
Setelah Kai Zen mengirim pesan kepada Kak Fex. Kai Zen segera menyetujui ajakan Yi Yizue. Yi Yizue langsung menggandeng Kai Zen untuk masuk ke rumah dengan penuh semangat.
Tok Tok Tok
“Pa—paman Alex.” Yi Yizue mengetuk pintu seraya memanggil pembantunya, Paman Alex.
Krek!
Tidak lama setelah Yi Yizue mengetuk pintu. Pintu terbuka, terlihat sosok pria paruh baya di balik pintu itu. Dia adalah Paman Alex.
“Selamat datang, Nona. Makan malam telah disiapkan di meja makan.” Paman Alex membungkuk 30°. Dia samar-samar menatap ke arah Kai Zen.
“Tuan Kai?” ucap Paman Alex setelah memastikan laki-laki di samping Yi Yizue adalah Kai Zen.
“Selamat malam, Paman Alex. Sudah lama tidak bertemu,” Kai Zen membungkuk 15° derajat kepada Paman Alex.
“Selamat malam juga, Tuan Kai.” Paman Alex membalas salam Kai Zen seraya tersenyum.
“Pa—paman Alex, Aku mengajak Kai Zen untuk mampir ke rumah. Bo—boleh ya?” Yi Yizue mendekati Paman Alex seraya membisikkan ucapannya.
Paman Alex menundukkan kepala agar Yi Yizue bisa membisikkan sesuatu kepadanya. Setelah Yi Yizue membisikkan ucapannya, Paman Alex tersenyum seraya mengangguk setuju.
“Mari masuk, tuan Kai. Anda belum makan makan malam, kan? mari ikut kami untuk makan malam.” ajak Paman Alex. Dia segera bergerak setelah mendengar permintaan Yi Yizue.
“A—ayo Kai!” Yi Yizue juga mengajak Kai Zen.
“Terima kasih.” Ucap Kai Zen. Dia segera berjalan masuk ke rumah.
Mereka bertiga segera menuju ke ruang makan. Paman Alex berjalan di depan, sedangkan Kai Zen dan Yi Yizue berjalan berdampingan di belakang Paman Alex.
‘Wow, besar sekali!’ ujar Kai Zen dalam hati.
‘Keadaan di dalam tidak kalah megah dari di luar. Rumah sebesar ini hanya di tinggali oleh dua orang? apakah Yizue tidak merasa kesepian?’ batin Kai Zen. Dia mengagumi tempat tinggal Yi Yizue sekaligus merasa kasihan padanya.
‘Heh, bukankah keadaan Yizue sama sepertiku? perbedaannya adalah tempat tinggal kami berbeda. Lalu, jika aku mengasihani Yizue bukankah sama saja dengan mengasihani diriku sendiri?’ Kai Zen tertawa dalam hati ketika menyadari pemikiran sebelumnya.
“Ka—kai?” Yi Yizue memanggil Kai Zen yang terlihat melamun melihat keadaan sekitar.
“Ya?” tidak seperti sebelumnya, Kai Zen segera menjawab panggilan Yi Yizue.
__ADS_1
“Me—mengapa kau melamun? apa kau sakit?”
“Tidak, aku tidak apa-apa, Yizue.”
“Ba—baiklah.” Yi Yizue mengangguk mendengar jawaban Kai Zen. Mereka melanjutkan berjalan.
“Kita sampai.” Ujar Paman Alex beberapa saat setelah mereka berjalan.
“Silahkan duduk, Nona dan Tuan Kai.” Paman Alex menyiapkan dua buah kursi yang bersebelahan.
“Terima kasih, Paman Alex.”
“Te—terima kasih, Paman.”
Kai Zen dan Yi Yizue mengucapkan terima kasih secara bersamaan. Mereka segera duduk di kursi yang telah disiapkan oleh Paman Alex.
“Paman Alex tidak ikut makan malam?” tanya Kai Zen kepada Yi Yizue setelah melihat Paman Alex pergi.
“Bi—biasanya aku dan Paman akan makan bersama. Mu—mungkin Paman tidak ikut makan karena ada kamu yang menemaniku, Kai.”
“Aku jadi merasa bersalah...” ucap Kai Zen lirih.
“Baiklah.” Kai Zen menganggukkan kepala.
Mereka berdua segera menyiapkan alat makan. Kemudian, Yi Yizue mengambilkan Kai Zen beberapa lauk yang tersedia di meja makan.
“Sudah cukup, Yizue. Ini sudah banyak!” Kai Zen berusaha menghentikan Yi Yizue.
“A—apa yang kau katakan, Kai? makanan di meja masih banyak. Ka—kamu wajib mencoba semuanya!” seru Yi Yizue, matanya memandang Kai Zen penuh semangat.
“Tapi—”
“Ma—makanlah yang banyak agar kau menjadi sehat dan kuat!” Yi Yizue tidak mendengar perkataan Kai Zen. Dia dengan semangat terus mengambilkan berbagai hidangan kepada Kai Zen.
‘Apa yang terjadi kepada Yizue? mengapa dia seperti ini?’ batin Kai Zen.
‘Dia seperti ibu yang mengkhawatirkan kesehatan anaknya, lalu dengan semangat mengambilkan lauk yang banyak pada anaknya.’
‘Yasudahlah, lagipula hal ini jarang terjadi. Yizue juga terlihat senang saat mengambilkanku makan. Aku akan menerimanya untuk kali ini.’ Kai Zen menatap Yi Yizue yang masih semangat mengambil hidangan untuknya.
__ADS_1
“Sudah?” tanya Kai Zen setelah Yi Yizue kembali duduk.
“Emmm, su—sudah!” jawab Yi Yizue. Dia juga telah mengambil lauk untuk dirinya sendiri.
‘Baru kali ini aku makan malam sebanyak ini. Semoga perutku baik-baik saja.’ Ucap Kai Zen dalam hati seraya melihat gunungan makanan di depannya.
“Se—selamat makan!” ujar Yi Yizue penuh semangat.
“Selamat makan!” agar Yi Yizue tidak kehilangan semangat, Kai Zen mengikutinya.
Mereka berdua pun mulai memakan hidangan makan malam. Saat sedang asyik memakan hidangan, Paman Alex mendatangi Kai Zen dan Yi Yizue membawa minum.
“Ini minumnya, Nona dan Tuan Kai.” Paman Alex menyodorkan minum kepada mereka berdua.
“Terima kasih, Paman.” Ucap mereka berdua seraya mengambil minum yang diberikan Paman Alex.
“Paman tidak ikut makan malam dengan kami?” ujar Kai Zen setelah mengambil minum.
“Hohoho, ini pertama kalinya teman nona berkunjung serta makan malam di rumah. Saya tidak ingin mengganggu.” Paman Alex tertawa dengan senyum yang terlukis di raut wajahnya.
“Nikmati waktu kalian berdua, Tuan Kai.” Paman Alex mengedipkan sebelah mata seakan memberi Kai Zen isyarat. Dia pun segera pergi meninggalkan Kai Zen dan Yi Yizue berdua.
‘Nikmati waktu kalian berdua?’ ulang Kai Zen dalam hati, dia merasa bingung dengan perkataan Paman Alex.
“A—anoo, kita lanjutkan dulu makan malamnya.” Ucap Yi Yizue.
“Yup, kamu benar, Yizue.” Kai Zen mengangguk setuju. Mereka berdua melanjutkan makan malamnya.
Sementara Kai Zen sedang berada di rumah Yi Yizue. Kak Fex yang menerima pesan Kai Zen hanya tersenyum seraya berkata dalam hati, ‘Sejak kapan adikku punya teman? apakah yang dia ceritakan ketika makan malam bukan kebohongan?’
“Huh, dia sudah besar.” Kak Fex duduk di kursi meja makan dan menaruh HP di atas meja. Dia memejamkan mata sembari membayangkan Kai Zen waktu kecil.
Beberapa menit kemudian, Kak Fex mulai membuka mata. Lalu, dia mengambil HPnya yang tergeletak di atas meja seraya memandang hidangan makan malam yang belum tersentuh sedikitpun.
“Sayang sekali jika hidangan yang ku buat terbuang sia-sia. Lebih baik aku mengundang mereka berdua untuk datang makan malam.” Ucap Kak Fex sambil membuka FVZ Chat di HPnya. tuju
Kedua tangan Kak Fex mulai mengetik sesuatu saat dia telah menemukan kontak yang di tuju. Dengan ketikan yang sangat cepat, Kak Fex segera mengirimkan pesan tersebut.
(Datanglah ke rumahku untuk makan malam. Tinggalkan dulu tugas kalian, ini perintah!)
__ADS_1
Bersambung