salah satu cara agar dapat unggul dari lawanmu, junior. Apa kau mengerti?” Ji Zhan tersenyum menatap tempat Kai Zen berdiri, dia mengira bahwa dirinya sudah menang setelah berhasil melayangkan pukulan tadi.


“Aku mengerti, aku jauh mengerti dari siapapun. Bahkan lebih darimu, Ji Zhan!” tiba-tiba dari pusat asap terdengar suara Kai Zen. Perlahan-lahan asap itu menghilang hingga menyisakan Kai Zen yang masih berdiri tanpa satu pun luka.


“Ti—tidak mungkin!” pekik Ji Zhan tidak percaya.


“Sihir Air Tingkat Bumi Rendah: Dinding Tak Kasatmata!”

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2