Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Tamu Tak Diundang! Bertunangan?!


__ADS_3

Tok Tok Tok


Kai Zen dan yang lainnya sontak terdiam, mereka menatap ke arah pintu. Menunggu orang yang mengetuk pintu masuk ke dalam kamar. Karena yang lain memilih diam, Kai Zen membalas suara ketukan pintu tadi.


“Silahkan masuk.“ Ucap Kai Zen mempersilahkan orang yang mengetuk pintu tadi masuk.


Tidak lama setelah Kai Zen mempersilahkan masuk, pintu tersebut mulai terbuka. Terlihat sepasang pria dan wanita berdiri di baliknya. Pria itu tersenyum menatap Kai Zen, sedangkan si wanita berdiri dengan raut wajah datar di sampingnya.


“Selamat pagi!” sapa pria itu sembari tersenyum.


“Pagi.” Wanita di sampingnya menyapa dengan malas.


Yi Yizue yang familiar dengan wajah mereka segera mendekati Kai Zen, dia seakan waspada dengan sepasang pria dan wanita tersebut. Kai Zen yang mengetahui identitas mereka segera menyambutnya dengan ramah, dia enggan berprasangka buruk.


“Selamat pagi juga. Jadi, apa yang membawa kalian kemari? Song Zhiqing dan Mu Yuan Yuan Yuan.” Kai Zen tersenyum ramah membalas senyum pria yang bernama Song Zhiqing itu.


“Kalau aku berkata kedatanganku kali ini hanya untuk menjenguk temanmu, apakah kau percaya?” Song Zhiqing berkata dengan nada bercanda.


“Terakhir kali aku hanya bertemu denganmu bersama Yi Yizue, darimana kau tahu kalau Guo Yan dan Zhuo Fang juga temanku? sepertinya kau...” Kai Zen enggan menyelesaikan ucapannya, dia juga menatap Song Zhiqing dengan sorot mata penuh selidik.


“Kau berpikir berlebihan, untuk apa aku menyelidikimu? tidak ada gunanya untukku.” Song Zhiqing menggeleng-geleng kepalanya.


“Sebenarnya aku kemari untuk menjenguk Zhuo Fang, dia adalah temanku!” imbuh Song Zhiqing.


“Hadeh, memang hubungan kita sedekat itu?” tanya Zhuo Fang heran.


“Ucapanmu sangat tidak dapat dipercaya, kau tidak pandai berbohong!” ujar Guo Yan seakan dirinya pandai berbohong.


“Sudahlah, tidak perlu basa-basi dengan mereka, katakan saja niat kita sebenarnya.” Desak Mu Yuan Yuan kepada tunangannya, Song Zhiqing.


“Huh, sudahlah. Aku akan akan mengatakan niatku yang sebenarnya.” Song Zhiqing yang sudah terdesak dengan berat hati ingin langsung mengatakan niatnya yang sebenarnya.


Mendengar hal tersebut, Kai Zen dan yang lainnya terdiam sejenak. Mereka fokus mendengarkan perkataan Song Zhiqing yang akan segera dia katakan. Song Zhiqing pun mulai mengatakan niatnya yang sebenarnya.


“Aku ingin kalian berempat berhenti melawan Kelas A tahun pertama untuk beberapa hari ke depan!” Song Zhiqing memutar bola matanya ke arah Kai Zen dan yang lainnya dengan sorot mata tajam, sosoknya yang ramah kini berubah menjadi sosok yang mengintimidasi.


“Ini bukan keputusan kami, tapi keputusan seluruh murid kelas A tahun pertama. Aku harap kalian dapat bekerja sama.” Mu Yuan Yuan menundukkan kepalanya seakan berharap usulan darinya diterima. Walaupun sosoknya dingin, akan tetapi dia memahami situasi.

__ADS_1


Yi Yizue yang mendengar hal tersebut segera menarik sedikit baju Kai Zen. Kai Zen yang menyadari hal itu segera memalingkan wajahnya ke arah Yi Yizue, lalu Yi Yizue berkata beberapa kata kepadanya.


“Te-terima saja, i-itu tidak merugikan kita.” Ucap Yi Yizue seraya mengangguk.


“Baiklah.” Kai Zen segera menyetujui ucapan Yi Yizue, kemudian segera memalingkan wajahnya ke arah Song Zhiqing dan Mu Yuan Yuan.


‘Yang dikatakan Yizue benar, lagipula aku juga tidak berniat menantang arena lagi untuk beberapa hari ke depan.’ Batin Kai Zen seraya memalingkan wajahnya.


“Aku dan Yizue sepakat dengan keputusan kalian.” Ucap Kai Zen dengan santai, dia tidak merasa takut sedikitpun dengan intimidasi Song Zhiqing.


“Bagaimana dengan kalian?” imbuh Kai Zen sembari menoleh ke arah Guo Yan dan Zhuo Fang.


“Keputusanku sama sepertimu, Kai.” Jawab Zhuo Fang sembari menganggukkan kepalanya.


“Aku mengikuti Yizue!” Guo Yan tersenyum menatap Yi Yizue.


“Baiklah, jadi sudah diputuskan bahwa kami setuju dengan usulan kalian. Apa kalian sudah puas?” ujar Kai Zen.


“Kami puas, terima kasih!” jawab Song Zhiqing dengan senyum terukir di wajahnya. Dia telah kembali ke dirinya yang sebelumnya.


“Terima kasih.” Walaupun bersikap dingin, tapi ucapan Mu Yuan Yuan terdengar tulus.


“Urusan lain?” Zhuo Fang merasakan firasat buruk dari ucapan Song Zhiqing.


“Jangan hanya berdiri di pintu, masuklah jika ingin membahas hal lain.” Kai Zen menyuruh mereka masuk, dia merasa hal yang akan di bahas Song Zhiqing selanjutnya akan lebih sensitif.


“Kau ingin membahas hal itu? bukankah tujuan kita kemari sudah terpenuhi?” Mu Yuan Yuan menatap Song Zhiqing dengan tajam, dia seakan sudah tahu apa yang akan di bahas Song Zhiqing selanjutnya.


“Tujuan kita kemari memang sudah terpenuhi. Tetapi, tujuanku kemari belum.” Jawab Song Zhiqing sembari masuk ke dalam, dia duduk di kursi panjang yang berada di samping pintu masuk.


“Kau terlalu memanjakannya!” Mu Yuan Yuan menatap Song Zhiqing dengan kesal. Dia menutup pintu dan segera duduk di samping Song Zhiqing.


“Itu pilihanku.”


“Jadi, apa tujuan pribadimu?” setelah mereka berdua telah duduk di kursi panjang yang hanya cukup untuk dua sampai tiga orang. Kai Zen segera menanyakan tujuan pribadi Song Zhiqing.


“Tujuan pribadiku tidak berkaitan dengan kalian, hal ini hanya berkaitan dengan Zhuo Fang.” Song Zhiqing mulai menatap Zhuo Fang dengan serius.

__ADS_1


“Aku?” Zhuo Fang menunjuk dirinya dengan kebingungan.


“Langsung saja ke intinya, apa kau mengenal saudara perempuanku, Song Zili?” tanya Song Zhiqing.


“Aku tahu.” Zhuo Fang menganggukkan kepalanya.


“Apakah kau mau bertunangan dengannya?”


“APA?” pekik Guo Yan. Dia adalah orang pertama yang berteriak mendengar hal tersebut, sedangkan Zhuo Fang hanya terdiam mendengarnya.


“Mengapa kau berteriak, Guo Yan?” tanya Kai Zen sembari tersenyum miring.


“H-husttt...” Yi Yizue yang menyadari bahwa Kai Zen sedang mempermainkan Guo Yan segera menghentikannya. Kai Zen hanya mengangguk mengerti seraya tersenyum.


“Ti-tidak ada apa-apa.” Dalih Guo Yan sambil memutar bola matanya menjauh dari tatapan semua orang.


“Jadi, bagaimana keputusanmu, Zhuo Fang?” Song Zhiqing kembali menatap Zhuo Fang.


“Aku menolaknya!” Zhuo Fang tersenyum sembari menggeleng-geleng kepalanya.


“Hoh, apa kau berani menolaknya? apa alasanmu?” Song Zhiqing samar-samar melihat ke arah Guo Yan.


“Apa karena wanita itu?” Song Zhiqing mulai menunjuk Guo Yan dengan jelas.


“Bukan, bukan karena dia.” Zhuo Fang mempertahankan senyumnya.


“Hanya saja aku masih trauma karena pembatalan pertunangan dengan Dai Ruo Ruo. Luka ini masih membekas di dalam diriku~” Zhuo Fang memegang dada kirinya seakan di tempat itu sangat sakit.


“Hmmm, baiklah kalau itu alasanmu. Ketika kau berubah pikiran, datang dan temui aku!” Song Zhiqing bersiap-siap untuk pergi.


“Ayo pergi, Yuan Yuan!” Song Zhiqing berjalan keluar. Setelah Song Zhiqing keluar dari kamar itu, Mu Yuan Yuan mulai berdiri untuk pergi. Namun, sebelum dia pergi, dia mengatakan beberapa patah kata kepada Zhuo Fang.


“Kerja bagus, Zhuo Fang!” Mu Yuan Yuan mengacungkan salah satu jempolnya kepada Zhuo Fang. Kemudian, dia berjalan pergi sambil menutup pintu.


Setelah Song Zhiqing dan Mu Yuan Yuan telah meninggalkan mereka berempat. Suasana canggung mulai terjadi, mereka berempat saling menatap seakan terkejut dengan respon Mu Yuan Yuan. Agar suasana mencair, Kai Zen memberikan pujian kepada Zhuo Fang.


“Sandiwara yang bagus!”

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2