
“Sebenarnya dua-duanya. Tetapi, untuk sekarang aku lebih berkeperluan dengan perempuan di sampingmu itu, dia Yi Yizue, bukan?”
Qian Qian berdiri tepat di depan Yi Yizue, dia tersenyum ramah kepadanya. Yi Yizue yang melihat senyum Qian Qian memberanikan diri tersenyum balik.
“Ya, dia Yi Yizue.” Jawab Kai Zen.
“A—aku Yi Yizue. Salam kenal.” Yi Yizue memperkenalkan diri, dia mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Qian Qian.
“Qian Qian, salam kenal.” Qian Qian menjabat tangan Yi Yizue.
Wushhh!
Angin bertiup kencang ketika mereka bersalaman. Tetapi, Qian Qian dan Yi Yizue tidak menyadari hal itu. Justru orang lain yang menyadarinya, seperti Kai Zen, Zhuo Fang, dan yang lainnya.
‘Ini menarik!’ tiba-tiba Long Wang berkata dengan semangat.
‘Menarik?’ ulang Kai Zen kebingungan.
Long Wang memilih diam ketika Kai Zen menjawabnya. Kai Zen yang menyadari Long Wang terdiam memilih membiarkannya, dia tidak ingin ambil pusing mendesak Long Wang memberitahunya.
“Ja—jadi, keperluan apa yang berkaitan denganku?” Yi Yizue melepas jabat tangan Qian Qian. Qian Qian dengan senang hati melepasnya. Sedangkan, Kai Zen menjauh beberapa meter dari mereka berdua.
Wishhh!
Seketika angin yang bertiup kencang perlahan-lahan mereda tak tersisa. Kai Zen yang menyadari kejadian itu memiliki beberapa dugaan di pikirannya. Tetapi, dia enggan mengucapkannya.
“Sebenarnya ini lebih berkaitan dengan keluargamu.” Qian Qian memandang Yi Yizue dengan serius.
“Ke—keluarga Yi?” tanya Yi Yizue memastikan.
“Bukan Keluarga Yi, tapi keluargamu sendiri. Ayah dan Ibumu!”
DEG! Yi Yizue sontak terkejut mendengar perkataan Qian Qian. Dia tidak bisa menebak maksud dari ucapan Qian Qian.
“Ma—maksudmu apa?” ucap Yi Yizue lirih.
“Tidak pantas kalau aku membahasnya di sini. Banyak mata memandang!” Qian Qian menoleh ke arah Fu Yue dan Zhuo Fang, yang terakhir menatap Kai Zen dengan waspada.
“La—lalu?”
__ADS_1
“Mari bertukar nomor HP!” seru Qian Qian dengan semangat.
“Emmm, baiklah.”
Mereka berdua pun segera bertukar No Handphone. Lalu, menyimpan nomor kontak masing-masing.
“Apa kalian sudah selesai?” Kai Zen yang semula menjauh kini mendekat perlahan.
“Ya, kami sudah selesai.” Qian Qian tersenyum menatap Kai Zen.
“Ngomong-ngomong, pertarungan kalian berdua sangat mengagumkan!” imbuh Qian Qian.
“Biasa saja.” Kai Zen menjawab dengan santai, dia berdiri di samping Yi Yizue.
“I—itu tidak layak dibicarakan.” Yi Yizue berusaha tidak membahas pertarungannya.
‘Memalukan jika membicarakan pertarunganku sebelumnya, aku bersikap tidak seperti biasa di pertarungan itu!’ pikir Yi Yizue seraya mengingat hal tersebut.
“Tidak, tidak, pertarungan kalian sungguh hebat. Aku tidak mengira jika kalian adalah kelas bawah. Seharusnya kalian berada di Kelas A atau setidaknya Kelas B!” Qian Qian justru antusias menceritakan pertarungan mereka berdua, dia menghiraukan ucapan Kai Zen dan Yi Yizue.
Akhirnya Qian Qian bercerita panjang lebar tentang pertarungan Kai Zen dan Yi Yizue. Kadang-kadang dia memuji mereka berdua dengan tulus. Lalu, saat Qian Qian selesai bercerita. Yi Yizue mengajukan suatu permintaan kepada Qian Qian.
“Tenanglah, Yizue. Aku tidak akan menceritakan hal ini dengan orang lain. Aku janji!” ucap Qian Qian dengan lantang.
“Te—terima kasih.” Yi Yizue menundukkan kepala.
“Ah, tidak perlu begitu.” Qian Qian dengan sungkan menerima ucapan terima kasih dari Yi Yizue.
Kai Zen hanya terdiam di samping Yi Yizue. Dia dari tadi memilih mengamati pembicaraan mereka berdua. Tanpa Kai Zen sadari, dia tersenyum melihat tingkah laku dua wanita di depannya.
‘Andaikan—’
‘Apa yang kau pikirkan, Nak? sadarlah hahahahaha!’
Sebelum Kai Zen menyelesaikan apa yang dia pikirkan. Long Wang segera menyadarkannya, dia tertawa seakan mengetahui apa yang Kai Zen pikirkan selanjutnya.
‘Mengapa kau tertawa?’ cetus Kai Zen.
‘Jangan kira aku tidak tahu apa yang ingin kau pikirkan, nak. Aku paham betul apa yang akan kau pikirkan selanjutnya!’ Long Wang terdengar percaya diri dengan ucapannya.
__ADS_1
‘Jika kau tau, coba katakan padaku. Jangan hanya bicara saja!‘ tantang Kai Zen.
‘Aku tidak akan mengatakannya. Sebaliknya, aku lebih memilih memberimu nasihat. Nasihat dariku adalah jangan terlalu serakah, Nak.’
Kai Zen terdiam mendengar nasihat dari Long Wang. Beberapa saat kemudian, Kai Zen mengucapkan beberapa kata kepada Long Wang.
‘Aku adalah manusia. Manusia adalah makhluk yang paling serakah. Mereka menjadi rakus jika melihat hal yang bagus atau istimewa di depan mereka walaupun mereka tahu kalau mereka sudah memiliki beberapa hal yang bagus atau istimewa juga.’
‘Manusia yang serakah tak bisa puas dengan apa yang dimilikinya dan bahkan melakukan hal yang tercela untuk memuaskan keinginannya. Aku tidak ingin kau berbuat hal yang tercela, nak.’ Jawab Long Wang dengan nada lembut, terdengar ketulusan dari ucapannya.
‘Hehehe, kau berpikir berlebihan, Long Wang. Percayalah padaku!’ tiba-tiba Kai Zen tertawa menjawab ucapan Long Wang. Dia menghilangkan ketegangan di antara mereka berdua.
‘Huft, jika kau sanggup menyakinkan kedua belah pihak. Maka itu terserah padamu, nak. Tetapi, kau harus memahami konsekuensi dari pilihanmu.” Long Wang menghela napas panjang, dia menyetujui apa yang Kai Zen pikirkan dengan memberi beberapa nasihat.
‘Ngomong-ngomong, kapan kau akan mengajariku keterampilan teleportasi itu?’ Kai Zen beralih ke topik lainnya.
‘Jam tidurku selalu berkurang saat aku berbicara denganmu, nak. Apa kau ingin mengurangi jam tidurku lagi karena mengajarimu?’ keluh Long Wang.
‘Halah, hanya mengajariku satu keterampilan tidak mungkin memakan waktu yang sangat lama, kan?’ tebak Kai Zen.
‘Kau berpikir terlalu mudah, Nak. Keterampilan teleportasi bisa kau pelajari jika kau setidaknya berada di tingkat bencana. Sedangkan, kau sekarang berada di bawah tingkat itu. Masih terlalu dini jika kau ingin mempelajarinya.’ Long Wang memberi penjelasan kepada Kai Zen, dia berharap Kai Zen sadar tentang syarat yang harus dipenuhi jika ingin mempelajari keterampilan tersebut.
‘Mengapa harus di tingkat bencana?’ tanya Kai Zen penasaran.
‘Hmmm, jawabannya harus kau cari tahu sendiri, nak.’
“Kai Zen!”
Tiba-tiba terdengar suara perempuan yang meneriakan nama Kai Zen. Long Wang yang menyadari hal itu segera pamit pergi, dia juga bersyukur karena teriakan itu.
‘Hahaha, aku pergi, nak. Sepertinya percakapan kita terlalu lama hingga seorang berterak ke arahmu. Sampai jumpa!’
‘Sial, dia kabur!’ pekik Kai Zen kesal.
Kai Zen langsung fokus kembali ke dunia nyata. Dia menoleh ke sumber suara tadi. Ternyata orang yang berteriak adalah Qian Qian.
“Ya, mengapa kau berteriak padaku, Qian Qian?”
“Heh, kau bahkan tidak menyadari jika aku memanggilmu dari tadi?”
__ADS_1
Bersambung