Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Sebuah Kebenaran! Kekuatan Asli Kai Zen!


__ADS_3

Tok tok tok tok, terdengar suara ketokan pintu.


“ Aku pulang.” Tidak lama setelah suara ketokan pintu itu terdengar, Kai Zen membuka pintu lalu masuk ke rumah.


“Selamat datang. Bagaimana hasilnya Kai?” Aku menanyai Kai Zen.


“Yahhh, seperti yang kuduga.” Kai Zen menjawab sambil berjalan memasuki kamarnya.


“Kelas A?” Aku menebak dengan tersenyum.


“Kelas C.” Kai Zen menjawab setelah selesai berganti pakaian, lalu keluar dari kamar dengan meringis.


Aku yang semula tersenyum menjadi cemberut. Menyadari ekspresiku yang berubah. Kai Zen memberi penjelasan padaku.


“Kak Fex tau toh apa yang dilakukan murid kelas A setelah lulus?”


“Ya, wajib bekerja untuk pemerintah selama 5 tahun.”


“Nah, karena faktor itu aku menolak berusaha masuk kelas A.”


“Hanya karena itu? lagipula bekerja untuk pemerintah tidak terlalu buruk.”


“Selama 5 tahun aku akan berada di kota ini jika bekerja untuk pemerintah. Itu terlalu lama, aku ingin berpetualang ke dunia luar dan....” Kai Zen tidak melanjutkan perkataannya.


“Mencari tahu siapa orang tuaku. Benar?” Aku melanjutkan perkataannya.


Dia tersenyum lalu berkata “Benar. Lagipula akan membosankan jika menetap terus di kota Sky Blue.”


“Alasanmu tidak masuk kelas A dapat dipahami. Lalu kenapa kau tidak ke kelas B melainkan kelas C?” Aku menatap matanya dengan serius.

__ADS_1


Kai Zen yang menyadari tatapanku, membalas menatapku seraya berkata “Sebenarnya..."


Lagi-lagi dia tidak melanjutkan kata-katanya, aku diam menunggu.


“Aku tidak ingin terlihat mencolok. Kelas C adalah kelas paling strategis. Tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.” Dia menjawab dengan nada bercanda lalu tertawa setelah menyelesaikan kalimatnya.


Aku hanya mengehela napas seraya berkata “Hmmmm, terserah. Aku percaya padamu!”


“Nah begitu dong!” Kai Zen mengacungkan satu jempolnya padaku.


Aku hanya membalas dengan senyuman. Selanjutnya, hanya terjadi obrolan santai diantara kami.


< < > >


15 menit telah berlalu sejak obrolan kami. Kai Zen pergi keluar untuk latihan, katanya. Aku duduk termenung di depan rumah untuk menikmati senja. Tiba-tiba aku teringat percapakan kami tadi.


“Mau seberapa keras Kai mencari hanya akan sia-sia. Walaupun dia tau siapa orang tuanya, lalu apa? Dia hanya akan bersedih karena tau bahwa orang tuanya telah meninggal.” Lagi-lagi hanya aku yang bisa mendengar suaraku.


“Dan dia akan mengetahui kalau orang tuanya meninggal dengan cara di bunuh.” Mataku mulai memerah.


“Aku yakin dia akan balas dendam setelah mengetahui semua kebenarannya.” Aku mengusap mataku yang memerah. Aku tidak mau Kai Zen melihat diriku menangis.


“Namun, lawannya terlalu sulit. Aku takut kalau tindakan balas dendam hanya akan membawa ke kematian. Untuk sekarang lebih baik fokus bertambah kuat. Aku yakin waktu balas dendam akan datang nantinya.” Aku mengucapkan dengan nada percaya diri.


“Jika sudah waktunya. Aku akan memberitahu semua kebenarannya, adikku.”


< < > >


Sementara itu, setelah keluar dari rumah, Kai Zen sedang bermeditasi di sebuah bukit yang terdapat di pinggiran kota Sky Blue. Dia tampak sangat serius saat bermeditasi. Tanpa Kai Zen sadari, semua energi atau mana yang ada di lingkungan itu terserap oleh Kai Zen. Lama-kelamaan, jangkauan penyerapan Kai Zen semakin meluas. Jika peristiwa penyerapan ini diketahui orang lain maka Kai Zen akan menarik banyak perhatian karena penyerapan mana oleh Kai Zen tidak biasa, lebih hebat dari kebanyakan orang. Beruntungnya, di sekitar bukit itu tidak ada orang, sangat sepi.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Kai Zen membuka mata seraya menyudahi meditasinya.


“Sepertinya segini saja sudah cukup.” Kai Zen membuka telapak tangannya lalu mengeluarkan beberapa mana dari dalam tubuhnya yang membentuk bola di atas telapak tangannya.


“Sudah lama aku tidak melihat seberapa jauh kekuatanku. Hari ini akan kulihat perkembangannya.” Kai Zen menutup telapak tangannya kembali, seketika mana yang terbentuk di telapak tangannya menghilang.


Saat ini Kai Zen sangat fokus untuk mengelurkan kekuatannya. Kakinya terbuka selebar bahu. Tangannya  di ulurkan lurus kedepan agak ke samping menghadap ke atas. Telapak tangannya dalam keadaan terbuka. Jari-jari tangannya merenggang membuat sekat pada setiap jari. Pandangan Kai Zen lurus ke depan.


“Sihir Tanah Tingkat Semesta Rendah: Dinding Pelindung.” Kai Zen mulai mengeluarkan sihirnya. Mulai bermunculan dinding dari tanah yang membentuk lingkaran berjari-jari 100 meter dari tempat Kai Zen berdiri dan memiliki tinggi sekitar 50 meter dari permukaan tanah.


Setelah aktivasi sihir tanahnya selesai. Kai Zen berkata, “Persiapan pertama sekaligus pengujian sihir elemen tanah selesai, menutupi keberadaanku dengan sihir tanah.”


“Lanjut persiapan selanjutnya. Sihir Tumbuhan Tingkat Semesta Tinggi: Berkat Dewi Tumbuhan.” Kai Zen mengeluarkan sihirnya yang kedua. Dinding yang di buat dengan sihir Kai Zen mulai di tumbuhi tumbuhan hujau. Dalam radius 1 km dari luar dinding mulai membentuk sebuah hutan kecil, semakin mendekati dinding maka tumbuhannya akan semakin lebat. Walaupun fenomena ini sangat hebat, namun hanya bisa bertahan selama 3 jam. Setelah 3 jam maka semua tumbuhan akan kembali dalam bentuk semula dan tumbuhan yang ada karena sihir ini akan menghilang.


“Uhuk, sepertinya aku akan berada di tahap penyihir tingkat ahli dalam waktu lama.” Kai Zen menghela napas. Wajah Kai Zen terlihat sangat kelelahan setelah mengeluarkan sihir tingkat semesta tinggi dan rendah. Kai Zen pun beristirahat sebentar.


Setelah selesai beristirahat Kai Zen bersiap-siap mengeluarkan sihir selanjutnya seraya berkata dalam hati ‘Karena tahap persiapan sudah selesai, maka dilanjutkan tahap pengujian. Cukup sihir tingkat  langit saja di tahap ini.’


Setelah itu Kai Zen mulai mengeluarkan sihirnya. Dimulai secara berurutan dari sihir angin, api, air, petir cahaya, dan kegelapan. Setiap sihir berada di tingkat langit tinggi. Kemampuan Kai Zen sangat hebat dibandingkan dengan orang lain, bisa dibilang yang terhebat dari teman sebayanya. Kebanyakan orang pada umur 17 tahun masih berada di tahap penyihir tingkat menengah, paling tinggi pada tahap penyihir tingkat lanjutan. Untuk menembus tahap Ahli memiliki kesulitan berkali-kali lipat daripada menembus tahap lanjutan, begitu pula untuk menembus tahap bencana. Jika kekuatan asli Kai Zen diketahui orang lain, Kai Zen sendiri yang repot, maka dia memilih menyembunyikan kekuatannya. Kai Zen mengetahui resiko dari kekuatan yang sangat besar.


“Keputusan untuk menyembunyikan kekuatanku memang benar.” Kai Zen berbicara sendiri setelah selesai menguji kekuatannya.


“Disaat aku sudah bisa melindungi diriku sendiri dan sesuatu yang berharga dalam hidupku, aku akan mempublikasikan kekuatanku ke dunia!” Kai Zen berbicara dengan penuh keyakinan.


Tidak lama setelah itu. Kai Zen tertawa sangat keras seraya berkata, “Hahahaha apa yang kukatakan tadi? sangat lucu. lebih baik fokus untuk saat ini dan jangan terlalu berekspektasi tinggi.”


Setelah itu Kai Zen melanjutkan latihannya hingga matahari terbenam, lalu pulang ke rumah. Pagi harinya Kai Zen mulai berlatih lagi hingga matahari terbenam, lalu pulang ke rumah. Itu terjadi terus-menerus selama satu bulan, menunggu Akademi memulai semester ajaran baru.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2