
“Aku akan menceritakannya kepada kalian!”
Zhuo Fang melihat Kai Zen dan Yi Yizue dengan sorot mata serius. Dia merubah posisi duduknya agar lebih nyaman. Kemudian, dia mulai menceritakan dari Guo Yan yang menamparnya hingga dia berteriak memanggil nama Guo Yan sesaat dia bangun dari pingsan.
Kai Zen dan Yi Yizue mendengar cerita Zhuo Fang dengan antusias. Ketika Zhuo Fang selesai bercerita, Yi Yizue menatap Kai Zen seakan meminta persetujuan darinya. Kai Zen yang menyadari itu hanya menganggukkan kepalanya yang berarti setuju.
“Mu-mungkin, suara yang menggema di ruangan gelap itu adalah Roh Sihirmu, Zhuo Fang. Se-sedangkan, ruangan gelap yang kau lihat adalah alam bawah sadarmu.” Yi Yizue menanggapi cerita Zhuo Fang, dia memberikan pendapatnya.
“Bagaimana kau bisa menyimpulkan seperti itu?” tanya Zhuo Fang dengan penasaran.
Yi Yizue bingung ingin menjawabnya, lalu dia menatap Kai Zen seakan meminta tolong untuk menjelaskannya. Kai Zen yang menyadari hal tersebut hanya bisa menghembuskan nafas panjang sembari mengangguk.
“Apakah kalian tahu sesuatu?” Zhuo Fang menyadari tingkah aneh kedua sahabatnya, dia pun bertanya kepada mereka dengan penasaran.
“Huh, karena kau memecayai diriku dan Yizue maka aku akan membalas kepercayaanmu itu, Zhuo Fang.” Jawab Kai Zen.
“Tolong rahasiakan ini dari orang lain.” Imbuh Kai Zen sembari menatap Zhuo Fang dengan sorot mata tajam.
“Ba-baiklah, akan ku rahasiakan dari orang lain.” Jawab Zhuo Fang yang merasa terintimidasi oleh tatapan tajam Kai Zen.
“Apakah kau ingat teriakanku tadi?” tanya Kai Zen.
“Tentu saja aku ingat, teriakanmu yang membangunkanku walau hanya sebentar.” Jawab Zhuo Fang.
“Apa kau tahu mengapa aku berteriak ke arahmu?”
“Agar aku bisa bangun?”
“Benar, tapi apa kau tidak pernah bertanya darimana aku mengetahui bahwa kau sedang tidak sadar?”
“Bukankah itu karena kemampuanmu?” Zhuo Fang sangat memandang tinggi Kai Zen.
“Kemampuanku pribadi tidak sehebat yang kau kira. Aku mengetahui keadaanmu karena seseorang memberitahuku.” Jawab Kai Zen sedikit tersenyum.
“Siapa orang itu?” tanya Zhuo Fang penasaran.
“Ro-roh Sihirnya Kai Zen!” jawab Yi Yizue.
“Roh Sihir? kau punya roh sihir, Kai?” Zhuo Fang terkejut mengetahui hal itu, dia lantas memastikannya.
“Tidak hanya aku, tetapi semua orang di kamar ini memiliki Roh Sihir masing-masing!” jawab Kai Zen dengan nada pelan agar pembicaraannya tidak di dengar orang luar.
“Semua orang di kamar ini?” Zhuo Fang menatap seluruh kamar, dia hanya melihat Kai Zen, Guo Yan, Yi Yizue, dan dirinya di ruangan tersebut. Kemudian, dia mengatakan sesuatu kepada Kai Zen.
“Kau...bercanda kan, Kai?” Zhuo Fang menatap Kai Zen dengan wajah tidak percaya. Kai Zen yang menyadari hal tersebut hanya bisa bertatapan dengan Yi Yizue, mereka berdua menghembuskan nafas pelan.
__ADS_1
“Sepertinya dia masih tidak percaya, Yizue?” Kai Zen mengalihkan pandangannya ke arah Yi Yizue.
“La-lagipula, perihal itu masih prediksi kita, Kai.” Jawab Yi Yizue sembari menatap Kai Zen balik.
“Tetapi, roh sihirku yang mengatakannya, dia tidak mungkin berbohong!” Kai Zen bersikeras menganggap perdiksinya dan Yi Yizue adalah sebuah kebenaran.
“Bu-bukankah roh sihirmu mengatakan bahwa Zhuo Fang hanya masuk ke alam bawah sadarnya, tanpa menyebutkan hal lain?”
“Dia mungkin hanya mengatakan hal itu, tapi makna dari ucapannya lebih dari yang dia ucapkan.”
“Me-mengapa kamu sangat yakin bahwa ucapan dari roh sihirmu memiliki makna lebih?” Yi Yizue menatap Kai Zen penasaran.
“Roh sihirku mengetahui banyak hal yang tidak kita ketahui, tapi dia enggan mengatakannya kepadaku. Dia berkata ingin membuat diriku mandiri dan menyuruh mencari hal-hal itu dengan usahaku sendiri.” Jawab Kai Zen dengan nada sedih.
“Ni-niat Roh Sihirmu sangat bagus, a-aku mendukungnya!” Yi Yizue mengacungkan jempolnya kepada Kai Zen seraya tertawa pelan.
“Ja-jadi, hal itu yang membuatmu berpikir lebih tentang makna dari ucapannya?” imbuh Yi Yizue.
“Iya, sebelumnya dia hanya mengatakan bahwa Zhuo Fang masuk secara paksa ke alam bawah sadarnya. Kemudian, roh sihirku tertidur lagi.” Kai Zen memperjelas ucapan Roh Sihirnya kepada Yi Yizue, Yi Yizue yang mendengar itu menjadi diam berpikir.
“Hanya beberapa hal yang dapat menarik kesadaran kita ke alam bawah sadar, bukankah kau yang paling tahu, Yizue?” Kai Zen memberi petunjuk kepada Yi Yizue. Yi Yizue yang menyadari petunjuk Kai Zen kemudian menatapnya dengan terpukau.
“Ka-kau cerdas, Kai!” puji Yi Yizue.
“Kau sudah paham?”
“Seratus! aku menduga kasus Zhuo Fang sama seperti dirimu sebelumnya!”
“Apa yang sedang kalian bicarakan? kau juga belum menjawabku, Kai!” Zhuo Fang menyela obrolan Kai Zen dan Yi Yizue.
“Sebentar, biarkan aku dan Yizue membahas beberapa hal dulu.” Kai Zen mengajak Yi Yizue untuk menjauh dari Zhuo Fang terlebih dahulu.
“Huh, baiklah.” jawab Zhuo Fang pasrah, dia membaringkan badannya lagi ke kasur.
“Du-dugaan untuk Roh Sihir Zhuo Fang dapat dimengerti. Ta-tapi, bagaimana dengan Guo Yan? apakah dia memang punya roh sihir?” ujar Yi Yizue setelah dirinya dan Kai Zen sudah menjauh beberapa meter dari Zhuo Fang.
“Nah, untuk Guo Yan sebenarnya aku tidak yakin sepenuhnya.”
“La-lalu, mengapa kamu menyimpulkan bahwa Guo Yan punya roh sihir?”
“Kesimpulan yang ku ambil saling berkaitan dengan kejadiannya Zhuo Fang. Apa kau ingat sesaat sebelum Zhuo Fang di tampar? bukankah dia masih baik-baik saja?”
“Ya, se-sebelum dia di tampar oleh Guo Yan, Zhuo Fang tampak baik-baik saja. Se-setelah di tampar barulah Zhuo Fang menjadi diam.”
“Menurutku, roh sihir mereka saling berkaitan!”
__ADS_1
“Ma-maksudmu?”
“Mungkin tamparan Guo Yan membuat roh sihir di dalam tubuh Zhuo Fang terbangun, entah apa yang membuatnya merespon tamparan itu. Hanya satu kesimpulan dari dugaanku, roh sihir mereka saling berkaitan!” Kai Zen memperjelas ucapannya.
“A-apa ada bukti lain?” Yi Yizue masih ragu dengan dugaan Kai Zen, dia meminta bukti lain kepadanya.
“Sebenarnya ada beberapa, tapi jika ku jelaskan semua. Aku takut waktu kita tidak cukup.” Jawab Kai Zen sembari memperlihatkan jam yang ada di HPnya. Pukul 09.45, itulah yang terlihat di layar HP Kai Zen.
“Ki-kita pulang sore dan sekarang masih jam sembilan. Bu-bukankah itu lebih dari cukup?” Yi Yizue menatap Kai Zen dengan heran.
“Apakah kamu tega membiarkan Zhuo Fang menunggu lama?” Kai Zen mengalihkan pandangannya ke arah Zhuo Fang yang berbaring.
“Ka-kamu...benar.” Yi Yizue yang mengalihkan pandangan mengikuti Kai Zen pun mengangguk setuju.
“Se-sebutkan saja bukti yang lainnya, a-aku akan menyimpulkannya sendiri!” imbuh Yi Yizue.
“Baiklah.” Kai Zen menganggukkan kepalanya.
“Bukti yang kedua saat Zhuo Fang menyadari bahwa Guo Yan terluka parah. Kepribadiannya berubah dan kekuatannya semakin meningkat. Ketiga, di akhir pertandingan Zhuo Fang yang memiliki kepribadian berbeda memilih terlelap pingsan di sebelah Guo Yan. Cukup tiga saja, ketiga bukti itu adalah yang terkuat menurutku!” Kai Zen menjelaskan ketiga bukti yang menurutnya kuat.
Yi Yizue yang mendengar hal tersebut langsung memberi Kai Zen kesimpulan, “Ja-jadi, kalau dikaitkan dengan Zhuo Fang yang terjebak di alam bawah sadarnya sendiri dan perubahan kepribadian Zhuo Fang sebelumnya, semua itu berkaitan dengan Guo Yan?”
“Ya, benar.”
“A-apakah kau menduga bahwa kepribadian Zhuo Fang yang sebelumnya karena roh sihir Zhuo Fang mengambil alih tubuhnya?”
“Benar, apalagi yang kamu temukan?” ujar Kai Zen dengan antusias.
“Ke-ketika roh sihir mengambil alih tubuh Zhuo Fang, dia terlihat memedulikan Guo Yan lebih dari apapun. Ro-roh Sihir tersebut tidak mungkin mengenal Guo Yan, dengan kata lain...” Yi Yizue tidak melanjutkan ucapannya. Dia seakan berpikir dulu sebelum mengatakannya. Kai Zen menatap Yi Yizue dengan antusias, berharap ucapan selanjutnya yang keluar dari lisan Yi Yizue sesuai dengan dugaannya.
“Di-dia peduli dengan roh sihir yang ada di dalam Guo Yan?” Yi Yizue memiringkan kepalanya melihat Kai Zen, meminta kebenaran dari ucapannya.
“Benar, seratus!” Kai Zen tersenyum melihat Yi Yizue, dia memberi Yi Yizue dua acungan jempol.
“A-akhirnya aku mengerti.” Yi Yizue menghembuskan nafas lega.
“Mari, kita beritahukan kepada Zhuo Fang!” ajak Kai Zen.
“G-guo Yan tidak?”
“Dia masih pingsan, beritahukan saja dulu kepada Zhuo Fang!”
“Ba-baiklah.”
Kai Zen dan Yi Yizue pun mendekati Zhuo Fang. Mereka ingin memberitahu hasil pengamatannya kepada Zhuo Fang. Karena hal ini pula hubungan di antara mereka semakin erat.
__ADS_1
Bersambung