
“Ah, kenyangnya!”
Shadow Green memegang perutnya dengan puas setelah selesai makan. Dia mengelus-elus perutnya yang kembung dengan santai. Shadow Purple yang melihat itu hanya bisa diam menunduk.
‘Tidak mungkin orang sepertinya akan sadar apa yang dia perbuat adalah hal memalukan. Aku sudah lelah untuk mengingatkan dia...’ batin Shadow Purple.
“Kami sudah selesai makan, apa ada yang perlu kami bantu, ketua?” tanya Shadow Purple, dia menawarkan bantuan kepada Kak Fex.
“Tidak ada, kalian sudah boleh pergi.” Kak Fex menggeleng-geleng kepala menolak tawaran Shadow Green.
“Hiik, Ketua memang baik~” ucap Shadow Green, dia melipat tangannya di atas meja. Kemudian, dia tertidur.
“Ngomong-ngomong, apa ketua tahu kapan adik anda akan pulang?” Shadow Purple berusaha mengalihkan perhatian Kak Fex.
“Hmmm, mungkin sekitar jam sembilan malam.” Kak Fex yang melihat Shadow Green tertidur segera memalingkan wajah ke arah Shadow Purple.
Shadow Purple segera melihat jam di HPnya. 07.33 malam, Shadow Purple sontak tersenyum ketika melihat jam di HP.
“Mengapa kau tersenyum, Purple?” tanya Kak Fex penasaran.
“Sekarang masih jam 7 malam, ketua. Masih ada waktu tersisa sebelum adikmu pulang.” Jawab Shadow Purple.
“Lalu?” Kak Fex terlihat bingung mendengar ucapan Shadow Purple.
Shadow Purple yang tersenyum segera berkata, “Aku bisa membantu Ketua dulu!”
“Membantu? membantu apa?”
“Pertama-tama, aku akan membantu ketua untuk mencuci alat makan!” Shadow Purple segera berdiri dan mengambil alat makan yang telah digunakan.
“Tidak perlu, jangan merepotkan dirimu sendiri,” ucap Kak Fex seraya memegang tangan Shadow Purple yang tengah mengambil alat makan yang telah digunakan.
“Ini tidak merepotkanku, ketua. Aku sungguh ingin membantumu!” Shadow Purple menatap Kak Fex dengan mata berbinar-binar.
“Ekspresimu itu tidak akan berpengaruh padaku.” Ujar Kak Fex sembari tersenyum kecil.
“Humph, ayolah ketua! biarkan aku membantumu!” kali ini Shadow Purple berusaha membujuk Kak Fex.
“Untuk kali ini saja, oke?” Kak Fex melepas genggaman tangannya dari Shadow Purple.
“Baik, Ketua!”
Shadow Purple segera mengumpulkan seluruh alat makan yang telah digunakan. Ketika dia ingin mengangkat alat makan yang telah dikumpulkan tersebut. Kak Fex menghentikannya lagi.
__ADS_1
“Stop!”
“Ada apa, Ketua?” tanya Shadow Purple heran.
Tanpa banyak bicara, Kak Fex segera mengambil setengah alat makan yang ada di depan Shadow Purple.
“Aku akan membantumu membawa setengahnya.” Ucap Kak Fex setelah mengambil setengah alat makan yang ada pada Shadow Purple.
“Baiklah, Ketua.” Shadow Purple tersenyum paham.
Kak Fex dan Shadow Purple pun segera menuju dapur, mereka meninggalkan Shadow Green sendiri di meja makan.
“Aku akan membersihkan meja makan dulu.” Ucap Kak Fex setelah dirinya menghantarkan Shadow Purple ke dapur, lebih tepatnya setelah menunjukkan tempat mencuci alat makan.
“Baik, Ketua.” Shadow Purple menjawabnya seraya mempersiapkan alat untuk mencuci.
Kak Fex tersenyum mendengar jawaban Shadow Purple, dia segera melangkah pergi. Sedangkan, Shadow Purple melanjutkan mencuci alat makan.
30 menit kemudian, Kak Fex telah selesai membersihkan meja makan dan membersihkan tempat lainnya, lalu dia duduk menonton TV. Shadow Purple juga telah selesai mencuci alat makan, dia menghampiri Kak Fex untuk melapor.
“Semua alat makan telah saya cuci, ketua.” Ucap Shadow Purple melapor kepada Kak Fex.
“Bagus! ngomong-ngomong, kau tidak perlu terlalu formal kepadaku saat hanya kita berdua. Aku sedikit merasa aneh dengan suasana formal jika hanya percakapan empat mata.” Kak Fex masih menatap layar TV tanpa memalingkan wajahnya.
“Ada satu, Shadow Blue. Dia tidak bersikap formal kepadaku jika hanya percakapan empat mata.” Ujar Kak Fex memberitahu.
‘Sialan, wanita itu ternyata sudah bertindak lebih cepat dariku!’ batin Shadow Purple dalam hati.
Setelah mendengar temannya telah bertindak lebih dulu. Shadow Purple segera duduk di samping Kak Fex sembari menatapnya.
“Mengapa kau terus menatapku?” Kak Fex merasa tidak nyaman dengan tatapan Shadow Purple.
“Tidak apa-apa, aku hanya ingin melihat wajahmu yang menonton TV!” seru Shadow Purple.
‘Mengapa tingkahnya hampir seperti Shadow Blue?’ pikir Kak Fex, dia mengabaikan tatapan Shadow Purple dan lanjut menonton TV.
15 menit kemudian, Shadow Purple masih menatap Kak Fex dengan senyumnya. Walaupun Kak Fex berusaha untuk tidak menanggapi, tetapi dia tidak bisa. Kemudian, dia memalingkan wajah menatap Shadow Purple.
“Sebenarnya apa yang kau inginkan, Pur—”
“Luo Nian Nian, itulah namaku. Ketua bisa memanggilku Nian Nian.” Sela Shadow Purple memperkenalkan nama aslinya.
“Huff...baiklah, Nian Nian. Jadi, mengapa kau terus menatapku? aku merasa tidak nyaman dengan tatapanmu itu.” Kak Fex segera menuju poin pembicaraan tanpa basa basi.
__ADS_1
“Tidak boleh ya?” Luo Nian Nian menatap Kak Fex dengan sedih.
“Tidak boleh.” Jawab Kak Fex dengan dingin.
“Hahaha, aku hanya bercanda, ketua. Baiklah-baiklah, aku tidak akan menatapmu terus!” ujar Luo Nian Nian seraya tertawa.
Kemudian, Luo Nian Nian terus mengajak Kak Fex mengobrol seraya menonton TV. Hingga pada akhirnya jam sembilan malam tiba, Luo Nian Nian pamit untuk pergi.
“Sudah jam sembilan, saya akan pergi, ketua.” Luo Nian Nia kembali formal, Shadow Purple.
“Segera pergi, jangan lupa bawa temanmu itu.” Kak Fex menunjuk Shadow Green yang masih tertidur.
“Aku tidak akan mengantarmu.” Imbuh Kak Fex.
“Baik, Ketua!” Shadow Purple segera berjalan pergi meninggalkan Kak Fex. Dia menuju ke tempat Shadow Green sembari membangunkannya.
“Shadow Green, bangun! kita akan pergi!” bisik Shadow Purple pelan tetapi terasa keras bagi Shadow Green.
“Hah, jam berapa sekarang?” Shadow Green langsung terbangun.
“Jam sembilan malam, ayo pergi! adik ketua akan segera pulang!”
“Ayo!” Shadow Green segera beranjak pergi.
“Terima kasih atas makan malamnya, ketua!” Shadow Purple membungkuk berterimakasih kepada Kak Fex. Dia pun segera pergi setelahnya.
“Terima kasih, Ketua. Jangan lupa undang kami lagi jika kau kebingungan menghabiskan hidangan makan malam!” Shadow Green yang berada di samping Shadow Purple juga menunduk berterimakasih.
Mereka segera pergi setelah berterimakasih. Kak Fex yang menonton TV hanya tersenyum mendengarkan mereka.
Sementara itu, Kai Zen telah berada di depan pintu kediaman Yi Yizue. Dia bersiap untuk pulang karena jam telan menunjukkan pukul sembilan malam.
“Saya pamit pulang, Paman Alex.” Kai Zen menunduk kepada Paman Alex.
“Hati-hati di jalan, Tuan Kai.” Paman Alex mengangguk menerima hormat Kai Zen.
“Sampai jumpa, Yizue!” Kai Zen menatap Yi Yizue dengan erat.
“Sa—sampai jumpa, Kai!” Yi Yizue melambaikan tangannya kepada Kai Zen.
Kai Zen membalas lambaian tangan Yi Yizue. Kemudian, dia segera berjalan pergi. Dia segera berlari pulang dengan cepat setelah Paman Alex dan Yi Yizue tidak dapat melihatnya lagi.
Untuk beberapa hari ke depan Kai Zen, Yi Yizue, Guo Yan, dan Zhuo Fang tidak menantang ataupun melihat pertandingan di Arena Akademi karena mereka telah melakukan perjanjian dengan Song Zhiqing. Mereka menghabiskan sisa minggu pertama untuk membaca dan mengobrol di Perpustakaan Akademi. Setelah pulang dari akademi, Kai Zen dan Yi Yizue selalu berlatih bersama di tempat sebelumnya.
__ADS_1
Bersambung