Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Heavenly Beauty! Heavenly Darkness!


__ADS_3

“Lupakan saja kejadian masa lalu. Aku tidak ingin membahasnya lagi. Ngomong-ngomong, dimana Heavenly Beauty. Mengapa kau berganti tuan?”


Kitsune terdiam menunduk mendengar pertanyaan Long Wang. Kemudian, dia memalingkan wajahnya ke samping menghindari tatapan Long Wang.


“Dia...telah mati.”


“Kami dikejar oleh beberapa orang misterius. Mereka membunuh tuanku sebelumnya dan berusaha membunuhku, tetapi tuanku berusaha memecah ruang dan melepaskanku ke sana. Sedangkan, tuanku akan menghadang mereka. Akhirnya aku sampai ke tubuh anak ini.” Jelas Kitsune, dia terlihat sedih ketika mengatakannya.


“Tunggu, kalian juga diburu sekelompok orang misterius?”


“Ya, setelah kematianmu tersebar ke seluruh alam semesta. Mereka mulai memburu roh sihir lain. Alhasil, banyak yang terbunuh dan ada juga yang berhasil melarikan diri sepertiku.” Kitsune memalingkan wajah menatap Long Wang.


“Tidak kusangka mereka mengincarku dulu. Harus ku akui mereka sangat cerdas.” Ujar Long Wang tanpa berekspresi.


Kitsune yang melihat Long Wang tak berekspresi walaupun mendengar sesamanya diburu dan dibunuh hanya mendecakkan lidahnya seraya berkata, “Apa kau tidak marah mendengar sesamamu diburu dan dibunuh?”


“Marah tidak akan mengubah situasi. Lebih baik fokus untuk pemilihan dan kembali untuk membalas dendam ketika sudah pulih sepenuhnya.” Long Wang mengutarakan pemikirannya.


BOOM!


“Cakar Penghancur Langit!”


“Kau masih menyebalkan seperti sebelumnya Long Wang!”


Tidak terima mendengar perkataan Long Wang, Kitsune mulai bersiap menyerang. Rambut putih Kitsune mulai bercahaya layaknya sinar rembulan. Sembilan jumlah ekor yang telah meregang menandakan Kitsune mulai serius. Kemampuan ilahi Cakar Penghancur Langit membuat kuku di setiap tangan Kitsune mengeluarkan sebuah aura yang membentuk cakar yang sangat tajam.


“Huff...apa kau akan mulai menyerang?” Long Wang menghela napas panjang.


“Seperti yang kau lihat.” jawab Kitsune dengan sorot mata tajam menatap Long Wang.


BOOM!


Mendengar ucapan Kitsune, Long Wang juga mulai serius. Dia mengubah gaya berpakaian Kai Zen yang sebelumnya menjadi sesuai keinginannya. Rambut hitam yang sebelumnya berubah menjadi warna putih keabu-abuan. Armor berwarna hitam mulai terbentuk di sekujur tubuh Long Wang. Shal berwarna hitam mulai muncul dan terikat di leher Long Wang hingga menutup setengah wajah selayaknya masker.


“Pufff hahahaha! dari mana kau mendapat ide berpakaian seperti ini?” Kai Zen dalam wujud avatar jiwa tertawa melihat perubahan yang dilakukan Long Wang.

__ADS_1


“Kau akan mengetahuinya sebentar lagi, nak.” Long Wang tidak memedulikan tawa Kai Zen. Dia tetap fokus melihat Kitsune di depan.


Kitsune yang melihat perubahan Long Wang menjadi tertegun selama beberapa saat. Dia melihat sosok Long Wang dengan teliti. Kemudian, dia mulai membuka mulut.


“Kau...sosok itu...mengapa aku merasa familiar?”


“Tsubasa, Heavenly Darkness. Apa kau sudah ingat?” ujar Long Wang berusaha mengingatkan Kitsune.


“Ya benar,Heavenly Darkness! ba-bagaimana kau bisa meniru sosok itu?” Kitsune membelalakkan matanya leba-lebar.


“Sosok manusia yang paling kuat di seluruh alam semesta! tetapi, dia tiba-tiba menghilang tanpa meninggalkan jejak ratusan ribu tahun lalu! menjadi orang paling kuat di dalam sejarah!” imbuh Kitsune.


“Apa kau ingin tertawa lagi, nak?” sindir Long Wang kepada Kai Zen setelah Kitsune menjelaskan sosok yang Long Wang tiru.


“Ehem, aku tertawa karena merasa perubahanmu sangat keren. Tidak kusangka bahwa perubahan yang kau ambil berasal dari sosok manusia terkuat. Ngomong-ngomong, apa aku bisa melakukan perubahan seperti yang kau lakukan?” tanya Kai Zen berusaha mengalihkan pembicaraan.


“Tentu saja bisa, tetapi hal ini tidak cocok untuk jangka waktu panjang.” Jawab Long Wang.


“Apa yang kau maksud dengan tidak cocok untuk jangka waktu panjang?”


“Aku akan menjelaskan padamu lain kali, Nak. Sekarang aku ingin fokus melawan Kitsune.”


Sementara itu, Kitsune masih terdiam melihat sosok Long Wang yang meniru sang Heavenly Darkness. Dia terlihat memikirkan sesuatu yang mengganjal di pikirannya.


“Apa kau masih ingin melawanku, Kitsune?” ujar Long Wang menghancurkan keheningan di antara mereka.


“Tentu saja masih. Sebelum itu, tolong jawab beberapa pertanyaan yang mengganjal di pikiranku!” pinta Kitsune.


“Katakan.” Long Wang mengangguk setuju.


“Apakah Heavenly Darkness pernah menjadi tuanmu?” pertanyaan pertama mulai Kitsune tanyakan.


“Tidak, walaupun aku pernah mengajukan diri untuk menjadi roh sihirnya. Tetapi, dia menolak.” Jawab Long Wang dengan serius.


“Jika dia menolak untuk menjadi tuanmu, mengapa kau bisa meniru sosoknya? bukankah hal tersebut hanya bisa dilakukan oleh roh sihir yang memiliki tu—”

__ADS_1


“Kau salah, Kitsune. Pemahamanmu tentang perubahan masih terlalu rendah.” Sela Long Wang.


“Jadi, teori yang selama ini telah beredar kau anggap salah? berikan aku penjelasan!” Kitsune meninggikan suaranya. Dia terlihat tidak terima dengan perkataan Long Wang.


“Teori tetaplah teori, jangan kau anggap sebuah teori sebagai fakta. Kau meminta penjelasan? lebih baik aku memberimu poinnya saja. Intinya perubahan yang dilakukan roh sihir tidak selalu mewajibkan mempunyai seorang tuan. Andaikan kau memahami sosok tersebut, kau bisa menirunya tanpa dia menjadi tuanmu. Apa kau paham?”


Kitsune terdiam sejenak mendengar penjelasan Long Wang. Dia mencoba mencerna penjelasan tersebut. Setelah Kitsune paham, dia melanjutkan ke pertanyaan selanjutnya.


“Aku paham, terimakasih.” Kitsune sedikit malu ketika mengatakannya.


“Sama-sama.” Jawab Long Wang tanpa mengubah raut wajah tanpa ekspresinya.


“Bisa kita lanjutkan ke pertanyaan selanjutnya?” Kitsune kembali ke dirinya yang sebelumnya, rasa malu telah memudar karena melihat raut wajah Long Wang yang tidak mengubah ekspresi.


‘Dia tetap menyebabkan seperti sebelumnya!’ batin Kitsune.


Long Wang hanya mengangguk tanpa berkata apapun. Kitsune yang paham tingkah Long Wang segera mengajukan pertanyaan selanjutnya.


“Apa kau berkaitan dengan hilangnya Heavenly Darkness?”


“Tidak, aku tidak berkaitan dengan hilangnya dia.” Long Wang menggeleng-geleng kepalanya.


“Pertanyaan keempat dan terakhir, apakah Heavenly Darkness meninggalkan kata-kata terakhir padamu sebelum dirinya menghilang? bukankah kau dekat dengannya?”


Long Wang terdiam sejenak, dia tidak langsung menjawab pertanyaan Kitsune seperti sebelumnya. Kitsune yang menyadari hal tersebut segera tersenyum seraya berkata dalam hati, ‘Kena kau!’


“Mengapa kau tidak menjawab? apakah pertanyaanku kali ini sangat susah bagimu? atau Heavenly Darkness tidak meninggalkan pesan apapun kepadamu?” Kitsune terlihat senang merendahkan Long Wang. Dia tersenyum puas karena berhasil menyudutkan Long Wang dalam diskusi ini.


“Sepertinya kedekatanmu dengan Heavenly Darkness hanya omong kosong be—”


SYUUUTT!


Long Wang menunjuk Kitsune dengan jari telunjuknya. Kemudian, sebuah sinar berwarna hitam melesat dengan cepat ke arah Kitsune dan berhasil menggores pipi kanannya. Kitsune yang sedang berbicara kepada Long Wang seketika terdiam.


“Kau tidak berhak menilai kedekatanku dengannya. Kau pikir siapa dirimu?” Long Wang menatap Kitsune dengan sorot mata tajam. Dia terlihat mengintimidasi saat ini.

__ADS_1


“Diam bukan berarti aku takut. Melarikan diri bukan berarti aku lemah!”


Bersambung


__ADS_2