Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Gagal Bertarung! Kedatangan Tak Terduga!


__ADS_3

“Bersiaplah untuk memberi pelajaran kepada junior tahun pertama kita!”


Seketika semua bawahan Dai Lanwu mengambil posisi siap bertarung. Tinggal menunggu aba-aba dari Dai Lanwu selaku pemimpin. Mereka bisa mulai menyerang kapan saja.


Kai Zen dan teman-temannya juga mengambil posisi bertarung, mereka siap memulai pertarungan ini kapan saja. Namun, tiba-tiba terdengar teriakan dari samping mereka.


“Sudah, cukup. Kalian tidak bisa melanjutkan hal ini lebih jauh!”


Tiga orang perempuan berjalan menuju arah Kai Zen dan Dai Lanwu yang berselisih dan seorang perempuan berteriak menghentikan perselisihan mereka.


“Apa kalian ingin menghancurkan tempat ini lagi? terutama kau, Kai Zen!” Perempuan itu melotot kepada Kai Zen.


“Qian Qian?” Kai Zen menatap perempuan itu bingung.


“Fu Yue dan Su Ling? mengapa kalian juga ada di sini?” Kai Zen memutar bola mata untuk melihat Fu Yue dan Su Ling yang ada disamping Qian Qian.


“Halo, Kai Zen.” Sapa Fu Yue ramah.


“Aku mengikuti Qian Qian.” Su Ling terlihat enggan menjawab.


“Huff ... sudah, lewatkan dulu percakapan ini. Sekarang lebih baik kalian jangan memulai pertarungan. Pulanglah ke habitat kalian masing-masing!” Qian Qian menghela napas kesal, dia melotot ke arah Dai Lanwu dan Kai Zen dengan ekspresi marah.


“Tidak, aku tidak bisa menghentikan hal i—”


“Apa Keluarga Dai berani menentang otoritas Wali Kota Sky Blue?” sela Qian Qian, dia terlihat sangat mendominasi.


“Ck, wanita sialan. Kau hanya berlindung di balik nama wali kota!” Dai Lanwu mendecakkan lidah, dia terlihat kesal dengan Qian Qian.


“Aku ingin pergi sekaligus membawa Ji Zhan dan bawahannya untuk di obati. Tetapi, laki-laki yang bernama Kai Zen itu ti—”


“Silahkan saja kalau kau ingin membawa sampah-sampah itu. Aku tidak akan menghentikanmu.” Kai Zen tersenyum lembut seraya menyela Dai Lanwu.


‘Penghinaan ini akan ku ingat seumur hidup. Tunggu saja pembalasanku!’ batin Dai Lanwu.


“Teman-teman, bawa mereka dan kita pergi!” Tanpa basa-basi Dai Lanwu langsung memberi perintah kepada bawahannya seraya berjalan pergi.

__ADS_1


5 menit kemudian, Dai Lanwu dan bawahannya telah pegi meninggalkan Kelompok Kai Zen dan Qian Qian. Mereka juga membawa semua anggota kelompok Ji Zhan.


“Huh, untungnya selesai dengan mudah ... ” Qian Qian menghela napas lega.


“Kalian belum menjawab pertanyaanku. Mengapa kalian berada di sini?” tanya Kai Zen langsung, dia tidak memperhatikan ekspresi Qian Qian yang baru saja lega.


“Ummm, kami di sini karena—” Fu Yue langsung terdiam ketika Qian Qian memberinya isyarat. Fu Yue hanya mengangguk menerima isyarat dari Qian Qian.


“Kami di sini karena mengikutimu. Apa kau tidak sadar kami ikuti dimulai sepulang dari Akademi Satu hingga sekarang?” Qian Qian berkata jujur, sepertinya dia tidak berniat berbohong kepada Kai Zen.


“Hmmm, jadi kalian mengikuti diriku dan Yizue dari sepulang sekolah ... ” jawab Kai Zen lirih, dia tampak berpikir.


“Apa kalian menyadarinya?” imbuh Kai Zen setelah selesai berpikir seraya melihat ke arah Yi Yizue, Guo Yan, dan Zhuo Fang.


Yi Yizue hanya menggeleng mendengar pertanyaan dari Kai Zen.


“Tidak.” Jawab Guo Yan singkat.


“Sepertinya aku merasakan tatapan mengawasi samar-samar, tapi aku tidak yakin tentang perasaan itu, jadi aku lupakan saja.” Zhuo Fang menjawab sedikit panjang, dia menatap Kai Zen dengan serius.


“Aku tidak percaya padamu, Zhuo Fang.” Kai Zen dengan cepat menanggapi pernyataan Zhuo Fang dengn wajah datar.


“Begitulah jawaban kami. Anggap saja kami tidak tahu.” Kai Zen sedikit melirik Zhuo Fang yang masih menggaruk kepala.


“Yah kalau begitu lupakan saja, aku hanya bertanya asal.”


“Tunggu—kalian sudah dari tadi disekitar kami?” Guo Yan langsung meninggikan suara saat menyadari tebakan tersebut.


“Ya, kau benar. Aku sudah melihat pertarungan kalian dari awal hingga akhir. Oleh karena itu, aku menghentikan pertarungan kalian yang kedua saat ingin melawan Dai Lanwu itu.” Lagi-lagi Qian Qian berkata jujur, dia terlihat tulus mengatakan hal tersebut.


“Fufufufu, tenanglah. Kami tidak akan memberitahukan hal ini dengan orang luar.” Fu Yue yang melihat wajah cemas Guo Yan terlihat mencoba menenangkannya.


“Aku harap begitu.” Guo Yan menatap serius Fu Yue.


“Tenanglah, Guo Yan. Dia tidak akan berbohong padamu.” Zhuo Fang yang memahami kecemasan Guo Yan mencoba menyakinkannya.

__ADS_1


“Ngomong-ngomong, aku Fu Yue. Salam kenal.” Fu Yue mendekati Guo Yan, dia mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Guo Yan.


“Aku Guo Yan, salam kenal.” Guo Yan menjabat tangan Fu Yue dengan muka waspada.


“Hemmm ... apakah dia pacarmu, Zhuo Fang?” Su Ling tiba-tiba muncul dari belakang Fu Yue, dia menunjuk Guo Yan tanpa rasa sopan.


“Hust! jaga sikapmu, Su Ling!” Fu Yue menegur ketidaksopanan Su Ling.


“Siapa lagi wanita ini ... ” ucap Guo Yan lirih.


“Ma—maafkan temanku Su Ling. Dia memang agak kurang ajar. Tetapi, sebenarnya dia orang yang baik dan ramah.” Fu Yue menunduk meminta maaf.


“Hmmm, baiklah. Jadi, namamu Su Ling?” Guo Yan mengangguk menyetujui permintaan maaf Fu Yue. Kemudian, dia menatap Su Ling dengan penuh tanda tanya.


“Benar! namaku Su Ling, salam kenal.” Jawab Su Ling dengan ramah, dia tersenyum lembut.


“Kau sudah tahu namaku, kan? aku sudah memperkenalkan diri tadi.” Walaupun Guo Yan terdengar memaafkan, tapi dia merasa tidak nyaman dengan kehadiran Su Ling yang sok akrab dengannya.


“Namamu Guo Yan, bukan? kau belum menjawab pertanyaanku tadi. Apakah kau pacar Zhuo Fang?” lagi-lagi Guo Yan seperti itu, dia terlihat sangat antusias.


“Aku tidak memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaan itu.”


“Ayolah jawab saja!”


“Su Ling! diamlah!” pekik Fu Yue, dia terlihat malu dengan tingkah laku temannya itu.


“Baiklah, baiklah, aku tidak bertanya lagi.” Su Ling langsung terdiam.


Ketika Fu Yue dan Su Ling mengobrol bersama Guo Yan dan Zhuo Fang. Qian Qian mencoba mendekati Kai Zen, lebih tepatnya mendekati Yi Yizue yang berada di samping Kai Zen.


“Sepertinya kau tidak berniat berbohong pada kami, Qian Qian.” Kai Zen menatap Qian Qian serius.


“Ya begitulah...” jawab Qian Qian tidak peduli, dia malah lebih memilih menatap Yi Yizue yang berada di samping Kai Zen.


“Apa kau ada keperluan dengan kami? atau malah dengan Yizue?” Kai Zen menyadari tatapan Qian Qian yang fokus dengan Yi Yizue, dia mencoba mencari tahu maksudnya.

__ADS_1


“Sebenarnya dua-duanya. Tetapi, untuk sekarang aku lebih berkeperluan dengan perempuan di sampingmu itu, dia Yi Yizue, bukan?”


Bersambung


__ADS_2