
“Dasar lemah, apa kalian hanya tahu cara mundur?” pekik Ji Zhan, dia merasa jengkel melihat Kai Zen dan Yi Yizue mundur secara berkala.
“Bukankah rencana kalian adalah memisahkanku dan Yizue dari temanku di sana? aku hanya mengikuti rencana kalian.” Kai Zen masih bergerak mundur bersama Yi Yizue seraya menunjuk tempat Guo Yan dan Zhuo Fang.
“Ka—kata siapa? itu hanya kebetulan!” elak Ji Zhan.
“Terserahlah, aku tidak peduli.”
“Berhentilah!”
Ketika Tim pertama yang di pimpin oleh Ji Zhan sibuk mengejar Kai Zen dan Yi Yizue. Tim kedua telah berhenti bermain kejar-kejaran, mereka saat ini tengah memandang Guo Yan dan Zhuo Fang yang berdiri berdampingan.
‘Tidak ada celah sedikitpun!’ batin pemimpin tim kedua saat melihat Guo Yan dan Zhuo Fang.
“Bagaimana sekarang?” tanya anggota tim kedua.
“Tidak ada celah sedikitpun, bagaimana menurut kalian?”
“Langsung serang saja!” seorang dari mereka berteriak dengan penuh semangat sembari maju melawan Guo Yan dan Zhuo Fang.
“Jangan bodoh!” pemimpin tim kedua berusaha menghentikan, tapi sudah terlambat.
ZHING!
Sebuah tebasan melayang dengan sangat cepat, orang yang maju dengan nekat seketika terhuyung mundur.
“Pei Yuan, apakah kau baik-baik saja?” pemimpin tim kedua segera mengobati Pei Yuan, dia tidak mempermasalahkan kecerobohan orang itu.
“Tidak apa-apa, Di Qing. Maaf karena tidak mendengar perintah darimu.” Pei Yuan merasa bersalah karena tidak mendengar Di Qing selaku pemimpin tim kedua.
“Tidak masalah, lain kali dengar perintahku dulu. Guang Rei, Han Fuju, dan Jue Lin. Kalian hadang serangan mereka terlebih dahulu.” Di Qing dengan cepat memberi arahan kepada temannya yang lain.
“Baik!” jawab mereka bertiga serentak.
Wush! wush! wush!
Mereka bertiga segera mengepung Guo Yan dan Zhuo Fang dari tiga arah yang membentuk segitiga.
“Sihir Angin Tingkat Bumi Tinggi: Pusaran Angin!”
“Sihir Api Tingkat Bumi Tinggi: Kobaran Api Pembunuh!”
“Sihir Petir Tingkat Bumi Tinggi: Kilatan Petir!”
__ADS_1
Tanpa basa-basi ketiga orang itu langsung melancarkan serangan mematikan. Mereka tidak berniat memperlama pertarungan ini.
“Dia hanya mengatakan kita akan bertarung. Tetapi, tidak mengatakan kalau lawannya seberbahaya ini. Bukankah lebih baik melawan orang bodoh yang bernama Ji Zhan itu?”
“Hahahaha, kau benar. Tetapi, mengeluh pun tidak mengubah situasi kita...” Zhuo Fang tertawa masam seraya melihat Guang Rei, Han Fuju, dan Jue Lin mengaktifkan sihir.
“Untuk apa kita masih menunggu? ayo lari sebelum mereka bertiga berhasil mengaktifkan sihir!”
“Sihir Petir Tingkat Bumi Tinggi: Langkah Kilat!”
Guo Yan memegang tangan Zhuo Fang, lalu mereka berdua menghilang dari hadapan musuh. Para musuh yang hampir selesai mengaktifkan sihir sontak panik melihat target mereka menghilang.
Plop!
Dengan kecepatan kilat, Guo Yan dan Zhuo Fang telah menjauh kurang lebih 300 meter dari tempat sebelumnya.
‘Ups, aku terlalu panik hingga lupa membatasi diri.‘ Batin Guo Yan dalam hati.
“Uhuk...uhuk!” Guo Yan terbatuk, semua badannya menjadi lemas.
‘Hanya ini satu-satunya cara mengelabui Zhuo Fang.’ Pikir Guo Yan.
“Kau tidak apa-apa, Guo Yan?” Zhuo Fang memasang raut wajah khawatir melihat Guo Yan yang lemas.
“A—aku hanya sedikit lemas setelah mengaktifkan sihir itu, tolong lindungi aku sebentar.” Guo Yan memejamkan mata, dia berusaha memulihkan diri.
“Hei, mereka di sana!”
Belum sampai satu menit Guo Yan dan Zhuo Fang berpindah, mereka telah ditemukan. Guang Rei, Han Fuju, dan Jue Lin segera mengambil posisi seperti sebelumnya. Tetapi, usaha mereka tidak berhasil karena Zhuo Fang menghalangi.
“Sihir Api Tingkat Bumi Rendah: Bola Api!”
Zhuo Fang langsung menyerang mereka bertiga tanpa peringatan, dia menyerang secara bertubi-tubi tanpa pandang bulu.
“HORA! HORA! HORA! HORA! HORA! HORA!”
Seakan kerasukan roh jahat, Zhuo Fang menyerang seraya berteriak tidak jelas. Guang Rei, Han Fuju, dan Jue Lin yang mendengar teriakan Zhuo Fang hanya saling menatap seakan tidak mengerti arti teriakan tersebut.
“Ada apa dengan bocah ini?” Jue Lin menatap kedua temannya dengan bingung.
“Sepertinya dia menggila.” Jawab Guang Rei.
“Mungkin teriakan itu agar dirinya bersemangat?” tebak Han Fuju.
__ADS_1
“Lupakan hal ini, kita harus fokus mengambil posisi untuk formasi bertiga!” imbuh Han Fuju.
“Tetapi, jika bocah itu terus menyerang. Formasi kita akan gagal! kau juga tahu kan syarat dan ketentuan dari formasi itu!” Guang Rei sedikit membantah ucapan Han Fuju.
“Lebarkan saja jarak formasi kita!” ucap Jue Lin.
“Semakin lebar, semakin lama juga kita mengaktifkan sihir gabungan kita bertiga. Apa kita akan membiarkan mereka kabur lagi?” Guang Rei masih tidak menerima usulan menggunakan formasi sebelumnya.
“Ah, Di Qing dan Pei Yuan tidak ikut menyerang jadi sulit.” Jue Lin memasang raut wajah kesal.
“Jika kita tidak bisa menggunakan formasi, mengapa kita tidak menyerang sandiri-sendiri saja?” Han Fuju menepuk jidat karena dari tadi mereka bertiga meributkan hal konyol.
“Benar juga, bodohnya kita hahaha!” Guang Rei tertawa mendengar perkataan Han Fuju yang masuk akal.
“Kita yang bodoh. Han Fuju tidak ikut.” Jue Lin tersenyum menatap Guang Rei.
“Tunggu apa lagi? segera serang!”
Mereka bertiga seketika berpencar untuk menyerang Zhuo Fang. Guang Rei dari depan, Han Fuju dari kanan, sedangkan Jue Lin dari kiri. Pertarungan tim kedua dengan Guo Yan dan Zhuo Fang baru di mulai.
Sementara tim kedua telah mulai bertarung, tim pertama baru berhasil mengepung Kai Zen dan Yi Yizue.
“Akhirnya kalian tertangkap!” ucap Ji Zhan dengan tersenyum licik.
“Yizue, karena hari ini kita tidak bisa berlatih, gunakan mereka saja sebagai bahan latihanmu.” Bisik Kai Zen.
“Ba—bahan latihan? apakah aku harus menggunakan perubahan Kitsune seperti terakhir kali?”
“Tidak, jangan gunakan perubahan. Cukup menggunakan aura yang kau latih bersama Kitsune.”
“Ta—tapi apakah aku bisa meng—”
“Kau tidak perlu mengalahkan mereka, cukup gunakan saja mereka sebagai latihan. Urusan mengalahkan mereka serahkan padaku saja.” Kai Zen tersenyum memandang Yi Yizue.
“Emmm, ba—baiklah, Kai!” Yi Yizue mengangguk dengan semangat.
“Apa kau mendengar ucapanku? sepertinya dari tadi kau berbicara dengan perempuan itu terus!” Ji Zhan tiba-tiba meninggikan ucapannya.
“Maaf, maaf. Suara semut sepertimu terlalu kecil untuk ku dengar. Jadi, aku memilih mengobrol bersama Yizue.” Kai Zen dengan berani merendahkan Ji Zhan di saat terkepung. Dia memandang Ji Zhan layaknya seekor semut.
“Kau, apa kau berani mengulang ucapanmu lagi, Junior Kai?”
“Suara semut sepertimu terlalu kecil untuk ku dengar!" seru Kai Zen dengan lantang.
__ADS_1
“Bagus! bagus! dengan ini aku tidak akan merasa bersalah ketika meghajarmu bocah tahun pertama!”
Bersambung