
“Bertarung hingga titik darah penghabisan? lelucon yang bagus hahahahahaha!”
Kai Zen tertawa mendengar perkataan Si Kejam, dia tidak menganggap serius perkataan tersebut. Si Kejam kebingungan melihat Kai Zen tertawa, lalu dia bertanya alasan Kai Zen tertawa.
“Mengapa kau tertawa?”
“Karena perkataanmu yang mengatakan 'Bertarung hingga titik darah penghabisan' sungguh sangat lucu bagiku.” Kai Zen berhenti tertawa.
“Apa kau pikir aku bercanda?” Si Kejam memelototi Kai Zen.
“Aku terlalu malas untuk menjelaskan padamu. Mulai saja menyerangku maka kau akan mengerti!” Kai Zen menodongkan tangan ke depan lalu menggerakkan seakan menantang Si Kejam.
“Kai Zen!” teriak Si Kejam dengan marah, dia melesat ke arah Kai Zen.
“Matilah!” Si Kejam mengayunkan pedang secara vertikal saat berada beberapa senti di depan Kai Zen.
“Sihir Kegelapan Tingkat Semesta Rendah: Pedang Kegelapan!” muncul sebilah pedang berwarna hitam legam di tangan kanan Kai Zen.
CLANG! DUAR!
Kai Zen menghadang pedang Si Kejam dengan pedang di tangannya. Seketika muncul ledakan karena dua kekuatan saling bertabrakan.
Wishhh! Si Kejam melompat mundur setelah gagal melukai Kai Zen.
“Lemah, terlalu lemah!” seru Kai Zen seraya tersenyum remeh.
WUSH! Si Kejam menghiraukan hinaan Kai Zen, dia langsung melesat lagi dengan kecepatan tinggi.
“Teknik Pedang Keluarga Zu! Teknik Pertama, Membelah Angin!”
CLANG! Kai Zen berhasil menghadang serangan pedang horizontal Si Kejam dengan mudah.
“Teknik Pedang Keluarga Zu! Teknik Kedua, Membelah Sungai!”
Tanpa basa-basi Si Kejam langsung mengubah posisi pedang yang semula horizontal menjadi vertikal. Dia mengangkat pedang ke atas kepala dan mengayunkannya tepat di atas Kai Zen, hal itu dilakukannya dalam beberapa detik.
CLANG! lagi-lagi Kai Zen dapat menghadang serangan Si Kejam dengan mudah.
WUSH! Si Kejam melompat mundur.
“Teknik Pedang Keluarga Zu! Teknik Ketiga, Membelah Gunung!” Si Kejam langsung menyerang lagi dalam posisi melayang.
__ADS_1
Tebasan berbentuk bulan sabit yang dilapisi api hitam dengan ukuran sangat besar dan cepat melesat ke tempat Kai Zen.
“Teknik Pedang Keluarga Ye! Teknik Pertama, Bakat Alami!”
Zhingggg! Clangggg! Duarrrr!
Kai Zen mengayunkan tebasan dengan tenang dan lembut sesaat tebasan berbentuk bulan sabit milik Si Kejam berada tepat di depannya. Seketika dua tebasan yang saling bertabrakan meledak hilang.
“Teknik Pedang ini sampah!” ucap Si Kejam dengan marah.
“Apa kau mengejek teknik pedangku?“ tanya Kai Zen memastikan.
“Aku mengejek teknik pedang Keluarga Zu, nak. Beradu beberapa tebasan denganmu tapi tidak melukaimu sedikitpun sudah bisa dikatakan bahwa teknik pedang keluarga ini sangat sampah!” tegas Si Kejam.
“Jangan menyalahkan teknik pedang orang lain untuk kekalahanmu. Semua teknik pedang memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, semua itu tergantung si pemakai. Akui saja bahwa kau lemah dan aku kuat.” Kai Zen tersenyum sinis.
“Hahahaha..semua teknik pedang memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing? apa kau bercanda, nak? bocah kecil sepertimu mana tahu luasnya dunia!” Si Kejam menertawakan pendapat Kai Zen, dia tidak setuju dengan itu.
“Akan ku perlihatlan padamu sebuah teknik pedang tanpa kekurangan satupun!” seru Si Kejam penuh percaya diri.
‘Roh sihir di depanku bukankah agak miring, Long Wang?‘ batin Kai Zen mencoba berkomunikasi dengan Long Wang.
‘Roh Sihir yang terlahir di planetmu memiliki kualitas rendah, tapi yang satu ini sedikit berbeda. Walaupun dia agak gila, kau harus berhati-hati dengannya, nak.’ Long Wang menyetujui ucapan Kai Zen, dia juga memberi peringatan padanya.
“Teknik Pedang Kekejaman! Pernafasan!”
“Teknik Pedang Kekejaman! Ketajaman!”
“Teknik Pedang Kekejaman! Peningkatan!”
‘Teknik Pedang Kekejaman? apakah dia membuat sendiri teknik itu? dia sudah di level berbeda!’ puji Kai Zen, dia tidak takut sedikitpun melihatnya.
‘Tidak kusangka roh sihir ini bahkan bisa meniru pernapasan, ketajaman, bahkan peningkatan yang dikembangkan manusia. Dia pasti memiliki kartu truf yang lain, aku harus waspada!’ pikir Kai Zen dalam hati.
“Ayo kita mulai pertarungan sebenarnya!” teriak Si Kejam.
WUSH! Si Kejam melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Kai Zen.
“Sihir Kegelapan Tingkat Semesta Rendah: Sayap Kegelapan!” Kai Zen tidak diam saja kali ini. Dia membuat sayap dengan sihir kegelapan, lalu melesat terbang ke atas.
“Tch, sialan! lagi-lagi sihir sayap itu!” Si Kejam mendecakkan lidah kesal, dia gagal menyerang sesaat sampai di tempat Kai Zen berdiri sebelumnya.
__ADS_1
“Hahahaha! terbanglah kemari kalau bisa, apa kau ingin melompat menyerangku seperti yang kau lakukan pada Yizue?” Kai Zen memprovokasi Si Kejam dengan perkataannya.
WUSH! seperti yang Kai Zen duga, Si Kejam melompat untuk menyerangnya.
“Sihir Angin Tingkat Langit Tinggi: Perisai Angin Astral!” Kai Zen mengaktifkan sihir pelindung dengan cepat. Angin Astral segera membentuk bangun ruang bola yang bisa melindungi Kai Zen. Angin itu bergerak sangat cepat hingga keberadaan mereka hanya terlihat seperti udara biasa. Siapa yang menyentuh angin astral itu akan menerima akibatnya, bahkan mungkin bisa mendatangkan kematian. Tidak terlihat, tapi mematikan.
CLANG!
“Apa?” Si Kejam terkejut karena pedangnya terpental beberapa meter dari tempat Kai Zen berdiri.
CLANG! CLANG! CLANG!
Si Kejam langsung menyerang lagi secara membabi buta setelah keterkejutannya menghilang. Dia menyadari bahwa Kai Zen memasang suatu pelindung disekitar. Andaikan Si Kejam menyerang terus maka pelindung itu pasti hancur.
‘Aku harus mempersiapkan suatu rencana jika pelindung ini hancur. Menyerang? nanti dulu, aku masih ingin mengulur waktu. Bertahan lagi? sudah terlambat, tidak ada ruang. Lalu, apa yang harus ku lakukan?’ Kai Zen tampak berpikir, dia tidak ingin momen ini berakhir begitu mudah.
“Oh iya, aku akan mencoba itu!” ucap Kai Zen seraya tersenyum.
Mulut Kai Zen bergerak mengucapkan beberapa sihir, dia memejamkan mata seakan sedang berkonsentrasi penuh.
CLANG! CLANG! DUAR!
Beberapa saat kemudian, Si Kejam berhasil menghacurkan pelindung yang dipasang Kai Zen. Dengan raut wajah puas, Si Kejam memandang Kai Zen dengan sombong.
“Trik kecil seperti itu tidak bisa melindungimu, nak.”
Kai Zen hanya terdiam memandang ke depan dengan raut wajah datar. Dia sama sekali tidak menoleh atau menjawab Si Kejam.
“Mengapa kau diam saja, nak? apa kau takut hingga tak bergerak sedikitpun?” Si Kejam tersenyum puas melihat keadaan Kai Zen.
Lagi-lagi Kai Zen tidak begerak sedikitpun, keadaan tubuh Kai Zen sama seperti sebelumnya.
Si Kejam yang tadi gembira kali ini berubah marah. Dia berteriak ke arah Kai Zen dengan penuh emosi.
“JAWABLAH PERTANYAANKU! APA KAU TIDAK PUNYA MULUT?”
Sama seperti sebelumnya, Kai Zen hanya terdiam tidak bergerak sedikitpun. Ekspresi wajahnya bahkan masih datar tidak berubah.
“Sial, dasar bisu. Lebih baik kau mati saja!”
ZHINGGGG!
__ADS_1
Bersambung