
30 menit sebelum Kak Fex menelpon Kai Zen.
“Halo?”
Kak Fex mengangkat telpon dari seseorang.
“Ketua, ini gawat!”
Terdengar seorang perempuan yang dengan paniknya berteriak.
“Gawat? bicaralah dengan jelas dan tenang.”
“Biar aku saja!”
Setelah Kak Fex memerintah perempuan itu, tiba-tiba terdengar suara perempuan lain yang samar-samar ingin mengambil alih telpon.
“Halo, ketua. Kami ingin melaporkan sesuatu hal yang penting.”
“Katakanlah, Shadow Purple.”
Perempuan yang mengambil alih telpon itu adalah Shadow Purple, dengan kata lain perempuan yang sebelumnya adalah Shadow Green.
“Adik Anda saat ini sedang bertarung dengan seseorang.”
Jawaban singkat dari Shadow Purple tidak membuat Kak Fex terkejut. Dia dengan santai berkata, “Tidak apa-apa. Itu sudah biasa.”
“Tapi, kali ini sungguh gawat, ketua.”
“Orang yang di lawan adik Anda memiliki roh sihir!”
“Tenanglah, aku paling memahami kekuatan adikku. Dia tidak akan kalah jika hanya melawan roh sihir.”
__ADS_1
“Bagaimana Ketua bisa begitu tenang?”
“Tenang dan lihatlah. Aku akan memasak dulu.”
Kak Fex menutup telepon dengan tenang. Dia melanjutkan memasak untuk makan malam dan sarapan adiknya tersayang.
Beberapa saat setelah Kak Fex selesai memasak. Tiba-tiba ada telepon dari seseorang, dia adalah Shadow Purple. Kak Fex segera menjawab telepon tersebut.
“Jadi, bagaimana hasilnya?”
“Seperti yang ketua katakan sebelumnya. Adik Anda menang.”
Kak Fex tersenyum mendengar jawaban Shadow Purple seakan telah menduganya. Sedangkan, Shadow Purple jadi memahami mengapa ketuanya terlihat tenang saat mendengar adiknya sedang melawan roh sihir.
“Apakah yang mengajari teknik berpedang adik Anda adalah ketua sendiri?”
“Apa dia menggunakan teknik berpedang tadi?”
“Hmmm, jadi begitu. Lalu, apa ada kejadian yang lain?”
“Anda belum menjawab pertanyaan saya ketua.”
“Ya, aku yang mengajari Kai Zen.”
Seakan tidak membiarkan Kak Fex mengalihkan pembicaraan, Shadow Purple menagih pertanyaan yang sebelumnya. Kak Fex membalasnya dengan singkat, dia terlihat enggan menjelaskan detailnya kepada Shadow Purple.
“Baik ketua, terima kasih telah menjawab pertanyaan saya.”
Shadow Purple mengetahui apa yang dipikirkan Kak Fex, diapun tidak melanjutkan rasa ingin taunya.
“Apa ada kejadian yang lain?”
__ADS_1
Kak Fex melanjutkan pertanyaan sebelumnya, dia merasa Shadow Purple tidak akan meneleponnya jika tidak ada hal mendesak lainnya.
Shadow Purple mulai menjelaskan mengenai akhir dari pertarungan Kai Zen melawan roh sihir. Lalu, dilanjutkan dengan kemunculan kelompok geng motor dan anak Wali Kota Sky Blue.
“Syukurlah jika berakhir baik-baik saja.”
“Tapi...”
Shadow Purple ragu-ragu untuk melanjutkan perkataannya, namun Kak Fex mendesak untuk memberitahunya.
“Sebenarnya adik ketua dan teman-temannya ingin pergi makan malam bersama—”
“Aku mengerti, aku akan menyuruh adikku untuk mengajak teman-temannya makan malam bersama di rumah. Lagipula aku akan pergi keluar.”
“Ketua mau pergi kemana?”
“Bertemu Shadow Black.”
“Hah untuk apa bertemu wakil ketua yang brengsek itu?”
Shadow Purple terdengar tidak suka mendengar sebutan Shadow Black.
“Untuk membahas beberapa hal. Aku juga akan mengajak kamu dan Shadow Green.”
“Baiklah.”
Mendengar Kak Fex akan mengajaknya, Shadow Purple langsung terlihat tenang. Kak Fex pun akhirnya mengakhiri teleponnya.
“Karena tidak ada lagi yang dilaporkan, aku tutup teleponnya. Kau dan Shadow Green tinggalkan penjagaan terhadap Kai Zen. Bersiaplah!”
“Baik ketua.”
__ADS_1
Bersambung