
Setelah lama melihat Kai Zen dan Yi Yizue bermesraan. Zhuo Fang sudah kehabisan kesabaran lalu berkata “Kalian belum selesai?”
“Hustt! biarkan saja mereka~” Guo Yan tersenyum melihat Kai Zen dan Yi Yizue masih bermesraan.
“Kami sudah selesai.” Ucap Kai Zen mengakhiri kemesraan dengan Yi Yizue.
“A-a-a-apa yang barusan terjadi?” Yi Yizue yang menyadari apa yang dia lakukan bersama Kai Zen merasa malu. Wajahnya memerah.
“Kalian hanya saling bertatapan saja, tidak lebih dari itu. Tapi, aku heran kenapa kalian bisa bertahan lama walaupun hanya saling menatap mata.” Guo Yan menjawab pertanyaan Yi Yizue dan mengungkapkan keheranannya.
“Karena mereka sedang di mabuk cinta.” Zhuo Fang menjawab Guo Yan yang terheran-heran.
“Sudahlah, jangan bahas topik ini lagi. Mari kita kembali ke topik yang tadi.” Kai Zen menyadari kalau Yi Yizue tidak nyaman dengan topik ini. Jadi Kai Zen ingin mengubah topik pembicaraan.
“Jadi, kau yakin ingin bertarung?” Zhuo Fang langsung menyadari keinginan Kai Zen.
“Iya, aku juga ingin mengumpulkan informasi dulu.” Kai Zen mengungkapkan keinginannya.
“Informasi apa saja yang kau butuhkan?” Zhuo Fang bertanya pada Kai Zen.
“Jelaskan mengenai sistem peringkat seluruh akademi. Penjelasanmu yang tadi kurang lengkap.” Kai Zen meminta Zhuo Fang menjelaskan lebih detail tentang sistem peringkat seluruh akademi.
“Bagian mana yang ingin kau ketahui?” Zhuo Fang bingung detail mana yang dimaksud Kai Zen.
“Untuk meningkatkan peringkat harus menang melawan seorang dengan peringkat lebih tinggi benarkan?” Kai Zen mulai memperjelas.
“Benar.” Zhuo Fang mengangguk.
“Dalam situasi yang kau jelaskan tadi. Kesimpulannya adalah setiap penantang sudah mempunyai peringkat yang pasti. Nah, jadi yang belum mempunyai peringkat pasti seperti kita apakah bisa langsung menantang murid dengan peringkat yang pasti dan lebih tinggi?” Kai Zen menatap Zhuo Fang dengan serius.
“Inti pertanyaanmu adalah apakah seorang murid baru yang belum mempunyai peringkat diperbolehkan menantang murid yang sudah berperingkat. Benar?” Zhuo Fang memastikan pertanyaan Kai Zen.
“Benar.” Kai Zen menjawab singkat.
“Jawabannya adalah boleh. Murid baru yang ingin mendapatkan peringkat di akademi bisa dilakukan dengan cara menantang murid baru lainnya atau menantang murid lama yang sudah berperingkat yang artinya melawan seorang senior. Cara pertama sering dilakukan karena kemungkinan menangnya sangat besar karena melawan sesama murid baru. Kekurangannya adalah ketika kau menang, peringkatmu akan tercantum di paling bawah. Cara kedua jarang dilakukan karena kemungkinan menangnya rendah karena melawan seorang senior. Tapi, semakin besar resiko semakin besar pula keuntungannya. Ketika murid baru menang melawan seniornya, maka nama seniornya akan menghilang dari papan peringkat digantikan nama murid baru yang mengalahkannya. Ada lagi yang ingin kau tanyakan?” Zhuo Fang menjawab dengan sangat detail.
“Setiap tantangan yang diberikan wajib diterima atau tidak?” Kai Zen bertanya lagi.
“Semua tantangan wajib diterima kecuali tantangan dari murid yang berperingkat lebih tinggi.” Jawab Zhuo Fang.
“Eh? untuk apa murid berperingkat tinggi menantang murid berperingkat rendah?” Kai Zen bertanya keheranan.
“Sebenarnya tujuan mereka hanya ingin menindas. Tapi, ada juga yang bertujuan untuk melawan harimau yang sedang tidur~” Kali ini Guo Yan yang menjawab pertanyaan Yizue.
“Maksudmu ada murid yang kuat tapi peringkatnya rendah?” Kai Zen menebak yang dimaksud Guo Yan.
“Benar, mereka kuat tapi tidak ingin menunjukkan kekuatannya pada orang lain.” Guo Yan menatap Kai Zen dengan tatapan yang sulit dijelaskan.
“Atau mereka terlalu malas meningkatkan peringkatnya.” Guo Yan melanjutkan perkataannya setelah Kai Zen menyadari tatapannya.
“Hmm jadi begitu.” Kai Zen mengangguk-angguk.
__ADS_1
“Ada lagi yang ingin kau tanyakan?” ucap Zhuo Fang.
“Masih ada, tapi aku tidak yakin kau bisa menjawabnya.” Kai Zen tersenyum meremehkan.
“Tidak ada pertanyaan yang tidak bisa kujawab.” Zhuo Fang berkata dengan sombong.
“Kau yakin?” Ucap Kai Zen.
“Memang apa pertanyaanmu?” Zhuo Fang penasaran dengan pertanyaan yang akan ditanyakan Kai Zen.
“Informasi tentang tiga senior yang akan kulawan.” Suara Kai Zen terdengar serius.
“Kalau itu...” Zhuo bingung tidak bisa menjawab.
“Makanya jangan terlalu sombong Zhuo Fang. Biar aku yang yang memberitahumu Kai.” Setelah memperingati Zhuo Fang. Guo Yan menatap Kai Zen.
“Kau serius mempunyai informasi tiga senior itu?” Kai Zen memastikan ucapan Guo Yan.
“Iya, kebetulan mereka dari keluarga besar.” Ucap Guo Yan.
“Dari keluarga mana?” Tanya Zhuo Fang penasaran.
“Keluarga Shi.” Guo Yan menatap tajam Zhuo Fang.
“Oh, jadi dari Keluarga Shi.” Zhuo Fang tidak memedulikan tatapan Guo Yan. Dia bahkan tidak terkejut setelah mendengar kalimat Keluarga Shi.
“Kau tidak terkejut?” Guo Yan menjadi penasaran.
“Kau melupakan margaku?” Ucap Zhuo Fang santai.
“Jadi, kau berasal dari Keluarga Zhuo yang itu?” Guo Yan tidak kehilangan ketenangannya.
“Iya, lima keluarga besar. Keluarga Zhuo.” Zhuo Fang terlihat santai. Walaupun perkataannya bisa dia banggakan, dia tetap merendah.
“Kalian baru sadar kalau aku berasal dari Keluarga Zhuo? Kai Zen saja sudah menyadarinya.” Lanjut Zhuo Fang seraya menatap Kai Zen.
Kai Zen hanya mengangguk lalu berkata, “Hanya sekedar dugaan.”
“Tapi itu sudah menjadi fakta, bukan dugaan lagi.” Ucap Zhuo Fang.
Kai Zen tidak menjawab lagi. Dia hanya mengangguk.
“Aku tidak terkejut kalau Kai Zen sudah mengetahuinya.” Guo Yan menggelengkan kepalanya.
“Kesampingkan Zhuo Fang yang berasal dari Keluarga Zhuo. Bisakah kalian memberiku informasinya lebih dulu?” Kai Zen mendesak Zhuo Fang dan Guo Yan.
“Apa yang dikatakan Kai Zen benar. Lebih penting memberinya informasi dulu Guo Yan.” Zhuo Fang mendukung pendapat Kai Zen.
“Baiklah, baiklah. Jadi, mau di mulai dari mana?” Guo Yan menanyai Kai Zen.
“Mereka penyihir tingkat apa?” Tanya Kai Zen.
__ADS_1
“Shi Hu dan Shi Qin adalah Penyihir Lanjutan. Sihir paling tinggi yang bisa mereka keluarkan adalah Sihir Tingkat Bumi Tinggi. Sedangkan Shi Kuang adalah Penyihir Lanjutan juga. Tapi, sihir paling tinggi yang bisa dia keluarkan adalah Sihir Tingkat Langit Rendah. Orang yang paling berbahaya sekaligus bosnya adalah Shi Kuang itu.” Guo Yan menjelaskan informasi yang diminta Kai Zen.
“Mereka murid tahun ketiga?” Kai Zen menebak.
“Tidak, mereka murid tahun kedua. Kau pasti mengira mereka dari kelas rendah karena sifat mereka. Tapi, sebenarnya mereka adalah jenius. Bisa mencapai tingkat seperti itu sebagai murid tahun kedua. Mereka berada di kelas A.” Ucap Guo Yan dengan nada menakuti.
“Peringkat mereka tergolong tinggi di seluruh Akademi. Jadi, apakah kau sekarang takut?” Lanjut Guo Yan.
Kai Zen menggelengkan kepalanya seraya berkata, “Justru aku malah semakin tertantang untuk melawan mereka!”
“Apakah aku terlihat takut dengan seorang yang disebut ‘Jenius’? Apakah aku terlihat takut melawan orang yang lebih tua dariku? Jika mereka berani membuat Yizue tidak nyaman, mereka harus menanggung konsekuensinya!” Kai Zen tersenyum. Zhuo Fang dan Guo Yan heran dengan perkataan Kai Zen. Raut wajah mereka seperti mengatakan ‘Bukankah seharusnya kau menolak melawan mereka agar kekuatanmu tidak diketahui? Atau apakah tebakanku salah kalau Kai Zen sedang menyembunyikan kekuatannya?’.
“A-apakah itu baik-baik saja?” Yi Yizue menatap Kai Zen.
“Aku pasti baik-baik saja. Laki-laki selalu menepati perkataannya!” Kai Zen balik menatap Yi Yizue seraya tersenyum.
‘Apakah ini semua hanya untuk Yizue?’ Zhuo Fang berkata dalam hati.
‘Dia rela melakukan semua ini untuk Yizue? Aku sangat iri denganmu Yizue!’ Guo Yan mengungkapkan keirianya dalam hati.
“Hei Kai Zen, bisakah aku bertanya?” Ucap Zhuo Fang.
“Bisa, tapi aku tidak yakin bisa menjawab pertanyaanmu dengan jujur.” Kai Zen sudah menyadari sesuatu.
“Itu terserah padamu untuk menjawabnya dengan jujur atau tidak.” Pembicaraan Zhuo Fang semakin serius.
“Lalu, apa pertanyaanmu?” Kai Zen langsung menuju ke inti pembicaraan.
“Apakah kau menyembunyikan kekuatanmu? dari pertama aku melihatmu, aku sudah yakin kalau dirimu memiliki kekuatan yang hebat. Sebenarnya aku tidak peduli kalau dirimu menyembunyikan kekuatanmu. Tapi, bukankah tujuanmu menyembunyikan kekuatanmu supaya orang lain tidak mengetahui kekuatanmumu yang sebenarnya? Lalu, jika kau mencoba melawan mereka besok, bukankah kekuatanmu akan terungkap? Apakah semua ini layak untuk seorang perempuan?” Zhuo Fang sedikit marah ketika mengucapkan ucapannya. Perempuan yang dimaksud Zhuo Fang tentu saja Yi Yizue.
“Apa yang kau maksud dengan ‘Apakah semua ini layak untuk seorang perempuan?’ ” Guo Yan menatap Zhuo Fang.
“Semua yang dilakukan Kai Zen demi Yizue. Tapi, apakah Yizue layak menerima semua itu sampai Kai Zen mengungkapkan apa yang dia sembunyikan?” Kai Zen memandang mata Guo Yan.
“Tch, dasar laki-laki bodoh! kau tidak akan memahami apa yang Kai Zen lakukan!” Guo Yan berkata dengan marah, wajahnya menjadi suram. Setelah berkata seperti itu, dia memalingkan wajahnya dari Zhuo Fang. Zhuo Fang hanya diam saja mendengar perkataan Guo Yan.
“Jadi, apakah kalian sudah selesai berbicara?” Kai Zen berkata dengan lembut. Tidak ada yang menjawab perkataan Kai Zen.
“Baiklah, kuanggap kalian sudah selesai berbicara. Sebelum aku membahas pertanyaan kalian, lebih baik kita mencari tempat yang nyaman.” Kai Zen tetap tenang di suasana yang canggung.
“Di-disana Kai!” Yi Yizue menunjuk pohon yang di bawahnya terdapat tempat duduk dari beton yang melingkari pohon itu.
Kai Zen mengangguk seraya berkata, “Mari kita duduk disana! tempatnya sangat cocok karena sejuk dan sepi.”
Merekapun pergi menuju ke pohon itu. Lalu, duduk di tempat duduk yang terbuat dari beton. Suasana disekitar sangat sepi karena area tersebut termasuk bagian belakang akademi. Yizue dan Kai Zen duduk di tengah, sedangkan Guo Yan dan Zhuo Fang duduk di paling samping teman mereka. Zhuo Fang duduk di sebelah Kai Zen. Guo Yan duduk disebelah Yi Yizue. Sepertinya Guo Yan masih marah karena tidak terima dengan perkataan Zhuo Fang.
“Su-suasana disini sejuk.” Ucap Yi Yizue yang berusaha mencairkan suasana.
“Benar, disini juga sepi. Sangat cocok untuk membahas suatu rahasia~” Kai Zen lagi-lagi tersenyum.
“Apakah kamu ingin tau kenapa aku melakukan semua ini, Zhuo Fang?” Kai Zen bertanya kepada Zhuo Fang.
__ADS_1
Zhuo Fang hanyan terdiam, dia tidak menjawab sama sekali. Guo Yan dan Yizue mendengarkan dari samping. “Itu semua karena aku laki-laki. Laki-laki selalu menepati perkataannya!” Kai Zen tersenyum menatap langit.
Bersambung