
“Penantang Kai Zen mengaktifkan sihir tipe buff pada dirinya sendiri pada gerakan pertama!” ucap Host saat melihat Kai Zen mengaktifkan Sihir Kecepatan Angin.
“Wow, sepertinya satu buff tidak cukup. penantang Kai Zen mengaktifkan sihir tipe buff lagi!” Host terkejut melihat Kai Zen mengaktifkan Sihir Tarian Angin.
“Sementara itu, Murid Shi Kuang melancarkan serangan pada gerakan pertamanya. Ombak besar? apakah penantang Kai Zen dapat menghindarinya?” ucap Host melihat Shi Kuang melancarkan sihirnya.
“Ternyata penantang Kai Zen dapat menghindari sihir serangan murid Shi Kuang hanya dengan Sihir Tingkat Bumi Rendah, sangat praktis. Walaupun musuh memiliki tingkatkan lebih tinggi, penantang Kai Zen tetap bisa bertahan dari serangannya. Melawan kelebihan musuh menggunakan kecerdasannya, penantang Kai Zen tidak dapat diremehkan!” Host mulai mengagumi Kai Zen.
“Namun, jika hanya bertahan apakah bisa menang? tentu tidak! penantang Kai Zen juga harus melancarkan serangan pada musuhnya!” walaupun mengagumi Kai Zen, Host tetap bersikap netral. Tidak lama setelah kalimat itu, Kai Zen melancarkan serangannya.
“Wow! luar biasa! setelah dia mengaktifkan sihir lompat, penantang Kai Zen mengaktifkan sihir serangan ke kedua tangannya? hal ini tidak mudah dan jarang ditemui!” sekali lagi Host terkagum melihat gerakan Kai Zen. Walaupun Kai Zen hanya mengaktifkan Sihir Tingkat Bumi Rendah. Tapi, dia mengaktifkan ke kedua tangannya.
“Sayangnya, perbedaan tingkatan masih menjadi masalah bagi penantang Kai Zen.” Host menggelengkan kepalanya saat melihat serangan Kai Zen ditahan dengan mudahnya oleh sihir Shi Kuang.
“Sihir Arena Api?”
“Sihir Retakan Gempa? murid Shi Kuang langsung mengaktifkan dua sihir serangan tipe area sekaligus! sepertinya dia berniat membuat arena berantakan agar penantang Kai Zen tidak bisa melarikan diri.” Kali ini Host kagum dengan rencana Shi Kuang.
“Tidak hanya itu, dia terus merapalkan sihir tipe serangan kepada penantang Kai Zen agar dia tidak dapat mengaktifkan sihir!” Host mulai bersemangat karena suasana pertarungan mereka mulai memuncak.
“Walaupun penantang Kai Zen masih tetap bisa menghindarinya karena sihir buff yang diaktifkan dirinya di awal. Namun, sampai kapan dia bisa terus menghindar? sepertinya pemenangnya sudah ditentukan.” Disaat Host sudah menyimpulkan pemenangnya, para penonton bersorak atas kemenangan Shi Kuang. Mereka merendahkan Kai Zen karena mencoba menantang hal yang tidak mungkin.
“Hahahahah! dasar sampah!”
“Apakah dia sudah bisa melihat betapa tingginya langit?”
“Aku yakin untuk kedepannya dia tidak berani datang ke arena lagi!”
__ADS_1
Cacian dan makian mulai terdengar lagi dari bangku penonton setelah Host menyimpulkan pemenangnya. Tapi, Cacian dan makian itu tidak memengaruhi performa Kai Zen, justru dia malah semakin bersemangat.
“BADUM!!!” terdengar suara yang mengagetkan seluruh penonton.
“S-suara apa itu? kenapa arena dipenuhi oleh asap?” Host terkejut mendengar suara itu. Setelah asap dari arena menghilang, mereka melihat seorang yang berdiri di tengah arena. Host dan penonton semakin terkejut setelah mengetahui orang yang berdiri di tengah arena itu adalah Kai Zen. Sedangkan, Shi Kuang yang diprediksi akan menang malah tergeletak pingsan di arena.
“P-pemenangnya penantang Kai Zen!” ditengah keterkejutannya, Host mengumumkan hasil pertandingan mereka. Beberapa penonton yang mendengar itu memberi tepuk tangan kepada Kai Zen. Kian lama, yang bertepuk tangan semakin banyak. Mereka yang mencaci dan memaki Kai Zen mulai terkagum olehnya.
< >
“Kemenangan ada di tanganku!” ucap Shi Kuang dengan percaya diri.
Aku hanya tersenyum seraya berkata dalam hati, ‘Haruskah aku selesaikan sekarang?’ seraya menghindari semua serangannya.
Aku mendengar Host sudah menyimpulkan siapa pemenangnya setelah melihatku terus menghindari serangan Shi Kuang dan tidak dapat melancarkan satupun serangan padanya. Kemudian, para penonton mulai merendahkanku dari luar arena. Tapi, semakin mereka merendahkanku, semakin bersemangat diriku.
‘Mereka akan terdiam saat melihat hasilnya!’
‘Jika sihir tidak mempan, maka tinggal gunakan saja fisik!’ ucapku seraya mengubah jalur pelarian menjadi bergerak lurus ke arah Shi Kuang.
“A-apa yang kau lakukan?” Shi Kuang terkejut melihat diriku berlari ke arahnya.
“Bodoh! Sihir Api Tingkat Langit Rendah: Meriam Api!” Shi Kuang melancarkan sihir terkuatnya. Berharap akan mengenaiku dengan mudah karena diriku berlari lurus ke arahnya.
Aku hanya tersenyum. Ketika serangan Shi Kuang hampir menyentuhku, aku sudah berada dibelakangnya.
“Lain kali, jangan meremehkan musuhmu ya, senior!” selesai aku membisikkan ucapanku di telinganya dari belakang. Aku memukul punggung Shi Kuang sekuat tenaga hingga dia jatuh pingsan. Pukulanku membuat tubuhnya terhempas beberapa meter dari tempat semula dia berdiri dan menimbulkan asap.
__ADS_1
‘Akhirnya selesai, lelah sekali harus bersikap tidak berdaya!’ Aku merenggangkan tubuhku seraya menunggu asap yang dihasilkan dari pukulanku menghilang.
‘Asap ini terjadi karena pukulanku menghasilkan angin kencang yang membuat tanah atau debu berterbangan. Ngomong-ngonong keren sekali pukulanku!’ Aku memuji pukulanku dalam hati.
Ketika asap menghilang, aku melihat ekspresi terkejut dari Host dan penonton. ‘Aku sudah menduga ekpresi mereka seperti ini!’ Aku tertawa dalam hati.
“P-pemenangnya penantang Kai Zen!” Terdengar suara Host itu yang mengumumkan pemenangnya. Dia masih terkejut melihat diriku menjadi pemenangnya.
Tidak lama kemudian, aku mendengar suara tepuk tangan dari bangku penonton. ‘Itu Yizue!’ ucapku dalam hati setelah melihat orang pertama yang bertepuk tangan adalah orang yang kukenal. Kemudian yang bertepuk tangan semakin lama semakin banyak.
‘Apakah orang yang mencaci dan memakiku juga bertepuk tangan?’ Aku bertanya-tanya dalam hati.
Saat suara tepuk tangan sudah mereda, Host itu datang kepadaku yang masih berdiri di tengah arena. Tim medis juga datang untuk melihat lukaku dan yang terpenting adalah membawa Shi Kuang untuk menerima perawatan medis. Setelah mereka selesai mengecek diriku dan menyimpulkan bahwa aku tidak terluka, mereka terkejut. Namun, sepertinya mereka berusaha menyembunyikan keterkejutannya. Lalu, segera membawa Shi Kuang pergi. Akupun mulai diwawancarai oleh Host itu.
“Pertandingan yang hebat sekali Penantang Kai Zen, bagaimana perasaanmu setelah menang?” tanya Host itu.
“Seperti yang kalian pikirkan.” Aku tidak memberi jawaban pasti.
“Ngomong-ngomong, bagaimana anda bisa menang melawan penyihir yang memiliki tingkatan lebih tinggi? apakah ada tips dan triknya?” Host memasang wajah antusias.
“Murni keberuntungan dibarengi dengan kerja keras!” jawabku seraya tersenyum.
Host memasang wajah tidak puas dari jawabanku, begitupun dengan para penonton. Tapi, aku tidak peduli karena aku tetap harus bertindak waspada. Jangan karena kau sedang dipuji, kau menjadi lengah. Kemudian, Host itu mengajukan beberapa pertanyaan padaku, namun aku tetap memberinya jawaban yang tidak pasti.
“B-baiklah, kamu sudah boleh pergi.” Host itu tersenyum masam padaku. Para penonton juga memasang wajah kecewa.
“Terima kasih!” Aku membalas dengan tersenyum lembut. Akupun pergi meninggalkan arena akademi.
__ADS_1
‘Aku tidak peduli dengan apa yang mereka pikirkan.’ ucapku dalam hati.
Bersambung