Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Guo Yan Terbangun! Melanjutkan Cerita!


__ADS_3

“Hei bangun, Zhuo Fang!”


“Hah, apa kalian sudah selesai?”


Zhuo Fang bangun dari tidurnya, dia menegakkan tubuhnya menghadap Kai Zen dan Yi Yizue sembari menatap mereka dengan datar. Sepertinya Zhuo Fang sedikit marah karena perlakuan Kai Zen kepadanya. Kai Zen yang menyadari hal tersebut segera duduk di kursi yang sebelumnya, dia mendekatkan kursi tersebut ke tempat Zhuo Fang. Yi Yizue juga melakukan hal yang sama seperti Kai Zen, tetapi dia lebih mendekatkan kursi ke tempat Guo Yan.


“Apa kau kesal?” tanya Kai Zen yang melihat raut wajah Zhuo Fang.


“Sedikit, tapi lupakan saja. Cepat ceritakan padaku tentang hal yang sebelumnya!” Zhuo Fang dengan cepat merubah raut wajahnya, kini dia melihat Kai Zen dengan antusias.


Ketika Kai Zen ingin membuka mulutnya untuk bercerita, tiba-tiba Guo Yan bangun dari pingsannya. Dia membuka matanya seraya mengatakan hal-hal yang ngelantur.


“Bukankah aku sudah mati?” ucapnya setelah membuka mata.


“Lho, Kai Zen? Yi Yizue? dan...Zhuo Fang?” Guo Yan menegakkan tubuhnya seraya terkejut melihat teman-temannya ada di sekitar.


“Apakah kalian juga sudah mati?” tanya Guo Yan yang merasa dirinya telah berada di atas sana.


“Emmm, Guo Yan. Se-sepertinya kau masih belum pulih sepenuhnya, tidurlah lagi.” Yi Yizue yang mendengar ucapan ngelantur Guo Yan segera menyuruhnya beristirahat lagi. Dia khawatir dengan keadaan mental Guo Yan.


“Kau belum mati, Guo Yan. Selama Zhuo Fang berada di dekatmu, kau akan selalu aman!” ujar Kai Zen seraya terkekeh pelan.


“A-apa yang kau ucapkan, Kai?” Zhuo Fang yang mendengar hal tersebut merasa malu, ada sedikit rasa bersalah dalam dirinya karena pesimis saat pertandingan sebelumnya.


“Huh, jadi aku belum mati?”


“Apakah kau berharap mati menerima serangan yang lemah itu?” sindir Kai Zen.


“Tetapi, luka yang ku derita...” Guo Yan mengalihkan pandangannya ke luka yang dia terima sebelumnya, namun betapa terkejutnya dia melihat luka itu telah sembuh.


“Lho, dimana lukaku?” pekik Guo Yan.


“A-apa lukamu menghilang?” tanya Yi Yizue penasaran.


“Hust, tenanglah!” ujar Kai Zen bebarengan dengan pertanyaan Yi Yizue.


Guo Yan menatap Yi Yizue dengan bingung, dia lalu menjawab pertanyaannya, “Iya, lukaku menghilang!”

__ADS_1


Yi Yizue yang menerima kebenaran dari pertanyaan sebelumnya segera menatap Kai Zen seraya berkata, “Mungkinkah...”


“Saat Zhuo Fang mengeluarkan aura keemasan, Guo Yan juga terpancing mengeluarkan aura yang berbeda warna. Mungkin luka Guo Yan sembuh karena efek penyembuhan aura tersebut.” Jawab Kai Zen yang menyadari tatapan penuh selidik Yi Yizue. Yi Yizue yang mendengar penjelasan Kai Zen mengangguk setuju, dugaan Kai Zen sama sepertinya.


“Aura? aura apa yang kalian maksud?” tanya Guo Yan dengan penasaran.


“Sebelum, aku menceritakan hasil pengamatanku bersama Yizue, alangkah baiknya kalian mendengar cerita pertandingan kalian melalui sudut pandang penonton, yang berarti sudut pandangku. Aku akan menceritakannya.” Kai Zen pun segera menjelaskan seluruh pertandingan yang dia lihat. Dari awal mulai sampai akhir kemenangan Guo Yan dan Zhuo Fang. Setelah itu, Guo Yan dan Zhuo Fang terkejut bahwa mereka menang.


“Hah, kami menang?” pekik Guo Yan dan Zhuo Fang secara bersamaan, mereka terkejut mendengarnya.


“Bukankah aku sudah mengatakannya kepadamu sebelumnya, Zhuo Fang?”


“Kau belum mengatakannya padaku, Kai!” ucap Zhuo Fang sedikit kesal.


“Apakah itu benar, Yizue?” Kain Zen mengalihkan pandangannya ke arah Yi Yizue. Yi Yizue hanya mengangguk mendengar pertanyaannya.


“Maaf, aku lupa!” Kai Zen tersenyum ke arah Zhuo Fang. Zhuo Fang hanya menghembuskan napas pelan melihatnya.


“Bagaimana mungkin bisa menang? Zhuo Fang melawan mereka sendiri? dia menang?” Guo Yan menatap penuh kebingungan ke arah Kai Zen.


“Tapi, bagaimana ini mungkin? hal ini sulit dipercaya!” Guo Yan berusaha memercayai perkataan Kai Zen, namun dirinya masih belum bisa.


Yi Yizue yang dari tadi diam saja, kini mulai bersuara, “A-apa kalian ingin mendengar hasil pengamatanku dengan Kai Zen? mu-mungkin hal itu bisa menjawab keraguan di benak kalian.”


“Dan jika kalian ingin mendengarnya, kuharap kalian bisa menjaga rahasia ini dari orang luar!” imbuh Kai Zen.


“Aku bersumpah akan menjaga rahasia ini dari orang luar!” ujar Guo Yan dan Zhuo Fang secara bersamaan. Kemudian, dia segera mendesak Kai Zen dan Yi Yizue untuk memberitahu hasil pengamatan mereka.


“Bi-biar Kai Zen yang menjelaskan.” Ucap Yi Yizue. Dia menatap Kai Zen seakan memberinya isyarat untuk menjelaskan. Kai Zen hanya mengangguk yang berarti setuju atas ucapan Yi Yizue.


“Biarkan aku jelaskan. Jadi, aku dan Yizue menyimpulkan bahwa...” Kai Zen menjelaskan apa yang dia bahas sebelumnya bersama Yi Yizue. Dari dugaan Roh Sihir yang dimiliki Guo Yan dan Zhuo Fang sampai bukti-buktinya. Hingga beberapa saat berlalu, Kai Zen telah selesai menjelaskan semuanya kepada teman-temannya. Guo Yan dan Zhuo Fang saling menatap, kemudian mereka berpikir sejenak.


“Dari penjelasanmu, kau mengetahui diriku yang terjebak di alam bawah sadarku sendiri karena bantuan dari roh sihirmu? apakah berarti kau punya roh sihir, Kai?” tanya Zhuo Fang, dia melemparkan pertanyaan yang sebelumnya belum sempat di balas Kai Zen.


“Bohong kalau aku bilang tidak.” Jawab Kai Zen.


“Tadi, kau berkata bahwa semua orang di kamar ini memiliki roh sihir masing-masing, apakah Yizue juga punya?” Zhuo Fang yang mengingat perkataan Kai Zen sebelumnya segera mengungkitnya.

__ADS_1


Kai Zen yang mendengar hal tersebut merasa bersalah kepada Yi Yizue, dia memandang Yi Yizue sebelum menjawabnya. Yi Yizue yang sadar akan tatapan bersalah Kain Zen segera tersenyum seraya menganggukkan kepalanya, dia terlihat tidak masalah dengan ucapan Kai Zen. Kai Zen pun segera menjawab pertanyaan Zhuo Fang setelah Yi Yizue tidak keberatan.


“Benar, aku, kau, Guo Yan, dan Yi Yizue. Mereka yang di sini memiliki Roh Sihir masing-masing!” jawab Kai Zen dengan sorot mata serius.


“Wow, kau juga punya, Yizue?” Guo Yan yang dari tadi diam berpikir kini memandang Yi Yizue dengan tatapan terkejut.


“Ya-ya, dia bernama Kitsune!” jawab Yi Yizue dengan terbuka.


“Kalau milikmu apa, Kai?” tanya Guo Yan dengan penasaran.


“Itu masih rahasia.” Jawab Kai Zen sembari menggeleng-geleng kepalanya.


“Tch, dasar pelit!” Guo Yan menjulurkan lidahnya seakan mengejek.


“Ngomong-ngomong, apakah kau sangat yakin dengan penjelasanmu, Kai?” Zhuo Fang menatap Kai Zen dengan serius.


“Aku sangat yakin!” jawab Kai Zen yang serius pula.


“Jika kalian ada waktu, belajarlah cara masuk ke alam bawah sadar melalui internet atau buku. Mungkin itu akan menjawab semua pertanyaan kalian!” imbuh Kai Zen.


“Informasi tentang aku yang memiliki roh sihir sangat sulit dipercaya!” Zhuo Fang menundukkan kepalanya.


“Mengapa begitu?” tanya Kai Zen.


“Entahlah, sulit saja menerima hal yang mendadak seperti itu.” Jawab Zhuo Fang sedikit tersenyum.


“Tenanglah, itu bukanlah bencana. Justru sebuah berkah bagimu!” Kai Zen memberi semangat kepada Zhuo Fang.


“Aku tahu, hanya saja...”


“Sudahlah, bersyukur saja!” bentak Guo Yan dengan datar. Zhuo Fang yang mendengar itu langsung terdiam, dia tidak berani berbicara lagi.


Akhirnya pembahasan mereka mengenai Roh Sihir telah selesai. Guo Yan dengan senang hati menerima penjelasan Kain Zen dan Yi Yizue, sedang Zhuo Fang menerima penjelasan walau dirinya agak tidak percaya. Namun, karena itu penjelasan dari sahabatnya sendiri, dia berusaha keras memercayainya. Kemudian, mereka membahas hal-hal yang ringan. Disaat mereka asyik bercerita, tiba-tiba ketukan pintu terdengar.


Tok Tok Tok


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2